My Ex-Boyfriend

My Ex-Boyfriend
Chapter 11



Widya menuruni tangga sambil mengomel mengumpat Randy.Entah kenapa di setiap bertemu Randy rasanya ingin marah-marah?.Dia membuka pintu gerbang yang langsung disambut senyum oleh Randy.Dengan wajah cemberut dan suara berat dia bertanya,"Ngapain kamu datang kemari?"


Randy tersenyum mendengar pertanyaan Widya lalu dia berkata,"Bukannya kamu ingin minta maaf dengan ku?"


Widya mengernyitkan dahi "Heh?lalu hubungannya apa?"


Randy menyodorkan kotak P3K."Obati luka ku baru aku memaafkan kamu"


"Ha..?Dasar kamu"ucap Widya merasa kesal dengan terpaksa dia mengambil kotak P3K tersebut.


"Yang iklas donk"ledek Randy membuat Widya tambah memanyunkan bibirnya.Dia mulai mengobati luka di bibir Randy.


"Cowo tadi pacar kamu?"


"Bukan.."


"Tapi sepertinya aku pernah lihat dia."Randy terdiam sejenak untuk mengingat dan Widya hanya menatapnya."Bukannya itu yang waktu itu membuat kamu lari dan menabrak ku"


Widya sengaja menekan bibir Randy yang terluka."Ouch ...pelan-pelan"


"Sudah ini kamu obati sendiri"kata Widya menyodorkan kotak P3Knya lalu mencoba masuk ke dalam rumah.


"Widya.."panggil Randy sambil menarik tangannya dan Widya menatapnya.


"Apa lagi..?"


Randy tersenyum, "Jangan lupa mimpiin aku"


Dengan muka merah merasa marah tetapi mampu membuat hatinya berdebaran.Widya terdiam dan Randy melepaskan tangan Widya lalu pergi.Sejenak Widya tersadar,"Huh...Dasar Randy!".Dia mengumpat dengan kesal.Dasar playboy.


***


Siswa-siswi terlihat sibuk dan antusias menyambut girls formal yang bentar lagi akan diadakan.Dan para siswi sudah memegang invitation untuk diberikan ke target mereka.Silla,Lily dan Widya sudah siap untuk memberikan invitation tersebut.


"Silla ..Lily aku mau memberikan ini dulu"


"Jangan bilang kamu mau berikan ke Kevin?"tanya Silla.Widya hanya tersenyum memang benar kalau ia akan memberikannya.


"Semangat Wid"ucap Lily sambil menepuk pundaknya.


Widya berjalan mencari Kevin di koridor sekolah dan kemudian dia berjalan menuju kelasnya Kevin.Tetapi ketika dia di abang pintu,ia melihat ada Maria di sebelah duduk dengan Kevin.


"Kevin..sebentar lagi ada acara girls formal dan aku ingin memberikan kartu invitation ini untuk kamu".Kevin menatapnya,ia memandang kartu tersebut .


DEG!....


Dengan wajah terkejut Widya melihatnya.Kemudian melihat kartu yang sedang ia pegang ternyata dia sudah terlambat.Dadanya terasa sakit.


Maria yang melihat Kevin hanya diam,dia berkata,"Dan aku minta kamu jangan menolaknya"


Widya terlihat sangat sedih dan juga kecewa.Tangan Kevin mengulur terlihat akan mengambil invitation tersebut.Diapun membalik badan berjalan pergi.Widya berpikir kalau Kevin menerima invitation Maria.


"Maaf Maria aku tidak bisa"ucap Kevin,sepertinya dia sedang menunggu invitation dari seseorang.


Dengan rasa sakit dan air mata Widya berlari kemudian dia berhenti didepan tempat sampah.Terlihat jelas tangan Kevin akan mengambil.Padahal ia berharap kalau Kevin menjadi partner nya di acara girls formal nanti.Tetapi harapan itu sirna.Widya memandang invitation tersebut kemudian membuang.


Dari ke jauhan Jhonatan melihat Widya membuang sesuatu dengan wajah sedih dan air mata.Setelah Widya pergi,dia mendekati tempat sampah tersebut ingin tahu apa yang Widya buang.Kemudian dia mengambil dan tersenyum ternyata kartu invitation punya Widya,lalu dia menyimpan di dalam saku.


***


Silla dan Lily terlihat senang invitation mereka diterima.Silla memberikan invitationnya kepada Aril.Sejujurnya dia tidak menyangka kalau Aril akan menerima.Sedangkan Lily dia memberikan kepada Dayat.Wajah mereka terlihat bahagia tetapi tidak dengan Widya.Harapannya pupus,dia merasa sedih.


***


"Jelas donk...".Aril melihat invitation yang di pegang oleh Jhonatan lalu dia merebutnya.


"Pantes kelihatan bahagia sudah dapat invitation dari siapa ini?"sambil membaca dan Jhonatan mencoba merebutnya tetapi tidak bisa.


"Widya..?".Kevin langsung menoleh memandang Aril dan Aril juga menatapnya."Widya memberikan invitationnya sama kamu?"tanya Aril tidak percaya.


"Ya.."jawab Jhonatan lansung merebut.


"Tidak mungki pasti kamu bohong"ucap Kevin terlihat marah.


"Buat apa aku berbohong".Kevin mendekati Jhonatan,dia menarik kerahnya.


"Sabar Vin...Kamu jangan melakukan ini"ucap Aril melerai Kevin lalu mengajaknya keluar dan Jhonatan tersenyum sinis.


Dia tidak habis fikir kenapa Widya memberikan invitation nya ke pada Jhonatan bukan kepada dirinya.Padahal ia sangat berharap kalau dirinya yang akan menjadi partner nya.Dengan rasa kesal dan marah dia pergi.


"Aku harus bertanya kepada Widya.Kenapa dia memberikan kepada Jhonatan bukan kepada ku?"


"Apa kamu gila?"tanya Aril."Kalau Widya memberikan kepada Jhonatan itu tandanya dia sudah move on dari kamu.Buat apa lagi kamu harus bertanya?"


"Tidak!"


"Semuanya sudah jelas Kevin.Kamu jangan bodoh seperti ini bukannya kalian sudah putus.Move on Kevin.Apa salahnya kamu menerima invitation punya Maria?"


"Tapi...?"Kevin masih sulit untuk move on dari Widya.Dalam hatinya dia masih mencintai Widya.


"Sudah bro ..semangat".


Kevin menatap sahabatnya itu menarik kerah nya dengan kencang."Kamu tidak tahu apa yang aku rasakan".Sejujurnya dia masih sangat mencintai dan juga tidak rela jika ada orang lain yang memiliki.


"Bro ...aku tahu kesedihan kamu!"ucap Aril mencoba melepaskan tangan Kevin.


"Tahu apa kamu?!"bentuknya penuh amarah.


"Tapi aku tidak habis pikir sama kamu.Kenapa dulu kamu putus dengan Widya dengan alasan karena bosan dengan hubungan yang begitu saja?Padahal dulu aku sangat iri dengan hubungan kalian dan sekarang....Kamu menyesal dengan keputusan mu"


"Ah...Sial!"umpat Kevin pergi meninggalkan Aril di koridor kelas.Dia berjalan menuju taman.Ketika sampai di taman dari kejauhan dia melihat Widya dengan temannya sedang duduk mengobrol.


"Kenapa kamu lebih memilih Jhonatan di bandingkan aku?Apa benar kamu sudah move on dariku?"ucap Kevin sambil memandang Widya dari ke jauhan.Dia menatapnya dengan tatapan nanar.Dadanya terasa sangat sakit.


BUUUG!


Kevin menghantam tembok dengan tangan,dia merasa kesal dan kecewa.


***


"Aku pulang "Widya berkata sambil membuka pintu tapi sunyi tidak ada jawaban.Biasanya mama langsung menyambutnya dan hari ini juga mamanya tidak menjemput bahkan juga tidak sms memberitahu kalau tidak dapat menjemput.


"Apa mama belum pulang?"gumannya dia menaiki anak tangga berjalan ke kamar.Widya merasa aneh,dia merasa tidak enak kemudian dia memanggil-manggil mamanya.


"Mama...mama"Tapi tidak ada jawaban.Dia mencoba turun mencari di dapur.


"Mama...".Di dapur juga tidak ada.


"Mama kemana,kalau belum pulang kenapa rumah tidak di kunci?".Dia merasa sangat khawatir.Kemudian dia mencoba mencari ke kamar mamanya.Widya membuka pintu kamar.


"Ma..mama"dia berjalan kearah samping dan betapa terkejutnya melihat mama terbarimg di lantai.


"MAMAAAA..."