My Ex-Boyfriend

My Ex-Boyfriend
26. Erina kamu dimana



"Kamu baik baik saja" tanya Rama


Erina langsung mengangguk, matanya seakan bertanya bagaimana keadaan Daniel dan dimana dia sekarang


"Bagaimana keadaan Daniel" ucap Erina


Rama terdiam, dia tidak menyangka Erina akan bertanya seperti itu, gadis itu mengguncang tubuh Laki laki yang ada didepannya ini


"Jawab aku Rama" sahutnya


"Dia baik baik saja" ucap Rama


"Apa kamu bawa telpon, aku ingin bicara dengannya" ucap Erina lagi karna dipikirannya hanya ada Daniel


Rama terlihat kesal "Kenapa kamu hanya mementingkan dia padahal kamu sedang dicari orang jahat itu?


Erina menggeleng dengan kuat, dia benar benar khawatir dengan Daniel


"Bukan aku incaran mereka, aku hanyalah umpan untuk menangkap Daniel, Lion adalah dalang dari penculikan ini, Aku takut terjadi sesuatu kepadanya hanya karna aku" ucap Erina terisak


"Jadi mereka ingin Tuan bukan kamu" sahut Rama


Erina mengangguk dengan pasti, Rama paham sekarang, dia pun berpikir bagaimana cara keluar dari sini


"Aku yakin Daniel masih digudang itu, kita harus kesana" ucap Erina


"Ikuti aku ya" sahut Rama


Rama menarik Erina agar mengikutinya, mereka perlahan lahan jalan kembali kearah mobil Rama yang ada di pinggir jalan tadi


Sesampai disana, dua penjahat itu masih saja ada disana


"Aku akan mengalihkan mereka, kamu langsung masuk kemobil ya" ucap Rama


Erina menurut, Rama jalan menghampiri mereka berdua, dia memberikan kode kepada Erina untuk masuk kemobil dengan sangat cepat


"Permisi mas" ucap Rama


"Iya kenapa?" sahut salah satu dari mereka


"Mobil saya habis bensin, apa bisa minta sedikit" Tanya Rama


Erina jalan dengan pelan kearah mobil dan langsung masuk, Rama menghembuskan napas lega saat mengetahui gadis itu sudah aman


"Tidak bisa?" sahut Bosnya


"Dasar pelit" sahut Rama


Rama berlari kearah mobil, dia langsung masuk dan pergi


"Sepertinya aku pernah lihat laki laki itu" ucap Bosnya itu


"Dia kan anak buahnya Daniel Bos"


"Astaga? kejar dia cepat" sahut Bosnya itu


Mobil Rama melaju dengan sangat cepat, Erina berusaha menelpon Daniel tapi tidak tersambung begitu juga dengan Reza


Dia ingin menelpon teman temannya tapi tidak ingat no mereka


"Sepertinya mereka mengikuti kita" ucap Rama


Erina menatap kearah belakang dan benar, mobil penjahat itu tengah mengikuti mereka


Rama makin cepat hingga mobil penjahat itu tertinggal sangat jauh


"Cepat bos" ucap salah penculik itu


Mereka juga melaju dengan sangat capat


Rama tidak kalah cepat


"Mungkin ini akan sedikit sakit" ucap Rama


"Tidak papa Rama" sahut Erina


"Lompatlah dari mobil ini saat aku menabrakannya kearah pohon itu? kamu bisakan?" tanya Rama


"Saat aku berhitung dan mengatakan tiga kita lompat bersama sama" ucap Rama lagi


Mobil itu melaju dengan cepat kearah pohon dan hitungan ketiga mereka berdua melompat


seketika mobil itu meledak dan mengeluarkan api yang begitu menyala


Penjahat itu langsung memberhentikan mobil mereka tiba tiba


"Meledak Bos" ucapnya


"Mereka lenyap" sahut Bosnya


"Lebih baik kita pergi dari sini sebelum orang menyalahkan kita dan dibawa kekantor polisi" ucap salah satu pejahatnya


Mereka langsung pergi dengan cepat


Rama dan Erina tertawa kecil ternyata ini sangat menyenangkan


Mereka berdua langsung berlari menuju kesana


"Pengalam yang sangat menyenangkan" ucap Erina tertawa


"Syukurlah kamu tidak papa" sahut Rama


"Aku akan aman jika ada kamu" sahut Erina


"Owh ceritanya gombal neh"


"Fokos fokos" sahut Erina lagi


Daniel jalan kearah pintu, namun saat dia ingin membuka pintu itu tertutup dengan rapat seakan seseorang telah menguncinya


"Reza" teriak Daniel


Tidak ada sahutan dari Reza, namun hanya ada suara tepuk tangan dari seseorang


Daniel langsung berbalik, terlihat kakaknya berdiri didepan matanya


Air matanya langsung mengalir, rasa rindunya memuncak seketika


"Kakak" ucap Daniel


"Aku bukan kakakmu" sahut Lion


"Kak? Erina dimana, jika kakak benci denganku tidak masalah tapi jangan bawa bawa Erina?" ucap Daniel mendekati Lion


Lion menodongkan pistol kearahnya, langkahnya terhenti karna kaget


"Cepat buka? ini hanya jebakan untuk Daniel" ucap Erina


Reza ingin membuka tapi tidak bisa, Rama langsung membantu tapi percuma juga tidak ada yang bisa membantu


Erina terus saja mengetuk keras pintu besi itu hingga tangannya memar


"Lion" teriak Erina


"Disana ada lobang muat untuk Erina" ucap Reza


Mereka bertiga kearah sana


"Apa kamu berani" tanya Rama


Erina mengiyakan, dia pun naik dibantu Rama dan Juga Reza


dia bisa melewatinya dengan mudah


Erina terdiam melihat Daniel yang disodorkan pistol oleh Lion


"Dimana Erina kak?" ucap Daniel


"Kamu sangat sayang dengannya?" tanya Lion


"Kakak mau apa dari Daniel" sahut adeknya ini dengan lembut


"Aku mau membunuhmu" ucap Lion


Daniel terseyum "Jika itu membuat kakak bahagia dan Kakak lepasin Erina, Daniel sangat siap?" sahutnya


Lion mulai menghitung, Erina langsung berdiri didepan Daniel


"Jangan berani dekati dia sedikit pun" teriak Erina


Lion langsung tertawa melihat drama ini, Daniel merasa senang melihat Erina yang baik baik saja


"Baiklah! kalau begitu biar kamu saja aku bunuh ya?" sahut Lion


"Tidak" teriak Daniel


"Aku lebih tenang jika melihatmu selamat dari pada aku baik baik saja" ucap Erina


Lion langsung melepaskan peluru itu, seketika menembus kedalam tubuh seseorang


Erina dan Daniel terhempas kesamping


Mereka berdua selamat kecuali dengan orang ini, dia terseyum kearah mereka


Polisi tiba dengan Rama, mereka masuk dan menangkap Lion sedangkan Alya dan tiga anak buahnya itu kabur


Erina dan Daniel lari kearah orang itu yang ternyata adalah Reza, dia terbaring lemah


"Reza bangun" ucap Daniel


"Tu....Tuan....aku ti...titip....s.a...l...a..m.dengan...Bianka...jaga diri ...baik baik" ucap Reza tertitih titih


"Kamu kuat Reza" sahut Daniel


Ambulans tiba dan langsung dibawa kerumah sakit


➖➖➖➖➖


Tiga gadis itu masih dikantor polisi, Bibi terus saja menelopon Dinda bertanya tentang mereka yang tidak pulang kerumah


Beruntung Dinda bisa menjelaskan kalau mereka tengah menginap dirumah Raisya


Bianka sangat gelisah, dia juga tidak tahu kenapa? hatinya sangat gugup, sungguh sangat khawatir dengan sesuatu tapi tidak tahu itu apa


Handhonenya berdering dan itu dari Daniel


Bianka : Daniel bagaimana? Erinanya sudah ketemu


Daniel : Iya dia baik baik saja, tapi Reza kena tembakan karna telah membantuku, kami lagi menuju rumah sakit


Seketika Bianka tidak berdaya untung saja Raisya berhasil menangkapnya yang ingin jatuh


Mereka bertiga langsung kerumah sakit dan kebetulan Ambulans itu sampai bersamaan dengan Bianka juga


Gadis itu langsung menghampirinya


"Tidak Reza? katakan sesuatu? kamu baik baik saja, aku mohon bangun" ucap Bianka


Reza menatap samar kearahnya


"Bianka" ucapnya


"Kamu kuat Reza?" ucapnya


➖➖➖➖➖


Hiks hiks sedih aku


Bagaimana dengan part ini, aku nangis nulisnya??


Sekedar info :


Cerita ini akan up setiap hari minggu


Aku bakal usahian setiap hari itu aku UP


Alasan aku gak bisa up setiap hari karna gak cuma cerita ini juga yang harus aku buat masih ada cerita lain juga


Dan Hehe kan udah mulai sekolah ya?


Aku juga harus fokos sama sekolah aku, ngerjain tugas dan ngehapal segala macem


itu sih alasan aku jarang UP


Tapi aku akan terus UP kok untuk kalian


Demi kalian semua


Maaf ya kalian lama nunggu


Semoga paham ya?


Love you


SEE YOU


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN