My Ex-Boyfriend

My Ex-Boyfriend
18. Malam yang panjang



Erina dan Daniel tiba disebuah supermarket


Daniel langsung memasang Masker dan kacamata agar tidak ada yang kenal dengannya


Mereka berdua turun bersamaan


Erina terseyum menatap Daniel yang tidak sebebas dulu bisa pergi kesana kesini tanpa harus sembunyi sembunyi


Daniel menatap kearah Erina


"Kamu pahamlah, aku harus seperti ini" ucap Daniel


Erina mengangguk "Jika kamu tidak nyaman, biar aku saja yang membeli dan kamu tunggi dimobil, takutnya ada yang mengenalimu" ucap Erina


"Apa tidak merepotkanmu" ucap Daniel


Erina mengangguk, dia masuk kedalam supermarket dan membali minuman kaleng dan cemilan disana


Daniel sibuk dengan ponselnya, menatap foto foto yang dia post diakun sosmednya


begitu banyak komen disana dan kadang kadang itu membuatnya ingin tertawa dengan lawakan para Fans lewat komentar


Erina tiba, dia langsung masuk


"Apa ada yang mengenalimu" tanya Erina


Daniel menggelengkan kepalanya


"Selanjutnya kita kemana" tanya Erina


Daniel meletakkan kembali ponselnya, dia menyetir melaju kembali ketempat konsernya


Erina menatap bingung, dia mengajak untuk masuk


Mereka berdua duduk dipanggung yang diatas mereka bulan dan bintang bintang dilangit


"Biasanya tertutupkan" tanya Erina


"Iya? kali ini konsernya disini, jadi langsung bisa lihat langit" ucap Daniel


Erina sibuk makan cemilan begitu juga Daniel sambil mendengarkan musik


Erina terseyum mengingat kebersamaan dia dulu bersama kedua temannya Raisya dan Dinda


Dinda akan memutar lagu Daniel dan dia juga yang akan menari sendiri


"Aku boleh minta, puter lagumu saja, soalnya aku sering sekali dengar lagumu" ucap Erina


Daniel merasa sangat bahagia, jika Erina menyukai lagunya


"Benarkah, aku kira kamu membenci semua tentangku" ucap Daniel


Erina menatap kearahnya "tentu saja? Aku sangat membencimu, dulu itu aku tidak tahu jika itu kamu yang menyanyi, andai saja tahu aku tidak akan menyuruh temanku memutarnya" ucap Erina


"Apa temannya NIEL juga" tanya Daniel karna dia sangat senang jika menyangkut NIEL


Erina mengangguk "dia sangat menyukai semua tentangmj, dia yang paling bucin diantara aku Dan Raisya, walau kedua temanki itu NIEL aku tidak sedikit pun terpengaruh" ucap Erina lalu minum


"Aku senang jika banyak orang yang suka dan terhibur dengan musik yang ku nyanyikan" ucap Daniel yang diangguki Erina


Erina kembali bicara "Semua orang menyukaimu karna kamu memang pantas untuk itu, kata Dinda kamu adalah orang yang sangat bekerja keras, bahkan dulu kamu pernah tampil dibawah hujan, menurutku itu adalah perjuangan yang sangat membekas bagi NIEL dan kamu"


Daniel hanya terseyum mengingat kejadian itu


Karna itulah dia sangat mencintai para Fansnya karna hanya merekalah orang yang bisa mengerti dan memahami setiap yang dia lakukan


Keheningan terjadi beberapa saat, hingga Daniel kembali bicara


"Apa kamu sekarang kamu NIEL juga" ucap Daniel


Erina terseyum "Aku juga punya idola lain dia Lion, entah kenapa sampai kapan pun aku tetap menyukainya, aku bukan menyinggungmu, walau dia pernah berniat untuk membunuhmu dulu, aku tetap sering mendengarkan lagu lagunya disetiap waktuku"


Daniel paham, Lion memang idola yang sangat berbakat bahkan dia saja mengaguminya hanya karna kejadian dulu yang ingin membunuh dirinya semua orang jadi menjauhinya dan dia jadi boronan Polisi


"Aku minta maaf, mungkin karna bermasalah denganku idolamu itu tidak bisa lagi berkarya" ucap Daniel


"Mungkin belum tepat untuk bertanya apa benar Lion adalah kakaknya" batin Erina


➖➖➖➖➖


"Oke Tuan Daniel, kamu sangat bagus, kita akan lanjutkan nanti lagi" ucap pelatih Dancenya


Dia jalan menuju mobilnya untuk istirahat disana, tiba tiba Lion datang menghampirinya


"Kakak disini, ibu mencari kakak" ucap Daniel merasa sangat bahagia melihat kakaknya ada didepannya setelah beberapa hari tidak pulang


Lion mendorong Daniel dan membuat laki laki itu tersungkur ketanah


"Apa maumu Daniel? kenapa kamu harus pulang dan merebut kebahagianku, sudah bagus kamu tinggal dengan bibi disana tapi kenapa harus kembali kesini hah, dan menghancurkan impianku" ucap Lion sangat marah


Daniel bangun, dia menggelengkan kepalanga


"Aku tidak bermaksud kakak" ucap Daniel


Lion sangat marah " Gara gara kamu semua fansku beralih ke kamu, tidak ada lagi yang suka dengan karyaku, dan ini semua kesalahanmu, ibu jauh lebih mendukungmu dan aku terlupakan" ucapnya


"tidak kak? Fans kakak masih setia dengan kakak, aku sangat yakin itu, tidak ada yang meninggalkan kakak, dan ibu sekarang sakit kak, itu karna ibu khwatir dengan kakak"


Lion menggelengkan kepalanya, dia tidak percaya dengan apa yang diucapkan Daniel


Laki laki itu kembali mendorong Daniel dan kini membuat tangan kirinya tergilir


Lion masuk kedalam mobilnya dan melaju kearah Daniel yang berdiri didepan mobilnya


Entah darimana seseorang langsung mendorong Daniel kepinggir dan itu berhasil


Lion gagal, Orang yang menolong Daniel langsung berteriak memanggil Lion yang melaju pergi


"Tuan Daniel tidak papa" ucap Satpam yang ada disana


Daniel mengangguk, dia masih keget dengan hal yang telah dilakukan kakaknya kepada dirinya


Tiba tiba polisi datang, Daniel menatap kearahnya


"Saya yang memanggilnya tuan, karna tadi tanpa sengaja melihat anda berusaha disakiti olehnya dan saya juga sempat memvideonya"


Kini Daniel tengah duduk dikantor polisi, ibunta datang dan langsung memeluknya


"Kamu tidak papa nak" ucap ibunya sangat khawatir


"Ibu tengah sakit, untuk apa kesini" sahut Daniel"


Polisi menghampiri mereka berdua dan dia menunjukkan video kejadian kepada ibu Daniel


"jika ibu mau anak ini diselesaikan, maka kasus ini akan dilanjutkan dan kami akan berusaha untuk mencarinya" ucap Polisi


Daniel tidak setuju "Tidak perlu pak? saya tidak papa juga, tidak masalah bagi saya"


"Saya mau anak itu ditangkap pak" sahut ibu yang langsung membuat Daniel bertanya tanya tentang keputusan ibunya ini


"Dia telah melakukan hal yang sangat membahayakan bagimu, ibu takut jika dia akan melakukannya kembali, terkadang kita harus memberikan hal yang membuatnya jera agar dia sadar, ibu telah berbuat banyak untuknya tapi dia itu terlalu egois" ucap Ibunya


Daniel menatap ibunya lebih mendalam, dia tidak setuju sama sekali dengan semua ini


"Nak dulu ibu berkorban menjauhkanmu dan mengirimmu bersama bibimu untuk ibu lebih fokos dengan Kehendak Lion, tapi anak itu tidsk memiliki apa yang orang mau, dia terlalu egois dan mau menang sendiri saja, Lion harus belajar nak" ucap Ibu sambil memegang kedua tangan Daniel


Dengan terpaksa Daniel menyetujuinya


"Jika itu yang terbaik untuk ibu, Daniel akan setuju" ucap Daniel


Kasus ini semakin panjang karna Lion berhasil pergi dan tidak ditemukan


➖➖➖➖➖


Erina menepuk pundak Daniel karna dari tadi dia hanya diam tidak bicara seperti memikirkan sesuatu


"Lebih baik kita pulang, ini sudah sangat malam, besok kamu harus gelar konsermu" ucap Erina


Daniel setuju saja, dia dan Erina langsung pulang


📖📖📖📖📖


MAKASIH BAGI YANG SUDAH MAMPIR DAN SETIA DENGAN CERITA INI😘😘


HARAP TINGGALKAN JEJAK YA


BIAR MAKIN RAME


STAY WITH ME