
...Selamat membaca...
Lion tertawa jahat setelah memberitahu Daniel dan laki laki itu sangat panik
Erina berusaha untuk melepas ikatan kuat ini
Dia memegang dagu Erina dan membuat gadis itu kesakitan
"Sebenarnya aku tidak tega melakukan ini semua, karna kamu adalah Fansku tapi ternyata kamu juga umpan terbaik untukku, aku tidak menyangka kalian berdua pernah pacaran" ucap Lion
"Bagaimana kamu bisa seyakin itu jika Aku pernah pacaran dengan Daniel" sahut Erina
Lion makin tertawa, dia memanggil seseorang, hingga masuklah gadis cantik yang tidak asing baginya
"Apa kamu masih ingat denganku" ucapnya kearah Erina
" Alya, Kamu disini?" sahut Erina
Gadis itu tertawa, dia langsung menarik rambut Erina, matanya terlihat sangat marah
"Gara gara kamu Daniel selalu saja menolakku, apa kamu ingat sekarang, gadis yang selalu saja mencintai Daniel dan kamu datang mengambilnya dariku" ucap Alya sangat marah
➖➖➖➖➖
Daniel dan Alya berdiri berhadapan
Laki laki itu menatap kearah gadis yang hanya diam saja
"Apa yang ingin kamu ucapakan" ucap Daniel
"Aaa..aaku" sahut Alya gagap
Tiba tiba handphone Daniel berbunyi itu dari Erina yang mencari dia
"Aku akan kesana, tunggu sebentar ya" ucap Daniel lembut ke Erina
Alya menggenggam tangannya, dia marah
"Aku duluan ya? Erina menunggu" sahut Daniel
Laki laki itu pun jalan pergi, tiba tiba
"Aku menyukaimu Daniel" ucap Alya
Langkah Daniel terhenti, dia berbalik melihat kearah Gadis berkacamata itu
Sangat terlihat ketulusan dimata Alya tentang ucapannya itu
"Kamu sudah tahu apa jawabannya" sahut Daniel
Alya menangis "Kenapa? Jauh lebih baik aku dari Erina"
Daniel tertawa kecil, dia tidak menyangka bertemu dengan orang yang rela menjatuhkan sahabatnya sendiri
"Baru kali ini aku bertemu orang yang merendahkan sahabatnya sendiri" sahut Daniel
Alya tertawa dia sudah benar benar sakit hati ditolak Daniel
"Tidak ada kata sahabat jika harus bersaing dalam hal cinta" sahut Alya
"Aku harap kamu jauhi Erina karna kamu hanya akan menyakitinya dan Aku tidak ingin melihat orang yang aku cinta terluka" sahut Daniel jalan pergi
Alya berteriak memanggilnya namun tidak dihiraukan oleh laki laki itu
"Aku tidak akan buat kalian bersatu sampai kapan pun" teriak Alya
➖➖➖➖➖
Erina hanya terdiam, dia tidak tahu sedikit pun jika sahabatnya ini menyukai orang yang sama dengannya
"Aku tidak akan membiarkan kalian berdua bahagia" ucapnya
Lion terseyum kemenangan melihatnya
Alya berbalik melihat kearah Lion
"Daniel akan menjadi milikmu, Terima kasih sudah membantuku" ucap Lion
Mereka berdua meninggalkan Erina yang hanya menangis saja, dia juga takut disini
"Kenapa Alya tidak memberitahuku dari awal" batin Erina
Pintunya kembali terbuka dan laki laki itu kembali masuk
Dia bertepuk tangan
"Bagaimana rasanya dikhianati sahabat sendiri" ucap Lion
"Aku tidak percaya? Begitu bencinya kamu dengan Daniel hingga rela mencari tahu siapa yang berhubungan dengannya...
"Sepertinya kamu menyesal pernah hadir dihidupnya, anak itu hanya bisa menyusahkan kamu saja" sahut Lion
Erina terseyum "Aku tidak pernah menyesal tentang itu, aku merasa beruntung bisa bertemu dengan orang yang sangat baik sepertinya"
Lion terlihat sangat meremehkan jawanan Erina tentang Daniel
"Kamu bisa memujinya kapanpun tapi dia tidak akan bisa tahu hal itu" ucap Lion
"Apa yang akan kamu lakukan" sahut Erina merasa akan terjadi sesuatu yang buruk
Lion mengeluarkan pistol yang dia miliki
"Saat mobilnya sampai disini, maka dia akan mendapatkan hadiah berupa peluru dariku" sahut Lion
"Jangan lakukan itu, kenapa kamu sejahat itu?" sahut Erina
Lion keluar, Erina berteriak dengan sekuat tenaganya
➖➖➖➖➖
Daniel ingin masuk kedalam mobil namun ditahan oleh Reza yang melarangnya karna mungkin saja ini jebakan untuknya
Rama dan Daniel adalah orang yang paling khawatir diantara semuanya
Terlihat mereka tidak sabaran saat polisi berusaha melacak keberadaan Erina lewat no yang telah menelponnya
Telpon itu kembali berdering, terdengar penelpon memberitahu keberadaan Erina dan menyuruhnya untuk kesini sendiri saja
"Kita akan membuat rencana untuk ini" ucap Reza
Mereka siap untuk berangkat, Bianka ingin ikut dengan Reza
"Jangan?" sahut Reza
"Kenapa" tanya Bianka
"Aku takut kamu akan terluka" sahut Reza dengan kesal
Bianka merasa bahagia melihat seseorang yang begitu perhatian, orang yang selama ini dia cari kini ada didepan matanya
"Apa kamu khawatir denganku" tanyanya yang berhasil membuat Reza tidak bisa menjawab pertanyaan singkat itu
Dengan anggukan pelan Reza mengiyakan , dia tidak bisa melihat Bianka terluka
"Hati hati ya?" Sahut Bianka
Reza mengangguk, dia terseyum saat berbalik badan begitu juga dengan Bianka
Mereka bertiga berangkat dengan mobil yang berbeda beda agar seolah olah hanya ada Daniel yang kesana
Erina dibawa paksa oleh anak buah Lion untuk masuk kedalam mobil, dia juga tidak tahu akan dibawa kemana
"Kalian akan membawanku kemana hah" sahut Erina memberontak
"Diam" sahut Alya
Erina pun dibawa ketempat yang berbeda, Daniel sampai ditempat itu saat mobil yang membawa Erina pergi
Hanya ada sebuah gudang kosong
"Erina, kamu dimana" teriak Daniel
Telponnya kembali berdering
Daniel : Dimana Erina
Misterius : Aku tahu kamu tidak sendiri, makanya aku membawanya pergi, kasian sekali
Daniel : Aku tidak akan memaafkanmu
Rama yang menunggu diluar gang melihat sebuah mobil keluar dari gang kecil itu
Dia pun langsung tancap gas untuk mengikuti
Erina pura pura pingsan, dia melirik sedikit kearah dua penjaga yang duduk disampingnya itu
"Kita akan membawanya kemana bos" tanya salah satu penjaga itu
"Kerumah kosong lah masa keApatemen" sahut bosnya
"Bos berhenti sebentar saja! Aku ingin buang air" ucap kedua penjaga itu
Mobil itu berhenti, mereka berdua langsung lari kearah hutan
"Aku lebih baik tidur sebentar saja" ucap Bosnya itu
Erina bangun, perlahan lahan dia keluar dari mobil itu, dengan tangan yang masih terikat dia berlari kearah sisi hutan yang lain untuk bersembunyi
Rama berhenti saat melihat Erina, dia keluar dari mobilnya dan mengejar gadis itu
Mereka berdua kembali kemobil
"Bos" teriak mereka
"Ada apa hah" sahut Bosnya yang langsung terjaga
"Gadis itu hilang" ucap Mereka
"Cepat cari sekarang juga"
Mereka bertiga berpencar mencari kehutan
Erina berlari dengan sekuat tenaga, dia benar benar ketakutan
Tiba tiba terdengar suara penjaganya itu
saat dia tidak tahu harus kemana lagi
Tangannya ditarik seseorang untuk bersembunyi disebuah pohon besar
Dia menutup mulut Erina yang ingin berteriak
"Tidak ada disini ! Tidak mungkin dia masuk kehutan lebih dalam, disana banyak hewan buas" ucap salah satu dari mereka
Akhirnya mereka kembali kemobil
Erina benar benar ketakutan
"Kamu tidak papa" tanya Rama
"Aku tidak papa" sahut Erina
See you