My Ex-Boyfriend

My Ex-Boyfriend
25. Erina diculik



...Selamat membaca...


Malam telah tiba


Erina keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya


Dia duduk dan mencek Handphonenya


"Aku kirim foto sekarang aja deh" ucap Erina


Saat dia memilih foto yang akan dikirim, tangannya terhenti saat melihat fotonya bersama dengan Daniel


Dia menatap lama kearah foto itu hingga tersadar sendiri, Erina menepuk kedua pipinya agar segera sadar


" Jangan sampai suka dengannya lagi Erina, kamu hanya dekat dengannya saja sudah menimbulkan masalah apalagi ketahuan suka sama dia" ucap Erina


Dia berbaring dan menatap kelangit langit kamarnya


"Daniel yang sekarang itu berbeda dengan yang dulu, kamu harus sadar diri" ucap Erina lagi


Daniel menatap kearah langit langit kamarmya sambil memikirkan seseorang


Reza masuk sambil membawa jadwa untuk besok


"Untuk besok kosong tuan, tidak ada jadwal apapun, Tuan bisa jalan jalan" ucap Rexa


Daniel bangun, dia langsung menanyakan sesuatu kearah Reza


"Apa cinta sejati bisa pergi lalu datang kembali" tanya Daniel


Reza menggelengkan kepalanya, dia juga tidak paham tentang hal itu


"Tapi Aku pernah dengar kalau cinta itu datang sekali dalam seumur hidup, bisa dipercaya dan juga gak sih Tuan? Karna menurutku cinta tidak harus memiliki terkadang merelakan seseorang bersama dengan pilihannya adalah cinta sejati, itu menurutku Tuan beda lagi tanggapan orang" ucap Reza panjang lebar


Daniel mengangguk paham, Reza izin pamit keluar entah kenapa saat dia mengatakan itu pikirannya tertuju kepada Bianka


"Aku tidak bisa menyangkal jika aku kembali menyukainya, Sudah bertahun tahun berusaha melupakan tapi tetap saja takdir menuntunku kearahnya, kenapa cinta ini sangat membingungkan" pikir Daniel


Dilain tempat, Rama duduk dibangku depan Vila sambil memikirkan Erina, pertemuan mereka pertama kali dan cara dia bisa jatuh cinta kepada gadis itu


"Aku mulai menyukainya saat kami bertemu pertama kali, tapi aku pikir dia tidak merasakan hal itu" ucap Rama sendirian


Tanpa disadari pagi telah tiba


Erina pamit berangkat kepada Bibinya, hingga dia bertemu dengan Dinda, dengan cepat dia menghampiri


"Aku sudah mendapatkannya" ucap Erina


Dinda langsung senang "Lihat donk"


Erina menunjukkan fotonya dan berhasil membuatnya gembira setengah mati, apalagi saat Erina menyerahkan tanda tangan


Dia langsung memeluk erat Erina


"Maafkan aku Erina" ucap Dinda


Erina mengelus pelan rambut sahabatnya ini


"Aku juga minta maaf"


"Mari saling berjanji, kita tidak akan bertengkar lagi, walau aku yang memulai" ucap Dinda


"Janji" sahut Erina


Langkah mereka langsung terhenti saat senuah mobil hitam berhenti tepat didepan mereka berdua


Dua orang berjas hitam keluar dan menarik paksa Erina, Dinda berusaha untuk membantu namun dia didorong dan pingsan


Erina dibius dan dibawa pergi


Saat mobil itu sudah pergi, Raisya tanpa sengaja melewati jalan itu dan kaget melihat Dinda


"Din, bangun" ucap Raisya


Dia memercikkan air kewajah Dinda, dan berhasil membuatnya terbangun, seketika Dinda panik


"Erina sya, seseorang membawanya pergi, dia diculik" ucap Dinda


"Apa? Kita harus memberitahu polisi segera" ucap Raisya


Mereka langsung kekantor polisi bersama sama


➖➖➖➖➖


Mata Erina perlahan terbuka, kepalanya terasa sangat berat, dia menatap sekeliling hamya ada kegelapan dimana mana


Tubuhnya terikat serta mulutnya, dia tidak bisa bergerak maupun berterika minta tolong


Seseorang masuk kedalam ruangan itu


Dia menghampiri Erina yang ketakutan


"Sudah bangun fansku" ucapnya


"Lion" batin Erina


"Walau kamu sudah mengganti penampilan aku tetap bisa mengenalimu, sungguh hubungan idol dan Fans diantara kita sangat kuat" ucap Lion


Lion membuka penutup mulut Erina, dia terseyum dan Erina masih tidak menyangka kalau idola nya sejahat ini padanya


"Kamu adalah emas untukku untuk menghancurkan Daniel" ucap Lion


"Kenapa sejahat itu, apa salah Daniel padamh, dia adekmu" sahut Erina


Lion berteriak "Dia bukanlah adekku"


➖➖➖➖➖


Dinda dan Raisya sampai kekantor polisi dan segera melaporkan


"Sekarang kita harus apa, masa kita hanya diam" ucap Raisya


Rama keluar dari supermarket, dia menatap kearah dua gadis itu seperti kenal lalu dia ingat saat dulu Erina nunjukin foto Kedua gadis itu dan bilang dia sahabatnya


Rama langsung menghampiri dan kaget melihat mereka menangis


"Kalian kenapa" tanya Rama


Mereka berdua terdiam, Rama menunjukkan foto Erina dan juga dia


"Aku temannya Erina, kalian sahabatnya kan" ucap Rama


Dinda mengangguk "Erina diculik saat kami mau berangkat kerja"


"Dan polisi lagi berusaha mencari" ucap Raisya


Rama kaget sekali, dia langsung menelpon Reza mungkin saja dia bisa membantu mengirim anak buah untuk membantu mencari


Daniel tengah sibuk olahraga dan Reza tengah mengwasinya


Tiba tiba handphonenya berdering, dia langsung menganggkat takutnya uang belanja kurang atau apa


Rama : Za, bantu aku kali ini, kamu boleh potong gajiku untuk membayarnya


Reza : Ada apa? kenapa panik


Daniel menatap kearah Reza yang terdengar serius


Rama : Erina diculik? dan aku butuh bantuan agar kamu bisa menyuruh siapa pun untuk membantu mencarinya


Reza : Apa Erina diculik?


Daniel langsung lari mengambil handphone Reza


Daniel : Sekarang kamu dimana


Rama : Dikantor polisi dekat supermarket tuan


Daniel langsung mengambil jaketnya dan topi, dia lari menuju mobil bahkan Reza tidak mampu mengejarnya


Reza langsung mengikutinya juga namun Bianka datang


"Kamu mau kemana" tanya Bianka


"Erina anak buah kami dulu diculik, jadi aku mau kekantor polisi" ucap Reza


"Aku ikut ya" sahut Bianka


Dia masuk kedalam mobil dan mereka melaju menuju kantor polisi


Daniel sampai, dia langsung menghampiri Rama


Raisya terdiam kaku saat melihat Daniel ada disini


"Bagaimana" tanya Daniel


"Temannya lagi diinterogasi karna dia melihat secara nyata kejadiannya" ucap Rama


Daniel langsung menghampiri salah satu polisi yang ada disana


"Saya mohon bantuannya pak? suruh semua mencari dia pak" ucap Daniel


"Kamu Daniel" sahut pak Polisi


"Iya pak? Saya mohon pak"


"Iya tuan kami sudah mengarahkan semuanya untuk mencari keberadaan gadis bernama Erina ini"


Dinda telah selesai ditanyai, dia keluar ruangan dan kaget melihat Daniel


"Ini dia teman gadis itu" ucap polisi


Daniel langsung menghampirnya begitu juga Rama dan Raisya


Reza datang dengan Bianka


"Apa gadis itu sudah ditemukan" tanya Bianka


Daniel menggeleng dia terlihat frustasi


"Aku akan uruskan" ucap Reza


Daniel duduk dibangku yang ada disana, sedangkan Rama dan Reza sama sama sibuk


"Dia benar Daniel kan" bisik Dinda


"Apa karna dia dulu pegawainya, Daniel sangat perhatian sampai dia terlihat sangat panik" bisik Raisya lagi


Bianka duduk disamping Daniel, tiba tiba Handphone Daniel berdering, dia langsung mengangkatnya


Misterius : apa kabar Daniel


Daniel : Siapa kamu


Misterius : Aku adalah orang yang telah menculik gadis bernama Erina, kalian punya hubungan apa sih apa jangan jangan dia mantanmu


Daniel : Kamu dimana hah


Semua orang langsung menghampiri Daniel karna kaget mendengar dia berteriak


Misterius : Jika kamu ingin dia bisa datang saja kesini tapi harus sendirian


Terdengar suara Erina


Erina: Jangan Daniel, ini tipuan untukmu


Misterius : Diam kamu


Daniel : Aku akan kesana


Jangan lupa tinggalkan jejak