My Ex-Boyfriend

My Ex-Boyfriend
Chapter 12



Sebuah ambulan tiba dirumah Widya.Ayu langsung dilarikan ke rumah sakit dan Widya ikut mendampingi mamanya.Dia terus menangis sambil memegang tangan Ayu.Perasaannya sangat sedih dan takut.


"Ma..bertahanlah!"kata Widya."Widya mohon jangan pernah tinggalkan Widya.Hanya mama yang Widya punya ma..."


Widya terus menangis dengan terisak.Jantungnya berdebaran tidak karuan bahkan pikirannya juga.Dia benar-benar merasa takut dengan mamanya.Widya terus berdoa kalau mamanya tidak kenapa-napa.


Ayu dilarikan keruang UGD."Maaf dek anda tidak boleh masuk".kata suster menghalangi Widya.


"Tapi sus dia mama saya.."


"Biar dokter dan suster yang menanganinya...Silakan adek tunggu diruang tunggu."kata Susternya menyuruh Widya.Dengan wajah sedih Widya pergi duduk dikursi.


Matanya terlihat sembab,dia terus berdoa.Bahkan Widya masih memakai baju seragam sekolah.


***


Setelah mamanya dilarikan ke UGD dan ditangani oleh dokter mungkin ada sekitar satu jam.Dokter baru keluar dan mempersilakan Widya masuk.Semalaman Widya menunggui mamanya di rumah sakit sampai dia tertidur dan masih memakai baju seragam.


Mata Ayu perlahan terbuka,dia melihat ke samping ranjangnya melihat Widya tertidur dengan posisi duduk.Berlahan tangannya mengusap kepala Widya.


"Mama.."panggilnya Widya menatap Ayu."Mama sudah sadar"


Ayu tersenyum memandang wajah putrinya terlihat sebab mata Widya.Mungkin dia semalaman menangis.


"Kamu menunggui mama semalaman?"tanya Ayu."Maafkan mama sayang membuat kamu khawatir bahkan sampai kamu masih memakai seragam"


Widya menggeleng."Tidak apa ma yang penting mama cepat sembuh"ujar Widya sambil menggenggam tangan Ayu.


"Kamu pasti lelah!Apa kamu tidak pergi sekolah hari ini?"


Widya menggeleng lagi."Tidak ma..aku tidak bisa membiarkan mama sendirian di sini,untuk hari ini saja aku minta ijin tidak pergi sekolah"


"Widya.."panggil Ayu dengan lembut sambil memandangi putrinya.


"Kali ini saja ma.."kata Widya dengan memohon.Ayu menatap Widya dan mengangguk."Cuma kali ini saja ".


"Apakah mama mau sarapan?Widya akan pergi ke kantin untuk membeli makanan."


"Iya...hati-hati sayang".


Widya keluar dari ruang rawat mamanya pergi turun menuju kantin.Dia memesan beberapa makanan yang diperbolehkan untuk mamanya makan.Dia juga merasa lapar dari kemarin sore pulang sekolah dia belum makan.


Setelah selesai sarapan,dokter datang memeriksa.Dokter memberitahukan kalau ke adaan Ayu sudah mulai membaik dan besok sudah diperbolehkan pulang.Widya sangat senang mendengarnya dan dia berharap kalau penyakit mamanya tidak serius.


"Tetapi untuk hasil pemeriksaan akan keluar hasilnya lusa."kata dokter tersebut sebelum pamit pergi.Ayu dan Widya mengangguk mengiyahkan.


Ayu menyuruh Widya pulang untuk mandi dan membawa beberapa baju ganti untuk mamanya.Karena hari ini ia menginap lagi dirumah sakit sampai besok.


***


Silla dan Lily khawatir dengan Widya tidak biasanya Widya tidak masuk sekolah.Merekapun mencoba menghubungi hp Widya tetapi sayangnya hpnya tertinggal dirumah.


"Bagaimana?Apakah Widya mengangkat teleponya?"tanya Silla dan Lily hanya menggeleng.


"Ada apa sebenarnya dengan Widya?Tidak biasanya seperti ini."kata Lily "Aku jadi khawatir "


"Sebaiknya kita tanya saja sama Bu Winda siapa tahu Bu Winda tahu?"kata Silla menyarankan dan Lily mengangguk.Merekapun pergi ke ruang guru dan mencari Bu Winda.


***


Setelah mengambil beberapa baju ganti buat mamanya.Widya kembali lagi ke rumah sakit menemui Ayu,dia ingin menemaninya di sana.


"Mama..!"panggil Widya sedikit berteriak ketika membuka pintu."Seharusnya mama beristirahat!Mama kan sedang sakit!"omel Widya sambil menyita laporan kerja yang sedang dibaca mamanya.


"Ma..please!Mama tuh lagi sakit!"


"Iya mama tahu,tapi hanya tanda tangani ini saja setelah itu mama istirahat."Widya pun memberikan laporan tersebut.Setelah selesai tanda tangan Ayu memberikan laporan dokumen tersebut kepada pegawainya.


"Maafkan mama!"kata Ayu memandang putrinya yang sedang marah.


Widya menatap mamanya dengan kesal."Harusnya mama lebih memperhatikan kesehatannya ...Widya khawatir kalau mama terlalu lelah dan jatuh sakit seperti sekarang ini!"


"Iya sayang maafkan mama".Ayu menggenggam tangannya dengan erat.


***


Keesokan paginya,mama Widya sudah bersiap-siap untuk pulang.


"Ayo,kita pulang!"kata Widya dengan senang.


"Dokter sudah mengizinkan?"


Widya mengangguk".Tadi dokter bilang katanya mama sudah tidak apa-apa!"


"Syukurlah"kata Ayu lega.


"Aku akan membereskan baju mama"


"Terima kasih sayang"ujar Ayu tersenyum lembut.Widya mengangguk dan membereskan pakaian mamanya yang ada di lemari.


Setelah mengantar mamanya pulang Widya siap-siap pergi ke sekolah.


"Ma Widya berangkat dulu"sambil mencium tangan mamanya.


"Iya,hati-hati sayang"


***


"Widya!"panggil Silla dan Lily ketika melihat Widya di depan gerbang sekolah.Mereka langsung lari memeluk Widya dari belakang.


"Kenapa kemarin kamu tidak masuk sekolah?"


"Iya Wid,nggak kasih tahu kita lagi"


"Maaf,kemari aku nungguin mama di rumah sakit."


"Rumah sakit!Mama kamu sakit apa?"tanya mereka terkejut.


"Kurang tahu,hasil pemeriksaan mama belum keluar.Doain saja semoga mama ku tidak kenapa-napa".


"Iya Widya kami pasti doain yang terbaik buat mama kamu "jawab mereka tersenyum lalu pergi masuk ke dalam kelas bersama.


"Wid,bagaimana persiapan kamu pergi ke girls formal?"tanya Lily.Widya menatap Lily dengan wajah sedih dan hanya mengakat bahunya.


***


"Kevin.."Maria berlari kecil menghampiri Kevin di koridor kelas.


"Mau ke kantin,aku ikut "kata Maria tangannya menggandeng Kevin,Kevin memandangnya dan mengangguk.Mereka berjalan bersama pergi ke kantin.


Dan ketika mereka berjalan ke kantin tidak sengaja berpaspasan bertemu dengan Widya.Mata mereka saling bertatapan ada kerinduan di hati mereka.


Kemudian mata Widya melihat tangan Maria yang menggandeng Kevin.Deg!Hati Widya terasa sesak lalu memalingkan wajahnya dan pergi.


"Wid, kamu tidak apa-apakan?"tanya Silla memastikan.Widya menggeleng."Tidak apa-apa"