My Ex-Boyfriend

My Ex-Boyfriend
33. Selamat tinggal



...Selamat membaca...


Kabar tentang Daniel semakin hari menjadi tranding topik. banyak pihak yang mendukung dan tidak banyak juga yang tidak menyukai.


Sebuah undangan sampai kepadanya.


Erina tidak paham dengan ini. Kenapa dia harus repot repot mengirimkan undangan untuknya.


Dia melempar undangan itu dan kembali menangis. betapa sakit hatinya masuk kedalam lubang yang sama dengan orang yang sama.


"Kenapa kamu menghukumku seperti ini" ucap Erina menangis tanpa henti.


Dilain tempat Daniel berdiri melihat dirinya mengenakan jas putih yang telah dipakainya.


Teringat dia tentang kata kata Reza. dia tidak menyukai gadis itu sedikit pun jadi kenapa dia harus memaksakan diri untuk bertunangan dengannya.


Dia masuk kedalam kamar ibunya.


disana ada ibunya tengah dandan untuk acara hari ini.


betapa senangnya dia melihat Daniel yang sudah rapi dan siap.


tiba tiba Daniel melepaskan jas nya dan meletakkannya dikasur ibunya.


dia memakai topi dan mengeluarkan masker yang ada dikantongnya.


ibu terlihat bingung dengan sikap putranya.


"Daniel tidak bisa melakukan semua ini. Daniel tahu ibu melakukan semua untuk kebaikan Daniel sendiri. tapi sedikitpun Daniel tidak menyukainya ibu. biarkan Daniel bahagia dengan jalan Daniel" ucapnya.


Ibu nya tidak bisa lagi mengatakan apa apa.


"Maaf untuk semua ini ibu. Daniel tidak bisa menyakiti orang yang Daniel cintai lagi"


Ibunya menahan tangan Daniel.


"Apa yang telah kamu katakan. apa kamu ingin melihat ibu tiada hah" ucap ibunya.


Daniel melepas pegangan tangan ibunya.


dia berlutut meminta maaf


"Daniel tidak ingin melihat ibu tiada. tapi ini semua juga akan membuat Daniel terbunuh perlahan lahan. Daniel tidak ingin melihat dua wanita dalam kehidupan Daniel menderita karna Daniel. izinkan Daniel pergi untik menemuinya" ucap Daniel memohon.


Ibu tidak menghiraukannya.


Daniel bangun dan menatap ibunya. dia memakai maskernya dan beranjak pergi.


"Daniel" teriak ibunya.


Gita menghampiri Daniel yang ingin pergi.


"Maafkan aku tapi ini semua telah salah." ucap Daniel.


Dia pergi melajukan mobilnya untuk kebandara.


"Apa ini" ucap Gita.


Daniel sampai dibandara. dia telah mendapatkan tiker untuk pergi menemui Erina.


"Aku akan datang Erina" batin Daniel.


Sebelum pesawatnya berangkat Daniel memberikan pesan kepada Erina dia akan datang.


Erina menuju dapur untuk minum. dia benar benar tidak bersemangat.


Tiba tiba pandangannya memudar. dia benar benar tidak melihat apapun semua hanya hitam.


Dia kehilangan kesadarannya.


terdengar keributan dirumah sakit.


Bibi menangis melihat Erina yang hanya menutup matanya tidak bangun.


Dinda dan Raisya datang setelah mendapatkan kabar. mereka menenangkan Bibi.


"Dia baik baik saja" ucap Dinda.


Dokter menghampiri Bibi dan menjelaskan keadaan Erina yang hanya kelelahan karna dia terlalu banyak pikiran dan juga kekurangan tenaga karna tidak makan.


Daniel sampai dikota Erina. dia langsung pergi kerumahnya.


Sesampai disana tidak terlihat ada orang.


"Permisi" ucap Daniel.


Ibu Dinda keluar dari rumah. dia ingin berangkat kerumah sakit membawakan makanan untuk anaknya dan juga Bibi Erina.


Dia kaget melihat seseorang berdiri didepan rumah tetangganya ini.


"Kamu cari siapa nak" tanya Ibu Dinda tidak mengenali siapa Daniel.


"Erina" sahut Daniel.


"Temannya ya?" tanya ibu Dinda yang dia angguki Daniel.


"Erina tiba tiba pingsan dia sedang dirumah sakit. karna itu rumahnya tidak ada penghuni." lanjutkan ibu Dinda.


Daniel langsung panik dia pergi kesana.


Erina sadar. dia melihat kesekelilingnya.


"Dimana ini" batinnya.


Bibi masuk dan langsung memeluk Erina yag telah sadar.


"Yang mana sakit nak" ucap Bibi


"Bibi. Erina baik baik saja hanya kelelahan saja" ucap Erina.


"Berjanjilah jangan seperti ini. bibi sangat takut nak" ucap Bibi menangis.


Mereka berdua berpelukan.


"Apa kamu mau pindah nak. ayo bibi akan mengiyakan" ucap Bibi.


Erina menggeleng "Tidak perlu Bibi" ucapnya.


Daniel sampai dirumah sakit. dia melihat Dinda dan Raisya yang tengah duduk didepan ruangan Erina.


Dia langsung mendekat.


"Bagaimana keadaan Erina" tanya Daniel.


Dinda berdiri dan menampar Daniel.


"Kenapa kamu sejahat ini. aku sangat menyukaimu melebihi apapun tapi kenapa kamu menghianti sahabatku sampai seperti ini. Dokter bilang dia kehilangan tenaganya karna tidak makan. dan aku tahu ini semua karnamu" teriak Daniel.


"Untuk apa kamu kesini" tanya Raisya.


"Aku ingin bertemu dengan Erina" ucap Daniel.


"Tidak boleh" sahut Dinda.


Daniel dibawa pergi oleh satpam walau dia tidak ingin.


Keesokan harinya. Erina masih dirawat.


Dia menatap kearah jendela ada taman yang indah disamping kamarnya.


Erin izin kesana diantar oleh suster.


Sangat banyak bunga disini dan juga pohon yang rindang.


"Ini sangat indah" ucap Erina.


Seseorang mendekatinya.


"Erina" peluknya.


Erina melepas pelukan itu. dia jalan mundur.


"Daniel" ucap Erina.


"Maafkan aku. ini semua bukan kehendakku percayalah Erina. aku hanya mencintaimu dan akan selalu mencintaimu. pertunangan itu telah..


Belum Daniel selesai bicara. Erina memotong pembicaraannya.


"Kita telah melawan takdir Daniel. aku dan kamu tidak sepantasnya saling menyukai kita sudah diizinkan bersama dulu tidak untuk sekarang. kamu dan aku orang yang berbeda dan tidak ada takdir yang akan menyatukan kita" sahut Erina dingin.


Daniel meraih tangan Erina. dia benar benar tidak bermaksud untuk melakukan ini semua.


Kembali lagi Erina melepas tangannya dan memundurkan langkah menjauh dari Daniel.


"Lebih baik kita akhiri semua ini. anggaplah seperti dulu sebelum kita kembali bertemu. jalani hidupmu tanpa ada bayang bayang dariku dan Aku akan pura pura tidak mengenalmu. jadilah seperti dulu seorang Daniel yang dicintai penggemar dan Aku akan menjadi Erina pelayan" ucap Erina melangkah pergi.


Daniel menghalangi langkahnya Erina.


"Apa kamu ingin mengakhiri hubungan kita?"


"Ya" jawab Erina dengan padat dan singkat.


"Kita bisa memperbaiki lagi. Aku mohon pertunangan itu telah dibatalkan" ucap Daniel.


Gita datang dan menghampiri mereka berdua.


"Kamu disini" ucap Gita.


Erina melirik kearahnya.


"Reza memberitahu jika kamu kesini." ucapnya.


Dia melihat kearah Erina.


"Pertunanganku dengannya telah dibatalkan. dan ini semua karnamu" ucap Gita.


Ibu Daniel datang dan menampar wajah Erina.


"Apa dia yang kamu sukai hah. dan kamu ini kan pelayan yang kemarin. beraninya kamu mendekati anak saya?" teriak ibu Daniel.


Bibi lari menghampiri dan langsung memeluk Erina.


"Maaf ya bu? berani sekali ibu menampar putri saya. anak saya tidak salah disini. anak ibu yang telah membuat putri saya menderita" ucap Bibi.


Erina menenangkan Bibi. dia menatap kearah Daniel yang dari tadi tidak bicara.


"Saya tidak akan menganggunya lagi sampai kapanpun" ucap Erina.


Erina membawa Bibinya masuk kedalam.


"Erina" ucap Daniel.


"Ayo Daniel kita pulang." ucap Ibu.


Daniel menggeleng.


"Ibu saja yang pulang. Daniel tidak akan pulang jika ibu masih ingin memaksa Daniel bersamanya." ucap Daniel.


➖➖➖➖


Mungkin kisah Erina dan Daniel akan berakhir disini. tapi tenang saja bakal ada kelanjutannya


diseason kedua.


tenang Daniel dan Erina masih berperan kok.


yang ini gak akan kalah seru kok.


Sampai jumpa lagi diseason kedua.