
...Selamat membaca...
Erina pulang bersama dengan Raisya dia bercerita semua yang telah terjadi dengannya dan juga tentang hubungan dia dengan Daniel dulu.
Raisya merasa sangat takjub karna tidak menyangka temannya ini pernah bersama dengan Daniel.
"Aku sangat kaget" ucap Raisya
Erina hanya terseyum mendengar hal itu dari mulut Raisya
"Lalu sekarang kalian apa kembali dekat?" tanya Raisya yang penasaran
"Aku dan dia sekarang hanya teman saja" sahut Erina.
"Aku sangat tidak percaya kamu adalah orang yang dulu sangat dicintai Daniel dan ini seperti cerita komik saja seperti bisa bersama dengan Artis terkenal" ucap Raisya panjang lebar.
"Sudahlah itu hanya masa lalu" sahut Erina
"Masa lalu yang sangat indah" ucap Rasiya
Erina menunduk sambil senyum senyum sendiri.
Bianka sampai diApartemennya untuk mengambil barang barangnya yang akan dibawa kerumah sakit.
Ayahnya menghampiri Bianka yag sudah ingjn pergi.
"Bianka" panggilnya
"Iya Ayah" sahutnya
"Ibumu meminta agar kamu pulang karna sudah sudah hampir satu tahun kamu bersama Ayah dia sudah sangat merindukan kamu" ucap Ayah
Bianka menggelengkan kepalanya dengan sangat kuat dia tidak ingin pulang saat ini.
"Bianka akan tetap disini saja"
"Kenapa?" tanya Ayahnya bingung sekali dengan sikap putrinya akhir akhir ini.
"Karna Bianka masih ingin bersama Ayah disini" balas Bianka
"Sayang! kamu sudah bersama Ayah hampir satu tahun dan kuliahmu harus tertunda untuk itu jika tujuanmu hanya ingin mengejar Daniel hal itu sama sekali tidak menguntungkan bagimu. pulanglah dan kembali bersama Ibumu dia sudah sangat merindukanmu" Ucap Ayahnya
"Ayah juga harus pulang bersama Bianka?" sahutnya Bianka
"Ayah dan ibumu sudah tidak bisa bersama lagi kambalilah sayang karna kehidupanmu disana bukan bersama Ayah" ucap Ayahnya yang berhasil membuat Bianka sesak
Gadis itu perlahan mengiyakan perkataan itu.
"Baiklah jika itu mau Ayah" sahut Bianka
" itu adalah keputusan yang sangat tepat" ucap Ayahnya memeluk putri satu satunya.
Bianka sampai dirumah sakit. dia pun masuk kedalam dan duduk berdekatan dengan Reza yang terbaring tida sadar.
Dia menangis sendirian disana.
"Kamu kapan sadar? aku sudah menunggumu disini kamu tahu hari hariku terasa sangat berat melihatmu seperti ini" ucap Bianka
Dia menunduk dan tangisnya semakin terdengar.
"Aku dulu percaya sekali dengan yang namanya pangeran. ibuku selalu bercerita dan mengatakan bahwa aku juga mempunyai seorang pangeran dan dia sangat tampan betapa senangnya aku saat itu" ucap Bianka bercerita.
"Pertama kali aku bertemu dengan Daniel aku mengatakan pada diriku jika dia adalah pangeran itu karna itulah aku selalu ingin bersama Ayah karna itu akan sangat memudahkanku untuk bertemu Daniel. namun akhirnya aku menemukan jawaban jika Daniel bukanlah pangeranku dan kamu tahu akhirnya aku bisa menemukannya...dan itu adalah Kamu" ucapnya terisak.
"Kamu adalah orang yang sangat perhatian kepadaku dan aku baru merasakan itu darimu jika kamu memang adalah orang yang aku cari berarti kisah kita memang seperti dongeng tapi ketuker" ucap Bianka lagi sendirian
"Harusnya aku yang tertidur disini dan kamu yang akan membantuku terbangun tapi ini berbeda semuanya hanyalah hayalanku semata" ucap
Tidak ada sahutan dari Reza dia hanya diam seperti mendengarkan cerita Bianka yang begitu panjang lebar.
"Aku harus pulang besok dan menjalani kehidupanku kembali seperti dulu bersama ibuku lalu melanjutkan kuliah aku harap kamu senang dengan keputusanku ini" ucap Bianka
Dia melangkah pergi dan keluar dari ruangan itu dengan sisa air matanya.
Reva masuk keruangan untuk melihat perkembangan Reza.
Matanya menangkap tangan Reza bergerak
Perlahan Reza membuka matanya dan sontak membuat Reva memanggil Dokter
Semua telah berkumpul didepan Ruangan Reza tidak terkecuali Daniel.
Dokter keluar dan menemui mereka semua.
"Apa disini ada yang bernama Bianka" tanya Dokter
"Bianka" sahut semua orang
"Pasien selalu menyebut namanya" ucap Dokter
Panggilannya selalu terputus bahkan saat Daniel yang menelponnya
"Biar saya yang mencarinya" sahut Reva
Bianka duduk ditaman sendirian sambil menatap matahari yang perlahan tenggelam
Sebuah tangan menepuk pundaknya nampak jelas wajah Erina yang terseyum kearahnya.
"Aku sangat suka dengan matahari tenggelam karna itulah aku disini tapi kamu?" ucap Erina.
"Sama denganmu" sahut Bianka
Mereka duduk bersama menatap matahari yang perlahan pergi dan malam telah skap untuk datang kepermukaan.
"Aku akan pulang besok jika ada aku melakukan kesalahan mohon dimaafkan dan terima kasih perhatiannya akhir akhir ini" ucap Bianka
"Syutingnya belum selesai tapi kamu mau pulang" Erina terlihat sangat bingung
"Aku tidak akan pulang kekota Ayahku tapi pulang kerumahku diluar negeri bersama ibuku" perjelas Bianka
Dia menceritakan semua yang sudah terjadi ada dirinya kepada Erina karna dia merasa Erina orang yang bisa jaga rahasianya.
Erina melamun dulu dia merasa adalah anak yang paling menyedihkan didunia karna harus kehilangan kedua orangtua disaat dia masih membutuhkan mereka.
Ternyata semua orang memiliki kehidupan yang berbeda dan masalah yang juga berbeda tidak hanya dirinya tetapi masih banyak orang diluar sana yang kehilangan kebersamaan dengan kedua orangtuanya.
"Kamu adalah gadis yang sangat kuat ternyata dan yang dikatakan ayahmu itu benar sekali kamu memang harus menjalani kehidupanmu seperti dulu" ucap Erina.
Dia menerima perkataan Erina
Tiba tiba. Reva datang dan langsung membawa mereka berdua kerumah sakit.
Hingga mereka sampai disana
Bianka langsung masuk dan Erina menatap kearah Daniel yang juga menatapnya.
Perlahan Bianka mendekati orang yang sudah dia tunggu beberapa hari ini
Reza menatap kearahnya walau dia masih terbaring lemah.
"Ada apa mencariku ingin mengusirku dari sini?" ucap Bianka
Reza tertawa kecil begitu juga Bianka
"Apa yang lucu" ucap Bianka lagi
Perlahan tangan Reza menunjuk kearahnya
"Maksudmu aku lucu, tentu saja, aku ini sangat manis" ucap Bianka lagi.
Bianka akhirnya menangis dan membuat Reza seperti kaget.
"Kenapa baru sekarang bangunnya aku kira kamu akan pergi meninggalkanku kamu tahu.........aku sangat merindukanmu"
Reza terseyum dia mengangguk seakan memberitahu hal yang sama juga terjadi dengannya.
"Kamu juga merindukanku" tanya Bianka
Reza menyuruh Bianka mendekatinya.
"Bi..anka..jangan pergi"
Gadis itu terdiam karna laki laki ini seperti mendengar yang dia bicarakan tadi pagi.
Bianka kembali menangis.
"Bukannya lebih bagus jika aku pergi"
"Aku akan sangat menderita jika kamu pergi dariku" sahut Reza terbata bata.
"Jika itu mau kamu. aku tidak akan pergi dari sini" sahut Bianka
Mereka berdua sama sama terseyum
Pangeran tidur telah bangun itulah pikir Bianka
➖➖➖➖➖
Dikota yang berbeda ada seorang ibu yang ingin pulang kerumahnya.
Gadis cantik masuk menghampirinya dan membantu membantu membereskan pakaiannya.
"Terima kasih sudah menjaga ibu disini"
"Daniel menyuruhku untuk menjaga ibu dan aku juga sudah menganggap ibu seperti orangtua sendiri" ucapnya
"Kamu harus ikut dengan Ibu nak bertemu dengan Daniel"
See you