My Ex-Boyfriend

My Ex-Boyfriend
25. Aku takut disini



...Selamat membaca...


Lion tertawa jahat setelah memberitahu Daniel dan laki laki itu sangat panik


Erina berusaha untuk melepas ikatan kuat ini


Dia memegang dagu Erina dan membuat gadis itu kesakitan


"Sebenarnya aku tidak tega melakukan ini semua, karna kamu adalah Fansku tapi ternyata kamu juga umpan terbaik untukku, aku tidak menyangka kalian berdua pernah pacaran" ucap Lion


"Bagaimana kamu bisa seyakin itu jika Aku pernah pacaran dengan Daniel" sahut Erina


Lion makin tertawa, dia memanggil seseorang, hingga masuklah gadis cantik yang tidak asing baginya


"Apa kamu masih ingat denganku" ucapnya kearah Erina


" Alya, Kamu disini?" sahut Erina


Gadis itu tertawa, dia langsung menarik rambut Erina, matanya terlihat sangat marah


"Gara gara kamu Daniel selalu saja menolakku, apa kamu ingat sekarang, gadis yang selalu saja mencintai Daniel dan kamu datang mengambilnya dariku" ucap Alya sangat marah


➖➖➖➖➖


Daniel dan Alya berdiri berhadapan


Laki laki itu menatap kearah gadis yang hanya diam saja


"Apa yang ingin kamu ucapakan" ucap Daniel


"Aaa..aaku" sahut Alya gagap


Tiba tiba handphone Daniel berbunyi itu dari Erina yang mencari dia


"Aku akan kesana, tunggu sebentar ya" ucap Daniel lembut ke Erina


Alya menggenggam tangannya, dia marah


"Aku duluan ya? Erina menunggu" sahut Daniel


Laki laki itu pun jalan pergi, tiba tiba


"Aku menyukaimu Daniel" ucap Alya


Langkah Daniel terhenti, dia berbalik melihat kearah Gadis berkacamata itu


Sangat terlihat ketulusan dimata Alya tentang ucapannya itu


"Kamu sudah tahu apa jawabannya" sahut Daniel


Alya menangis "Kenapa? Jauh lebih baik aku dari Erina"


Daniel tertawa kecil, dia tidak menyangka bertemu dengan orang yang rela menjatuhkan sahabatnya sendiri


"Baru kali ini aku bertemu orang yang merendahkan sahabatnya sendiri" sahut Daniel


Alya tertawa dia sudah benar benar sakit hati ditolak Daniel


"Tidak ada kata sahabat jika harus bersaing dalam hal cinta" sahut Alya


"Aku harap kamu jauhi Erina karna kamu hanya akan menyakitinya dan Aku tidak ingin melihat orang yang aku cinta terluka" sahut Daniel jalan pergi


Alya berteriak memanggilnya namun tidak dihiraukan oleh laki laki itu


"Aku tidak akan buat kalian bersatu sampai kapan pun" teriak Alya


➖➖➖➖➖


Erina hanya terdiam, dia tidak tahu sedikit pun jika sahabatnya ini menyukai orang yang sama dengannya


"Aku tidak akan membiarkan kalian berdua bahagia" ucapnya


Lion terseyum kemenangan melihatnya


Alya berbalik melihat kearah Lion


"Daniel akan menjadi milikmu, Terima kasih sudah membantuku" ucap Lion


Mereka berdua meninggalkan Erina yang hanya menangis saja, dia juga takut disini


"Kenapa Alya tidak memberitahuku dari awal" batin Erina


Pintunya kembali terbuka dan laki laki itu kembali masuk


Dia bertepuk tangan


"Bagaimana rasanya dikhianati sahabat sendiri" ucap Lion


"Aku tidak percaya? Begitu bencinya kamu dengan Daniel hingga rela mencari tahu siapa yang berhubungan dengannya...


"Sepertinya kamu menyesal pernah hadir dihidupnya, anak itu hanya bisa menyusahkan kamu saja" sahut Lion


Erina terseyum "Aku tidak pernah menyesal tentang itu, aku merasa beruntung bisa bertemu dengan orang yang sangat baik sepertinya"


Lion terlihat sangat meremehkan jawanan Erina tentang Daniel


"Kamu bisa memujinya kapanpun tapi dia tidak akan bisa tahu hal itu" ucap Lion


"Apa yang akan kamu lakukan" sahut Erina merasa akan terjadi sesuatu yang buruk


Lion mengeluarkan pistol yang dia miliki


"Saat mobilnya sampai disini, maka dia akan mendapatkan hadiah berupa peluru dariku" sahut Lion


"Jangan lakukan itu, kenapa kamu sejahat itu?" sahut Erina


Lion keluar, Erina berteriak dengan sekuat tenaganya


➖➖➖➖➖


Daniel ingin masuk kedalam mobil namun ditahan oleh Reza yang melarangnya karna mungkin saja ini jebakan untuknya


Rama dan Daniel adalah orang yang paling khawatir diantara semuanya


Terlihat mereka tidak sabaran saat polisi berusaha melacak keberadaan Erina lewat no yang telah menelponnya


Telpon itu kembali berdering, terdengar penelpon memberitahu keberadaan Erina dan menyuruhnya untuk kesini sendiri saja


"Kita akan membuat rencana untuk ini" ucap Reza


Mereka siap untuk berangkat, Bianka ingin ikut dengan Reza


"Jangan?" sahut Reza


"Kenapa" tanya Bianka


"Aku takut kamu akan terluka" sahut Reza dengan kesal


Bianka merasa bahagia melihat seseorang yang begitu perhatian, orang yang selama ini dia cari kini ada didepan matanya


"Apa kamu khawatir denganku" tanyanya yang berhasil membuat Reza tidak bisa menjawab pertanyaan singkat itu


Dengan anggukan pelan Reza mengiyakan , dia tidak bisa melihat Bianka terluka


"Hati hati ya?" Sahut Bianka


Reza mengangguk, dia terseyum saat berbalik badan begitu juga dengan Bianka


Mereka bertiga berangkat dengan mobil yang berbeda beda agar seolah olah hanya ada Daniel yang kesana


Erina dibawa paksa oleh anak buah Lion untuk masuk kedalam mobil, dia juga tidak tahu akan dibawa kemana


"Kalian akan membawanku kemana hah" sahut Erina memberontak


"Diam" sahut Alya


Erina pun dibawa ketempat yang berbeda, Daniel sampai ditempat itu saat mobil yang membawa Erina pergi


Hanya ada sebuah gudang kosong


"Erina, kamu dimana" teriak Daniel


Telponnya kembali berdering


Daniel : Dimana Erina


Misterius : Aku tahu kamu tidak sendiri, makanya aku membawanya pergi, kasian sekali


Daniel : Aku tidak akan memaafkanmu


Rama yang menunggu diluar gang melihat sebuah mobil keluar dari gang kecil itu


Dia pun langsung tancap gas untuk mengikuti


Erina pura pura pingsan, dia melirik sedikit kearah dua penjaga yang duduk disampingnya itu


"Kita akan membawanya kemana bos" tanya salah satu penjaga itu


"Kerumah kosong lah masa keApatemen" sahut bosnya


"Bos berhenti sebentar saja! Aku ingin buang air" ucap kedua penjaga itu


Mobil itu berhenti, mereka berdua langsung lari kearah hutan


"Aku lebih baik tidur sebentar saja" ucap Bosnya itu


Erina bangun, perlahan lahan dia keluar dari mobil itu, dengan tangan yang masih terikat dia berlari kearah sisi hutan yang lain untuk bersembunyi


Rama berhenti saat melihat Erina, dia keluar dari mobilnya dan mengejar gadis itu


Mereka berdua kembali kemobil


"Bos" teriak mereka


"Ada apa hah" sahut Bosnya yang langsung terjaga


"Gadis itu hilang" ucap Mereka


"Cepat cari sekarang juga"


Mereka bertiga berpencar mencari kehutan


Erina berlari dengan sekuat tenaga, dia benar benar ketakutan


Tiba tiba terdengar suara penjaganya itu


saat dia tidak tahu harus kemana lagi


Tangannya ditarik seseorang untuk bersembunyi disebuah pohon besar


Dia menutup mulut Erina yang ingin berteriak


"Tidak ada disini ! Tidak mungkin dia masuk kehutan lebih dalam, disana banyak hewan buas" ucap salah satu dari mereka


Akhirnya mereka kembali kemobil


Erina benar benar ketakutan


"Kamu tidak papa" tanya Rama


"Aku tidak papa" sahut Erina


See you