
Audy sampai dirumah kostnya. setelah ditinggal kedua orangtua dan hidup dipanti asuhan dia tumbuh menjadi gadis yang sangat baik hati.
Kini, setelah dapat restu untuk hidup mandiri
Audy tinggal sendirian dirumah yang lumayan untuk dirinya tinggali sendiri.
Dia duduk diranjang dan menghapus air mata.
"Jangan sampai baper lagi" ucap Audy menepuk wajahnya berulang kali.
Setelah membersihkan diri dan istirahat beberapa menit.
Audy siap siap untuk berangkat ketempat kerja menjadi seorang kasir.
"Siap untuk berangkat" ucap Audy.
Dia mengayuh sepedanya dengan cepat.
Ada laki laki menghampiri Audy yang baru sampai. dia temannya Audy bernama Bagas.
"Ayo cepatan" ucapnya mengangkat beberapa barang masuk kedalam supermarket ini.
Hari ini lumayan banyak orang yang beli. dengan senyuman yang terus terukir diwajah Audy semua pelanggan merasa nyaman.
"Terima kasih banyak bu" ucap Audy kepada pelanggan.
Hari sudah mulai malam. Audy duduk sambil ngerjain PR nya.
Seseorang masuk dan mengambil minuman kaleng.
"Permisi" ucapnya.
Audy berdiri dan kaget saat melihat orang itu.
"Jovan" sapanya.
Jovan melepas topinya.
"Kamu kerja disini" tanyanya.
"Iya" jawab Audy memberikan kembalian uang Jovan.
Jovan keluar
Beberapa jam telah berlalu.
Bagas menghampiri Audy
"Waktu kita sudah selesai. ayo pulang!" ajak Bagas.
Audy bergegas untuk pulang. saat dia keluar Jovan tengah berdiri disamping sepedanya.
"Jovan, kamu ngapain" tanya Audy.
"Aku tengah menunggumu."
"Aku sudah biasa kok" jawab Audy.
"Apa sudah makan? jika belum biar aku traktir tapi jika sudah temani aku" ucap Jovan.
Dia naik ke sepeda Audy.
"Ayo naik. biar aku yang mengayuh" ucapnya.
Dengan agak ragu Audy duduk dibelakang dan Jovan mengayuh sepeda dengan santai.
Kami sampai dikafe yang masih buka.
Jovan memesankan makanan untuknya dan juga Audy.
"Makanlah" ucap Jovan.
"Terima kasih banyak" jawab Audy.
Mereka berdua makan bersama. beberapa kali Audy melirik Jovan. disekolah dengan sekarang laki laki itu terasa sangat beda.
"Kamu kenapa kerja? dimana orangtuamu" tanya Jovan.
Audy hanya terseyum
"Aku anak yatim dan tinggal sendiri. jika tidak kerja aku bisa mati kelaparan" jawab Audy.
Jovan terdiam saat mendengar apa yang telah dikatakan Audy.
Handphonenya tiba tiba berdering dan itu dari Mamanya.
Jovan mengangkat dan dia mengangguk saja mendengar apa yang telah dikatakan Mamanya.
"Sepertinya Mama kamu cariin ya? Ayo pulang sudah malam banget juga" ajak Audy.
"Aku bukan anak manja ya" jawab Jovan karena dia malu.
"Menurutku itu wajar saja sih. itu tandanya orangtuamu menyayangimu"
Audy berdiri begitu juga dengan Jovan.
"Makasih banyak ya. nanti bila aku dapat gaji pasti bakal aku traktir. sampai ketemu besok"
Laki laki itu melepas jaketnya dan memasangkannya untuk Audy.
"Sampai jumpa besok" Jovan pergi.
➖➖➖➖➖
Bianka mengetuk pintu kamar anaknya.
Namun tidak ada sahutan. Reza lari kearah istrinya saat mendengar teriakannya.
"Ada apa Ma?" tanya Reza.
"Anak kita Ded. dia gak nyahutin panggilan dari Mama" ucap Bianka.
Reza siap siap untuk mendobrak pintu itu tapi terhenti saat anaknya telah membuka pintu.
Jovan sudah rapi dengan seragam sekolahnya.
Bianka memeluk erat putranya.
"Kamu tidak papa sayang" tanya Bianka.
"Mama bisa lihatkan? Jovan baik baik saja. jangan mulai drama pagi pagi gini deh Ma" jawab Jovan merasa lelah dengan kelakuan orangtuanya yang sangat berlebihan dengannya.
"Mama kamu hanya khawatir" Reza membela Bianka.
"Sudahlah. Jovan pergi dulu" ucap Jovan pergi.
"Sayang. jangan pulang malam lagi hari ini kita kedatangan tamu" ucap Bianka.
Jovan memutar kunci motornya dan keluar dari rumah megah itu.
Audy sampai disekolah. dia kaget saat Aziel mengelapon dengan nyaring kearahnya.
"Pagi Mantan" ucap Aziel melepas helmnya.
"Aku harus sabar banget ya buat dapetin hati kamu lagi" Aziel mengedipakan mata.
"Aku gak bakal masuk lagi ke lubang buaya" jawab Audy kesal.
"Hey Buaya ini masih cinta loh sama kamu" Aziel tidak mau kalah.
Jovan sampai. Audy mendekatinya
"Audy" ucap Jovan.
"Jaket kamu lagi aku cuci. Maaf banget ya"
"Gak papa" jawab Jovan.
"Ayo kekelas" Audy menarik tangan Jovan.
Aziel menahan amarahnya untuk tidak marah dan kesal.
"Kamu itu punyaku Audy" Batin Aziel.
Setelah lumayan jauh dari Aziel. Audy melepas pegangan tangannya.
"Maafkan aku Jovan"
"Kamu pasti risih banget didekatin laki laki itu" tanya Jovan.
"Dia selalu saja mengangguku. sekali lagi terima kasih dan maafkan aku" ucapku.
"Tidak masalah" jawab Jovan.
Kami berdua sama sama menuju kelas.
Dilain tempat.
Daniel dan Erina tiba dirumah Bianka.
Mereka telah janjian akan makan malam bersama para sahabat.
Bianka langsung memeluk erat sahabatnya ini.
"Aku senang kalian telah kembali kesini setelah pindah keluar negeri" ucap Erina.
"Aku juga sangat senang" balas Bianka.
Reza dan Daniel saling merangkul.
"Sudah tua" ejek Daniel.
"Yang ngatain lebih tua" jawab Reza.
Mereka tertawa bersama sama
Sungguh tidak berfaedah.
Erina dan Bianka memasak bersama sama didapur dan membicarakan tentang anak anak mereka.
"Aku dengar putramu kini jadi Aktor kan?" tanya Bianka.
"Iya, dia sangat menyukainya karena itu harus didukung dan Daniel juga sangat bahagia sekali .katanya ada yang mewarisi bakatnya" jelaskan Erina.
"Berbeda sekali dengan putraku yang tidak ingin menjadi Artis. kata dia itu beban baginya"
"Setiap orang punya sifat yang beda beda dan jalan masing masing. gak sabarnya aku mau lihat anakmu" ucap Erina girang.
Rama dan istrinya datang.
"Wahh ini bakal seru lagi" Daniel berteriak.
Malam telah tiba.
Semua tengah menunggu anak anak yang belum juga datang.
Bianka menelpon Jovan yang belum pulang.
Azeil dan Ella datang.
Bianka heboh sekali. dia memeluk mereka berdua.
"Cantiknya anak gadis ini. mau gak nanti nikah sama anak tante"
"Saya masih kecil tante" jawab Ella.
Bianka mencubit pipi Aziel.
"Anak ini ganteng sekali. aktor kesayangannya kami"
Tingkat kepedeaan Aziel bertambah.
"Tante juga cantik sekali. tapi masih cantikan Mama saya" peluk Aziel kearah Erina yang duduk dikursi makan.
"Manisnya sama seperti Daniel dulu" Bianka merasa ini pemandangan yang sangt manis antara Mama dan anak.
"Saya gak mirip sama Ayah. jika saya sama Ayah wajah ini pasti jelek" ucap Aziel.
Semua tertawa dengan kencang termasuk Erina. Daniel kesal sekali.
"Ayah juga gak mau dibilang mirip sama kamu" jawab Daniel.
Rama menggenggam erat tangan istrinya.
"Aku baik baik saja" ucapnya.
Rama mengelus pelan tangan istrinya. dia juga merasa iri jika melihat anak anak sahabatnya ini.
Anak mereka berdua hilang saat malaikat kecil itu berusia 3 tahun.
Jovan sampai dirumahnya.
"Sayang kamu baru pulang" Bianka menyambut dengan tergopoh gopoh.
Aziel dan Jovan saling adu pandangan.
"Sedang apa dia?" batin mereka berdua.
➖➖➖➖
Nielll
Cerita ini mau aku ikutin lomba nulis yang tengah diadain disini.
Dukung terus aku ya...
Aku mencintai kalian.
Kita mutualan Instagram yuk.
Biar pada saling kenal
Komen ya