
Setelah selesai dari kantin sekolah,Widya pergi ke toilet.Sedangkan Silla dan Lily,mereka kembali ke dalam kelas.Keluar dari toilet,Widya tidak sengaja berpaspasan dengan Kevin.Dia berjalan menuju ke toilet laki-laki yang ada disebelah toilet wanita.Mata mereka saling bertemu,Widya sedikit terkejut.Dia merasa gugup bingung,lalu ia mencoba tersenyum ke arah Kevin yang semakin dekat.
Tetapi Kevin,dia hanya menatapnya dengan tatapan datar dan sorotan matanya yang dingin terlihat sedang marah.Widya mengernyitkan dahi merasa bingung.
"Ada apa?"gumannya berpikir.Bukannya seharusnya ia yang marah?Bukannya ia yang harusnya kesal atas kejadian kemarin?Tetapi kenapa sekarang Kevin yang terlihat marah dan bersikap acuh terhadapnya?.
Widya hanya menggeleng kepala kemudian kembali ke dalam kelas.
***
Disisi lain Kevin sedang kesal sambil menatap cermin di toilet sekolah.Dia menggertak bibirnya merasa marah.Kejadian kemarin.Ya,kejadian yang membuat dadanya mendidih.Melihat orang yang ia cintai,masuk kedalam mobil bersama lelaki lain.Terlihat jelas kedekatan mereka.Kevin tidak menyangka kalau Widya akan secepat itu melupakan dirinya.
Kejadian itu,disaat Kevin keluar dari Gramedia mencoba mengejar Widya.Tetapi sayangnya Widya berlari dengan kencang sehingga dia tidak dapat mengejarnya.Kevin ingin menjelaskan kerana ia merasa takut jika Widya akan salah paham atas kedekatan dirinya dengan Maria.Namun sayangnya Widya sudah pergi.
Dan malam harinya ketika Kevin dengan Maria menuju parkiran mobil.Tanpa sengaja dia melihat Widya masuk ke dalam mobil bersama seorang lelaki yang tampan dan terlihat cukup dewasa.Mereka terlihat dekat,apalagi ketika melihat wajah lelaki itu.Seakan terlihat seperti kekasihnya.
Kevin mengepal tangannya melihat lelaki itu.Tidak akan menyangka kalau Widya sudah punya pengganti.Dadanya terasa sakit.Rasa yang mungkin tidak pernah ia alami sebelumnya.Rasa itu ingin rasanya Kevin menarik Widya lalu ia memukul lelaki itu agar menyingkir dari hadapan Widya.Tetapi nyatanya Kevin hanya bisa memandangnya dengan tatapan nanar.Tatapan yang terlihat menyedihkan.
"Sial.."umpat Kevin,menghantam cermin toilet sekolah dengan tangan kosong.BUUUG!.
Suara keras dari hantaman tangan Kevin membuat siswa lelaki yang berada di toilet menoleh,menatap Kevin.Dengan tatapan bingung.Tetapi untungnya cermin tersebut tidak hancur hanya meninggalkan luka memar.Setelah memukul cermin tersebut,Kevin pergi keluar dengan membanting pintu.BAAMM!
***
Bu Winda datang membahas acara valentine yang akan di adakan satu minggu lagi.Kerena setiap tahun,sekolah selalu menyambut valentine days.Ada dua acara tahunan untuk menyambut valentine yaitu boys formal dan girl formal.
"Selamat siang semuanya".Senyum merekah dibibir Bu Winda.Sepertinya ada kabar baik.
"Selamat siang Bu".
"Sebelum pelajaran ibu dimulai,ibu ingin membahas acara tahunan yang tinggal satu minggu lagi akan menyambut hari valentine."
"Yeah...valentine "teriak semua siswa senang kecuali Widya.
"Seperti biasa tahun kemarin karena sudah mengadakan boys formal.Jadi...tahun ini kita mengadakan girl formal."
"Asyik...Keren itu Bu"
"Jadi kalian yang siswa perempuan gantian yang memberikan invitation kepada siswa laki-laki.Dan sebagai siswa laki-laki,kalian berhak juga menolak atau menerima invitation tersebut.Tapi....ingat jangan keterlaluan.Kalian kaum laki-laki harus bersikap baik.Mengerti!"
"Mengerti Bu"
Silla dan Lily saling pandang sambil tersenyum tipis.Sepertinya mereka sudah menentukan orang yang akan diberi invitation tersebut.Dan Widya,dia berpikir keras merasa bingung.Dalam hati dia bertanya.Siapa yang ia ingin dia beri invitation itu?Apakah Kevin?.
Terlintas dalam pikiran,kalau ia ingin memberikan kepada Kevin.Tapi...Apakah dia mau menjadi patnernya?Ah...tak tahulah.Tetapi dia akan mencobanya.
***
"Wid kami duluan ya"Silla dan Lily pamitan.Jemputan mereka sudah datang.
"Iya hati-hati"
"Oke.."jawab mereka serempak.
Widya berdiri digerbang sekolah menunggu mamanya menjemput.Celingak-celinguk seperti sedang mencari seseorang.Sepertinya dari tadi dia belum melihat Kevin pulang.
"Kevin..."panggil Maria,ia berlarian kecil di koridor kelas menyamai langkah Kevin.
"Pulang,aku ikut kamu ya"kata Maria.Kevin hanya diam tidak menoleh,dia tetap jalan menuju parkiran.Dan kemudian dia melihat Widya berdiri di depan gerbang sekolah.Tidak lama kemudian ia melihat sebuah mobil mewah berhenti di depan Widya.
"Kamu pulang sendiri saja aku ada urusan"ujar Kevin keluar mengendarai motor lalu berhenti di samping Widya.
Seorang lelaki keluar dari dalam mobil.Lelaki itu tersenyum melihat Widya.Dan Widya mengangkat satu alisnya sambil berguman."Ngapain dia disini ?"
"Huh?".Suara itu yang keluar dari mulutnya karena saking kagetnya.Tetapi Kevin langsung turun dari motor lalu menarik Widya untuk ikut dengan dirinya.
"Eh maaf kamu siapa?Widya harus pulang dengan saya".
Buuug!
Kevin menghajar pipi Randy,membuat Widya memekik terkejut.Randy yang tidak terima secara tiba-tiba dihajar dia mencoba membalasnya.Tetapi Widya langsung menghadang berdiri didepan.
"Randy maaf,biarkan aku pulang dengannya".Randypun melepaskan genggaman tangannya yang ingin menghajar Kevin lalu mengangguk memperbolehkan Widya pergi dengannya.
Dengan wajah sedih,Randy melihat punggung Widya yang naik ke motor Kevin.Lalu dia masuk ke dalam mobil.
***
Kali ini Kevin terlihat sangat marah.Bahkan dia sampai menghajar Randy.Disepanjang jalan dia hanya terdiam.Ingin rasanya Widya menanyakan.Kenapa ia menarik dirinya untuk pulang bersama?.Tetapi Widya tidak berani,ia hanya melingkarkan tangannya di pinggang.
Perasaan ini,perasaan yang sudah lama tidak ia rasakan.Kebersamaan yang hanya tinggal kenangan.
Widya mendekap dalam punggung bidang Kevin.Dia ingin selama nya seperti ini.Merasakan kehangatan darinya.Lelaki yang ia cintai.Tapi..apa masih mungkin kalau Kevin masih mencintai.
Aku ingin sekali menanyakan hal itu kepadamu.Tetapi...tidak sampai.Aku takut...takut jika hatimu bukan milikku lagi.
***
"Kevin.."panggilnya.Widya mencoba mendekat.
"Terimakasih sudah mengantarku pulang"ujarnya.Tetapi Kevin hanya mengangguk lalu memakai helmnya.
Dingin
Kevin menyalakan motornya lalu pergi meninggalkan Widya yang masih berdiri disana.Ingin rasanya Widya bertanya,menyuruh masuk.
Sepertinya itu tidak mungkin,"Kau terlihat sangat dingin".
***
Selesai mandi Widya melirik hp.Ada sebuah pesan masuk dari Randy.
Apakah kamu selamat sampai rumah?.
Widya mengetik.
Aku sudah sampai rumah.Maaf soal tadi Kevin sudah memukulmu.
Kevin tersenyum melihat balasan tersebut.
Masih kurang.
Widya mengernyitkan dahinya.
Maksud kamu?
Jika kamu benar-benar meminta maaf temui aku diluar.
"Diluar..?"gumannya .Lalu dia mendekati jendela melihat kebawah.
"Randy.."pekiknya tidak percaya.Dan Randy mendongak melambai ke arah Widya.
"Ngapain dia ada disini?"