My Ex-Boyfriend

My Ex-Boyfriend
13. Keluarga



Audy duduk diantara tiga orang dewasa. tatapan mata mereka menatapnya dengan pandangannya yang berbeda beda namun terlihat jelas kebahagian.


Audy melihat ibu panti yang terlihat khawatir, bahagia dan juga sedih. sedangkan Rama menatapnya sambil terseyum hangat dan untuk Rika. dari tadi dia terus saja mengelus rambutnya dengan air mata yang terus saja keluar.


Ya! tadi saat dia sudah sampai dirumahnya. ibu panti menyuruh datang kesini karna ada hal penting.


"Ada apa ya bu" tanya Audy ke ibu panti.


Sebelum itu sang ibu menatap sepasang suami istri ini dulu dan akhirnya dia menghembuskan napasnya.


Ada rasa sedih mengetahui sebuah fakta ini. ibu mana yang tidak akan merasakan hal seperti itu. akan berpisah dengan anak yang sudah dia jaga dan hari ini dia akan pergi. mungkin saja anak ini tidak akan kesini.


Walau bukan anak kandung. dirinya sudah menganggap Audy anaknya yang sangat baik. ada rasa tak rela namun kebahagian Audy adalah tujuannya dalam hidup ini.


"Mereka adalah orangtua kandungmu nak" jawab Ibu panti dengan lembut.


Deg.


Audy membeku ditempat. dia tidak pernah menyangka akan hal itu. dadanya terasa sesak dia juga bingung ada apa dengannya.


Rasa kecawa dan senang menyatu. kecewa karna telah ditinggal dan senang karna akhirnya dia bertemu orang yang selalu dia harapkan dalam kehidupan ini.


"Sayang. kalung ini adalah milikmu kan" tanya Rama menunjukkan kalung berbentuk huruf "R"


Audy mengangguk. dia memberikan kalung itu kepada ibu panti untuk disimpan. takutnya ada kebutuhan mendesak kalung itu bisa dijual.


Rika memeluk erat Audy.


"Sayang. ini mommy. kamu ingat waktu kamu kecil. kamu selalu ingin diajak jalan jalan kesana kesini." sahut Rika dengan terisak.


"Kamu selalu mau digendong sama deddy. menangis saat deddy kerja" tambahi Rama.


Audy hanya diam tidak bersuara. dia tidak mengingatnya karna dia masih dulu kecil.


Dia menggelengkan kepalanya. dia masih tidak percaya.


"Jika kalian melakukan ini karna kasihan dengan cerita Audy kemarin. Audy berterima kasih namun Audy tidak ingin dikasihani. Audy adalah gadis yang kuat. benarkan bu? Audy kuat" tanya Audy ke ibu panti.


"Tentu saja Audy nya ibu anak kuat." jawab Ibu panti.


"Benarkan? jadi, ibu sama bapak tidak perlu melakukan ini" jawab Audy dengan sopan.


"Kamu memang anak kami yang hilang sayang. mungkin kamu masih kaget tapi itulah kenyataannya sayang. Mommy mohon percayalah" Rika melihat mata Audy.


Putrinya ini adalah kehidupannya. bagaimana bisa dia tidak merasakan ikatan batin saat bertemu dengan anaknya ini pertama kali.


Rama mengangguk. dia menggenggam tangan Audy lalu mengelusnya pelan.


"Mungkin kamu masih kaget. benar kata mommy kamu sayang. kamu ingin tes DNA"


Audy mengangguk. Rama terseyum.


"Kita tunggu hasilnya nanti keluar ya!. kamu harus pulang bersama kami"


"Tida-


"Sayang Mommy tidak ingin kamu menolak. sudah lelah kehilangan kamu bertahun tahun. jadi, Mommy mohon sayang" bahkan Rika kini berlutut.


Audy langsung menarik Rika untuk kembali duduk. dia menatap ibu panti. wanita paruh baya itu menganggguk itu pertanda bahwa dia setuju.


Dengan menatap Rama dan Rika berulang kali. Audy menganggukkan pelan kepalanya.


Rika dan Rama memeluknya.


Hangat


Itulah yang dirasakan Audy. dia tidak pernah merasakan pelukan sehangat ini. Apa benar mereka keluarganya batin Audy.


"Sayang. Mommy janji akan selalu ada untukmu. Mommy dan Deddy akan menjagamu tidak akan membiarkan putri kami ini luka walau hanya tergores".


Selama ini Audy hanya berusaha untuk membuat ibu nya bahagia. karna itulah tujuan hidupnya. menjaga wanita itu tapi sekarang dia memiliki dua pelindung. dua perisai kuat.


"Gak Audy jangan senang dulu. bisa jadi, kamu bukan putri mereka" batin Audy.


"Sayang Deddy gendong ya" kekeh Rama.


Pria itu mengangkat putrinya ala koala. Audy tentu saja kaget dia melingkarkan tangannya di leher Rama.


Rika membawa tas yang berisi semua barang barang putrinya. awalnya dia meminta Audy untuk meninggalnya saja tapi kata putrinya itu dia membeli semua ini dengan uangnya sendiri. tentu saja Audy tidak ingin melakukan itu.


Rika terkekeh pelan melihat raut wajah Audy yang kaget. Mereka sampai dirumah bak istana ini.


Audy pernah kesini namun waktu itu statusnya beda dengan sekarang. lagi dan lagi Rama tidak membiarkan putrinya ini berjalan. dia menggendongnya masuk kedalam.


"Pak. saya malu" ucap Audy.


"Siapa bapak? disini tidak ada bapak gurumu atau bosmu. hanya ada Deddy dan Mommy" jawab Rama dengan alis terangkat sebelah.


"Itu..maksud Audy bapak"


"Saya adalah Deddy kamu bukan bapak. Deddy gak mau tahu Audy harus memanggil Deddy bukan bapak lagi. kalau gak Deddy akan ngambek" Jawab Rama dengan wajah sedih.


"Iya Mommy juga akan melakukan hal yang sama. Audy kan putri kesayangan kami. masa manggil ibu dan bapak. kami bukan majikan kamu ya" Rika memonyongkan bibirnya cemberut.


Astaga dua orangtua ini.


Audy turun dari gendongan Rama. dia mendekati Rika sambil menunduk. dia senang namun masih tampak ragu saja. takut dia bukan anak mereka yang hilang itu.


Audy mencium pipi kanan Rika. seketika senyuman indah terpampang jelas diwajah wanita itu.


Air matanya keluar.


"Astaga apa Audy salah" Audy panik


Rika menggeleng dengan kuat. sejak kapan seorang anak melakukan kesalahan dengan mencium orangtuanya sendiri.


"Tentu saja tidak sayang"


"Ishh Deddy juga mau" rengek rama.


Dia kira pembagian permen apa?


Audy kembali mendekat dan mencium pipi kiri Rama.


"Deddy dan Mommy" panggil Audy sambil menunduk.


Mereka berdua terseyum. masih sama terdengar jelas ditelinga mereka saat putri kecil mereka memanggil mereka.


Dan sekarang mereka mendengar hal itu. bahkan tanpa tes DNA. Audy sudah pasti anak mereka. namun untuk menghargai Audy mereka harus melakukan hal itu.


"Sayang Deddy sangat menyanyangimu. seluruh jiwa akan Deddy berikan untukmu. kebahagianmu adalah tujuan Deddy"


"Iya sayang. Mommy akan rela melakukan apapun untukmu"


"Terima kasih Deddy dan Mommy"


Audy masuk kekamarnya. disana ada fotonya masih kecil. dia kaget foto itu sangat mirip dengannya saat kecil.


Dia kembali menatap foto dirinya masih kecil dengan Rama dan Rika tertawa bersama. foto itu nampak sangat besar.


"Tuhan kenapa ini sangat membahagiakan bagi Audy. jika meraka memang orangtua Audy maka Audy sangat berterima kasih karna telah mempertemukan kami lagi" ucap Audy menghapus air matanya yang sudah ingin keluar dari mata indahnya ini.


Dia masih tidak menyangka dengan semua ini. bahagia satu kata itu yang kini dirasakan Audy.