My Ex-Boyfriend

My Ex-Boyfriend
chapter 5



 


*Saya tidak ingin bernafas di langit


yang sama dengan mu*...


 


Widya mendengus kesal dengan mamanya,yang disuruh untuk berpenampilan cantik hanya karena teman lamanya akan datang makan malam dirumah.


"apa ini tidak terlalu berlebihan ma.?"Widya bertanya sambil memegang dress warna pink selutut.


Mamanya menggeleng."tidak Widya karena teman lama mama tamu penting dan dia datang bersama anak lelakinya.jadi kamu harus berpenampilan cantik.siapa tahu nanti kamu bisa berteman dengannya?"


Widya hanya memasang wajah masamnya menuruti perkataan mama.setelah selesai dia bercermin memandang dirinya.


"hmmm....cantik juga"guman Widya sambil tersenyum puas.semoga saja anak teman lama mamanya itu orangnya tidak menyebalkan .


Jam 7 malam waktu yang dijanjikan kemudian terdengar suara bel sepertinya mereka sudah datang.Ayu mamanya Widya melangkah kearah pintu lalu memutar ganggang pintu.


"selamat malam."sapa Laura teman lamanya Ayu sambil tersenyum lebar.


"selamat malam sudah lama kita tidak bertemu"ujar Ayu lalu memeluk Laura.kemudian matanya memandang lelaki muda dibelakang Laura.


"siapa dia..?"tanya Ayu sambi melepaskan pelukannya.dan mempersilakan mereka masuk.


"oh ini anak saya yang nomer 2."


"selamat malam tante nama saya Randy"sambil mengulurkan tangan menyalami Ayu dengan sopan.


"anak kamu tampan dan sopan ya"Ayu dan Laura tertawa.


"anak kamu mana?"tanya Laura mengedar pandangan.


"itu anak saya .."tunjuk Ayu,Widya turun menuruni tangga.


"hmm...cantiknya seperti mamanya ketika masih muda.."ujar Laura sambil tersenyum.


Widya mendengar pujian Laura tersenyum malu.kemudian dia menyalami Laura dengan sopan dan saat matanya memandang lelaki muda mungkin lebih dewasa dari Widya berdiri disamping Laura,dia terkejut.


"bukankah dia lelaki yang ditaman itu...yang tiba-tiba hilang seperti hantu."guman dalam hati Widya terus memandang lelaki itu.


"aku tidak lagi halusinasikan?"tanyanya dalam hati.


Ayu menyenggol lengan Widya untuk menjaga sikap,terlihat Widya lagi melamun.


Widya menatap jemari ramping dan kuat Randy,lalu memandang wajahnya.tampan gumannya dalam hati.Randy memang tampan tetapi sorotan mata yang tajam itu membuat Widya menelan ludah merasa sedikit takut.mungkin kah dia hantu?


Dengan wajah was-was Widya membalas uluran tangan Randy .hangat..ternyata tangannya hangat.tanpa sadar Widya tersenyum sambil berkata dalam hati manusia.


"Widya"


Randy berdehem kemudian berkata"boleh lepaskan tanganku"


Seketika itu pipi Widya merona karena malu langsung melepas kan tangan Randy.sedangkan Ayu dan Laura tersenyum melihatnya.


Mereka segera menuju keruang makan untuk makan malam bersama.Randy duduk didepan menghadap Widya dan sebelahnya Laura.acara makan malam berlangsung menyenangkan karena Ayu dan Laura dengan senang hati membicarakan kisah mereka dulu ketika masih muda.sedangkan Widya sendiri hanya senyum-senyum mendengar kisah mereka.


Sementara Randy.hah..?Widya kaget melihat lelaki dihadapannya itu.dia menyantap makanan sederhana itu gayanya benar-senar seperti makan di restauran kelas atas,sangat elegan.dan wajahnya datar dan sopan hanya tersenyum memang waktunya untuk tersenyum.


Ketika makan malam sudah selesai.Randy menatap Ayu dan tersenyum lembut.


"terima kasih tante makanannya enak sekali"ujarnya dengan tenang tetapi mampu membuat Ayu yang sudah setengah baya itu tersipu malu.


"anak kamu benar-benar menyenangkan dan sopan"puji Ayu kepada Laura sambil tersenyum.kemudian Ayu dan Laura menyuruh Randy dan Widya ke taman belakang sebentar karena mereka ingin membicarakan sesuatu yang penting.


Widya melangkah kehalaman belakang disana ada kolam renang.kemudian Widya duduk dikursi dekat kolam.sebenarnya Widya ingin masuk kekamar mendengarkan lagu sambil rebahan di kasur yang empuk tetapi karena ada Randy dan sebagai tuan rumah tidak mungkinkan dia meninggalkan tamu sendiri terlihat tidak sopan.


Randy mengikuti Widya kemudian dia bersandar di dinding bersedekap sambil menatap Widya.jantungnya Widya berdebaran melihat tatapan Randy yang seperti mengintimidasi terlihat intens.dia merasa bingung harus bicara apa untuk mengobrol dengannya.


"kamu cantik"guman Randy dengan seketika Widya menoleh ke arah Randy.matanya saling bertemu dan membuat Widya sedikit salting.mendengar kata-kata Randy yang langsung to the point.


Widya hanya terdiam menunduk tidak berani lagi menatap mata Randy.seperti serigala sedang bertemu seekor kelinci yang tidak berdaya.kemudian Randy tiba-tiba duduk di sebelah Widya.yang hampir saja Widya terjatuh saking kagetnya melihat Randy sudah disampingnya.dalam hati berkata bisa tidak jangan muncul secara tiba-tiba membuat jantungan.


Randy mengamati Widya yang terlihat gelisah sedikit takut."apa kau tidak terbiasa duduk dengan lelaki...?".


"apa?"Widya bertanya kata-kata Randy terdengar samar-samar tidak jelas karena suara detakan jantungnya."heh.."


Randy tersenyum lalu mencondongakan wajahnya kearah Widya hanya beberapa cm.bahkan aroma musk tercium di hidung Widya.ini terlalu dekat teriak Widya dalam hati.


"maaf bisakah kau menjauhkan wajahmu?"suruh Widya sambil matanya mengalihkan pandangan kearah lain.


"kenapa apa kamu takut dengan ku?"


"takut?..tidak !"hah ...benar -benar lelaki yang menyebalkan.Randy tersenyum menyringai membuat Widya bergidik ngeri.


"kamu memang benar-benar cantik kalau dilihat dengan dekat."Randy berkata sambil menjauhkan wajahnya.dia tersenyum puas bermain-main dengan Widya,dia merasa kalau Widya masih gadis polos dan lugu.


Widya mendengus kesal sambil mengumpat dalam hati.apa semua lelaki dari luar negeri seperti itu?suka mempermainkan seseorang sampai jantungan.hampir saja Widya pingsan melihat wajah Randy yang terlalu dekat.lelaki itu wajahnya terlalu tampan seperti pangeran di negeri dongeng.tidak lama kemudian Laura memanggil Randy untuk kembali pulang.sebelum pergi Randy mengedipkan matanya membuat Widya terpaku diam.