My Ex-Boyfriend

My Ex-Boyfriend
chapter 1



24 Januari 2008,SMA negeri 78 Jakarta.


Are you my soulmate?pertanyaan itu yang muncul dibenak mereka.membahas tentang soulmate ,masih sedikit ragu dengan jalan hubungannya.sebuah perjalanan cinta yang mereka bangun selama 2 tahun,terasa biasa saja.seperti kurang menantang.karena menjalin sebuah hubungan butuh rasa sayang cinta,kepercayaan ,kesetiaan dan kejujuran.dan itu semua sudah terpenuhi semua.tetapi mereka merasa hubungannya terasa datar-datar saja.karena selalu aman dan damai tanpa ada keributan atau pertengkaran.bahkan mereka tidak merasakan rindu karena selalu bersama.


Bukankah itu yang semua orang inginkan?tetapi tidak bagi mereka berdua ...karena mereka merasa jenuh dengan hubungannya.bukan karena kurang mesrah.mereka sangat mesrah kemana-mana selalu bersama bahkan keromantisan mereka berdua membuat iri setiap orang yang melihatmu...lalu apa..?itu yang membuat mereka bingung.


Mereka saling berdehem,canggung.


"kamu dulu yang ngomong"ujar Kevin menatap Widya.mereka berada di depan gerbang sekolah.karena ada yang ingin mereka utarakan,mereka berdiri didepan gerbang.


"kamu aja dulu"ujar Widya bingung harus bagaimana bicaranya.


"enggak ladies first.."


Widya menarik nafas lalu menelan ludah.mencoba memberanikan diri untuk bicara.


"aku rasa hubungan kita sampai disini saja deh"


"lho kok sama ,aku juga mau ngomong gitu"mereka saling tersenyum.tidak menyangka pemikiran mereka sama.


"ya aku rasa hubungan kita begitu -gitu saja ..terasa datar."


"iya Wid lama lama jenuh."


"jadi deal ni kita putus"ujar Widya meyakinkan.Kevin mengangguk.


"kamu pulang mau saya anterin?"


"mungkin ini keputusan yang terbaik"gumannya sambil memandang punggung Kevin pergi.


"apaaaa?!!"teriak lily tidak percaya dengan apa yang dibicarakan oleh Widya.


"serius kamu Wid...gila kamu.sayang banget kamu putus dari Kevin."Widya mengangguk mengiyakan


"iya Wid apa kamu tidak akan menyesal ?secara Kevin laki laki yang populer disekolah pasti banyak gadis yang ngantri"timpal Silla.


"habis mau bagaimana lagi hubungan kita gitu -gitu saja lama-lama jenuh."ujar Widya sambil rebahan dikasur yang empuk.


Mereka sahabat Widya dan sekarang sedang bermain dirumah Widya setelah pulang sekolah.Lily dan Silla hanya geleng geleng kepala tidak percaya dengan sahabatnya itu.padahal selama ini mereka dibilang pasangan yang sangat serasi yang satu tampan,pinter akademik dan non akademik.yang satunya cantik ..pinter juga.


"sungguh disayangkan"ujar Silla dan Lily.


"sudah dong...aku saja tidak patah hati.kok kalian kelihatan sedih banget."ujar Widya bangun dari rebahan lalu pergi kedapur membuat cemilan buat sahabatnya.


"Serius kamu vin...putus sama Widya?"tanya Ariel terkejut habis dapat pesan dari Silla.Kevin hanya mengangguk dengan santainya dia mengambil gitar lalu memainkan.


"ini benar -benar berita heboh...kok bisa vin?"tanya Ariel kepo,dia mendekatkan diri duduk disebelah Kevin.


"iya bisalah.."jawabnya cuek.Ariel heran melihat Kevin biasa biasa saja habis putus dari Widya.tidak ada sedih-sedihnya bahkan wajahnya masih sama saja terlihat tampan.


Kevin menjauh dari Ariel."kamu kesini mau bahas hubungan aku mau latihan band?"ujarnya sedikit kesal.


"latihan ..tapi bentar mereka juga belum pada datang"