My Ex-Boyfriend

My Ex-Boyfriend
03. Acara keluarga.



"Jadi ini putra kamu. gantengnya" puji Erina.


Bianka terseyum sangat senang. Jovan terseyum lalu jalan menuju kamarnya untuk ganti baju.


Jovan membuka Handphonenya.


Sebuah pesan masuk dan itu dari Audy. mereka baru saja bertukar no HP.



Aziel berdehem. dia berdiri didepan pintu kamar Jovan dengan tangan tersilang didadanya.


"Katanya ganti baju. tapi asik main HP. semua orang menunggu" ucap Aziel kesal.


"Iya" jawab Jovan mengambil baju lalu masuk kedalam kamar mandi.


Semua orang tengah dibelakang rumah.


Aziel sibuk dengan gamenya. mumpung libur syuting.


"Nanti tanggal 15 film Aziel bakal tayang dibioskop. kalian wajib nonton" seru Daniel dengan bangga.


Semua mengancungkan jempol tanda pasti akan nonton.


Ella duduk disamping Jovan. dia suka dengan wajah tampan lelaki satu ini.


"Namaku Ella. kalau kakak" Ella mengajak untuk kenalan.


"Namaku Jovan" jawabnya mengelus pelan rambut Ella. dia sangat suka anak kecil yang gemes seperti ini.


Ingin rasanya terbang pikir Ella.


"Umur kamu berapa dek?" tanya Jovan.


"Dia itu bocil masih umur 13 tahun tapi otak dewasa" sahut Aziel.


Ella melempar sepatu kewajah Aziel.


"Sialan bocah ini." Aziel kesal.


Ella berteriak memanggil Erina. Aziel menutup mulut adek perempuannya ini.


"Kebiasaan banget ngadu. maaf ya" ucap Aziel.


Malam telah tiba.


Semua sibuk mempersiapkan makan malam dan akan bakar bakaran makanan.


Bianka berteriak histeris.


"Ada apa" tanya Reza.


"Sosisnya lupa beli" Bianka lupa beli.


"Anak anak beli" Erina menyuruh Jovan dan Aziel.


Mereka berdua melucur untuk beli.


Jovan nebeng dengan Aziel.


"Mampir kesana dulu bentar. haus neh" ucap Aziel.


Jovan setuju saja. hingga mereka sampai disebuah supermarket.


Tempat ini terasa tidak asing bagi mata Jovan dan saat melihat kasirnya ternyata Audy.


"Kamu cari makanan terserah. aku mau beli minuman kaleng dulu. haus" Aziel dan Jovan berpisah arah.


"Ini pesananku" ucap Aziel ingin bayar.


Audy mendongak.


"Jadinya 20K " Audy tidak mengenali Aziel karena pakai masker.


"Mantan" Aziel menyapa lalu membuka maskernya.


Mata Audy membulat sempurna. dia menatap sekelilingnya. bisa bisanya anak ini membuka masker ditempat ramai seperti ini. jika ketahuan kan repot.


"Pakai lagi maskernya kalau ada yang lihat kan repot" Audy panik.


Aziel tertawa kecil "Mantanku masih peduli ya"


"Aku punya hati makanya peduli. cepat pakai"


"Panggil dulu namaku dan bilang ganteng. baru mau pakai" Aziel suka sekali menggoda Audy.


"Aku cuma kasih tahu. kalau gak mau nuruti ya sudah"


"Kalau aku ketahuan bakal ngumpet dibelakang kamu dan semua orang pasti akan dorong kamu. Hmm Seru" Aziel tertawa.


Lagi lagi kena jebakan buaya.


"Aziel yang ganteng sekali. pakai maskernya" Bisik Audy.


Aziel menang. dia memakai masker itu dan akhirnya bisa bernapas lega.


Jovan datang dengan membawa sekantong cemilan. dia memberikan kepada Audy.


"Banyak banget. susah bawanya monyet" Aziel kaget.


"Kalian bareng" Audy tidak percaya.


"Iya sayang. jangan cemburu ya" jawab Aziel mengedipakan mata kearah Audy yang mengendikan bahunya merinding.


"Jadi totalnya 150k" Audy mengembalikan kembaliannya.


Jovan menyerahkan semua cemilan itu kepada gadis kasir itu kecuali satu coklat karena akan diberikannya kepada Ella.


"Buat kamu" ucap Jovan.


Sungguh tidak bisa dipercaya.


Gadis itu menggaruk rambutnya karena ragu


"Jadi gini cara mainnya" batin Aziel merasa tertantang.


Jovan mengambil kunci motor yang ada ditangan Aziel.


"Ayo! Semua pasti sudah menunggu" ajak Jovan.


"Jovan terima kasih banyak. aku tidak tahu harus balas budi seperti apa lagi?" Audy terharu.


"Budi jangan dibalas kasian dia gak salah" sahut Aziel lalu tertawa saat melihat mimik wajah Audy berubah jadi aneh.


"Adek adek dipanti pasti senang."


Bagas kaget melihat Audy membawa cemilan sangat banyak untuk pulang.


"pencurian neh" Bagas tidak percaya.


"Mulutnya minta disentil ya. ini beli tahu"


"Kalau gitu bagi donk" Bagas ngiler sekali.


"Ini buat anak dipanti. kalau mau bantu aku bawa ini. kan kamu bawa motor"


Untuk urusan makanan Bagas setuju tanpa pemikiran panjang. dia juga menyuruh Audy untuk nebeng bersama kepanti.


Sesampai disana.


Mereka berdua disambut ibu panti. anak anak lari menghampiri.


"Bagi bagi ya jangan berebut" Bagas dan Audy membagi cemilan itu.


Ibu mengelus rambut Audy.


"Kamu sehat nak" tanya Ibu.


"Tentu saja. Audy sangat sehat sekali ini berkat doa dari ibu" peluk Audy.


Ibu terseyum.


"Anak anak katakan terima kasih"


"Makasih kakak cantik dan tampan" mereka berterima kasih.


" jangan sama kakak. ini bukan kakak yang beli tapi ada yang beliin. biar kakak video kalian lalu kakak kirim kedia" ucap Audy.


➖➖➖➖➖


Disatu tempat.


Jovan dan Aziel sampai. semua sudah menunggu dan langsung bakar bakaran dimulai.


Jovan terseyum saat melihat video yang baru saja dikirim Audy.


Aziel ikut melihat.


"Wah mantanku ngirim video" ucap Aziel.


Jovan membukakan isi Video itu dan memperlihatkannya kepada Aziel.


Entah kapan mereka jadi dekat seperti ini?


Anak anak berteriak terima kasih dengan Audy yang merekam.


"Makasih banyak kak" Ucap anak anak.


"Memang malaikat" lirih Aziel.


"Apa dia memang seperti ini" tanya Jovan.


Aziel mengangguk.


"Dia pernah cerita kalau dia tinggal dipanti saat masih kecil. anak itu kehilangan orangtua saat masih kecil dan yatim piatu. karena itu panti tidak bisa terpisah olehnya. tempat yang sudah membesarkannya. ibu itu sepertinya pemilik panti" tunjuk Aziel kepada ibu yang sudah paruh baya.


"Apa kalian pernah dekat" tanya Jovan lagi.


"Hey! kamu mau mengambil Audy ya. jangan bro dia milikku dan akan selalu begitu. jika ingin bersaing secara sehat saja" Aziel terseyum sinis.


Mereka berdua saling menatap tajam.


Erina menghampiri.


"Kalian lagi main tatapan ya" tanya Erina.


Aziel merangkul ibunya.


"Iya ma! kalau Aziel menang dia milik Aziel selamanya" Aziel mengedipkan mata kearah Jovan dan mengajak Erina pergi kearah semua orang berkumpul.


Jovan menatap layar ponselnya. dia melihat isi pesan yang dikirim Audy.


"Aku tidak tahu perasaan apa ini? tapi aku merasa ingin melindunginya dan selalu disisinya. hanya itu saja?" batin Jovan.


Ella menarik tangan Jovan.


"Ayo kak" ucapnya.


Jovan sadar dari lamunannya. dia mengeluarkan coklat dan memberikannya kepada Ella.


"Kakak belikan untuk Adek kecil yang imut ini" ucap Jovan mencubit pipi tembem Ella.


"Jantung Ella mau meledak kak" Ella tertawa kecil.


"Kamu bisa saja. ayo semperin semua orang" ajak Jovan.


Dan kini mereka menyantap makanan bersama sama.


"Jadi, anak itu memang hilang" tanya Bianka kasihan dengan Rama dan Rika istrinya.


"Kami sudah mencari tapi hasilnya tetap nihil. aku sangat merindukan dia" ucap Rika menangis.


Erina memeluk Rika.


"Jika ada masalah apapun cerita sama kami. jangan dibiarkan saja.kita sudah keluarga" Erina menghibur.


"Kalian sudah membantu sangat banyak. takut merepotkan" Rama menunduk sedih.


"Itulah keluarga" Daniel menyahut.


"Aziel akan bantu mencari juga OM" tawar Aziel.


"Jovan juga ikut" Jawab Jovan.


Rika mengelus pipi Aziel yang ada disampingnya.


"Putriku pasti sudah gede seperti kalian" Rika terseyum.


➖➖➖➖➖



Jovan dengan jaketnya