My Ex-Boyfriend

My Ex-Boyfriend
11. Minder.



Masih ditempat yang sama. Audy dan Aziel masih menikmati waktu berdua mereka. dengan angin yang menimpa rambut mereka terasa sangat tenang.


Aziel mengelus pelan pipi Audy. Gadis itu terus saja terseyum.


"Malam ini aku akan pergi keacara Awards. aku masuk nominasi Aktris terhebat tahun ini. saingannya para senior. gugup aku loh sayang" ucap Aziel.


"Kamu jangan gugup donk. Aku tahu kok pacar aku ini terbaik dari yang terbaik. dan aku juga belum sempat melihat Film kamu. Maaf ya" jawab Audy.


"Bagaimana jika kita menontonnya bersama sama. Eh gak usah deh, malu aku mah"


"Aku mau lihat wajah pacar tersayangku ini difilmnya itu. gimana sih" sahut Audy mencubit gemes pipi Aziel.


"Baiklah nanti kita nonton" peluknya.


"Sayang. kamu pasti lelahkan harus syuting dan bakal kurang tidur. Semangat terus ya. Aku akan selalu ada untukmu" Audy terseyum.


Wajah Aziel memerah saat kata "Sayang" keluar dari mulutnya Audy.


"Kamu kenapa sih" tanya Audy terkekeh.


"Aku senang kamu panggil aku sayang" jawab Aziel sambil malu malu.


"Apaan sih"


Sekarang Audy yang merasa malu.


Jovan membawakan cemilan untuk Audy yang kini sudah ada dikelas. Gadis itu mendongak melihatnya.


"Makasih banyak" ucap Audy.


Yeri datang menghampiri.


"Ketua kelas" panggilnya ke Audy.


Audy hanya mengangkat keningnya seakan mengatakan ada apa.


"Mau gak nanti malem nginep dirumah aku. kita buat pesta piyama dengan Aku, Ketua dan dua anak itu"


Audy merasa ini menarik. mengingat malam ini dia tidak kemana mana. dengan cepat Audy mengangguk setuju.


"Nanti aku kirim cemilan untuk kalian" sela Jovan.


"Aku ingin mengajakmu tapi mengingat ini hanya untuk cewek. aku minta maaf" Yeri menepuk pundak Jovan.


"Makasih banyak Jovan"


.


.


.


Malam telah tiba. Aziel sudah siap dengan jas hitamnya. dia akan datang dengan Jesika yang merupakan lawan mainnya.


Mereka berdua sampai. Aziel turun bersama dengan Jesika. Mereka terlihat sangat serasi.


Para Wartawan siap untuk memotret mereka berdua. Mereka berdua disambut meriah.


Aziel duduk berdekatan dengan Jesika.


"Semangat" seru Jesika.


Aziel terkekeh "Iya semangat." jawabnya.


Ditempat yang berbeda.


Audy dan ketiga gadis lainnya tengah nonton acara Awards. mereka sangat fokos sekali.


Hingga nampaklah wajah Aziel dan Aktris Jesika yag keluar dari mobil yang sama.


Yeri, Elin dan Ayumi teriak histeris.


"Wih mereka cocok banget" ucap Ayumi.


"Tapi kan Aziel sudah punya pacar" sahut Elin.


"Aku curiga. jangan jangan Jesika itu pacarnya. mereka kan lawan main dan tidak ada yang tahu mereka cinlok kan" jawab Yeri heboh.


"Tapi kalau dilihat dari foto itu kek nya bukan deh. dari belakang aja udah beda" Elin memberikan jawaban.


Audy hanya diam tidak bersuara. Dia hanya bisa menghembuskan napasnya.


Dia merasa minder. Audy merasa sedih. jika dirinya dibandingka dengan Jesika. tentu saja gadis itu jauh lebih baik dan cantik darinya.


"Kok aku jadi gini. ada rasa kesal dan sedih. Tapi, aku gak boleh egois gini donk." batinku.


Yeri mengguncang tubuhku pelan.


"Kamu kenapa? fokos banget" kekeh Yeri.


"Iya. ketua kelas bahkan gak berkedip" Ayumi menambahi.


"Kamu curiga gak sih kalau mereka pacaran?" tanya Yeri.


"Aku gak tahu juga . soalnya urusanku banyak. harus kerja lalu urusin kelas yang isinya anak bandel semua. jadi, untuk hak itu aku gak tahu" Audy berkata jujur. Mungkin.


Elin mengangguk "Gak juga ngahasilin duit ngurusin Aziel. ya walau dia temen sekelas kita. aku sih masih gak nyangka sekelas sama artis" Elin merasa bangga aja.


Pembantu Yeri datang dengan membawa banyak cemilan.


"Tadi, ada pemuda yang ngasih non"


"Iya. makasih bi" jawab Yeri.


Banyak sekali coklat. makanan kesukaan Audy. Gadis itu terseyum dan mereka bertiga langsung bersorak.


"Wih. menurut aku ya kalian cocok loh bu ketua" lagi lagi Yeri ini.


"Siapa?" tanya Audy bingung.


"Jovan sama Bu Ketua lah. ya aku akui sih bu ketua emang paling cantik. bahkan jika disandingkan sama Aziel juga cocok. wajar aja sih. tapi jovan kan laki yang dingin. pas lihat perlakuannya gini kan jadi ketebak aja tuh anak suka sama bu ketua" mulut Yeri emang gak bisa difilteri dulu.


"Ya benar. gak sadar bu ketua" tambahi Ayumi.


Audy menggeleng. memang dia tidak peka dengan sekelilingnya kecuali hanya Aziel yang ada dipikirannya.


Emang bucin.


"Kalian kenapa jadi gini sih" ketus Audy.


"Tapi ya Jovan sama bu ketua cocok tahu. keliatan banget Jovan nyaman sama bu ketua" jawab Elin


Audy hanya menganggap itu semua dengan santai. dia sudah menganggap Jovan seperti sahabatnya gak lebih dari itu.


Mengingat dia sudah memiliki Aziel dan dia hanya mencintai laki laki itu. Semoga apa yang dikatakan mereka itu tidak benar batin Audy.


Dia tidak ingin menyakiti laki laki sebaik dan setulus seorang Jovan.


"Sudah sudah. yuk lagi fokos sama acaranya" Elin mengambil cemilan dan memakannya.


Suasana tegang terasa menunggu pemenang Aktor dan Aktris terbaik tahun ini.


"Aktor terbaik tahun ini adalah Aziel Putra Daniel" ucap MC.


Sorakan para Fans dan tepuk tangan riuh terdengar untuknya. Dia terseyum dan langsung jalan kedepan mengambil kemenangannya.


Semua melihat kearahnya yang akan memberikan beberapa kata yang akan disampaikan.


"Saya mengucapkan terima kasih untuk semua orang. dari Keluarga, para Kru dan teman teman saya. dan tidak lupa untuk semua Fans yang selalu mendukung saya tanpa henti. ini semua karna kalian jika tanpa adanya kalian mungkin saya tidak akan bisa bicara didepan kalian seperti ini. Terima kasih banyak" Dia membungkuk lalu melambaikan tangan kearah para Fans.


Dia jalan kebelakang panggung. banyak ucapan selamat diterimanya. tidak lupa dari gadis kesayangannya.


Air matanya keluar karna terharu.


"Terima kasih" lirihnya pelan.


Hasil kerja kerasnya membuahkan hasil.


.


.


.


Rama tiba disebuah rumah kecil. dia melihat kearah rumah itu. Sekretarisnya memberikan beberapa kertas.


"Ini adalah Rumah dari gadis bernama Audy. dia sudah lumayan lama tinggal disini. dan gadis ini bekerja disupermarket"


Rama mengangguk atas informasi yang dia dapatkan.


"Panti asuahannya juga saya temukan. apa Bos akan kesana"


"Aku akan kesana besok pagi bersama dengan istri saya. untuk saat ini terima kasih atas informasi yang telah diberikan"


"Sama sama Bos" jawabnya.


Rama turun dan berjalan kerumah itu. walau terlihat kecil rumah ini sangat terawat. dia ingin mengetuk pintu namun mengingat sudah malam mungkin saja Audy sudah tidur.


Niatnya itu dia urungkan. dia meletakkan bingkisan didepan pintu.


"Aku merasa kamu adalah putriku yang hilang itu. jika benar, Aku berjanji akan selalu menjagamu dan menyayangimu" tanpa dia sadari air matanya keluar.


Kehilangan putrinya saat itu membuat dunianya hancur. rasanya sesak apalagi melihat istrinya tidak berdaya.


"Jika pun kamu bukan anakku. aku akan tetap menganggapmu putriku dan membawamu pergi dari sini. membuat kenangan bersama sebagai keluarga kecil."


*Jangan lupa vote dan komen.


Dan mampir kecerita terbaruku ya "Sebagai shania" itu judulnya*.