My Ex-Boyfriend

My Ex-Boyfriend
35. Aku menyukaimu Erina



Ram menarik Erina untuk duduk menatap matahari yang sebentar lagi akan tenggelam.


Erina hanya fokos kepada pemandangan yang ada didepannya ini.


Tiba tiba Rama meraih tangannya.


"Aku menyukaimu" ucap Rama


Matahari perlahan tenggelam.


Erina terdiam.


"Aku sangat menyukaimu" ucapnya lagi.


Erina menunduk. dia tidak ingin menatap mata Rama yang begitu tulus kepadanya.


"Kamu tidak perlu menjawabnya sekarang!" ucapnya lagi dengan senyuman.


Erina berdiri. dia izin pergi dari tempat itu.


Dilain sisi


Daniel sampai ditempat dia untuk liburan beberapa hari


Setelah Reza meminta izin dengan perjuangan yang sangat berat akhirnya dia diizinkan juga.


Dia masuk kedalam hotel untuk menyewa keseluruhan hotel.


"Maaf sekali tapi hotel ini sudah disewa oleh seseorang Tuan Daniel"


"Kami akan menyewa seperuhnya saja katakan kepada orang itu karena Saya ingin hotel ini" jawab Daniel


"Baik. saya akan meminta persetujuan dulu"


Hotel ini sangat cantik sekali ditambah dengan pantai didepannya.


"Aku ingin jalan jalan sebentar. kamu urus dulu" ucap Daniel kepada Reza.


Setelah pamit dengan Reza


Dia jalan jalan menelusuri pantai ini


Sangat indah sekali apalagi matahari sebentar lagi akan tenggelam.


Tidak lupa Dia selfi dulu untuk dipost dan menjadi bahan asupan Fansnya disore hari.


Baru beberapa menit dia post.


Seketika komentarnya penuh dengan pujian yang tiada henti dari Fans.


Daniel mengadakan Live.


"Halo Niel


Setelah perjungan yang panjang aku akhirnya diizinkan untuk Liburan" ucapnya menyapa para Fans.


"Matahari akan sebenatar lagi tenggelam. mari kita nikamati bersama sama" ucap Daniel.


Salah satu Fans komen jika dia melihat ada seseorang ditepi pantai seperti sepasang kekasih.


Karena ingin memastikan yang dikatakan Fansnya itu.


Daniel berniat untuk mendekati namun dia sadar siapa dua orang itu.


gadis yang telah lama dia ingin temui tengah bersama dengan Rama Mantan Kokinya.


"Aku akan bersenang senang disini. sampai jumpa lagi" ucap Daniel.


Terlihat Erina berdiri dan melangkah pergi meninggalkan Rama sendirian


Daniel menatap dari kejauhan. tangannya mengepal karna cemburu.


"Erina" batin Daniel.


Dia tidak bisa melihat orang yang dia cintai bersama dengan yang lain ini membuatnya sangat kesak


Reza menghampiri Daniel yang hanya menatap pantai.


"Barang barangmu sudahku pindahkan kekamarmu" ucap Reza.


Daniel mengangguk. dia jalan masuk dengan wajah yang menahan amarah.


Malam telah tiba.


Erina dan kedua temannya tengah memanggang makanan ditepi pantai.


Lebih tepatnya Erina saja karena kedua temannya ini sibuk foto sana dan sini.


Rama mendekati dan membantunya mengipasi. hingga asapnya sangat tebal membuatnya batuk.


Erina dengan cepat mengambil air.


"Te..terima kasih" ucap Rama sambil batuk karena asap.


"Kamu baik baik saja" tanya Erina khawatir.


"Jika aku bersamamu. semua akan baik baik saja" goda Rama.


Erina terlihat malu dan begitu juga Rama setelah melontarkan kata kata itu.


Rama merasa geli sendiri mengingat dia tidak pernah seperti ini.


Dinda dan Raisya tengah sibuk selfi dengan suasana malam dipantai.


Tiba tiba ada yang mengambil handphone Dinda dari tangannya.


Saat mereka melihatnya. seketika Dinda tidak bisa bekata kata lagi.


"Apa kalian tidak mau berfoto bersamaku" tanya Daniel terseyum.


Mereka bertiga selfi bersama. Daniel menyerahkan Handphonenya keDinda.


"Apa kamu masih menyukaiku" tanyannya.


"Tentu saja. tapi setelah perlakuanmu kepada Erina aku sudah mulai melupakanmu" jawab Dinda.


"Untuk apa? menyukai orang yang menyakiti sahabat kita. walaupun dia terkenal diseluruh dunia" ucap Raisya.


Reza datang dengan membawa banyak makanan.


"Tapi jika kalian gabung makan bersamaku bagaimana?" tanya Daniel lagi.


Dinda menarik Raisya. dia sudah lapar dan makanan yang dipanggang Erina masih lama.


Mereka berdua mengikut Daniel yang mendekati Erina dan Rama.


"Apa aku boleh gabung" tanya Daniel.


Daniel melambaikan tangan kearahnya namun terlihat kebencian yang besar dimata Erina untuk Daniel.


"Tuan" ucap Rama sambil melirik sekilas kearah Erina.


"Apa kabar? aku dengar kamu sangat sukses disini" tanya Daniel.


Rama mengiyakan.


"Aku duluan" ucap Erina


Daniel menahan tangannya.


"Jangan pergi! mari gabung bersama kami" ucapnya


Erina menghempas tangan Daniel dan melangkah pergi.


"Aku akan berusaha lagi untuk kita tetap bersama Erina. walau harus memulainya dari awal lagi" batin Daniel.


Rama ingin mengejar Erina namun dihalangi oleh Daniel.


"Biar aku saja bukannya dia marah sama aku. jadi, aku akan membujuknya" ucap Daniel.


Dia berlari mengejar Erina.


Erina jalan sendirian menuju hotel.


Karena dia tengah kesal Erina salah jalan.


"Aku ada dimana?" batin Erina.


Tidak ada siapapun. jalan yang dia lewati itu sangat sunyi sekali.


Tiga orang laki laki bertubuh kekar mendekatinya.


"Wah tersesat ya" ucap mereka.


Erina takut. dia jalan kedepan dijaga begitu juga dengan kiri dan kanannya.


"Jangan mendekat" ucap Erina.


"Ayo ikut bersama kami" tarik mereka.


Erina berteriak sekuat tenaga.


"Percuma saja kamu teriak" sahut mereka sambil tertawa.


Tiba tiba.


Tangan Erina ditarik seseorang dan membawanya lari pergi.


Mereka bertiga mengejar Erina dan orang yang telah menolongnya.


Hingga Erina disuruh sembunyi dibalik pohon.


"Daniel" ucap Erina.


"Mereka akan aku urus" ucap Daniel.


Dan benar saja?


Daniel dan tiga orang itu berkelahi


karena kalah banyak Daniel berulang kali dipukuli mereka.


Erina mempunyai ide. dia membunyikan sirene polisi dan berhasil membuat mereka bertiga lari dengan sangat cepat.


Erina mendekati.


"Bangun" ucap Erina.


Daniel duduk namun tidak bisa berdiri.


"Bantu aku" ucap Daniel.


"Jangan manja" jawab Erina jalan pergi.


Daniel berteriak.


"Aku tidak berbohong ini sangat sakit" teriaknya.


Erina berhenti dia kembali mendekati Daniel


"Ayo bangun" Erina mengulurkan tangannya.


Daniel menarik Erina dan membuatnya dalam pelukan Daniel.


Laki laki itu memeluknya dengan sangat erat walau Erina berusaha ingin melepas pelukan itu.


"Apa kamu masih marah?" tanya Daniel.


"Lepaskan aku" teriak Erina.


"Aku sangat mencintaimu. kamu mungkin tidak tahu setelah kita berakhir aku selalu mengawasimu dan walau kita tidak pernah bertemu beberapa tahun ini. itu tidak membuat cintaku berkurang sedikit pun" ucap Daniel.


"Aku sudah sering percaya tapi akhirnya kamu juga tetap membohongiku" sahut Erina.


Daniel menggeleng " Aku berjanji tidak akan mengkhianatimu lagi"


Laki laki itu menangis dalam pelukan Erina


Dia sangat mencintai Erina.


Beberapa tahun ini


Daniel terus saja menghubungi Erina namun gadis ini tidak pernah menghiraukannya bahkan no nya saja diblock olehnya.


"Beri aku kesempatakan sekali lagi untuk memperbaiki ini semua" ucap Daniel.


Erina hanya diam. dia sudah sangat benar benar sakit hati dengan semua yang terjadi.


"Apa aku perlu menikahimu untuk membuatmu percaya" ucap Daniel.


Erina berhasil melepas pelukan itu.


"Jika aku memberikan kesempatan lagi sama saja aku membuat luka baru dihatiku" jawab Erina.


Tiba tiba pandangan Daniel kabur.


➖➖➖➖➖


***Sampai jumpa minggu depan Niel


Bye***