
"Selamat ulang tahun sayang" peluk wanita yang kini telah berusia 40 tahunan namun masih terlihat begitu cantik.
Disepanjang dinding kamarnya terlihat hiasan dan foto fotonya yang tergantung.
Keluarga kecil itu tengah merayakan ulang tahun putra kesayangan mereka.
Laki laki yang kini genap berusia 17 tahun ini memeluk hangat Mamanya.
"Makasih Mama cantik, andai Aziel lahir lebih cepat lagi bisa jadi sekarang Mama milik Aziel bukan milik Ayah" ucapnya Aziel menatap Daniel yang tengah memegang kue.
"Hey jika itu terjadi. kamu tidak akan ada disini karena kamu anak kami" jawab Daniel kesal.
Dia menarik Erina dari rangkulan putranya ini dan terlihat cemburu.
Aziel tertawa ayahnya ini cemburuan banget padahal sudah tahu anaknya bercanda. masa sama anak aja cemburu.
Dasar bucin.
Adek Aziel datang dengan membawa lilin dan meletakkan dikue yang dipegang ayahnya.
"Doa dulu sayang sebelum tiup lilinya" ucap Erina.
Aziel menutup matanya dan berdoa lalu meniup lilinya.
Keluarga kecil itu bertepuk tangan. mereka memotong kue dan tentu saja suapan pertama untuk Mama tersayangnya.
Daniel menepuk pundak anaknya dan memberikan kunci motor ninja yang di inginkan Aziel.
tentu saja itu membuatnya sangat senang. walau dia sendiri mampu beli tetap saja izin Ayah no 1.
"Motor ini dipakai buat sekolah dan pergi ketempat yang ada manfaatnya. awas saja bonceng cewek" ucap Daniel menasihati anaknya.
"Aziel juga tahu kok kalau Ayah dulu bonceng cewek pas waktu muda" jawab Aziel.
"Enak saja. ayah cuma bawa Mama kamu gak pernah boceng cewek lain" jawab Daniel.
Ella menguap karena dia harus bangun tengah malam merayakan hari yang tidak penting ini ditambah mendengar debat ayah dan kakaknya ini.
Erina menatap kearah Ella yang terlihat ngantuk.
"Sayang. kamu kekamar saja sana lanjutin tidur ya" cium Erina dikening Ella.
putrinya itu mengangguk dan mencium kedua pipi Erina.
"Selamat malam Mama cayang" ucapnya lalu keluar dari kamar kakaknya.
Erina menarik Daniel yang masih berdebat.
"Ayo kembali tidur. bertengkar terus deh" ucap Erina kesal melihat anak dan ayah.
Daniel menggenggam tangan Erina dan mereka keluar dari kamar itu.
"Selamat malam" ucap Erina.
Daniel menggenggam erat tangan istrinya ini sambil mengayun ayunkannya.
"Gak terasa Aziel sudah sangat besar ya" ucap Erina.
"Tentu saja. semakin besar anak itu semakin bandel" jawab Daniel.
"Kalau setiap lihat Aziel pasti aku ingat kamu masih muda dulu" Erina tertaw kecil.
Daniel memasukkan tubuh kecil istrinya itu kedalam jaket yang dia pakai.
"Jangan samakan aku dengan anak itu sayang." ucap Daniel.
Erina memeluk sang suami dan mereka masuk kedalam kamar.
➖➖➖➖➖
Pagi telah tiba.
Aziel keluar dengan wajah yang sangat bahagia karena dia akan memakai motor baru.
"BRUM BRUM ADA MOTOR. MOTORKU RODA DUA. KU DAPAT DARI AYAH KARENA TERLAHIR TAMPAN" Nyayian Aziel menggema diseluruh rumah mewah ini.
Adekknya yang telah siap untuk berangkat sekolah memegang kedua telinganya.
"Suaranya udah kek motor rusak" ucap Ella turun.
"Bilang aja iri" jawab Aziel meledek.
Erina menghampiri kedua anaknya yang siap untuk pergi sekolah.
Daniel juga sudah terlihat rapi untuk mengantar Ella kesekolah.
Aziel mengihupkan motornya dan siap untuk berangkat.
"Aziel pergi dulu Ayah, Mama cantik dan Ella sibocil" ucap Aziel pergi.
"ABANG AKU BUKAN BOCIL" Teriak Ella marah.
Erina hanya bisa geleng geleng kepala melihat kelakuan putrnya itu.
Aziel sampai kesekolah.
Para cewek seketika heboh melihatnya dan siap dengan kado ditangan masing masing.
"Aziel selamat ulang tahun" ucap mereka.
"Makasih banyak para cewekku. taruh dimeja saja ya sayang." ucap Aziel jalan kekalas.
Saat dilorong dia tanpa sengaja melihat mantannya si Audy. dia merangkulnya dan terlihat gadis itu sangat marah.
Dia melepas rangkulan Aziel.
"Dengar ya Aziel. aku sama sekali gak peduli sama sekali lagi sama hal yang berbau tentang kamu. mau mati aja juga sekalian gak masalah tuh. Asal kamu tahu ya? nanti kamu bakal dapat karma sendiri karena udah nyakitin anak yatim kek aku" jawabnya masuk kedalam kelas.
Aziel terseyum " Mantan yang menarik" dia mengikuti Audy masuk kedalam kelas yang sama dengannya.
Kelas dihiasi dengan sangat indah dan terlihat ada kue untuk Aziel.
Audy terdiam menatap kelasnya ini.
Aziel yang ada dibelakangnya menepuk pundak gadis itu.
"Mau ngucapin apa gitu. hari ini aku ulang tahun" ucap Aziel.
Audy menatapnya dan terseyum miring.
"Aku doain semoga kamu cepat mati" jawab Audy sinis. dia duduk dibangkunya dan membuka buku untuk mengalihkan pemandangan yang ada didepannya ini.
"Wah Mantan. kasian nanti Mama aku jika putranya meninggal" jawab Aziel.
Rangga dan Samudra datang. mereka kedua teman Aziel.
"Selamat ultah bro" ucap Rangga.
"Sama sama" jawab Aziel memakan kue yang diberikan kepadanya.
Audy berulang kali menghapus air matanya yang terus saja keluar sedari tadi.
"Buat apa sih nangisin cowok kek dia" batin Audy.
Samudra mendekati Aziel.
"Kabarnya bakal main film baru ya?" tanyanya.
Aziel yang tadinya menatap Audy beralih kearah temannya.
"Iya. dukung selalu ya. soalnya sekarang sudah jomblo gak ada yang perhatian" ucap Aziel melirik Audy.
➖➖➖➖➖
Satu bulan yang lalu.
Audy tengah berdiri sendirian didepan pagar tempat syuting Aziel.
Tangannya tengah memegang makanan yang akan diberikan kepada pacarnya itu.
Aziel keluar dari tenda bersama dengan perempuan yang merupakan lawan mainnya.
Audy seketika minder. dia bersembunyi.
"Kamu sudah punya pacar hah. masa orang sepertimu belum punya pacar" tanya Feby.
"Aku belum punya pacar sih" jawab Aziel tanpa merasa bersalah padahal dibalik pagar yang dia lalui ada Audy tengah berdiri menunggunya.
"Kenapa?" jawab Feby.
"Lebih kearah gak mau begitu serius sih sama cewek. soalnya bakal ganggu karir" balas Aziel.
"Tapi disekolah pasti banyak yang suka" tanyanya lagi.
"Semua aku ajak pacaran dan hanya main main sih" jawab Aziel tertawa kecil.
Seketika air mata Audy keluar dari matanya. dia menatap kearah makanan yang dibawa.
Audy menghampiri satpam.
"Berikan kepada Aziel ya. bilang saja jika Audy yang mengantarnya dan dia tidak akan menganggunya lagi" ucap Audy pergi.
Cewek mana yang gak akan marah jika pacarnya mengatakan hanya memainkan dirinya.
Pak satpam memberikan kearah Aziel.
"Dari Audy" ucap satpam.
Aziel seketika berdiri.
"Dimana sekarang dia?" tanyanya.
"Orangnya sudah pergi tuan".
Aziel menelpon Audy namun tidak diangkat hingga akhirnya Audy menerima panggilannya.
"Lebih baik berakhir sampai disini. dasar buaya" teriak Audy.
"Apa maksudmu" tanya Aziel.
"Berhentilah bermuka dua Aziel. kamu pacaran denganku hanya untuk main main kan. aku bukan gadis yang begitu tergila gila. aku kecewa pada orang yang bahkan aku cintai."
"Audy" teriak Aziel.
Itulah yang terjadi.
➖➖➖➖➖
Kembali hadir cerita terbaru bagian ke-2
Versi anak Daniel and Erina.
Makasih banyak untuk semua dukungannya.
selalu jaga kesehatan dan selalu bahagia.
Salam dariku untuk semua orang.