
Jika boleh mengulang kembali,ia ingin menghentikan waktu ketika bersamanya.Hujan di bulan Februari sepertinya sekarang cuaca tidak dapat di prediksi.Bentar lagi hari valentain tiba,semua orang ingin menyambut hari kasih sayang tersebut.Merencanakan tempat-tempat yang ingin mereka kunjungi bersama orang terkasih.
Widya termenung disudut kelas duduk di kursi sembari matanya memandang jendela melihat luar.Sepertinya hari valentain tahun ini aku sendirian?.
"Wid...kamu mikirin apa?wajah kamu sedih gitu?"tanya Silla memperhatikan Widya.
Widya tersenyum memandang Silla,"Bukan apa-apa".
"Mikirin Kevin lagi ya?"timpal Lily membalikkan badan.Widya hanya memandangnya dengan tatapan datar.Yang di katakan Lily memang benar.Ah aku tidak bisa tidak memikirkan Kevin,tetapi dia apakah juga memikirkan aku?Sepertinya tidak.
"Jangan sedih begitu Wid..tenang masih ada kami."
"Iya ...nanti hari valentain kita pergi ke pantai...Bagaimana?"tanya Silla meminta persetujuan Lily dan Widya.
"Bukannya kalian mau pergi bersama pacar kalian..?"
"Kalau aku sama dia belum jadian Wid"Silla berkata sambil memperlihatkan mimik sedihnya.Widya dan Lily saling pandang.
"Hah...aku pikir kamu sudah jadian ?perasaan kalian sudah dekat gitu."Widya ikut mengangguk membenarkan kata Lily.
"Dia belum nembak aku.."
"Tidak apa..kalau begitu kita pergi berlima".Widya dan Silla tersenyum senang.Ya,setidaknya hari valentain tidak sendirian dirumah.
Bel pelajaran selesai,mereka bertiga keluar dari kelas bersama berjalan menuju gerbang.
"Guys aku sudah dijemput,duluan ya..."Lily berkata sambil melambai kearah mereka.
"Oke hari-hati"kata Widya dan Silla.
Tidak lama kemudian Ayu datang mamanya Widya dan diikuti supirnya Silla.Mereka berpisah kemudian masuk ke mobil masing-masing.
"Ma..Widya ingin ke toko buku.Ada buku yang ingin Widya beli"
"Oke..Mama juga mau beli keperluan dirumah"sambil menyetir ke supermarket diseberang Gramedia.
"Nanti kalau sudah selesai telepon mama "
"Kevin bagaimana menurut kamu ini bagus ga?"tanya Maria.Mereka tidak jauh dari tempat Widya berdiri.Hanya jarak 5cm dari belakang Widya.Dengan reflek Widya menoleh kebelakang dan mata mereka saling bertemu.Deg!hati Widya terasa sakit.Matanya terasa panas ingin menangis seketika itu juga,melihat pemandangan yang sangat menjelaskan dada.Ternyata Kevin bersama Maria,mereka sangat dekat.
Dengan tangan gemetar Widya langsung meletakkan buku,lalu pergi lari keluar dari gramedia.Sebelum rasa sakit itu menusuk semakin dalam kehatinya,sebelum juga ia menangis.
"Widya...."panggil Kevin lari mengikuti Widya.
"Kevin..kamu mau kemana?"teriak Maria mencoba menarik tangan Kevin.Tetapi Kevin terus lari keluar tanpa memperdulikan Maria.
Kenapa rasa ini sakit sekali,seakan ingin membunuhku?.
Widya terus berlari dengan air mata yang terus menetes ke pipi.Kesedihan dihatinya membuat dirinya tidak berdaya.Dia juga tidak menyangka kalau Kevin sudah melupakan dirinya dan sudah menemukan pengganti.
Semudah itukan kamu melupakan aku.
Bruk!!Tanpa Widya sadari dia menabrak seseorang."Maaf.."kata Widya sambil membungkuk meminta maaf.
"Widya tunggu.."panggil Kevin lagi.Widya menoleh,dia tidak ingin bertemu dengan Kevin.Dan dengan terpaksa dia menarik seseorang yang ditabraknya untuk ikut bersembunyi di samping caffe.Padahal dia tidak tahu siapa orang yang dia tarik.
Dengan nafas terenggah-enggah Kevin berhenti tepat di depan caffe yang buat sembunyi Widya."Kenapa kamu larinya cepat sekali?"ujar Kevin kemudian jalan kembali mencari Widya.
Setelah Kevin pergi Widya bernafas lega,dia mengatur nafasnya."Aku tidak menyangka kalau kamu ternyata gadis yang agresif"ujar orang yang Widya tarik ikut sembunyi.
Widya mendongak menatap orang tersebut yang berdiri didepan.Dengan wajah terkejut dan tidak menyangka kalau orang yang dia tabrak tadi ternyata Randy.
"Kamu..?"Randy menyunging senyumnya menatap Widya.Dia menatap Widya dengan mata almon yang tajam dengan tatapan mengintimidasi.
"Maaf "ujar Widya mencoba melarikan diri tetapi Randy menahannya.Kedua tangannya menghalangi Widya.
"He..he he...boleh tidak tangan kamu jauhkan?".Mendengar perkataan Widya,Randy bukannya menyingkirkan tangannya malah memepetkan tubuhnya ke tubuh Widya.Dia menyondongkan wajahnya ke wajah Widya dan wajah mereka hanya berjarak beberapa cm.
"Apa kamu tidak akan bertanggung jawab?"ujar Randy.
"Heh..??"