
...selamat membaca...
Daniel dan Reza masuk kedalam ruangan yang sudah penuh dengan wartawan, dia duduk dikursi yang telah di siapkan untuknya
Semua orang menatap kearahnya dan Acara pun dibuka dengan pembukaan dari Reza
"Terima kasih kepada kalian yang telah berhadir disini untuk mendengarkan penjelasan kami tentang romor yang telah muncul dan membuat beberapa hari ini penuh guncangan, untuk selajutnya diharapakan kepada Tuan Daniel, waktu dan tempat dipersilahkan?" ucap Reza menunjuk kearah Daniel
Laki laki itu berdiri didepan penuh kemera dan para wartawan siap dengan segunung pertanyaan
Daniel bersikap ramah kearah mereka semua, dia terseyum dan menyapa para Fans yang tengah menontonnya dari rumah masing masing
"Apa benar itu foto Anda dengan pegawai dirumah Anda?" tanya salah satu Wartawan
Daniel mengangguk, dia membenarkan hal itu
semua terlihat terkejut
"Foto itu diambil saat aku tengah latihan untuk konser, saat itu yang tersisa hanya aku dan dia karna kami memang pulang terlambat hari itu, dia adalah sekretarisku dan hal itu sangat wajar jika dia akan selalu bersamaku dimana dan kapan pun, dia tengah memberikan air untukku dan aku menyuruhnya untuk duduk disampingku, karna bukan hanya aku saja yang telah bekerja dengan keras, dia pun salah satu karyawanku yang bekerja keras untuk konser itu, apa salah jika aku menyuruhnya untuk duduk bersamaku" ucap Daniel yang langsung diangguki oleh semua orang
"Berarti semua itu hanya tuduhan seseorang kepada anda" ucap wartawan lagi
Daniel mengangguk, dia menjawab satu persatu pertanyaan yang yang dilontarkan kearahnya
Dilain tempat, Reva dan Rama mengantarkan Erina menuju bandara
Mereka bertiga fokos dengan Televisi karna ada Daniel yang tengah jumpa pers dan itu diadakan live
Hingga nama pesawatnya disebut, Erina berdiri
Reva memeluknya, dia menangis, dan berhasik membuat Erina kaget karna dia tidak pernah sekali pun melihat Reva menangis
"Aku akan merindukanmu Erina" ucap Reva
Erina menghapus air mata
"Selalu semangat ya" ucap Erina menguatkan Reva
Begitu juga dengan Rama, laki laki itu terseyum kearahnya begitu juga sebaliknya
"Tunggu aku disana ya Na? saat kamu syuting disana, kamu orang pertama yang akan aku temui" ucap Rama
"Kita akan jalan jalan bersama" ucap Erina yang langsung dingguki Rama
"Hati hati, kini wajahmu sudah diketahui semua orang, aku harap orang orang berhenti menyudutkan kamu" ucap Reva
Erina terseyum, dia melambaikan tangan kearah Rama dan Reva
Ditempat yang berbeda, Lion terlihat melempar remot telivisinya
dia marah karna hal ini tidak bisa membuatnya berhasil membuat karier Daniel hancur
"Apa yang harus aku laukan lagi hah" teriak Lion
"Bagaimana jika kita membuat bukti itu lebih nyata lagi" ucap sekretarisnya
"Maksudmu apa?" tanya Lion tidak mengerti dengan maksud yang telah diberitahu Sekretarisnya
"Jika mereka benar benar mempunyai sebuah hubungan maka mereka tidak bisa menyembunyikan dengan sangat lama, dengan satu bukti saja tidak akan cukup" ucapnya
Lion langsung tertawa, dia paham sekarang harus melakukan apa
➖➖➖➖➖
Satu bulan telah berlalu
Erina berteriak memanggil Dinda tapi gadia itu tidak juga menghiraukannya
"Dinda tunggu" ucap Erina merangkulnya
Dinda melepas tangan Erina yang berada dibahunya, wajah Erina langsung berubah
"Udah satu bulan din? kamu masih marah sama aku, udah berapa kali aku minta maaf sama kamu, apa aku perlu cium tanganmu" ucap Erina
Dinda menatap kearah Erina, dia marah karna bisa bisa nya Erina berbohong dengannya kalau dia bekerja dengan Daniel dan juga masalah foto itu dia sangat cemburu walau dia tahu itu berlebihan
Erina menggelengkan kepalanya dengan kiat, dia benar benar minta maaf dan tidak ada pura pura dibaliknya sedikitpun
"Ayolah, maafkan dia kita kan sahabat masa kamu seperti ini Din" ucap Raisya
"Baiklah aku maafkan, tapi kamu harus kasih foto Daniel konser saat kamu kerja dengannya, setelah itu kita baikan" ucap Dinda
"Foto? mana sempat Din aku ambil foto dia, semua orang sibuk kerja" ucap Erina
"Baiklah, tidak ada maaf untukmu" ucap Dinda pergi meninggalkan Raisya dan Erina
Raisya marah melihat kelakuan Dinda yang sangat kekanak kanakan, Erina memeriksa Handphonenya, kalau saja dia tanpa sengaja ada mengambil foto Daniel
"Biarkan saja dia Na? jangan dihiraukan, tampa dia juga kita bisa hidupkan, terlalu maja amg dia, anggap angin lalu aja, katanya sahabat tapi gak percaya saat ada masalah gini, mana masalahnya juga udah selesai satu bulan lalu, dasar Dinda" ucap Raisya kesal
Erina hanya bisa diam saja, dia juga tidak mengerti dengan kehidupannya ini, begitu banyak ujian baginya
Mereka bertiga sampai dikafe, untuk sekarang Erina kerja sambil menutupi jati dirinya afar tidak ada yang mengenalnya
Raisya menghampiri Dinda, dia terlihat sangat marah
"Mau apa kamu" tanya Dinda dengan nasa agak tinggi
"Bukannya aku yang harus nanya gitu, mau kamu itu apa hah? kamu itu udah dewasa, masalah kecil gitu dipersalahkan, kamu gak rugi apa apa kan, kenapa kamu terlihat orang yang paling marah sedunia" ucap Raisya
"Dia yang salah, kenapa tidak memberitahu kalau kerja disana, aku kan merasa dibohongi"ucap Dinda membela dirinya
Raisya menertawakan alasan dari Dinda
"Untungnya memberitahu kamu itu apa? orang yang bekerja dengan Artis itu memang harus tertutup dari orang banyak, apalagi Daniel itu artis terkenal, jika ada yang tahu mereka kerja dengan Daniel itu akan membuat privasi Daniel terganggu, apalagi seperti kamu ini, andai dari awal kamu tahu Erina kerja disana, kamu pastu akan minta foto dia lah, tanda tangan dia lah, sampai sini paham" ucap Raisya menjelaskan agar Dinda ini berhenti dengan sikap ini
" Harusnya kita sekarang mendukung Erina, dia sekarang harus menutupi dirinya, kasian kan dia, katanya sahabat? jika benar sahabat dia gak akan marah hanya karna hal kecil seperti ini" ucap Raisya lagi perfi meninggalakan Dinda sendirian
Dinda menatap kearah Erina, memang benar semua yang dikatakan Raisya
Handphone Erina berbunyi dan itu daru Rama, dia pun langsung mengangkat panggilan itu mumpung para pelanggan masih sibuk menikmati kopinya
Erina : Ada apa Rama?
Rama: bagaimana keadaanmu disana
Erina: Aku baik baik saja malah sangat baik
Rama : Syukurlah, aku ingin memberitahu kalau kami akan syuting dikotamu, aku sudah tidak sabar untuk bertemu denganmu
Erina terkekeh, dia ketawa mendengar ucapan Rama yang sangat bersemangat seperti itu
Erina : oke kapten?
Rama : Kamu harus persiapkan Daftar jalan jalan mulai hari ini sahabat
Erina :Baiklah aku akan menyiapkannya
Rama: Aku sangat merindukanmu, apa kamu merindukanku
Erina : Aku juga merindukanmu
Rama : sampai berjumpa dua hari lagi
panggilannya terputus, Erina bingung dia haeus senang atau takut
teringat pertemuan terkahirnya dengan Daniel itu sangat manis untuknya
➖➖➖➖➖
Maaf banget ya guys
udah lama banget gak up
See you
Stay with me