My Ex-Boyfriend

My Ex-Boyfriend
01. Murid baru



Anak anak menatap kearah orang yang berdiri disamping wali kelas itu. dia terlihat sangat tampan, tinggi, dan sangat sempurna.


Dia menatap kearah seisi kelas dengan wajah yang dingin dia memperkenalkan diri.


"Saya Reka jovan purnama, salam kenal semoga kalian bisa menerima saya" ucapnya dengan wajah tanpa ekspresi.


"Kamu duduk disamping Audy ketua kelas disini. jadi kamu bisa tanya tanya sama dia" ucap wali kelas.


Laki laki itu duduk disamping Audy.


pelajaran berakhir dan ada beberapa menit tersisa sebelum bel istirahat berbunyi.


"Aku harus apa ya? sebagai ketua kelas aku harus bisa buat dia nyaman dikelas ini" batin Audy.


Audy memberikan buku rangkuman yang dia sudah catat dibuku khusus.


Orang itu menatap Audy.


"Ini buku yang sudah aku rangkum. kamu bisa catat atau foto juga terserah. biar kamu gak ketinggalan jauh pelajaran" ucap Audy.


Dia mengangguk dan mengambil buku itu.


"Hmm.. sebelumnya aku Audy ketua kelas disini. jika ada kesulitan bilang saja padaku dan aku pasti akan membantu" ucap Audy mengulurkan tangan.


"Aku Jovan panggil saja Van jangan Reka. aku agak tidak suka" ucapnya main game diHandphonenya.


"Kenapa itu kan nama kamu?" tanya Audy bingung.


"Nama depan itu gabungan dari dua orang yang sangat bucin yaitu Mam dan Dad ku. aku tidak suka itu tapi nama itu sudah melekat padaku" ucapnya cuek.


Audy terseyum kecil "Aku malah iri jika seperti itu" jawabnya.


Rangga membangunkan Aziel yang tidur dengan sangat nyeyak sedari tadi.


"Hey harus lihat pemadangan ini" bisik Rangga.


"BERISIK" ucap Aziel bangun.


Pandangannya melihat kearah Audy dan Orang asing yang ada disamping gadis itu.


"Siapa dia?" tanya Aziel dengan pandangan kearah Audy.


"Murid baru namanya siapa sih?" jawab Rangga.


"Reka jovan... siapa tadi lupa?" jawab Samudra.


Bel istirahat berbunyi. anak anak keluar kelas menuju kantin.


Audy melirik kearah Jovan yang hanya main Game saja. dia menepuk pundaknya.


"Kamu gak mau kekantin. kamu gak perlu malu dengan lingkungan baru ini" ucap Audy.


"Kamu melakukan ini kenapa?" tanya Jovan.


"Aku teman sebangkumu dan juga ketua kelas. bukannya kenyamanan anak anak yang utama" jawab Audy terseyum sangat manis.


Jovan berdiri dan memasukkan Handponenya disaku celananya.


"Aku lumayan haus. Ayo pimpin jalannya" ucapnya.


Jovan mengikuti Audy.


Kantin terlihat sangat banyak orang. Audy dan Jovan duduk bersama .


"Ini air nya dan apa kamu mau mie ini. biar aku beli lagi" tawari Audy.


"Gak" jawabnya lanjut main Game.


Aziel dan kedua temannya itu datang kekantin. Mereka duduk dibangku yang sama dengan Audy dan Jovan.


"Wah makan apa neh Mantan?" tanya Aziel merangkul Audy.


Seketika suasana Audy berubah. dia berhenti makan.


"Bisa ketempat lain. kamu kan terkenal pasti anak anak berebut mau kamu duduk bersama dengan mereka. kenapa harus disini? aku tidak bisa makan jika kamu disini" ucap Audy.


"Aku hanya ingin lebih dekat dengan murid baru ini saja" ucap Aziel.


Jovan mendongak. dia berdiri dan menarik tangan Audy.


"Dia risih apa gak dengar" jawab Jovan membawa Audy keluar dari kantin.


Samudra dan Rangga menenangkan Aziel yang kesal setengah mati.


"Hari ini ulang tahunmu jadi wajarkan saja dia" Samudra berusaha menetralkan suasana.


"Menarik sekali anak itu?" ucap Aziel.


Audy dan Jovan duduk ditaman. Audy masih setia dengan mie nya yang ada ditangannya. dia lanjut makan.


"Makasih banyak ya Van. saat ada dia aku benar benar kesal sekali"


"Aku paling tidak suka melihat orang yang mengganggu cewek seperti itu padahal sudah dibilang pergi tapi gak mau. apa itu sopan?" ucap Jovan.


"Aziel memang seperti itu. dia seenak hati melakukan apapun karena dia aktor terkenal pantas saja kan jika sombong" ucap Audy dengan mulut yang masih penuh dengan Mie.


Jovan minum dan memejamkan matanya sebentar.


"Iya. semua orang menjauhi ku setelah sebuah hubungan terkutuk itu terjadi padaku" jawab Audy.


Karena dia dulu menerima pernyataan cinta Aziel. semua orang iri dan perlahan lahan semua orang tidak ingin berteman dengannya.


Dia suka dimarahi kakak kelas bahkan dijahili dengan keterlalaun tapi masa itu tidak berarti apa apa? karena Aziel berada disisinya.


"Apa kamu ingin berteman denganku sementara jika kamu sudah memiliki teman kamu bisa pergi kok" ucap Audy.


"Apa itu defisini teman? bukan seperti itu arti teman? apa benar benar tidak ada yang mau berteman denganmu" Jovan merasa heran bagaimana bisa ketua kelas dijauhi.


"Aku tidak pernah punya teman yang tulus. mereka akan datang jika perlu saja lalu menghilang jika urusannya berakhir" jawab Audy santai saja.


"Dasar" ucap Jovan merasa aneh.


Bel pulang terdengar.


Semua berhamburan untuk pulang. Audy mengambil sepeda yang dia titip kepada Satpam.


Saat didepan pagar. Aziel datang dengan motor barunya dia menyapa Audy.


"Mantan? mau nebeng gak tinggal aja sepeda itu disini. kesempatan langka loh soalnya ini baru dan gak ada cewek yang nebeng disini dan aku mau kamu jadi yang pertama" Ucap Aziel.


Audy sinis "Apa kamu bicara denganku? maaf kukira monyet tadi tengan lapar" jawab Audy lalu hendak pergi.


"Wah parah. kamu sama kan aku dengan monyet. tapi diingat ingat wajah sama dengan monyet ini mantan pacar kamu tahu. dulu kan bucin banget" Aziel mengedipkan matanya.


Audy mengayuh sepedanya dan tiba tiba dja hampir saja tetabrak kakak kelas yang ingin menyebaran karna gagal fokos.


"Hei bisa sepeda dengan benar hah?" ucap kakak kelas itu marah.


"Maaf kak. saya minta maaf" jawab Audy menunduk.


"Maaf! gak lihat tadi gara gara kamu aku jatuh dan ini karena sepedamu ini" ucapnya mendorong.


Audy dan sepedanya tehempas ketanah. kakak kelas itu tertawa dengan senang.


"WOY" Teriak Aziel melepas helmnya.


Dia membantu Audy bangun.


"Kamu gak papa?" tanya Aziel.


Audy hanya diam dia menunduk saja.


"KAMU GAK LIHAT DIA TERLUKA KARENA OLAHMU" Bantak Aziel.


"Aziel! Dia yang duluan." balas kakak kelas itu.


"Tapi dia sudah minta maaf kan! Apa susahnya memaafkan sih" jawab Aziel.


Kakak kelas itu pergi dengan sangat marah dan juga dengan perasaan malu.


Audy mengakat sepedanya. dia ingin pergi namun ditahan oleh Aziel yang tidak membiarkan Audy pergi


"Kamu gak papa kan?" tanya Aziel khawatir.


Audy mendongak dengan mata yang telah menangis.


"Aku gak akan berterima kasih atas yang telah kamu lakukan. karena semua orang pasti akan melakukan hal yang sama. aku gak akan baper lagi sama kamu kok" ucap Audy pergi.


Aziel terdiam.


"Niat baikku kamu anggap itu hal perbuatan jahat Audy. benar benar sebenci itu kah kamu" lirik Aziel.


➖➖➖➖➖


...Spill Para cast....


Aziel.



Mau difotoin abang kah neng.



Audy.




foto sama bunga neh.



Jovan.




Definisi menatap masa depan.