
...Selamat membaca...
Daniel menghampiri Erina yang tengah duduk dibangku rumah sakit didepan rungan Reza.
Dia duduk disampingnya. laki laki itu sangat tetutup dia menutupi wajahnya dengan masker dan juga topi yang menjadi teman sejatinya selama menjadi artis seperti sekarang.
"Apa kamu mau masuk melihat keadaan Reza sebantar" ucap Daniel.
"Mungkin besok saja karna sekarang Reza dan Bianka tengah bersama" sahut Erina
Daniel tertawa kecil "Sejak kapan mereka jadi sedekat itu aku saja tidak mengetahuinya" sahut Daniel.
Reva mendekati Erina dia menatap kearah jam tangannya.
"Sudah malam Erina. biar aku antar kamu ayo!" ucap Reva
Erina langsung berdiri namun dengan cepat Daniel menarik Erina karna dia yang akan mengantarkan gadis itu pulang.
Sepanjang jalan tidak ada pembicaraan apa pun diantara mereka berdua.
Daniel melirik kearah Erina yang tengah fokos dengan pamandangan yang mereka lalui.
Dia menghembuskan napasnya walau jantungnya berdetak dengan sangat kencang.
"Mungkin aku tidak pantas untuk mengatakan hal ini tapi aku ingin kita bisa kembali seperti dulu. bersama sama lagi" ucap Daniel
Erina kaget mendengar penuturan itu
jantungnya berdetak sangat kencang dan dia merasakan tangannya yang sudah begitu dingin.
"Apa kita bisa seperti dulu lagi?" tanya Daniel
"Aku tahu jika ini terdengar sangat aneh tapi aku terus saja memikirkanmu dari dulu bahkan detik ini dan aku minta maaf untuk hari itu?" ucap Daniel lagi
Erina hanya diam hingga tanpa terasa mereka sampai didepan gang rumah Erina.
"Aku pamit ya" ucapnya ingin keluar.
"Aku minta maaf telah mengatakan hal itu yang sangat tidak pantas untukmu" ucap Daniel.
Erina menatap kearah Daniel yang menundukkan pandangannya.
"Aku juga merasakan hal yang sama sepertimu" sahut Erina yang membuat Daniel mendongak menatapnya.
"Sejak hari itu dan detik ini aku selalu saja memikirkanmu" sahutnya terseyum.
"Apa itu benar? jadi kamu menerimaku" sahut Daniel.
"Tapi aku hanya orang biasa dan kamu..
"Dihadapanmu aku hanyalah Daniel yang sama yang tidak tahu apa apa dan Erina selalu bersamanya. saat bersamamu aku bukanlah Daniel yang dikenal banyak orang tapi hanya Daniel orang yang biasa dan tidak terkenal" sahut Daniel
Erina terseyum begitu dengan Daniel.
laki laki itu mengantar Erina sampai kedepan rumahnya dengan menggandeng tangannya begitu erat.
Erina merasa sangat bahagia begitu juga yang terjadi kepada Daniel.
sama seperti dulu saat mereka bersama.
"Ini rumahku" ucap Erina
Mereka saling menatap.
Daniel meletakkan tangannya dikepala kecil Erina dan mengelus pelan rambut gadis itu
"Selamat malam" ucapnya.
"Malam juga" sahut Erina.
Daniel melangkah pergi namun padangannya hanya mengarah kearah Erina
hingga dia hampir saja tersandung kakinya sendiri.
Erina lari menghampirinya karna takut Daniel terluka.
"Apa kamu baik baik saja" ucap Erina
"Aku baik baik saja jika bersamamu" sahut Daniel
Erina menggelengkan kepalanya.
"Istirahatlah" sahut Erina.
"Tentu saja. besok kamu diundang Daniel kelokasi syuting datang ya" ucap Daniel.
"Aku harus kerja tuan Daniel" sahut Erina.
"Baiklah. sampai jumpa lagi" ucap Daniel pergi
Erina masuk kedalam rumah terlihat bibinya yang membukakan pintu.
"kamu kemana saja?" tanya Bibi karna Erina hampir seharian tidak dirumah.
Erina memeluk erat bibinya dengan perasaan yang sangat tidak bisa diceritakan dengan kata kata.
"Teman Erina sudah sadar makanya Erina kesana bibi" ucap Erina
"Wah kabar yang sangat baik" ucap Bibi
"Iya bibi" sahutnya.
"Baiklah jika begitu kamu mandi dan istirahatlah" ucap Bibi
Erina langsung pergi kekamarnya. dia keluar dari kamar mandi dan duduk dikasurnya.
"Apa ini nyata" ucap Erina.
Dia menepuk kedua pipinya bahkan mencubitnya dan itu terasa sangat sakit membuatnya kesakitan.
Senyumnya tidak luntur dari wajah cantiknya
dia berbaring dan menatap langit langit kamarnya.
"Aku sangat bahagia" ucap Erina.
Dia tidak menyangka akan berakhir bahagia seperti ini.
Tanpa terasa hari berlalu dengan cepat.
Bianka dan Reza tengah jalan jalan ditaman rumah sakit.
Bianka mendorong pelan kursi roda yang tengah diduduki Reza.
"Bagaimana caramu membujuk ayahmu" tanya Reza.
"Aku diberi seminggu untuk menetap dan saat batasnya lagi aku akan meminta tambahan waktu" ucap Bianka tertawa kecil.
"Ternyata aku sangat berharga dalam hidupmu" ucap Reza menggoda Bianka.
"Tidak. Aku hanya kasian saja denganmu aku tidak tahan jika harus melihat Daniel mengurusmu sendirian" ucap Bianka.
Reza tertawa mendengar kebohongan gadis ini padahal dia mengetahui semua yang dia bicarakan kemarin saat dirinya masih tidak sadarkan diri.
"Kalau aku boleh jujur. apa kamu ingin mendengarnya" ucap Reza
Bianka mendekatinya hingga kini mereka bisa saling menatap sama lainnya.
Dia membungkuk untuk menyamakan posisinya dengan Reza.
"Jika itu menguntungkan untukku maka aku bersedia untuk mendengarkannya" ucap Bianka.
"Baiklah bagiku kamu itu sangat berharga. apa itu mengutungkan untukmu" ucap Reza yang langsung membuat Bianka tersipu.
"Aku akan menganggap itu pujian untukku" sahut Bianka.
Mereka berdua tertawa bersama
Bianka kembali mendorong kursi roda Reza.
"Untuk saat ini adalah yang terbaik maaf jika aku harus egois seperti ini Bianka." Batin Reza menatap Bianka.
Reza memakan satu persatu obat agar dua cepat sembuh.
Daniel masuk keruangannya setelah selesai syuting.
"Apa sudah selesai?" tanya Reza
"Hmm.." sahut Daniel mengambil handphonenya.
"Aku lihat akhir akhir ini kamu sangat suka dengan handphonemu" sahut Reza
"Kenapa kamu harus bertanya padahal kamu juga akhir akhir ini bersama Bianka. aku tidak bertanya sepertimu tadi" sahut Daniel.
"Iya aku kalah" ucap Reza
Daniel terseyum saat melihat pesan yang masuk. dia langsung beranjak pergi.
"Hei mau kemana" teriak Reza.
"Kemana hatiku senang" sahut Daniel
Erina duduk sendirian diayunan yang ada ditaman. dia menunggu seseorang disini.
Hingga seseorang menutup matanya dari arah belakang.
"Daniel" ucap Erina.
Daniel tertawa kecil. dia mendorong pelan ayunan Erina
"Aku ingin kamu duduk diayunan yang ada disampingku" ucap Erina.
Daniel menurut dia membuka maskernya dan duduk diayunan.
"Apa kamu merindukanku" ucap Daniel
"Sedikit" sahut Erina
"Padahal aku sangat merindukanmu tapi..aku sangat kecewa"
"Aku juga merindukanmu" ucap Erina
Daniel langsung merasa bahagia
"Kita harus memikirkan nama panggilan untuk satu sama lainnya seperti nama samaran" ucap Daniel.
"Itu menjijikkan" sahut Erina
"Aku akan memanggilmu sayang atau milikku saja bagaimana?"
Erina ingin rasanya muntah terlihat sekali wajahnya yang menunjukkan rasa tidak suka.
"Itu menjijikkan Daniel" ucapnya
"Hm... nona saja dan kamu memanggilku tuan" ucapnya lagi.
Erina terlihat setuju dengan hal itu namun dia sengaja ingin membuat Daniel kesal.
Dia menutup kedua telinganya.
"Apa itu menjijikkan" sahut Daniel
"Iya" ucap Erina.
"Sudahlah kita akan pikirkan nanti saja" ucapnya.
➖➖➖➖➖
Ibu Daniel sampai dengan seorang gadis dirumah mewah putranya.
Pelayan langsung menghampirinya .
"Dimana Daniel" tanyanya
"Tuan lagi syuting diluar kota mungkin dua hari lagi dia akan pulang" ucap pelayan
"Hubungi dia dan katakan ibunya sudah pulang suruh dia segera mungkin untuk pulang karna ada yang menunggunya" ucapnya kearah gadis yang terseyum
See you