
Aulia telah siap dengan seragam sekolah barunya. Dia terseyum melihat penampilannya yang terlihat lucu sekali.
Setelah dirasa selesai. dengan cepat gadis ini keluar dari kamarnya dan turun menuju kedua orangtuanya yang tengah sarapan.
"Aulia sarapan disekolah aja Bun. Aulia berangkat dulu Ayah dan juga Bunda"
Aulia bersalaman lalu mencium pipi kedua orangtuanya. Dia diantar oleh sopir yang telah lama bekerja disini.
Setelah beberapa menit. Kini mobil mereka memasuki sekolah itu. Sangat besar dan banyak sekali murid murid cantik dan tampan.
Aulia turun diikuti sopirnya yang membantunya membuka pintu.
"Bapak jemput Au lagi ya"
"Siap Nona" jawab sopir.
Aulia masuk kedalam sekolah itu. Dia tidak menghiraukan banyak mata yang menatap kearahnya. biasalah murid baru.
Dia mengetuk pintu kantor kepala sekolah.
"Permisi Pak. Saya Aulia murid baru"
"Pak Agus yang akan mengantar kamu dan juga sekaligus wali kelasmu" Bapak sekolah memperkenalkan guru laki laki yang terlihat berumur 30 tahunan.
Pak Agus menyuruhku untuk mengikutinya.
Dikelas IPS 1 telah terjadi sebuah konser dadakan. dengan penyanyi yang terdiri dari Gabriel sebagai penyanyi utama. Lucas siap dengan sapu sebagai gitar dan Naufal sebagai tukang gendang.
Ada dua murid yang berperan seolah pengantin baru. mereka duduk dibangku yang telah disusun.
"Selamat menempuh hidup baru. semoga amal kalian diterima.." Ucap Gabriel belum selesai karna kepalanya duluan djitak oleh Naufal.
"Lo kira mereka mau mati. mereka pengantin baru" jawab Naufal.
"Gini neh orang yang sampai sekolah langsung tidur" lanjut Lucas.
"Iri bilang bos" balas Gabriel.
Semua anak anak tertawa melihat trio GNL ini. Lucas melanjutkan pesan Gabriel tadi.
"Maka dari itu kami sebagai biduan akan memulai konser ini. AYO MULAI" Teriaknya.
Gabriel mulai menyanyi dengan diringi gendang alami dari Naufal juga gitar gaib Lucas.
Para anak anak salaman dengan pengantin seolah olah memang acara nikahan.
"AKU TITIPKAN DIA.
LANJUTKAN PERJUANGANKU TUKNYA.
BAHAGIAKAN DIA.
KAU SAYANGI DIA.
SEPERTIKU MENYAYANGINYA.
KAN KU IKHLASKAN DIA.
TAK PANTASKU BERSANDING DENGANNYA.
KAN KU TERIMA DENGAN LAPANG DADA.
"SEMUANYA" Teriak Naufal.
"AKU BUKAN JODOHNYA" Sahut sekelasan.
Gabriel seolah mantan yang ditinggal nikah oleh mempelai wanita.
Ketua kelas berlari menuju kelas dengan tergesa gesa.
"WOY PAK AGUS DATANG BAWA MURID BARU"
Semua langsung duduk seolah tidak terjadi apa apa tadi. Pak Agus tiba dengan Aulia dibelakangnya.
Semua menatap tidak percaya seperti baru melihat bidadari turun dari kayangan.
Aulia terseyum tipis kearah mereka.
"Hari ini kita kedatangan murid baru. ayo nak kenalkan dirimu" perintah pak Agus.
Aulia mengangguk. " Saya Aulia putria Bagastara. biasa dipanggil Aulia. salam kenal semua"
Semua terpesona. tidak terkecuali Gabriel yang sedari tadi mulutnya terbuka. dia mengenal gadis yang ada didepan ini.
Senyumannya mengambang. Firasatnya tidak pernah salah. benarkan sekarang dia bertemu kembali dengan gadis yang ada ditaman kompleks itu.
"Aulia cuma ada bangku kosong dibelakang disamping Gabriel. kamu gak papa" tanya pak Agus.
"Gak papa Pak" jawab Aulia singkat.
"Baiklah Gabriel angkat tangan" perintah pak Agus.
Gabriel mengangkat tangan. sangat jelas dia bahagia sekarang tidak untuk Aulia yang kaget. dia ingin rasanya protes minta pindah tapi mengingat ini hari pertama maka harus jaga sikap pikirnya.
Aulia duduk dengan males. Gabriel terseyum kearahnya.
"Gue bilang juga apa Cantik. kita pasti bertemu lagi. Apa ini yang dinamakan jodoh"
"Jadi, nama kamu Aulia. Nama yang cantik sama seperti orangnya"
Lagi lagi Aulia hanya diam.
"Kamu kok gak ngomong sih kek kemarin. aku ingin dengar suara lembut kamu"
"Bisa diam gak." Ucap Aulia dingin.
"Kalau gak diam gimana" tanya Gabriel dengan tatapan polos.
Gadis itu menatap tajam "Gue cari kursi lain deh"
Baru saja Aulia mau berdiri. Gabriel menahan tangannya. dia menggelengkan kepala.
"Jangan donk. Ayo duduk Cantik, aku janji gak lagi ganggu kamu kok" ucapnya dengan senyuman hangat.
Aulia kembali duduk. mendengarkan penjelasan dari guru. Gadis itu fokos mencatat semua yang diajarkan.
Gabriel tak henti melihat kearahnya. Dia merasa sangat bahagia saat melihat wajah gadis ini. seperti ada kupu kupu yang terbang.
Bel istirahat berbunyi.
"Mau kekantin bareng" tanya Gabriel.
"Gak. Gue sama yang lain aja"
"Kenapa sih kamu malu jalan sama aku"
"Kalau sudah tahu gak perlu nanya lagi" jawab Aulia ketus.
"Ya sudah. aku duluan ya"
Gabriel keluar bersama Naufal dan Lucas. Aulia menghampiri dua orang gadis yang memakai kacamata bulat dan yang satunya nampak tomboy.
"Hai" sapa Aulia.
Mereka terseyum kearahnya.
"Boleh kenalan? " tanya Aulia sambil mengulurkan tangannya.
Gadis tomboy itu menerima uluran tangannya.
"Gue Laura"
Aulia mengangguk lalu beralih ke gadis berkacamata itu.
"Aku Dinda" jawabnya.
"Salam kenal. Boleh gak bareng kekantin" Aulia benar benar nyaman dengan mereka berdua.
"Sorry kami bawa bekal." jawab Laura.
Aulia memasang wajah kecewa.
"Tapi, kalau Aulia mau gabung juga boleh. bekalnya lumayan cukup kok untuk bertiga" tawari Dinda.
"Seriusan boleh" Aulia memastikan.
Laura mengangguk. Tentu saja Aulia langsung setuju. Mereka makan bersama disebuah ruangan bekas kantor kepala dulu yang sekarang tidak terpakai.
Aulia menatap takjub. Ruangan ini terlihat sangat nyaman. Apalagi ada tikar dan beberapa boneka juga bantal.
"Wah hebat banget" puji Aulia.
"Ruangan ini gak terpakai lagi. Awalnya berantakan banget tapi saat Gue minta izin sama Pak Agus juga Bapak kepala. mereka setuju saja dan hasilnya ruangan ini jadi tempat perkumpulan kami berdua" jelaskan Laura.
"Hanya kami berdua yang boleh masuk" jawab Dinda.
"Kok bisa. pasti murid murid tahu tentang ruangan ini kan" Aulia kepo.
"Ruangan ini banyak yang bilang angker. makanya Pak sekolah pindah ruangan. jadi, mana ada anak anak yang mau kesini" jawab Laura sambil membuka bekalnya dan menaruhnya dipiring yang ada disana.
"Seriusan. kalian gak takut" Tanya Aulia lagi. mendadak dia meriding.
"Itu gak benar. kami hampir dua minggu disini. gak ada apa apa kok" Jawab Dinda.
Laura membenarkan yang dikatakan Dinda.
"Syukur deh kalau gitu. jadi, sekarang Gue bagian kalian kan. karna ruangan ini tempat rahasia dan kalian ajak Gue kesini. otomatis kita..
"Teman" sahut Laura dan juga Dinda.
Aulia terseyum sambil bertepuk tangan.
"Makasih banyak ya" Aulia benar benar bahagia.
Dinda dan Laura mengangguk.
"Ayo kita makan bersama" tawari Laura.
Hari ini sangat menyenangkan walau bertemu kembali dengan laki laki itu. tapi ada juga untungnya. dia mendapatkan teman yang baik seperti mereka berdua.
Tidak seperti dulu. Dia tidak punya teman karna tidak bisa mengajak bicara teman teman. Aulia selalu menyendiri. tapi saat melihat mereka berdua rasa canggung itu seakan menghilang.
Semoga persahabatan ini selalu rukun.