
...^o^ SELAMAT MEMBACA ^o^...
" Kamu sudah merebut kasih sayang mama, harusnya aku yang sukses, kenapa kamu hah, ini cita citaku untuk terkenal, tapi kenapa kamu yang terpilih" teriak kakaknya kearahnya
Daniel menggelengkan kepalanya, dia tidak bermaksud sama sekali
"Tidak kak, aku hanya melakukan yang aku punya" ucap Daniel
"Tunggu saja, karir mu akan hancur ditanganku" teriak kakanya
➖➖➖➖➖
Seketika Daniel terbangun dari tidurnya, napasnya tidak teratur, seakan dia selesai lari sangat jauh
Reza yang ada disampingnya kaget, Daniel minta ambilkan air minum yang ada dimejanya
"Ini tuan" ucap Reza menatap bingung kearah Daniel
Daniel menatap kearahnya, Reza langsung mengalihkan pandangannya kearah lain
Pandangan mereka teralih kearah pintu kamar Daniel yang terbuka
Disana ada Erina yang tengah melewati kamar Daniel, Reza menatap kearah Daniel yang tak berkedip menatap Erina
"Tuan? Kata Reva tadi malam Erina tidak bisa tidur karna tangannya sangat sakit" ucap Reza
Daniel langsung melihat kearah Reza, dia bangun dan berdiri mencari sesuatu didalam lacinya
lagi lagi Reza bingung dengan pikiran Tuannya ini, dia memberikan kotak P3K kearah Reza dan sebuah permen
"untuk apa ini" tanya Reza bingung
"Kasih untuk dia dan jangan lupa permen itu juga, aku mau mandi dulu, suruh dia istirahat hari ini jangan kerja dulu" ucap Daniel jalan masuk kedalam kamar mandi
Reza keluar dan menghampiri Erina yang tengah bersama Rama
dia menatap aneh kearah Erina dan membuat gadis itu bingung
"Apa kamu punya hubungan dengan tuan Daniel" ucap Reza
Dengan cepat Erina menggelengkan kepalanya walau hatinya sangat gugup jika harus ditanya dengan pertanyaan seperti itu
"Tapi kenapa dia begitu baik denganmu, dia tidak pernah melakukan hal ini kepada karyawannya, contohnya Reva dia terlihat biasa saja kalau gadis itu sakit" ucap Reza dengan tangan mengelus dagunya seakan dia berpikir
Tiba tiba Reva memanggil Reza, Erina menghembus napas lega takut dia nanti bicara yang sebenarnya maka akan selesai dia
Semua siap untuk berangkat, Erina menghampiri mobil Daniel untuk masuk
dengan cepat Daniel menahannya
"Apa Reza tidak memberitahumu kalau untuk hari ini kamu istirahat dulu, jangan bekerja karna tanganmu masih sakit" ucap Daniel
Erina kaget saat daniel menahannya, dia tidak menyangka jika Daniel akan bersikap seperti ini dengannya
Mobil jalan dan Erina bertahan dirumah, semua orang berangkat pergi kecuali dia dan dua pembantu disini
Daniel dan rombongan sampai, dia langsung masuk kedalam ruang make up karna para rekan kerjanya juga disana
syuting akan dimulai 5 menit lagi, kini Daniel telah siap namun dia tidak menemukan sepatu yanga telah disiapkan untuk syutingnya yang ada hanya sendal dan sepatu berwarna putih
Daniel berteriak memanggil Reza
"Sepatu ku yang berwarna hitam dimana?" tanya Daniel
Reza membongkar semua tas dan tidak ada dimana mana
"sudah ku bilang bawa semua sepatuku walaupun harus mempunyai satu mobil untuk membawa semua sepatuku, jika begini apa yang harus aku pakai" ucap Daniel marah marah dengan Reza
"Aku akan mengambilnya" ucap Reza
"15 menit aku kasih waktu, cepat" ucap Daniek
Reza lari menuju parkiran, tiba tiba prodoser memanggilnya, dia mencari Reva namun gadis itu tidak ada dimana mana
seketika dia ingat dengan Erina, dia pun langsung menelponnya
Erina yang tengah melipat bajunya dengan cepat mengangkat
"Kamu bisa bawakan sepatu Tuan yang ada dikamarnya, ada disamping sofa yang pakai kotak itu, bawa kesini ya, waktu kamu cuma 15 menit, aku lagi sibuk, mohon bantuannya" ucap Reza agak panik
Erina langsung setuju, dia lari kekamar Daniel dan mengambil sepatu yang tertinggal itu
Dengan cepat dia lari kejalan untuk cari kendaraan
"Aku jalan aja dulu ya?" ucap Erina jalan kedepan
Tiba tiba seseorang berhenti tepat didepannya, seketika dia gugup karna orang yang berhenti adalah Lion artis yang dia kagumi
Kakinya seketika bergerak sediri dan badannya panas dingin, Lion terseyum kearahnya
"Sepertinya kamu butuh tumpangan" ucapnya
Tanpa disadari Erina mengangguk, Lion menghampirinya dan dia membukan pintu mobilnya
Erina masuk dengan pandangan tetap kearahnya, Lion masuk kedalam mobil
Erina memberitahu alamatnya, mereka berdua jalan kearah sana
Erina mengeluarkan Handphonenya
"bisa minta foto" ucap Erina
Lion kaget, dia tidak menyangka ada yang fans dengannya karna dia hanya Artis yang tidak terlalu terkenal
"Kamu kenal siapa aku" tanya Lion
Erina mengangguk" tentu saja? aku sangat Fans denganmu dari awal kamu debut jadi penyanyi bahkan sampai sekarang, rasanga ini mimpi yang sangat indah bisa satu mobio dengan idolaku, badanku panas dingin" ucap Erina yang tadinya dewasa kini terlihat sangat kekanak kanakan
Lion agak terharu, dia kira hanya Daniel yang terkenal dan dia tidak
Erina dan Lion berfoto bersama, hingga tidak sadar sudah sampai
Erina langsung turun
"Makasih banyak Kak Lion" ucap Erina
Lion mengangguk, dengan cepat Erina lari masuk
Daniel sudah lelah menunggu, dia jalan keluar ruangan mencari Reza
tiba tiba saat dia keluar dari lift, tanpa sengaja Daniel tersenggol Erina dan membuat gadis itu jatuh
Daniel langsung membantunya, Erina melepas tangan Daniel, dia berdiri sendiri
"Kamu kenapa disini" tanya Daniel
Erina menyerahkan kotak sepatunya
" Aku membawakan ini, Reza ada panggilan mendadak, aku permisi" ucap Erina
Daniel menahan tangan Erina, Gadis itu berbalik dan mentap kearahnya
"Kamu naik dulu keatas, cari Rama untuk minta makanan dengannya" ucap Daniel
Erina mengikuti Daniel masuk Lift, tidak ada pembicaraan yang terjadi diantara mereka
Sesuatu terjadi, Lift nya mati seketika
Daniel dan Erina panik, mereka berdua berteriak
"Untuk anda yang ada dilift mohon bersabar dahulu, ada kerusakkan yang terjadi, Anda bisa menunggu 15 menit" ucap Seseorang dari pengeras suara
Erina duduk sambil memegang tangannya yang tiba tiba sakit
Daniel bergerutu marah, dia benci dengan hal seperti ini
Dia menatap kearah Erina dan duduk disampingnya dengan jarak yang begitu panjang
"Apa kamu betah kerja denganku" tanya Daniel
"Jika aku tidak senang, maka aku dari dulu sudah berhenti" sahut Erina
Handphone Erina berbunyi dan itu dari Reza
^^^Reza : Erina kamu dimana?^^^
Daniel langsung mengambilnya dan marah dengan Reza
*Daniel : Aku ada diLift, dan terjebak disini, cepat bantu aku
Reza: Iya tuan, Aku akan segera kesana*
Panggilan terputus, Erina merebut kembali miliknya, dia menatap kesal kearah Daniel yang mengambil miliknya tanpa izin
"Bagiaman keadaan tanganmu" tanya Daniel
"Kamu kenapa jadi peduli seperti ini" sahut Erina
"Memang kenapa? kamu terluka dan itu karna melindungi aku" jawab Daniel
"Berhentilah peduli, Aku bekerja untukmu dan itu tugasku" sahut Erina
Daniel diam dia kesal dan sangat menyesak bersikap baik dengan gadis ini
Daniel tanpa sengaja melirik Hp Erina dan terlihat walpaper dia dengan seseorang
"Dia Lion" ucap Daniel
📖📖📖📖📖
MAKASIH BAGI YANG SUDAH MAMPIR DAN SETIA DENGAN CERITA INI😘😘
HARAP TINGGALKAN JEJAK YA
BIAR MAKIN RAME
STAY WITH ME