
...^o^ SELAMAT MEMBACA ^o^...
Bianka menyeret kopernya dengan sangat paksa karna sangat berat
Matanya langsung menangkap Reza yang keluar dari kamarnya
Dia langsung lari menghampirinya dan tidak meninggalkan kopernya disana
"Reza" panggilnya
Reza langsung kaget, dia tidsk menyangka Bianka bisa dihotel ini padahal hotel ini sudah disewa Daniel dan tamu yang lain tidak bisa lagi masuk kesini
"Kamu bisa disini" ucap Reza
Bianka mengangguk "Tentu saja, Ayahku sudah meminta izin dengan Daniel dan dia setuju aku berada disini"
Reza masih tidak percaya, Bianka menunjuk kearah koper miliknya
"Bantu bawakan koperku, soalnya sangat berat dan aku tidak kuat membawanya, kamarku no 10 disebrang kamar Daniel"
Reza kembali kaget, disebrang kamar 10 bukanlah kamar Daniel tapi kamarnya
"Ini kamarmu" ucap Bianka namun tidak dihiraukan Reza karna dia terdiam kaku ditempat
Bianka menatap no yang ada dipintu Kamar Reza yang sudah menujukkan no 9
"Jika ini 9, maka disana 10, " ucap Bianka menunjuk pintu kamarnya
"tidak mungkin, dimana kamar Daniel, masa aku dekat sama kamarmu, yang ada aku sakit" ucap Bianka marah marah
Reza menutup mulut Bianka yang daru tadi bicara terus
"Kamu kira aku juga mau dekat dengan kamarmu, yang ada tiap hari aku periksa telinga dengar ucapanmu yang tidak pernah berhenti ini" sahut Reza
Bianka menginjak kaki Reza, hingga dia kesakitan dan melepas tangannya dari mulut Bianka
"Wajahku kena tanganmu itu, aku benar benar harus mandi takutnya ada bakteri" ucap Bianka masuk kedalam kamarnya
Tiba tiba Bianka kembali memunculkan kepaalnya didepan pintu
"Koperku tolong masukkan ya" ucap Bianka lalu menutup pintu dengan kasar
"Masukin aja sendiri" teriak Reza
Erina membantu Daniel membereskan kamarnya hingga rapi tersusun
Daniel menatap kearah gelang yang dipakai Erina
"Gelang baru" ucap Daniel sambil terseyum kearah Erina
Gadis itu membalas seyumannya "ini dari Rama"
Daniel mendadak kesal, tapi dia menyembunyikannya agar tidak ketahuan Erina, malu yang ada baru saja baikan jangan berulah dulu batin Daniel
"Kalian pacaran ya" tanya Daniel
Erina langsung menggeleng dengan kuat
"Kami cuma sahabatan, ini gelang persahabatan kami" ucap Erina
Daniel mengangguk, Erina melihat kearah gitar yang ada disana
dia mengambil gitar itu dan mulai memainkannya
"Aku merasa Erina dulu kembali dalam hidupku. walau masih ada kecanggungan" batin Daniel
Erina menatap kearah Daniel
"Coba kamu nyanyi lagumu dan aku yang main gitarnya" ucap Erina
Dia menyanyikan lagunya dengan diringi Erina yang tengah main gitar
Mata terus saja menatap kearah Erina yang terlihat fokos dengan Gitarnya
"Aku sangat malu jika mengingat hal bodoh yang ku lakukan" batin Erina
Lagu berakhir, Erina tepuk tangan sambil tertawa kecil
Tiba tiba Handphonenya bunyi
"Iya aku kesana" ucap Erina
Erina izin pamit dan Daniel mengangguk, laki laki itu terseyum dia merasa sangat bahagia hari ini
Semua berangkat kelokasi tempat konser untuk latihan untuk penampilan besok malam
Daniel terlihat begitu keras latihan
"Sudah bagus Tuan? Istirahat dulu sebantar" ucap Reza yang langsung diangguki oleh Daniel
dia turun dari panggung dan Erina dan Rama yang kebetulan lewat langsung menghampirinya sambil membawa Air mineral
Erina memberikannya kearah Daniel
"Untuk Tuan Daniel" ucap Erina sambil terseyum, Daniel pun juga begitu
Rama menyenggol Erina
"Lanjut bagi ke Tim yang lain" ucap Rama
Erina langsung mengangguk dan jalan pergi dengan Rama
"Erina tunggu" ucap Daniel
Erina berhenti dan menatap kearah Daniel
Reza menghampiri Daniel, dia terlihat sangat lelah karna habis lari
Dia langsung menarik Daniel untuk bersembunyi diruangan Make Up
Mereka bersembunyi dibawah dibalik pakaian yang ada disana
"Ada apa?" ucap Daniel
"Jangan bicara dulu Tuan" sahut Reza
Bianka masuk kedalam, dia mencari cari Daniel dan berteriak memanggilnya
Reza menutup mulut Daniel untuk tidak bicara dulu
"Sepertinya dia masih dipanggung" ucap Bianka keluar
Daniel dan Reza keluar dari persembunyian, Reza menghela napas saat Bianka sudah pergi
Daniel menatap aneh kearah Reza
Padahal dia tidak masalah sama sekali jika bertemu dengan Bianka
"Kamu kenapa sama Bianka, aku sih fine aja jika bertemu dengan Bianka, kamu suka sama dia ya? dan gak mau dia godain aku" ucap Daniel dengan wajah menahan tawa
Reza langsung gugup, dia juga tidak tahu apa yang sudah terjadi dengannya
"Aku tidak bermaksud seperti itu Tuan? cuma membatu saja agar dia tidak mengganggu Tuan" ucap Reza gugup
Daniel kembali menggoda Reza, hingga akhirnya asistennya itu keluar dari Ruang Make up
Reza menatap kearah Bianka yang lari kearahnya, matanya terus saja menatap kearahnya hingga Gadis itu sudah ada didepannya
Bianka melambaikan tangan kearahnya
" Reza, Hey ?" ucap Bianka
Seketika Reza sadar, dia langusung berbalik membelakangi Bianka tapi gadis itu malah mengikuti setiap gerakannya, hingga Reza akhirnya menyerah
"Ada apa?" ucap Reza
Bianka menatap tajam kearahnya
"Mana Daniel" ucap Bianka
"Mana aku tahu, walau aku sekretarisnya bukan berarti harus ada disamping dia, aku juga memiliki urusan lain, Bye" ucap Reza meninggalkan Bianka
Gadis itu lengan baju Reza
"Apa benar, aku tahu kamu berbohong denganku" ucap Bianka tidak percaya
Reza membuang pandangannya "Aku tidak berbohong, untuk apa aku melakukannya"
Reza pergi, Bianka lanjut mencari Daniel
Erina lari kearah mobil Daniel
"Ayo masuk" ucap Daniel
Erina masuk dan tidak ada siapapun kecuali Daniel, dia menatap sekeliling
"Cuma kita berdua" ucap Erina
Daniel mengangguk, dia memang sengaja melakukannya untuk mengajak Erina jalan jalan sebentar, mereka juga perlu untuk merayakan hari dimana mereka telah baikkan
Erina hanya mengikuti apa yang dikatakan Daniel, mereka melaju
Bianka berteriak memanggil Daniel saat melihat mobilnya jalan pergi
"Astaga? Aku harus pulang" ucap Bianka
Reza jalan keparkiran, saat dia ingin membuka pintu mobil matanya melihat Bianka berdiri sendirian ditengah halaman gedung itu
Dia pun menyetir kearah Bianka dan memuculkan wajahnya dari balik kaca Mobil
"Kenapa belum pulang" ucap Reza
Bianka menatap kearahnya, dia hampir saja menangis karna sendirian disini, dengan cepat Bianka masuk kedalam mobil itu
"Syukurlah ada kamu, aku berpikir akan disini sampai pagi, Ayo pulang" ucap Bianka
Reza menatap kearahnya "Memang gadis yang tidak penting, makanya jangan bersikap seperti kekurangan cinta saja mengejar laki laki kesana kesini, jadinya kamu gak dianggapkan sama semua orang"
"Apa punya prinsip sendiri, kejarlah cintamu sampai dia mau" ucap Bianka begitu bangga dengan Prinsipnya itu
Reza merasa takut, dia kembali melaju menjju hotel
๐๐๐๐๐
Kalian pada setujukan jika pasangan ini kita satuin๐คฃ
Kalau aku sih setuju banget
Cocok dah mereka yangs satu bawel dan yang satu suka marah marah
Fiks jodoh๐คฃ๐คฃ
MAKASIH BAGI YANG SUDAH MAMPIR DAN SETIA DENGAN CERITA INI๐๐
HARAP TINGGALKAN JEJAK YA
BIAR MAKIN RAME
STAY WITH ME