My Ex-Boyfriend

My Ex-Boyfriend
03. Kerja kelompok



Semua kini telah masuk kekelas masing masing setelah istirahat. Tidak terkecuali ketiga orang yang baru berteman ini.


Gabriel masuk dengan para dayangnya. Dia terseyum kearah Aulia yang menatapnya datar.


Laki laki itu mengeluarkan roti dan susu coklat.


"Buat kamu" ucap Gabriel.


"Gak, Gue sudah makan tadi" jawab Aulia membaca buku padahal pura pura saja.


"Gak papa. Ambil aja" ucapnya.


Daripada banyak bacotan lagi. Aulia mengambilnya dan menyimpan kedalam tas. Nanti kasih saja ke kucing yang dirawat Bunda pikir Aulia.


"Kamu kok gak kekantin sih" tanya Gabriel lagi.


"Terserah Gue donk. mau kekantin atau gak" balas Aulia kelewat kesal.


Gabriel terseyum. dia sudah dapat merasakan aura tidak enak yang dikeluarkan oleh Aulia.


Ibu Guru masuk. dia menyapa anak anak sebelum memulai pelajaran.


Beberapa menit telah berlalu. Hingga Ibu Guru itu berhenti menjelaskan materi. Dia mulai menuliskan sesuatu dipapan tulis.


"Kita kerja kelompok ya. Buat puisi. masing masing kelompok dua orang"


Aulia berdoa untuk tidak sekelompok dengan makhluk yang ada disampingnya. namun pembagian kelompok malah sesuai teman sebangku.


Ingin rasanya marah namun gak berani. itulah yang dirasakan oleh seorang Aulia.


"The real jodoh" kekeh Gabriel. Dia sangat berterima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk hal ini.


Ibu Guru itu keluar. Aulia berdiri menghampiri kedua temannya Dinda dan Laura.


"Kalian ngerjainnya bareng Gue gimana?" tanya Aulia.


"Kek mana ya?" jawab Dinda.


"Dirumah Gue ngerjainnya. Sekaligus Gue mau ngenalin kalian sama keluarga Gue. Gue mohon" Aulia sangat memohon.


"Cantik. kalau kamu ajak temanmu Aku ajak temanku juga ya" tawar Gabriel.


"Nanti kami beliin cilok deh atau makanan ringan lainnya. lebih tepatnya si Lucas sih. kami berdua kan anak kost. Harus hemat dulu" Naufal ikut nyahut.


"Oke deh" balas Lucas.


Aulia mengharapkan mereka gabung. Hingga Laura mengangguk begitu juga Dinda. Senangnya walau harus bareng tiga orang gila ini pikir Aulia.


Setelah pulang sekolah. Aulia langsung membereskan ruang tamu serta kamarnya sebelum teman temannya datang.


Ada waktu satu jam lagi. Aulia memakai kaos hitam, celana merah muda dan rambut hitam terurai.


Bunda menghampiri sambil membawa cemilan agar tidak ada lapar.


"Semangat banget kamu" ucap Bunda.


Aulia terseyum malu. Bunda terkekeh pelan. dia mengelus pelan rambut putrinya dengan gemes.


Aulia berlari kedepan saat melihat teman temannya datang. Dia menarik Laura dan juga Dinda.


Naufal, Gabriel dan Lucas mengikuti dibelakang.


"Baru kali ini Gue masuk ke kompleks ini" ucap Naufal.


"Jaga image donk kawan. Biar gak kelihatan miskinnya" ucap Gabriel.


Lucas tertawa melihat wajah Naufal yang bete seketika.


"Ayo duduk" ucap Aulia menyuruh teman temannya. dia berharap mereka nyaman.


"Ini cemilannya" Lucas memberikan dua kantong cemilan.


Aulia mengambil dan menaruhnya dimeja.biar semua kebagian. Gabriel hanya memandang wajah cantik orang yang ada didepannya ini.


Dia tengah bercerita sesuatu kepada kedua temannya.


"Jadi, kalian bebas cari suasana dimana saja. biar cepet nemu ide untuk puisinya" ucap Aulia.


Naufak dan Lucas ke belakang rumah. kalau Laura dan Dinda diruang tamu.


Aulia dan Gabriel ditaman kompleks tempat mereka bertemu pertama kali beberap hari yang lalu.


"Jadi, mau bagaimana neh" tanya Aulia.


"Tema tentang pertemuan gitu aja. Gimana?" tanya Gabriel.


"Pertemuan gimana?"


Gabriel menuliskan sesuatu dikertas yang ada ditangan Aulia. dia menulis untuk bagian judulnya lalu isinya. Terlihat sangat berbakat.


Seakan puisi tentang hal romantis adalah hal yang sangat mudah baginya. Hingga puisi itu selesai dalam waktu 15 menit.


"Gimana menurut lo?" tanya Gabriel terseyum.


"Lo memang raja buaya ya. masalah beginian rajanya" jawab Aulia membaca kertas yang berisi puisi itu.


"Aku begini hanya sama orang spesial saja. Dan kamu salah satu orang spesial bagiku"


Aulia hanya memutar matanya malas.


"Gak papa neh. Soalnya Gue gak ikut loh buatnya. ini murni karya lo" tanya Aulia.


"Gak papa santai aja kali cantik" balas Gabriel.


Gadis berambut panjang ini mengeluarkan cemilan yang dia bawa tadi dari rumah. Dan membaginya kepada Gabriel. laki laki itu langsung menerimanya.


"Mau tahu gak. Kenapa gue bisa dikejar sama para preman itu" Gabriel memulai pembicaraan setelah beberapa saat hening dan sunyi.


"Karna lo buat olah sama mereka" jawab Aulia cuek.


"Salah Au. Gue gak ngapain kok sama mereka. memang aneh deh. sebenarnya gue mau lawan tapi mereka lebih banyak daripada gue yang cuma sendirian"


"Pasti mereka ada alasannya atau mereka disuruh" jawab Aulia.


"Benar. mereka memang disuruh buat habisin gue. tapi lo tenang saja mereka gak ngapain gue kok. Jadi, gak perlu cemas" ucap Gabriel terkekeh.


Aulia memukul lengan laki laki yang ada disampingnya ini.


"Geer lo" Gabriel tertawa kecil. Dia benar benar bahagia dekat dengan Aulia. Gadis ini seakan memiliki ikatan khusus dengannya.


"Au. Mau gak gue fotoin hari ini lo cantik banget tahu"


"Gak" balas Aulia cuek.


"Kalo gitu foto berdua aja."


"Gak. Gue sangat tidak mau"


Gabriel memutar otaknya agar Aulia tetap ingin foto bersama dengannya. gadis ini benar benar sangat cuek dan sulit didekati. memang sangat berbeda. Hingga dia menemukan sebuah ide.


"Kita harus foto bersama Au. karna kata Ibu Guru tadi harus foto biar sebagai bukti kita kerja kelompok" Gabriel bohong. Semoga Aulia percaya itulah doanya sekarang.


"Memang ada ya. Gue gak dengar tadi"


"Ada. Lo tadi ngelamun makanya gak dengar"


"Owh gitu. Ya udah. Tapi jan terlalu dekat"


Betapa bahagianya Gabriel bisa memiliki foto bersama dengan seorang Aulia.


Gabriel terseyum lebar berbeda dengan Aulia yang hanya memasang wajah datarnya. Gabriel tidak masalah yang penting dia sekarang punya momen bersama dengan Aulia.


"Sudah" pekik Gabriel.


Aulia berdiri.


"Ayo kembali kerumah Gue" ucap Aulia jalan duluan.


Gabriel diam diam memotret Aulia dari belakang.



Anggap saja kek gini fotonya


Gabriel diam diam menjadikannya walpaper handphonenya. Aulia berbalik menatap laki laki itu yang sibuk sendiri.


"WOY AYO" Teriak Aulia.


Gabriel tersadar. Dia langsung bergegas mengikuti sambil menyimpan handphonenya.


Mereka berdua sampai. Teman teman sekarang berkumpul dibelakang rumah. Dinda dan Laura duduk diayunan.


"Sudah selesai" tanya Aulia ikut duduk diayunan yang muat untuk tiga orang.


"Sedikit lagi. Mager tahu" jawab Laura.


Gabriel duduk disamping Naufal dan Lucas.


"Gimana jalan jalannya" tanya Lucas.


"Kami cuma ketaman depan kok"


"Itu sama saja. Anggap langkah awal" balas Naufal.


Gabriel menaikkan kedua alisnya. Ditemani wajah songongnya. Dan kedua temannnya ini sudah paham maksudnya.