My Ex-Boyfriend

My Ex-Boyfriend
06. Acara tahunan tiba



Hari yang telah ditunggu tiba.


Semua orang akan segera berdatangan dan memenuhi kursi para tamu. anak anak masing masing kelas tengah mempersiapkan diri.


Audy tengah didandani. untuk yang pertama dia tampil sederahana hingga bagian akhir dia akan menunjukkan sosok yang akan membuat semua orang tergum kagum padanya.


Mc maju kedepan dan memberikan beberapa patah kata hingga acara itu dimulai.


Erina memeluk lengan Daniel. dia gugup sekali dan tidak sabar menatap putranya.


Kini pandangan semua orang kearah panggung. Audy sangat gugup tangannya gemetaran.


Aziel datang dan menggenggam tangan gadis itu. dan itu membuat Audy kaget.


"Ini memang hal yang biasa terjadi. beraktinglah seperti yang kita lakukan saat latihan" Aziel memberikan semangat.


"Apa aku mampu?" tanya Audy.


Aziel mengangguk "Tentu saja. sejauh ini lawan main yang benar benar membuatku gugup saat beradu akting dengannya hanya kamu. paling tidak lakukan untuk dirimu sendiri"


Audy mengangguk dia terseyum manis. sudah lama Aziel tidak melihatnya. perlahan tangannya mengelus pucak kepala Audy.


"Semangat"


➖➖➖➖➖


Suatu hari dimalam pesta.


Pangeran tengah duduk disinggasananya yang berada disamping Raja.


Dia terlihat jenuh dengan pemandangan yang ada didepannya ini.


"Apa kamu tidak ingin menari" tanya yang mulia Raja.


"Tidak yang mulia. tidak ada yang menarik dimata saya. izin permisi sebentar saya ingin minum" pangeran pergi


Seorang gadis menatap sekelilingnya. benar benar ini adalah istana yang megah. tanpa sengaja dia menabrak seseorang.


Cangkir itu pecah. gadis itu cepat memungutnya.


"Maafkan aku" dia mendongak.


Pangeran terdiam melihatnya.


"Apa kan anda mau menari dengan saya" tanya pangeran.


Gadis itu kaget. pangeran menariknya dan mereka berdansa bersama.


Semua bangsawan melihat kearah mereka. Hingga gadis itu menghentikan tariannya.


"Saya minta maaf. tarian ini tidak pantas untuk gadis miskin seperti saya"


"Tapi.. saya menyukaimu dalam pandangan pertama"


"Saya harus pergi pangeran"


"Berjanjilah kita akan bertemu"


Bulan telah berlalu. Pangeran sangat merindukan sosok gadis itu hingga dia akhirnya memutuskan untuk mencarinya dimana pun berada?


Bahkan jika mereka bertemu. pangeran akan segera menikahinya.


Tahun kembali berganti. gadis itu tidak pernah ditemukan. Pangeran mendadak jatuh sakit.


Hingga sebuah kabar datang. ada orang yang ternyata mengenali fisik gadis yang tengah dicari pangeran.


Pedagang itu menghadap yang mulia dan pangeran.


"Gadis yang anda cari itu adalah putri saya" ucap pedagang itu.


Pangeran merasa penantiannya akan segera berakhir.


"Bawalah putrimu kesini. putraku berniat untuk menikahinya" ucap Yang Mulia.


Pedagang itu kaget dah sekaligus sedih.


"Ada apa?" tanya Yang Mulia.


Dia menangis.


"Putri saya itu telah meninggal dunia karena penyakitnya"


Pangeran merasa dunianya hancur dalam seketika. gadis yang membuatnya jatuh cinta dalam pandangan pertama itu pergi.


Beberapa hari telah berlalu.


Pengeran kembali sakit bahkan sekarang lebih parah. dia mengurung dirinya didalam kamarnya.


Hingga tiba tiba pandangannya kabur. Dia pingsan.


Dibawah alam sadarnya. Pangeran tengah duduk didepan danau.


Pandanganya teralihkan kepada sosok gadis yang mendekatinya.


"Pangeran" ucapnya.


Gadis itu adalah orang yang selalu dia tunggu. pangeran memegang tangannya.


"Aku menunggumu" ucap pangeran.


"Hamba juga menunggu anda. tapi hamba merasa diri ini tidak pantas menjadi sosok yag ditunggu oleh pangeran"


"Tidak. kamu adalah cinta pertama saya"


"Sebuah kehormatan bagi saya tapi anda tahu kan saya sudah tiada"


"Aku tidak peduli. aku akan tetap menyukaimu sampai aku mati"


"Pangeran terima kasih"


"Aku yang harusnya berterima kasih kepadamu. maukah kamu menjadi pendampingku. aku sangat mencintaimu"


Gadis itu mengangguk. seketika pakaian gadis itu berubah dari warna hitam menjadi gaun pengantin begitu juga dengan Pangeran.


"Mari pangeran" gadis itu mengulurkan tangannya.


Pangeran menggenggam erat dan mereka berdua masuk kedalam sebuah cahaya.


Semua orang sangat berduka. namun saat Pangeran meninggal dia sudah menggunakan jas pengantin.


"Berbahagialah anakku, aku tahu kamu telah bertemu dengan gadis itu. cinta kalian memang sangat sejati" ucap Yang mulia.


Tamat.....


➖➖➖➖


Tepuk tangan riuh terdengar. Audy meneteskan air matanya. dia tidak menyangka bisa melakukan drama ini dengan sangat baik.


Banyak yang ikut menangis termasuk Bianka dan Erina. pandangan Jovan terus saja tertuju kepada Audy yang sangat anggun.


Aziel terseyum.


"Apa aku bilang. kamu yang terbaik"


"Aku tidak bisa lagi mengatakan apapun. terima kasih" ucap Audy.


"Baiklah." Ucap Aziel.


Bu guru dan Rika datang. Audy dipeluk oleh Rika. terasa sangat nyaman bagi Audy seolah dia merindukan pelukan seperti ini.


"Kamu terlihat luar biasa" puji Rika.


"Ini berkat gaun ibu. membuat saya jadi bersemangat" Audy lagi lagi terseyum.


"Gaun ini menyesuaikan pemiliknya dan dia ternyata berada dengan orang yang tepat"


Erina, Daniel, Jovan, Bianka, Reza dan Rama menghampiri.


Erina terseyum kearah Audy.


"Kamu cantik sekali" puji Erina.


Audy merasa malu.


"Ibu Erina lebih cantik lagi"


Erina tertawa kecil. Bianka dan Jovan sama sama memberikan bunga.


"Kamu tidak bilang ke mama kasih bunga" tanya Bianka ke Jovan.


Anak itu memberika bunganya. Audy mengambil kedua bunganya.


"Kamu tampil dengan luar biasa. aku sudah tahu jika Audy pasti bisa melakukan ini semua dengan sempurna. aku memberika coklat didalam bunga itu" Ucap Jovan.


Bianka dan Reza tidak menyangka melihat anaknya tidak terlihat dingin kearah cewek tidak sepertinya biasanya


"Terima kasih" ucap Audy.


Rama juga memberikan bunga kepada kedua tokoh utama mereka ini.


Dia dan Audy saling menatap. lagi dan lagi matanya terkuci dengan manik mata indah milik Audy.


Terasa tidak asing baginya.


"Anakku kamu sangat hebat" ucap Rama tiba tiba meneteskan air mata.


Rika menggenggam tangan Rama.


"Om tidak papa" tanya Audy.


"Tidak papa nak. lensa matamu mengingatkan om kepada seseorang" sahut Rama.


"Saya tidak menggunakan lensa om" Audy bingung.


Rama melirik kearah istrinya.


"Iya nak. manik matamu sangat indah membuat siapapun hanyut kedalamnya" Rama mengelus tangan istrinya.


"Audy ibumu mencari" ucap guru.


Audy izin pamit. Dia keluar dari ruangan itu.


Erina mendekati Rama dan Rika.


"Ada apa?" tanya Daniel.


"Aku hanya merasa tidak asing saja dengan manik mata gadis itu. sama persis dengan putri kami" ucap Rama.


Rika menggeleng kuat, dia memegang kedua tangan suaminya itu.


"Aku juga merasakan itu tapi dia memiliki keluarga" Ucap Rika.


Rama mengangguk. dia memeluk istrinya.


"Maaf ya!"


"Ma. jovan keluar dulu" Jovan keluar untuk mencari Audy.


Gadis itu berlari kearah ibunya yang tengah berdiri membelakanginya.


"Ibu" peluk Audy.


Ibu panti itu mencium keningnya begitu lama.


"Kamu sangat hebat. sangat hebat"


"Iya donk. siapa dulu ibunya."


Jovan menghampiri mereka berdua.


"Maaf menganggu. saya hanya ingin berkenalan dengan ibu saja"


Audy memperkenalkan Jovan kepada ibu.


"Dia yang memberikan cemilan ke adek adek kemarin. namanya Jovan"


"Terima kasih nak. Anak anak sangat suka sekali"


"Iya bu. Terima kasih kembali"


Audy terseyum menatap Jovan. tanpa dia sadari seseorang dari balik dinding tengah menahan cemburu.