
Sedih....raut wajah Widya sedih sekarang hanya bisa menatap senyuman itu,senyuman yang pernah jadi miliknya.tetapi Sekarang dia tersenyum dengan gadis lain.ketika Widya dan kedua temannya berjalan menuju kantin tanpa sengaja melihat Kevin bersama Maria mereka tersenyum sambil berjalan menuju kantin.seketika Widya menghentikan langkahnya,dia merasa enggan pergi kekantin dan melihat mereka berduaan.yang pastinya nanti akan membuat hatinya terasa sakit.
"aku enggak jadi ke kantin,kalian saja yang pergi"ujar Widya sambil membalikkan badannya.
"kenapa Wid ,bukanya tadi kamu bilang lapar?"tanya Silla bingung sambil menatap Lily kenapa?.Lily hanya menggeleng kepala tidak tahu.
"tiba-tiba aku enggak nafsu makan"alabi Widya kemudian melangkah pergi masuk ke kelas.Lily menyuruh Silla mengikuti Widya takut kenapa-kenapa."kamu ikutin Widya saja.biar aku yang ke kantin beli snack buat kalian."
"oke deh.."kata Silla lalu berlari mengejar Widya.kemudian Lily pergi ke kantin,dia mengambil snack potato bee,kusuka,roti selai strawberry,dan juga minuman botol.
"berapa mba?"tanyanya ke penjual.
"35k non"jawab mba penjual kemudian Lily memberikan uang 100 ribuan.sambil menunggu kembalian dia mengedar pandangannya ke sekeliling kantin dan ketika dia melihat sosok orang yang sangat dia kenal duduk dipojokan dengan seorang gadis.
"Kevin.."pekiknya tidak percaya."pantes Widya enggak mau ke kantin,soalnya ada mereka...kc..kc..kc...tega banget dia.Maria juga jadi perempuan ganjen banget mentang-mentang Kevin sudah putus sama Widya."sambil menggeleng-geleng kepala sedangkan mba penjualnya bingung melihat Lily yang ngomong sendiri.
"ini non kembalian nya"
"oh...iya makasih mba"ucap Lily kemudian pergi ke kelas.
Selama pelajaran Widya tidak bisa konsentrasi,pikiran nya hanya memikirkan Kevin dan Maria dalam hati bertanya apa -mungkin-kalau-mereka-sudah-jadian?.apa-Kevin-sudah -melupakan-aku?.bayak pertanyaan dalam benar Widya,perasaan nya tidak karuan ada rasa sedih,kecewa,sakit hati perasaan yang tidak pernah dulu dia rasakan.sekarang dia baru tahu kalau sakit hati itu rasanya sangat menyakitkan bagaikan tertusuk seribu jarum dan tidak ada obatnya.
Pulang sekolah tidak lama kemudian hujan turun,seakan mengerti perasaan Widya.menghitung tetes demi tetes yang tiada habisnya.berhamburan jatuh dan menghilang bagaikan ditelan bumi.seperti itukah perasaan mu saat ini?yang sudah melupakan aku ,melupakan kenangan kita bersama.padahal aku disini masih mengingatmu dengan jelas dalam benakku hanya kamu.hanya kamu yang aku cinta.
Widya memandang jendela kaca,menatap keluar terlihat hujan mulai turun,dengan rintik-rintik beriramah lembut menenangkan hati.dengan perasaan sedih dia memandang keluar sambil mencoret-coret jendela kaca yang mulai berembun karena hujan.bukankah hujan membuat Widya senang,mungkin kalau dulu dia akan berlari keluar menikmati hujan sambil bersenandung tetapi tidak untuk sekarang semenjak dia putus dari Kevin.
Dia mulai tidak menyukainya karena itu akan mengingatkan kepada Kevin.dia pun hanya tersenyum sedih semua sudah berlalu.mencoba move on darinya belajar melupakan bukannya ini keputusan yang mereka ambil.putus karena jenuh dengan hubungannya yang gitu-gitu saja.tetapi sekarang dia baru menyadari kalau dia
Tetapi dia merasa gengsi jika harus mendekati Kevin dulu.malu karena dia perempuan tidak ada keberanian untuk mengajak bicara dulu,disetiap dia bertemu dengan Kevin pasti ada Maria anak IPS.Mereka sangat dekat disetiap saat selalu bersama seakan tidak ada celah untuk Widya.
Widya kembali kekamar berdiam diri disana kembali sibuk dengan komputer nya,mencari materi tentang pelajaran meskipun pikirannya masih memikirkan Kevin.dia menghela nafas panjang menatap foto dirinya dengan Kevin yang masih terpajang rapi di meja belajar.
"dulu kamu jadi penyemangat ku ketika aku sedang malas belajar tetapi sekarang entahlah..."mengambil foto itu mendekapkan dalam pelukan."please aku ga mau stuck dalam perasaan seperti ini...apa kamu sudah melupakan aku?"sambil menatap foto tersebut kemudian meletakan kembali dimeja belajar.
Widya menghempaskan tubuhnya ke kasur empuknya,sambil menghela nafas menatap langit-langit kamar."apa aku tanya langsung sama Kevin ?ada hubungan apa dengan Maria."kembali diam kemudian berpikir "apa tidak keterlaluan aku bertanya langsung seperti itu?ah....entahlah"sambil mengacak-acak rambutnya membenamkan wajahnya ke bantal.
"aku cemburu....".Widya tidak bisa menutupi perasaannya kalau dia benar-benar cemburu.ingin rasanya memukul gadis itu karena berani-berani nya mendekati kekasihnya.tetapi sekarang Kevin bukan siapa-siapa Widya.Widya pun hanya bisa menggigit bibirnya ketika melihat Kevin dengan Maria,menatapnya dengan tatapan nanar.
Silla dan Lily sebagai sahabatnya merasa sedih melihat Widya terluka.ingin mereka membantu menyatukan hubungan Widya dengan Kevin lagi agar mereka merajuk kasih.menyatukan cinta mereka,dan bisa melihat kembali senyum bahagia di wajah Widya.tidak seperti sekarang Widya terlihat murung dan kurang bersemangat malah terkadang menangis sesenduhan.
Selaku sahabatnya Lily dan Silla hanya bisa memeluk Widya menenangkan dia.
"sabar ya Wid"kata-kata itu yang hanya selalu bisa diucapkan mereka.
"apa perlu aku labrak Maria,biar dia tidak dekati Kevin?"ujar Silla langsung dilarang oleh Widya,dia tidak menyetujuhinya.
"jangan Sil takutnya nanti malah membuat Kevin marah sama aku.."
"tapi Wid aku kasian sama kamu tiap hari harus seperti ini setiap melihat mereka bersama."
"hu...hu...hu.."malah semakin keras.Lily lansung memeluk erat Widya menyuruh Silla diam dulu.