
"SELAMA DIA BAHAGIA
AKU JUGA AKAN
BAHAGIA......."
Silla menyikut lengan Widya menunjuk tempat arah jarum jam 8.disana ada Kevin yang sedang duduk termenung sendiri sambil menikmati makanan di kantin.tiba-tiba datang seorang gadis dengan rambut ikal berwajah cantik menghampiri Kevin.duduk didepan Kevin tanpa meminta ijin dulu.Widya melihat arah yang ditunjuk Silla,dia pura-pura tidak peduli lalu menyeruput jus stawberry.
"are you ok?"Silla bertanya dengan bahasa inggris membuat Widya mengangkat satu alisnya.
"hm...yes I'm ok"Silla dan Lily memandang wajah Widya dengan cemas.seakan mereka tahu kalau Widya pasti sakit hati melihat Kevin bersama gadis lain.
"kenapa kalian pada liatin aku begitu?"tanya Widya merasa risih dengan wajah sahabatnya itu.
"Wid...kami tahu kok perasaanmu pasti sakit lihat Kevin sama gadis lain"
"iya Wid apalagi gadis itu juga cantik..."setelah mendengar pembicaraan mereka memang benar apa yang mereka katakan?hatinya terasa sakit,seakan ingin menangis seketika itu juga.apalagi melihat Kevin tertawa dengan gadis lain.tawa itu yang dulu miliknya.seperti inikah namanya patah hati?bagaikan tersayat sembilu.perasaan yang tidak pernah Widya alami sebelumnya.
Widya masih memandang kearah Kevin dengan glass yang masih menempel dibibirnya.perasaan berkecamuk ingin rasanya menarik gadis itu pergi dari hadapan Kevin.
"Wid...kamu ga apa-apa?"tanya Silla lagi membuyarkan lamunan Widya.
"wajah kamu pucat Wid..jangan-jangan kamu sakit"ujar Lily menghawatirkan Widya.ya aku sakit tapi sakitnya didalam hati batin Widya sambil memandang sahabatnya.
"ah...aku ga apa-apa..sebentar Sil aku mau ketoilet dulu."pamit Widya lalu pergi ketoilet.matanya terasa panas melihat pemandangan itu.sampainya ditoilet Widya menangis,cairan bening yang dia tahan akhirnya tumpah juga.apa mungkin secepat itu Kevin melupakan dirinya?
"kasian Widya sepertinya dia masih mencintai Kevin"ujar Lily sambil menarik tangan Silla untuk menyusul Widya.
"anehnya juga kenapa mereka harus putus."sambil menghela nafas."sepertinya gadis tadi yang duduk bersama Kevin,kayaknya dia tertarik sama Kevin.kalau seandainya Kevin juga suka bagaimana?"
"Silla ...jangan nakutin gitu dong.mana mungkin Kevin tertarik dengan gadis seperti itu cantik sih...tapi kecentilan"bantah Lily tidak terima.
"seperti ini rasanya sakit hati...sakit sekali "guman Widya sambil membasuh mukanya dengan air kran.menatap dirinya di cermin teringat kembali saat Kevin tertawa bersama dengan gadis itu.
"Wid..."panggil Silla saat masuk ke toilet."kamu nangis?"
"yang sabar ya Wid..."ujar Lily dia berdiri di ambang pintu.Widya menatap sahabatnya lalu menyunggingkan bibirnya tersenyum
Gadis itu bernama Maria anak IPS dan juga satu kelas dengan Kevin.pernah dulu ada rumor tentang mereka,kalau mereka pacaran tetapi langsung dibantah oleh Kevin.dan tidak lama kemudian Kevin menembak Widya lalu jadian.atas jadian mereka membuat Maria sakit hati karena dia sangat mencintai Kevin bahkan dia juga berharap kalau Kevin akan mencintainya juga.namun sayang...Kevin sudah mempunyai gadis lain.
Tetapi tidak membuat Maria patah semangat untuk mengejar cintanya.dia selalu berharap kalau hubungan Kevin dengan Widya putus.saat Maria mendengar gosip putusnya hubungan mereka.Maria sangat senang hal yang dia nantikan akhirnya terjadi.diapun mencoba mendekati Kevin kembali berharap akan cintanya.
Silla dan Lily merasa kesal dengan seorang gadis yang selalu mengekori Kevin seperti anak ayam."aku lama-lama gedek sama gadis itu.siapa namanya?"ujar Silla bertanya ke Lily.
"Maria"
"ya itu ga dikantin, ga dihalaman sekolah bahkan sekarang juga diperpus ada dia juga.heran saya...!"
"kalian pada ngapain disini?"tanya Widya yamperin mereka yang berdiri di ambang pintu.Silla dan Lily cepat-cepat menghalangi Widya agar tidak melihat Kevin dengan Maria.
"ga ada apa-apa"jawab mereka sambil nyengir kuda membuat Widya curiga.
"kalian nyembunyiin sesuatu ya..?"
"enggak kok...."sambil terus menghalangi Widya."Wid aku lapar kekantin yuk.."
"bukannya tadi kamu sudah makan bakso..masa lapar lagi."
"iya ni Wid ga tau kenapa?"ujar Lily sambil menyikut lengan Silla.merekapun pergi kekantin lagi.dengan terpaksa Silla dan Lily memesan makanan lagi.
"Wid..kamu masih mencintai Kevin ga?"
"masih...kenapa kalian tanya begitu?"Silla dan lily saling pandang lalu menatap Widya penuh harap.
"coba kamu dekatin lagi Kevin...aku rasa Kevin masih mencintai kamu"
"ga segampang itu ..Silla ..Lily"Widya menghela nafas panjang menatap sahabatnya.
"kenapa?"tanya Silla yang masih tidak mengeti.
"iya Wid kenapa?apa kamu ga takut kalau nanti Kevin jadian sama gadis lain"
"kalian kenapa sih?aku ga mau bahas tentang Kevin...aku masih mencintai dia tetapi ga mungkin kan tiba-tiba aku deketin dia lagi"wajah Widya sedikit marah.dia merasa kesal dengan sahabatnya yang selalu memojokan dirinya untuk mendekati Kevin.Widya merasa gengsi sebagai gadis memulai dulu untuk mendekati laki-laki.jika memang Kevin masih mencintai pasti dia akan datang untuk mengejar dirinya.