My Ex-Boyfriend

My Ex-Boyfriend
17. Bianka dan Reza



...^o^ SELAMAT MEMBACA ^o^...


Bianka menyeret kopernya dengan sangat paksa karna sangat berat


Matanya langsung menangkap Reza yang keluar dari kamarnya


Dia langsung lari menghampirinya dan tidak meninggalkan kopernya disana


"Reza" panggilnya


Reza langsung kaget, dia tidsk menyangka Bianka bisa dihotel ini padahal hotel ini sudah disewa Daniel dan tamu yang lain tidak bisa lagi masuk kesini


"Kamu bisa disini" ucap Reza


Bianka mengangguk "Tentu saja, Ayahku sudah meminta izin dengan Daniel dan dia setuju aku berada disini"


Reza masih tidak percaya, Bianka menunjuk kearah koper miliknya


"Bantu bawakan koperku, soalnya sangat berat dan aku tidak kuat membawanya, kamarku no 10 disebrang kamar Daniel"


Reza kembali kaget, disebrang kamar 10 bukanlah kamar Daniel tapi kamarnya


"Ini kamarmu" ucap Bianka namun tidak dihiraukan Reza karna dia terdiam kaku ditempat


Bianka menatap no yang ada dipintu Kamar Reza yang sudah menujukkan no 9


"Jika ini 9, maka disana 10, " ucap Bianka menunjuk pintu kamarnya


"tidak mungkin, dimana kamar Daniel, masa aku dekat sama kamarmu, yang ada aku sakit" ucap Bianka marah marah


Reza menutup mulut Bianka yang daru tadi bicara terus


"Kamu kira aku juga mau dekat dengan kamarmu, yang ada tiap hari aku periksa telinga dengar ucapanmu yang tidak pernah berhenti ini" sahut Reza


Bianka menginjak kaki Reza, hingga dia kesakitan dan melepas tangannya dari mulut Bianka


"Wajahku kena tanganmu itu, aku benar benar harus mandi takutnya ada bakteri" ucap Bianka masuk kedalam kamarnya


Tiba tiba Bianka kembali memunculkan kepaalnya didepan pintu


"Koperku tolong masukkan ya" ucap Bianka lalu menutup pintu dengan kasar


"Masukin aja sendiri" teriak Reza


Erina membantu Daniel membereskan kamarnya hingga rapi tersusun


Daniel menatap kearah gelang yang dipakai Erina


"Gelang baru" ucap Daniel sambil terseyum kearah Erina


Gadis itu membalas seyumannya "ini dari Rama"


Daniel mendadak kesal, tapi dia menyembunyikannya agar tidak ketahuan Erina, malu yang ada baru saja baikan jangan berulah dulu batin Daniel


"Kalian pacaran ya" tanya Daniel


Erina langsung menggeleng dengan kuat


"Kami cuma sahabatan, ini gelang persahabatan kami" ucap Erina


Daniel mengangguk, Erina melihat kearah gitar yang ada disana


dia mengambil gitar itu dan mulai memainkannya


"Aku merasa Erina dulu kembali dalam hidupku. walau masih ada kecanggungan" batin Daniel


Erina menatap kearah Daniel


"Coba kamu nyanyi lagumu dan aku yang main gitarnya" ucap Erina


Dia menyanyikan lagunya dengan diringi Erina yang tengah main gitar


Mata terus saja menatap kearah Erina yang terlihat fokos dengan Gitarnya


"Aku sangat malu jika mengingat hal bodoh yang ku lakukan" batin Erina


Lagu berakhir, Erina tepuk tangan sambil tertawa kecil


Tiba tiba Handphonenya bunyi


"Iya aku kesana" ucap Erina


Erina izin pamit dan Daniel mengangguk, laki laki itu terseyum dia merasa sangat bahagia hari ini


Semua berangkat kelokasi tempat konser untuk latihan untuk penampilan besok malam


Daniel terlihat begitu keras latihan


"Sudah bagus Tuan? Istirahat dulu sebantar" ucap Reza yang langsung diangguki oleh Daniel


dia turun dari panggung dan Erina dan Rama yang kebetulan lewat langsung menghampirinya sambil membawa Air mineral


Erina memberikannya kearah Daniel


"Untuk Tuan Daniel" ucap Erina sambil terseyum, Daniel pun juga begitu


Rama menyenggol Erina


"Lanjut bagi ke Tim yang lain" ucap Rama


Erina langsung mengangguk dan jalan pergi dengan Rama


"Erina tunggu" ucap Daniel


Erina berhenti dan menatap kearah Daniel


Reza menghampiri Daniel, dia terlihat sangat lelah karna habis lari


Dia langsung menarik Daniel untuk bersembunyi diruangan Make Up


Mereka bersembunyi dibawah dibalik pakaian yang ada disana


"Ada apa?" ucap Daniel


"Jangan bicara dulu Tuan" sahut Reza


Bianka masuk kedalam, dia mencari cari Daniel dan berteriak memanggilnya


Reza menutup mulut Daniel untuk tidak bicara dulu


"Sepertinya dia masih dipanggung" ucap Bianka keluar


Daniel dan Reza keluar dari persembunyian, Reza menghela napas saat Bianka sudah pergi


Daniel menatap aneh kearah Reza


Padahal dia tidak masalah sama sekali jika bertemu dengan Bianka


"Kamu kenapa sama Bianka, aku sih fine aja jika bertemu dengan Bianka, kamu suka sama dia ya? dan gak mau dia godain aku" ucap Daniel dengan wajah menahan tawa


Reza langsung gugup, dia juga tidak tahu apa yang sudah terjadi dengannya


"Aku tidak bermaksud seperti itu Tuan? cuma membatu saja agar dia tidak mengganggu Tuan" ucap Reza gugup


Daniel kembali menggoda Reza, hingga akhirnya asistennya itu keluar dari Ruang Make up


Reza menatap kearah Bianka yang lari kearahnya, matanya terus saja menatap kearahnya hingga Gadis itu sudah ada didepannya


Bianka melambaikan tangan kearahnya


" Reza, Hey ?" ucap Bianka


Seketika Reza sadar, dia langusung berbalik membelakangi Bianka tapi gadis itu malah mengikuti setiap gerakannya, hingga Reza akhirnya menyerah


"Ada apa?" ucap Reza


Bianka menatap tajam kearahnya


"Mana Daniel" ucap Bianka


"Mana aku tahu, walau aku sekretarisnya bukan berarti harus ada disamping dia, aku juga memiliki urusan lain, Bye" ucap Reza meninggalkan Bianka


Gadis itu lengan baju Reza


"Apa benar, aku tahu kamu berbohong denganku" ucap Bianka tidak percaya


Reza membuang pandangannya "Aku tidak berbohong, untuk apa aku melakukannya"


Reza pergi, Bianka lanjut mencari Daniel


Erina lari kearah mobil Daniel


"Ayo masuk" ucap Daniel


Erina masuk dan tidak ada siapapun kecuali Daniel, dia menatap sekeliling


"Cuma kita berdua" ucap Erina


Daniel mengangguk, dia memang sengaja melakukannya untuk mengajak Erina jalan jalan sebentar, mereka juga perlu untuk merayakan hari dimana mereka telah baikkan


Erina hanya mengikuti apa yang dikatakan Daniel, mereka melaju


Bianka berteriak memanggil Daniel saat melihat mobilnya jalan pergi


"Astaga? Aku harus pulang" ucap Bianka


Reza jalan keparkiran, saat dia ingin membuka pintu mobil matanya melihat Bianka berdiri sendirian ditengah halaman gedung itu


Dia pun menyetir kearah Bianka dan memuculkan wajahnya dari balik kaca Mobil


"Kenapa belum pulang" ucap Reza


Bianka menatap kearahnya, dia hampir saja menangis karna sendirian disini, dengan cepat Bianka masuk kedalam mobil itu


"Syukurlah ada kamu, aku berpikir akan disini sampai pagi, Ayo pulang" ucap Bianka


Reza menatap kearahnya "Memang gadis yang tidak penting, makanya jangan bersikap seperti kekurangan cinta saja mengejar laki laki kesana kesini, jadinya kamu gak dianggapkan sama semua orang"


"Apa punya prinsip sendiri, kejarlah cintamu sampai dia mau" ucap Bianka begitu bangga dengan Prinsipnya itu


Reza merasa takut, dia kembali melaju menjju hotel


๐Ÿ“–๐Ÿ“–๐Ÿ“–๐Ÿ“–๐Ÿ“–


Kalian pada setujukan jika pasangan ini kita satuin๐Ÿคฃ


Kalau aku sih setuju banget


Cocok dah mereka yangs satu bawel dan yang satu suka marah marah


Fiks jodoh๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ


MAKASIH BAGI YANG SUDAH MAMPIR DAN SETIA DENGAN CERITA INI๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


HARAP TINGGALKAN JEJAK YA


BIAR MAKIN RAME


STAY WITH ME