My Ex-Boyfriend

My Ex-Boyfriend
21. Konferensi pers



...selamat membaca...


Daniel dan Reza masuk kedalam ruangan yang sudah penuh dengan wartawan, dia duduk dikursi yang telah di siapkan untuknya


Semua orang menatap kearahnya dan Acara pun dibuka dengan pembukaan dari Reza


"Terima kasih kepada kalian yang telah berhadir disini untuk mendengarkan penjelasan kami tentang romor yang telah muncul dan membuat beberapa hari ini penuh guncangan, untuk selajutnya diharapakan kepada Tuan Daniel, waktu dan tempat dipersilahkan?" ucap Reza menunjuk kearah Daniel


Laki laki itu berdiri didepan penuh kemera dan para wartawan siap dengan segunung pertanyaan


Daniel bersikap ramah kearah mereka semua, dia terseyum dan menyapa para Fans yang tengah menontonnya dari rumah masing masing


"Apa benar itu foto Anda dengan pegawai dirumah Anda?" tanya salah satu Wartawan


Daniel mengangguk, dia membenarkan hal itu


semua terlihat terkejut


"Foto itu diambil saat aku tengah latihan untuk konser, saat itu yang tersisa hanya aku dan dia karna kami memang pulang terlambat hari itu, dia adalah sekretarisku dan hal itu sangat wajar jika dia akan selalu bersamaku dimana dan kapan pun, dia tengah memberikan air untukku dan aku menyuruhnya untuk duduk disampingku, karna bukan hanya aku saja yang telah bekerja dengan keras, dia pun salah satu karyawanku yang bekerja keras untuk konser itu, apa salah jika aku menyuruhnya untuk duduk bersamaku" ucap Daniel yang langsung diangguki oleh semua orang


"Berarti semua itu hanya tuduhan seseorang kepada anda" ucap wartawan lagi


Daniel mengangguk, dia menjawab satu persatu pertanyaan yang yang dilontarkan kearahnya


Dilain tempat, Reva dan Rama mengantarkan Erina menuju bandara


Mereka bertiga fokos dengan Televisi karna ada Daniel yang tengah jumpa pers dan itu diadakan live


Hingga nama pesawatnya disebut, Erina berdiri


Reva memeluknya, dia menangis, dan berhasik membuat Erina kaget karna dia tidak pernah sekali pun melihat Reva menangis


"Aku akan merindukanmu Erina" ucap Reva


Erina menghapus air mata


"Selalu semangat ya" ucap Erina menguatkan Reva


Begitu juga dengan Rama, laki laki itu terseyum kearahnya begitu juga sebaliknya


"Tunggu aku disana ya Na? saat kamu syuting disana, kamu orang pertama yang akan aku temui" ucap Rama


"Kita akan jalan jalan bersama" ucap Erina yang langsung dingguki Rama


"Hati hati, kini wajahmu sudah diketahui semua orang, aku harap orang orang berhenti menyudutkan kamu" ucap Reva


Erina terseyum, dia melambaikan tangan kearah Rama dan Reva


Ditempat yang berbeda, Lion terlihat melempar remot telivisinya


dia marah karna hal ini tidak bisa membuatnya berhasil membuat karier Daniel hancur


"Apa yang harus aku laukan lagi hah" teriak Lion


"Bagaimana jika kita membuat bukti itu lebih nyata lagi" ucap sekretarisnya


"Maksudmu apa?" tanya Lion tidak mengerti dengan maksud yang telah diberitahu Sekretarisnya


"Jika mereka benar benar mempunyai sebuah hubungan maka mereka tidak bisa menyembunyikan dengan sangat lama, dengan satu bukti saja tidak akan cukup" ucapnya


Lion langsung tertawa, dia paham sekarang harus melakukan apa


➖➖➖➖➖


Satu bulan telah berlalu


Erina berteriak memanggil Dinda tapi gadia itu tidak juga menghiraukannya


"Dinda tunggu" ucap Erina merangkulnya


Dinda melepas tangan Erina yang berada dibahunya, wajah Erina langsung berubah


"Udah satu bulan din? kamu masih marah sama aku, udah berapa kali aku minta maaf sama kamu, apa aku perlu cium tanganmu" ucap Erina


Dinda menatap kearah Erina, dia marah karna bisa bisa nya Erina berbohong dengannya kalau dia bekerja dengan Daniel dan juga masalah foto itu dia sangat cemburu walau dia tahu itu berlebihan


Erina menggelengkan kepalanya dengan kiat, dia benar benar minta maaf dan tidak ada pura pura dibaliknya sedikitpun


"Ayolah, maafkan dia kita kan sahabat masa kamu seperti ini Din" ucap Raisya


"Baiklah aku maafkan, tapi kamu harus kasih foto Daniel konser saat kamu kerja dengannya, setelah itu kita baikan" ucap Dinda


"Foto? mana sempat Din aku ambil foto dia, semua orang sibuk kerja" ucap Erina


"Baiklah, tidak ada maaf untukmu" ucap Dinda pergi meninggalkan Raisya dan Erina


Raisya marah melihat kelakuan Dinda yang sangat kekanak kanakan, Erina memeriksa Handphonenya, kalau saja dia tanpa sengaja ada mengambil foto Daniel


"Biarkan saja dia Na? jangan dihiraukan, tampa dia juga kita bisa hidupkan, terlalu maja amg dia, anggap angin lalu aja, katanya sahabat tapi gak percaya saat ada masalah gini, mana masalahnya juga udah selesai satu bulan lalu, dasar Dinda" ucap Raisya kesal


Erina hanya bisa diam saja, dia juga tidak mengerti dengan kehidupannya ini, begitu banyak ujian baginya


Mereka bertiga sampai dikafe, untuk sekarang Erina kerja sambil menutupi jati dirinya afar tidak ada yang mengenalnya


Raisya menghampiri Dinda, dia terlihat sangat marah


"Mau apa kamu" tanya Dinda dengan nasa agak tinggi


"Bukannya aku yang harus nanya gitu, mau kamu itu apa hah? kamu itu udah dewasa, masalah kecil gitu dipersalahkan, kamu gak rugi apa apa kan, kenapa kamu terlihat orang yang paling marah sedunia" ucap Raisya


"Dia yang salah, kenapa tidak memberitahu kalau kerja disana, aku kan merasa dibohongi"ucap Dinda membela dirinya


Raisya menertawakan alasan dari Dinda


"Untungnya memberitahu kamu itu apa? orang yang bekerja dengan Artis itu memang harus tertutup dari orang banyak, apalagi Daniel itu artis terkenal, jika ada yang tahu mereka kerja dengan Daniel itu akan membuat privasi Daniel terganggu, apalagi seperti kamu ini, andai dari awal kamu tahu Erina kerja disana, kamu pastu akan minta foto dia lah, tanda tangan dia lah, sampai sini paham" ucap Raisya menjelaskan agar Dinda ini berhenti dengan sikap ini


" Harusnya kita sekarang mendukung Erina, dia sekarang harus menutupi dirinya, kasian kan dia, katanya sahabat? jika benar sahabat dia gak akan marah hanya karna hal kecil seperti ini" ucap Raisya lagi perfi meninggalakan Dinda sendirian


Dinda menatap kearah Erina, memang benar semua yang dikatakan Raisya


Handphone Erina berbunyi dan itu daru Rama, dia pun langsung mengangkat panggilan itu mumpung para pelanggan masih sibuk menikmati kopinya


Erina : Ada apa Rama?


Rama: bagaimana keadaanmu disana


Erina: Aku baik baik saja malah sangat baik


Rama : Syukurlah, aku ingin memberitahu kalau kami akan syuting dikotamu, aku sudah tidak sabar untuk bertemu denganmu


Erina terkekeh, dia ketawa mendengar ucapan Rama yang sangat bersemangat seperti itu


Erina : oke kapten?


Rama : Kamu harus persiapkan Daftar jalan jalan mulai hari ini sahabat


Erina :Baiklah aku akan menyiapkannya


Rama: Aku sangat merindukanmu, apa kamu merindukanku


Erina : Aku juga merindukanmu


Rama : sampai berjumpa dua hari lagi


panggilannya terputus, Erina bingung dia haeus senang atau takut


teringat pertemuan terkahirnya dengan Daniel itu sangat manis untuknya


➖➖➖➖➖


Maaf banget ya guys


udah lama banget gak up


See you


Stay with me