
Suara tawa dan kebahagian itulah yang selalu terdengar dan terpampang jelas diwajah keluarga Rama setelah kedatangan malaikat kecil mereka yang kini telah kembali.
Satu bulan telah berlalu. Audy awalnya belum terbiasa, saat dia membuka mata kamar yang indah menjadi pemandangan awalnya.
Tidak ada lagi rasa khawatir saat bangun tiba tiba banjir atau atapnya yang rusak dan berakhir dia tidur dengan kedinginan.
Hanya ada kehangatan yang terus mengalir dalam benaknya. apalagi saat hasil tes DNA yang menyatakan bahwa dia memang Putri dari keluarga ini.
Rasanya ini mimpi? Audy selalu berharap jika ini mimpi maka dia ingin egois, agar dia tidak perlu dibangunkan. Dia ingin menikmati mimpi ini lebih lama.
"Sayang selamat pagi" Rika berlari menghampiri anaknya yang baru saja keluar dari kamarnya.
Rama sudah ada dimeja makan. dia menunjukkan senyuman paling terindah melihat kedua perempuannya yang sangat bahagia.
"Selamat pagi mom" peluk Audy.
Mereka bertiga sarapan dengan canda tawa yang menghiasi sarapan itu.
Kini Rama dan Audy tengah pergi kekantor dan sekolah. tinggallah Rika sendirian. dia lagi tidak ke butik sekarang karna bakal kedatangan dua orang penting.
Tak lama bel berbunyi. dengan cepat Rika membuka karna tidak ingin membuat dua orang ini menunggu.
Nampaklah Erina dan Bianka. dua sahabatnya ini terseyum kearahnya dan dengan cepat saling berpelukan seperti orang yang sudah tidak bertemu setengah abad.
Mereka bertiga duduk santai didekat kolam.
"Aku senang sekali menemukan anakku kembali" ucap Rika menghapus air matanya.
"Audy anak yang baik dan aku merasa bahagia saat tahu dia anakmu" balas Erina menggenggam tangan Rika.
Bianka mengelus punggung Rika.
"Dan ku dengar dia pacarnya Aziel ya" goda Bianka.
Rika dan Erina tentu saja mengetahui, karna Aziel yang memberitahu. dia bilang tidak ada rahasia diantara kita.
Hmm kamu bisa aja Ziel.
Rika terseyum tulus dan dibalas sama oleh Erina. mereka hanya merasa geli saja membayangkan setelah sahabatan nanti akan jadi besanan.
"Ingatkan hari ini. sudah lama gak ngumpul" tanya Bianka.
"Tentu saja. aku sudah menyiapkan semuanya" jawab Rika.
"Wah tidak sabar deh sore" balas Erina dengan mata berbinar binar. jiwa mudanya kembali bergejolak.
Sore telah tiba.
Audy sudah ada dirumah mewahnya ini dengan semua sahabat kedua orangtuanya.
Dia dengan pakaian sederhananya menghampiri mereka semua.
Rama yang melihat anak gadisnya mendekat langsung lari menghampiri dan menggendongnya. itu sudah menjadi hobinya sekarang.
"Deddy" Audy malu jika digendong seperti ini dihadapan semua orang.
Semua terkekeh pelan melihat tingkat bucin Rama kepada putrinya. perlahan Rama menudukkan dirinya dengan Audy yang duduk dipangkuannya.
"Cantiknya" puji Bianka.
"Sayang kamu juga cantik" jawab Reza ke istrinya.
Dasar situa bucin.
Krik krik. mendadak sunyi senyap. Reza melihat kesegala arah. Daniel menggelengkan kepalanya.
"Tolong. aku gak kenal dengan orang ini" jawab Daniel.
Ella menatap ngeri "Om sudah tua. tapi bucinnya melebihi para remaja. Om dulu kelamaan jomblo ya."
Ucapan Ella menusuk sampai jantung, ginjal dan hati bahkan usus Reza. seketika suasana yang sunyi tadi mendadak ramai karna suara tawa.
Daniel mengelus rambut putrinya yang sudah seperti kulkas berjalan ini.
"Papa bangga padamu" ucap Daniel lalu kembali ketawa melihat Reza yang cemberut.
Bianka sendiri ketawa sampai memegang perutnya. dia bahagia melihat suaminya ini terpojok seperti ini.
Tidak terkecuali Audy. Rama terseyum melihat putrinya ikut tertawa.
"Nak semua orang disini tidak tuli" balas Erina.
Audy menahan malunya karna Aziel berteriak dengan menyebut namanya.
"Kamu kira ini hutan hah" tanya Daniel.
"Iya hutan kan papa monyetnya" balas Aziel.
Daniel dan Aziel saling menatap tajam.
"Andai bunuh orang gak dosa. udah papa bunuh kamu" batin Daniel.
"Heh berani papa bunuh aku. maka Mama Erina siap untuk menghukum papa" Aziel tertawa membantin.
Jovan datang. dia melihat sekilas kearah Audy yang menatap Aziel.
Hingga mata mereka bertemu. Audy memberikan senyuman kepadanya dan tentu saja dibalasnya.
Senyuman Jovan membuyar saat dia melihat Aziel berdiri tepat didepan Audy. menarik gadis itu untuk duduk bersama dengannya.
Sesak itulah yang dirasa. namun dia kuat dan masalah seperti ini pasti akan segera berlalu dengan cepat.
Jovan duduk disamping Ella yang sibuk main HP.
"Kak. Cinta itu butuh perjuangan. dan menurut aku fase mencintai yang paling berat adalah merelakan orang yang kita sayang bersama orang yang dia cintai" Ella menatap Jovan yang melihat kearah Audy dengan terseyum.
"Aku sedang berusaha untuk mengubur semua perasaan ini dan membiarkan dia bersama orang yang mampu membuat senyuman hangat diwajahnya" balas Jovan.
"Jangan terlalu terjebak dengan cinta kak."
Jovan mengangguk. dia bahagia melihat Audy bahagia. hanya ada ketulusan dalam cintanya bukan obesesi yang hanya akan menghancurkan segalanya.
Audy dan Aziel tengah sibuk dengan kucing milik Rika. Mereka berdua tertawa saat melihat tingkah lucu itu.
Semua orang tengah sibuk. seperti para istri dengan masakan mereka dan para suami dengan catur.
"Sayang" ucap Aziel mengelus rambut Audy.
"Kenapa" balas Audy masih sibuk dengan kucing yang ada dipangkuannya.
"Aku senang saat lihat kamu bahagia seperti ini. Apalagi saat tahu kamu anak om Rama. Aku sangat bahagia jika kamu bisa merasakan kehangatan keluarga seperti yang kamu mau"
Audy mengangguk. dia menatap mata Aziel yang memancarkan sebuah ketulusan. Dia bahagia bisa mengenal dan mencintai laki laki ini walau mereka sempat terlibat perang dingin dulu.
Dulu dia masih labil? padahal Aziel sangat tulus mencintainya.
"Ngelum terus" Aziel membuyarkan lamunan gadis ini.
Audy melihat kearahnya. Laki laki itu terkekeh pelan.
"Makasih banyak sudah hadir Aziel. dan Maaf untuk semua yang telah terjadi"
Aziel terseyum hangat. dia mengelus pelan pipi Audy dengan lembut.
"Harusnya aku yang mengatakan itu ke kamu. Makasih banyak Audy"
"Kita mulai dari awal lagi ya. jalani semua ini bersama sama" jawab Audy.
"Tentu saja? hanya akan ada cerita indah tentang Aziel dan Audy. tidak akan ada lagi yang namanya perpisahan. awal yang baru untuk kita berdua" peluk Aziel.
Audy mengangguk. membalas pelukannya dengan erat. tingkah mereka berdua tidak luput dari pandangan orangtua kedua belah pihak.
Erina terseyum menggenggam erat tangan suaminya. Mengingat kisah cintanya dengan Daniel juga tidak semulus itu.
Banyak hal yang merwka lewati untuk sampai ketahap ini. bersama dengan kebahagian yang selalu mengiringi mereka.
"Sayang kenapa?" tanya Daniel khawatir melihat Istrinya menangis.
"Ingat kisah kita dulu sih. mengingat tidak semudah itu dan sekarang itu juga berlaku bagi anak kita. tapi bedanya dia lebih dewasa dari kita dulu"
Daniel mengangguk mengiyakan.
"Kamu tenang saja. suamimu ini akan selalu mencintaimu Erina"
*Tinggal 1 part lagi cerita cinta Audy dan Aziel berakhir.
Kita lanjut dengan kisah cinta yang baru*.