
5 Tahun yang lalu.
Sebuah Mobil tiba dipakarangan rumah bak istana ini namun kesederhanaan rumah ini sangat terasa. Rumah yang lumayan lama telah kosong. Pemiliknya telah kembali setelah beberapa tahun yang lalu pindah kota dan menetap disana.
Sekarang mereka kembali. karna memang disinilah awal dari segalanya. mereka hanya pindah sementara dan kembali kesini.
Gadis berambut hitam panjang keluar dari mobilnya setelah kedua orangtuanya menyuruhnya masuk kedalam.
Para satpam dan pelayan membantu membawa barang barang yang dibawa. keluarga ini hanya memiliki dua pelayan dan dua satpam.
Walau terkenal dan memiliki harta yang tidak akan habis tujuh turunan. mereka tetap mempertahankan diri dengan yang namanya sederhana.
Aulia gadis yang cantik. dia dirangkul wanita yang biasa dipanggil Bunda ini.
"Ayo masuk atau mau jalan jalan sekitar kompleks" tanya Bunda.
Aulia merasakan lelah tapi saat mendengar jalan jalan itu sedikit menarik baginya. dia memilih pilihan kedua.
Dengan sepeda Gadis ini memulai jalan jalannya. melihat berbagai bangunan disini. hampir beberapa tahun dia meninggalkan tempat ini.
Dia masih ingat saat berusia 10 tahun. keluarganya pindah dan sekarang umurnya 16 tahun dan beberapa bulan lagi akan memasuki usia 17 tahun.
Dia berhenti ditaman kompleks. disini sangat tenang dan damai. Aulia menutup matanya menikmati sore dengan tenang.
Dilain tempat. Seorang pemuda tengah melawan 3 preman yang memiliki badan sangat besar.
"Mampus. kalah ini mah" ucapnya menatap lawannya.
Awalnya dia tengah beli Mie instan diwarung Bi sumiati dekat kost nya tapi tiba tiba ada Preman yang menghadangnya.
Tidak ada angin apalagi Hujan ngajak gelud. mana mainnya keroyokan ya kalah jumlah lah kalau begini.
"Wih apa tuh. Sapi terbang"
Dengan bodohnya. Preman itu menatap kearah yang ditunjuk pemuda itu. ini adalah kesempatan. dengan cepat dia berlari dan masuk kedalam kompleks.
"Cepat kejar anak itu"
Laki laki itu berlari tidak tahu arah. napasnya sudah putus putus. dia benar benar sangat lelah.
Matanya menyipit. melihat sosok Bidadari duduk dibangku taman. matanya tertutup dan angin meniup pelan surai hitam panjang itu.
Seakan ada panah cinta. Dia terpesona dengan sosok yang ada didepan matanya. Perlahan dia mendekati.
Aulia membuka matanya saat mendengar langkah kaki mendakat. mata mereka bertemu sesaat. Hingga laki laki itu mengulurkan tangan untuk kenalan.
Aulia bingung dengan menaikan alis sebelah.
"Namaku Gabriel. biasa dipanggip Gab atau El. kalau kamu gadis cantik" tanya Gabriel terseyum.
Aulia hanya diam. tidak menghiraukan tangan yang mengambang dilangit ini minta disambut balik untuk kenalan.
"Kamu mah jahat ya. kenalan doang kok"
"Gue gak kenal sama lo" balas Aulia tajam.
Gabriel terkekeh pelan "Maka dari itu kita kenalan, biar saling dekat dan kita saling suka lalu pacaran, menikah punya anak dan...
Belum selesai Gabriel menyelesaikan ucapannya. terdengar suara preman tadi.
"Bantu aku. Preman itu mau nangkap aku padahal aku gak salah" Mohon Gabriel.
"Gak" Aulia tidak peduli
Laki laki ini aneh dan buaya pikir Aulia seperti itu. Gabriel benar benar panik dia menarik Aulia bersembunyi di balik pohon besar.
"Apaan lo" teriak Aulia.
Gabriel menutup mulut Aulia. sambil meletakkan jari telunjuknya dibibirnya untuk menyuruh gadis ini diam.
Preman itu menatap sekeliling taman namun orang yang dicari tidak terlihat dan akhirnya mereka memutuskan untuk pergi.
Tidak mungkin dia kesini pikir mereka. dengan cepat mereka bertiga keluar dari kompleks sebelum diusir satpam.
Gabriel menatap keadaan dari balik pohon. hingga dia menghembuskan napas lega.
Aulia menginjak kakinya dengan keras. laki laki itu mengaduh kesakitan.
"Dasar cowok gila" umpat Aulia kesal.
"Maaf Cantik. tadi panik jadi ngasal aja narik kamu. aku gak maksud kok beneran gak bohong" dia memasang wajah sedih.
"Modos" teriak Aulia lagi.
"Astaga Cantik. beneran tadi gak sengaja narik kamu. aku takut kamu ditanyain macam macam sama mereka lalu kamu dijahatin ya walau nanti aku nolong kamu tapi tetap aja ka aku gak mau Cantik luka"
Gabriel memiringkan kepalanya. dengan tatapan polos dia melihat wajah Aulia.
"Tapi kamu memang cantik. beneran gak bohong"
"Capek gue sama lo"
Aulia bersiap siap untuk pergi namun ditahan oleh Gabriel.
"Lepasin gak" Aulia benar benar kesal.
"Cantik. Makasih banyak ya sudah nolong aku dan semoga kita bertemu lagi dan saat itu aku sudah tahu nama kamu" ucap Gabriel.
"Gue gak mau ketemu lagi sama lo"
Aulia mengayuh sepedanya cepat. meninggalkan Gabriel yang terseyum lebar.
"AKU YAKIN KITA BAKAL KETEMU LAGI CANTIK" Teriak Gabriel sambil melambaikan tangan.
Laki laki itu melangkah pergi dengan perasaan senang karna bertemu dengan bidadari. dia sampai dikostnya.
Terlihat kedua temannya tengah sibuk main game saat dia masuk.
"Lama banget beli Mie" tanya Lucas.
Gabriel duduk ditengah antara mereka. menyandarkan punggungnya
"Gue dihadang sama tiga preman. padahal Gue gak salah loh" adu Gabriel.
"Apa? gila tuh preman kurang kerjaan banget" jawab Naufal.
"Pasti mereka disuruh. mana mau tiba tiba nyerang gitu" pikir Lucas.
"Apa ini kelakuan Si Wiliam" Naufal kembali bicara.
Wiliam dan Gabriel memang sudah musuhan. meraka tidak pernah akur saat bertemu. tidak ada yang tahu alasan dari itu.
Wiliam selalu berusaha membuat Gabriel menderita namun Gabriel adalah orang yang kuat tidak gampang dilukai.
"Tapi ada untungnya juga sih" ucap Gabriel terseyum.
"Hah" beo mereka berdua.
Gabriel menatap mereka berdua lalu merangkul.
"Gue ketemu bidadari dikompleks itu"
"What" meraka bersamaan.
"Iya. Cantik banget tahu fiks bidadari jatuh dari surga tapi sayang galak."
"Biasalah cewek itu kalo awal awal cuek" sahut Naufal.
"Jadi penasaran Gue" Lucas kepo.
"Gue berharap ketemu dia lagi. tapi firasat Gue sih besok bakal ketemu lagi dan tempatnya disekolah"
"Aamiin aja deh Gue" Jawab Lucas capek.
"Awas ntar kalian berdua naksir" ancam Gabriel.
"Terserah" jawab Naufal dan Lucas bersamaan.
Aulia sampai dirumahnya. dia langsung masuk kamar dan menghendikan bahunya ngeri. amit amit jangan sampai ketemu lagi itulah pikirnya.
Sudah keliatan banget cowok itu Buaya mungkin sudah pemimpin Buaya kali. Aulia bergegas mandi dan turun karena bakal makan malam bersama.
Ayah dan Bunda sudah menunggunya untuk makan. Aulia turun dengan kaos putih dan celana hitam selutut juga rambut diikat ngasal saja.
Dia duduk berhadapan dengan Bunda.
"Besok kamu bakal mulai sekolah" Ucap Ayah.
"Seriusan kok cepet banget" jawab Aulia.
"Ayah sudah daftarin kamu sebelum kita pindah. kamu tinggal datang cari kelas duduk manis" Ucap Ayah.
"Aulia takut gak punya teman" rengek Aulia. pasalnya dia memang agak tertutup dengan orang baru.
"Jalani aja dulu sayang" ucap Bunda menuangkan air untuk Ayah.
Aulia mengangguk. dia berharap sekolah baru akan memberikan banyak kenangan.