My Ex-Boyfriend

My Ex-Boyfriend
22. Syuting dikota Erina



...Selamat Membaca...


Malam telah tiba


Erina jalan pulang bersama Raisya dan Dinda


Terlihat tangan Erina penuh dengan makanan yang dibeli untuk Bibi dan dirinya


Dinda yang sibuk dengan handphonenya langsung menepuk pundak Raisya


"Daniel bakal syuting disini" ucap Dinda


Erina mengangguk "Iya benar? aku akan..


Belum selesai Erina bicara, Dinda langsung jalan duluan dan meninggalkan mereka berdua


Erina hanya bisa terseyum, Raisya menatap kearahnya


"Sabar ya?" ucap Raisya yang langsung diangguki oleh Erina


"Temanku yang kerja ditempat Daniel akan mengunjungi aku, jadi bagaimana jika kita jalan jalan bersama" ucap Erina mengajak Raisya


Gadis itu langsung terseyum menggoda Erina


"Owh si Rama itu? aku gak mu ikut, nanti ganggu kalian lagi, yang ada aku jadi nyamuk diantara kalian" ucap Raisya


Erina langsung menepuk tangan Raisya yang sudah tertawa puas karna sudah menggodanya


Raisya dan Erina berpisah karna rumah mereka beda arah


tanpa disadari mereka berdua seseorang tengah mengintai mereka


Dilain tempat sebuah mobil tiba divila yang begitu mewah


Laki laki tampan turun dari mobil itu, siapa lagi jika bukan Daniel


Bianka sudah berdiri didepan pintu Vila itu, dia langsung meraih tangan Daniel


Reza meraih tangan gadis itu, dan membiarkan Daniel masuk kedalam


"Gak usah pegang pegang" ucap Bianka kesal


Reza berusa untuk menahan wajahnya yang sangat memerah, Bianka menatap kearahnya namun Reza mengalihkan wajahnya kelain agar gadis ini tidak bisa melihatnya


Bianka memutar supaya bisa melihat wajah Reza, begitu juga laki laki ini berputar putar agar Bianka tidak bisa menatapnya


Hingga akhirnya Reza menyerah, Bianka menatapnya dan benar wajah Reza sangat merah


"Wajahmu memerah karna aku kan?" ucap Bianka merasa bangga


Reza menggelengkan kepalanya, Reva jalan melewati mereka berdua


"Kalau pun suka bilang aja, jangan malu" ledek Reva


Reza langsung berteriak, Bianka mengangguk paham


"Wah kamu suka sama aku, pantas saja selalu melarang aku dekat dengan Daniel, kamu pasti cemburu kan? Maaf ya aku gak suka sama kamu" ucapnya


Reza merasa jijik dengan kepedaan Bianka ini


"Siapa yang suka sama kamu? kalaupun didunia ini cuma kamu cewek satu satunya aku gak bakal mau sama kamu" sahut Reza


Bianka terseyum kearahnya " Yakin?"


Reza mengangguk dengan pasti


"Awas kalau kemakan omongan sendiri, aku gak tanggung jawab sih, pesona ku memang begitu menawan" sahut Bianka


Gadis itu jalan menuju mobilnya, Reza menatap kearahnya, Bianka berbalik dan melambaikan tangan kearahnya


"Kalau suka bilang aja, jangan malu" ucap Bianka terseyum begitu manis


Seketika jantung Reza berdetak begitu kecang, dia berbalik dan segera masuk kedalam Vila


Didalam mobil, Bianka senyum senyum sendiri memikirkan Reza, dia langsung menepuk kedua pipinya


"Tujuanmu hanya Daniel buka Reza, Sadar Bianka" ucapnya kepada dirinya sendiri


Pagi yang sangat cerah


Erina tengah sibuk untuk Bibinya, hari ini dia libur karna kafe tutup dua hari


Handphonenya berdering dan siapa lagi jika bukan Rama, terlihat jelas wajah Rama saat Erina menerima panggilan telponnya


Rama terlihat berbeda dengan rambutnya yang keliatah jidatnya itu, kemarin jidat itu tertupi oleh poninya


Erina takjub dengan perubahan itu


Rama : Aku ada ditempat syuting, yuk bertemu sebentar disini, kamu tunggu saja dirumah biar aku jemput


Erina mengangguk, tapi tunggu apa Rama tahu rumahnya yang mana


Erina: kamu tahu yang mana rumahku


Rama tertawa kecil dia tidak tahu dimana, Erina langsung memberikan alamat taman saja agar dia mudah bertemu


Dengan izin dari Bibi


Erina sudah sampai ditaman, dia duduk dibangku sendirian menunggu Rama


Seorang pengamen menghampirinya dan menyanyi disampingnya, karna pengamen itu menutupi wajahnya, Erina tidak bisa melihatnya dengan jelas


Lagu itu selesai, Erina memberikan tepuk tangan untuknya, dia pun mengeluarkan uang


"Makasih nona" ucapnya


Erina menatap kearahnya, dia seperti mengenal suara itu, saat pengamennya mau pergi dengan cepat Erina berlari dan menghalangi jalan Pengamen itu


Erina membuka topi dan masker yang digunakan oleh Pengamen itu


Wajah Erina tidak bisa diceritakan, dia terkejut dan juga merasa senang


Berdiri seorang Daniel didepan matanya, dia terseyum kearah Erina begitu juga sebaliknya


"Aku menempati janji bukan? Perjanjian kita sebelum berpisah, kamu akan bertemu denganku disebuah taman, dan aku adalah orang pertama yang bertemu denganmu" ucap Daniel


Erina mengangguk, mereka memang mengadakan perjanjian itu sebelum berpisah satu bulan lalu


Gadis itu langsung menutupi Daniel kembali, agar tidak ada yang kenal dengannya


"Apa kamu nyaman dengan penampilan berbeda ini, pakai rambut palsu pendek gini, aku minta maaf untuk itu" ucap Daniel


Erina mengangguk, dia tidak masalah dengan hal itu sedikit pun


"Ayo kita jalan jalan" ucapnya


"Lalu Syutingmu" tanya Erina


"Tidak ada Syuting hari ini, Ayo"


"Tapi aku sudah janjian dengan Rama" sahut Erina langsung mendapat respon aneh dari Daniel


Daniel mengangguk "Pergilah bersamanya, aku pulang saja kalau begitu"


Daniel melangkah pergi meninggalkan Erina, berulang kali dia berbalik untuk melihat gadis ini akan menghentikannya atau tidak


Tapi Erina hanya diam saja, dia melambaikan tangan kearah Daniel


Laki laki itu kembali dan menghampiri Erina


"Apa kamu gak mau menghentikanku" Ucap Daniel


"Kamu mau pulangkan? untuk apa aku menghentikanmu" sahut Erina polos


Daniel menggerutu kesal, kenapa dia bisa suka sama gadis sepertu ini, bahkan peka aja tidak terlihat diwajahnya


Dari kejauhan Rama datang, dia lari menghampiri, Dia menantap kearah Daniel


Karna dia tidak kenal itu bahwa itu Tuannya, dia melewatinya begitu saja


"Ayo pergi" ucap Rama


Erina mengangguk, dia terseyum kearah Daniel dan mengucapkan selamat tinggal


Erina dan Rama jalan bersama meninggalkan Daniel yang seketika sangat kesal


"Apa kamu mengenal pengamen itu" tanya Erina


"Suaranya sangat indah sekali" sahut Erina


Rama mengangguk, Daniel masuk kedalam mobil dengan kesal


"Pasti laki laki itu penghalangnya, dasar duri? Padahal jauh ganteng aku daripada dia, kenapa Erina mau menolak tawaranku, harusnya dia nerima donk" gerutu Daniel


Daniel pergi meninggalkan taman, Rama dan Erina sampai disebuah Danau


Mereka menggelar tikar dekat sebuah pohon


Rama mengeluarkan makanan yang dia bawa


terlihat seperti piknik


Mereka berdua duduk menghadap kearah Danau, Rama memberikan sebuah air minum kearah Erina


"Makasih" ucap Erina


"Aku sangat merindukanmu, apa kamu baik baik saja disini" ucap Rama


Erina mengangguk "Tentu saja"


Tiba tiba Erina ingat sesuatu, dia lupa minta foti bersama dengan Daniel tadi


Erina terlihat sedikit panik


"Ada apa" tanya Rama


"Aku punya Teman? dia lagi marah dan supaya dia mau memaafkan kesalahanku adalah ambil foto Daniel secara langsung tanpa harus mencari diinternet"


"Temanmu menyuruhmu begitu" ucap Rama


Erina mengangguk


"Aku akan bantu ambil foto Daniel nanti"


"Tapi harus ada video juga biar ada buktinya"


"Bagaimana setelah ini kita kelokasi syuting Daniel, aku akan bantu" ucap Rama


"Daniel syuting" tanya Erina karna tadi Daniel bilang dia tidak syuting hari ini


"Tentu saja?" sahut Rama


"Dia sudah menipuku ternyata" batin Erina


➖➖➖➖➖


Mari tinggalkan jejak manis kalian


agar aku semangat buat ceritanya


Aku mencintai kalian


Stay with me