
...Selamat membaca...
Malam telah tiba
Erina keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya
Dia duduk dan mencek Handphonenya
"Aku kirim foto sekarang aja deh" ucap Erina
Saat dia memilih foto yang akan dikirim, tangannya terhenti saat melihat fotonya bersama dengan Daniel
Dia menatap lama kearah foto itu hingga tersadar sendiri, Erina menepuk kedua pipinya agar segera sadar
" Jangan sampai suka dengannya lagi Erina, kamu hanya dekat dengannya saja sudah menimbulkan masalah apalagi ketahuan suka sama dia" ucap Erina
Dia berbaring dan menatap kelangit langit kamarnya
"Daniel yang sekarang itu berbeda dengan yang dulu, kamu harus sadar diri" ucap Erina lagi
Daniel menatap kearah langit langit kamarmya sambil memikirkan seseorang
Reza masuk sambil membawa jadwa untuk besok
"Untuk besok kosong tuan, tidak ada jadwal apapun, Tuan bisa jalan jalan" ucap Rexa
Daniel bangun, dia langsung menanyakan sesuatu kearah Reza
"Apa cinta sejati bisa pergi lalu datang kembali" tanya Daniel
Reza menggelengkan kepalanya, dia juga tidak paham tentang hal itu
"Tapi Aku pernah dengar kalau cinta itu datang sekali dalam seumur hidup, bisa dipercaya dan juga gak sih Tuan? Karna menurutku cinta tidak harus memiliki terkadang merelakan seseorang bersama dengan pilihannya adalah cinta sejati, itu menurutku Tuan beda lagi tanggapan orang" ucap Reza panjang lebar
Daniel mengangguk paham, Reza izin pamit keluar entah kenapa saat dia mengatakan itu pikirannya tertuju kepada Bianka
"Aku tidak bisa menyangkal jika aku kembali menyukainya, Sudah bertahun tahun berusaha melupakan tapi tetap saja takdir menuntunku kearahnya, kenapa cinta ini sangat membingungkan" pikir Daniel
Dilain tempat, Rama duduk dibangku depan Vila sambil memikirkan Erina, pertemuan mereka pertama kali dan cara dia bisa jatuh cinta kepada gadis itu
"Aku mulai menyukainya saat kami bertemu pertama kali, tapi aku pikir dia tidak merasakan hal itu" ucap Rama sendirian
Tanpa disadari pagi telah tiba
Erina pamit berangkat kepada Bibinya, hingga dia bertemu dengan Dinda, dengan cepat dia menghampiri
"Aku sudah mendapatkannya" ucap Erina
Dinda langsung senang "Lihat donk"
Erina menunjukkan fotonya dan berhasil membuatnya gembira setengah mati, apalagi saat Erina menyerahkan tanda tangan
Dia langsung memeluk erat Erina
"Maafkan aku Erina" ucap Dinda
Erina mengelus pelan rambut sahabatnya ini
"Aku juga minta maaf"
"Mari saling berjanji, kita tidak akan bertengkar lagi, walau aku yang memulai" ucap Dinda
"Janji" sahut Erina
Langkah mereka langsung terhenti saat senuah mobil hitam berhenti tepat didepan mereka berdua
Dua orang berjas hitam keluar dan menarik paksa Erina, Dinda berusaha untuk membantu namun dia didorong dan pingsan
Erina dibius dan dibawa pergi
Saat mobil itu sudah pergi, Raisya tanpa sengaja melewati jalan itu dan kaget melihat Dinda
"Din, bangun" ucap Raisya
Dia memercikkan air kewajah Dinda, dan berhasil membuatnya terbangun, seketika Dinda panik
"Erina sya, seseorang membawanya pergi, dia diculik" ucap Dinda
"Apa? Kita harus memberitahu polisi segera" ucap Raisya
Mereka langsung kekantor polisi bersama sama
➖➖➖➖➖
Mata Erina perlahan terbuka, kepalanya terasa sangat berat, dia menatap sekeliling hamya ada kegelapan dimana mana
Tubuhnya terikat serta mulutnya, dia tidak bisa bergerak maupun berterika minta tolong
Seseorang masuk kedalam ruangan itu
Dia menghampiri Erina yang ketakutan
"Sudah bangun fansku" ucapnya
"Lion" batin Erina
"Walau kamu sudah mengganti penampilan aku tetap bisa mengenalimu, sungguh hubungan idol dan Fans diantara kita sangat kuat" ucap Lion
Lion membuka penutup mulut Erina, dia terseyum dan Erina masih tidak menyangka kalau idola nya sejahat ini padanya
"Kamu adalah emas untukku untuk menghancurkan Daniel" ucap Lion
"Kenapa sejahat itu, apa salah Daniel padamh, dia adekmu" sahut Erina
Lion berteriak "Dia bukanlah adekku"
➖➖➖➖➖
Dinda dan Raisya sampai kekantor polisi dan segera melaporkan
"Sekarang kita harus apa, masa kita hanya diam" ucap Raisya
Rama keluar dari supermarket, dia menatap kearah dua gadis itu seperti kenal lalu dia ingat saat dulu Erina nunjukin foto Kedua gadis itu dan bilang dia sahabatnya
Rama langsung menghampiri dan kaget melihat mereka menangis
"Kalian kenapa" tanya Rama
Mereka berdua terdiam, Rama menunjukkan foto Erina dan juga dia
"Aku temannya Erina, kalian sahabatnya kan" ucap Rama
Dinda mengangguk "Erina diculik saat kami mau berangkat kerja"
"Dan polisi lagi berusaha mencari" ucap Raisya
Rama kaget sekali, dia langsung menelpon Reza mungkin saja dia bisa membantu mengirim anak buah untuk membantu mencari
Daniel tengah sibuk olahraga dan Reza tengah mengwasinya
Tiba tiba handphonenya berdering, dia langsung menganggkat takutnya uang belanja kurang atau apa
Rama : Za, bantu aku kali ini, kamu boleh potong gajiku untuk membayarnya
Reza : Ada apa? kenapa panik
Daniel menatap kearah Reza yang terdengar serius
Rama : Erina diculik? dan aku butuh bantuan agar kamu bisa menyuruh siapa pun untuk membantu mencarinya
Reza : Apa Erina diculik?
Daniel langsung lari mengambil handphone Reza
Daniel : Sekarang kamu dimana
Rama : Dikantor polisi dekat supermarket tuan
Daniel langsung mengambil jaketnya dan topi, dia lari menuju mobil bahkan Reza tidak mampu mengejarnya
Reza langsung mengikutinya juga namun Bianka datang
"Kamu mau kemana" tanya Bianka
"Erina anak buah kami dulu diculik, jadi aku mau kekantor polisi" ucap Reza
"Aku ikut ya" sahut Bianka
Dia masuk kedalam mobil dan mereka melaju menuju kantor polisi
Daniel sampai, dia langsung menghampiri Rama
Raisya terdiam kaku saat melihat Daniel ada disini
"Bagaimana" tanya Daniel
"Temannya lagi diinterogasi karna dia melihat secara nyata kejadiannya" ucap Rama
Daniel langsung menghampiri salah satu polisi yang ada disana
"Saya mohon bantuannya pak? suruh semua mencari dia pak" ucap Daniel
"Kamu Daniel" sahut pak Polisi
"Iya pak? Saya mohon pak"
"Iya tuan kami sudah mengarahkan semuanya untuk mencari keberadaan gadis bernama Erina ini"
Dinda telah selesai ditanyai, dia keluar ruangan dan kaget melihat Daniel
"Ini dia teman gadis itu" ucap polisi
Daniel langsung menghampirnya begitu juga Rama dan Raisya
Reza datang dengan Bianka
"Apa gadis itu sudah ditemukan" tanya Bianka
Daniel menggeleng dia terlihat frustasi
"Aku akan uruskan" ucap Reza
Daniel duduk dibangku yang ada disana, sedangkan Rama dan Reza sama sama sibuk
"Dia benar Daniel kan" bisik Dinda
"Apa karna dia dulu pegawainya, Daniel sangat perhatian sampai dia terlihat sangat panik" bisik Raisya lagi
Bianka duduk disamping Daniel, tiba tiba Handphone Daniel berdering, dia langsung mengangkatnya
Misterius : apa kabar Daniel
Daniel : Siapa kamu
Misterius : Aku adalah orang yang telah menculik gadis bernama Erina, kalian punya hubungan apa sih apa jangan jangan dia mantanmu
Daniel : Kamu dimana hah
Semua orang langsung menghampiri Daniel karna kaget mendengar dia berteriak
Misterius : Jika kamu ingin dia bisa datang saja kesini tapi harus sendirian
Terdengar suara Erina
Erina: Jangan Daniel, ini tipuan untukmu
Misterius : Diam kamu
Daniel : Aku akan kesana
Jangan lupa tinggalkan jejak