
...Selamat membaca...
Daniel: Apa benar ibu sudah pulang?
Ibu : iya sayang tapi kamu katanya ada diluar ayo pulang ibu sangat merindukanmu
Daniel : Daniel ingin sekali pulang tapi Reza mengalami kecelakaan bu jadi dia tidak boleh pulang dulu
Ibu : Ya Ampun Reza. kalau begitu ibu saja yang akan kesana
Daniel : Ibu yakin?
Ibu: Iya sayang
Daniel : Daniel akan jemput nanti
Ibu : tidak perlu sayang nanti fansmu akan memenuhi bandara jika kamu disana
Daniel : Baiklah ibu hati hati ya
Panggilan itu terputus. Daniel menatap Erina yang terseyum kearahnya.
"Ibuku akan kesini" ucapnya
"Benarkan"
Daniel mengangguk " Semua terasa begitu indah saat kita kembali bersama" ucap Daniel.
Senyum indah Erina itu terus saja terukir diwajahnya. Dia sangat bahagia sekali melihat orang yang dia cintai bahagia.
"Besok kamu harus bertemu dengannya" ucap Daniel.
"Iya tuan" sahut Erina
hari telah berganti
Erina sampai diApartemen Daniel karna dia disuruh untuk kesanamungkin takutnya ibu nya datang.
Hanya Rama yang ada karna yang lain juga sibuk dengan tugas masing masing dan dia kaget melihat Erina yang datang membawa banyak sayuran segar.
"Aku membawanya untuk membantumu masak katanya ibunya Daniel akan datang" ucap Erina
"Terima kasih sudah mau membantuku" ucap Rama.
Mereka berdua masak bersama.
Rama mengambil tisu karna wajah Erina penuh dengan keringat akibat terlalu dekat saat menggoreng.
Rama mengusap keringat itu dan membuat Erina kaget.
"Maaf jika aku membuatmu kaget" ucap Rama
"Tidak papa. terima kasih" sahut Erina
Daniel keluar dari kamarnya masih dengan mata yang sangat mengantuk karna bangun tidur siang dia menuju dapur.
Seketika dia sangat cemburu melihat Rama dan Erina.
Dia langsung menghampiri dan berdiri ditengah antara mereka berdua.
"Aku akan membantu kalian memasak" sahut Daniel sambil menatap Erina cemberut
"Tuan yakin" tanya Rama tidak biasa dengan sikap Bos nya ini.
"Tentu saja" sahut Daniel
Dia mengambil pisau dapur dan memotong sayuran.
Rama merasa aneh dengan sikap tuannya itu.
"Jangan terlalu dekat saat menggoreng itu nanti kamu kena minyak" ucap Rama
Daniel melepas pisau itu. dia mengambil sendok yang ada ditangan Erina
" Biar aku saja yang menggoreng" ucap Daniel.
Erina memotong sayuran dan Rama juga ikut duduk berhadapan dengan Erina.
Daniel makin kesal dia kira Rama tidak akan mendekati Erina jika dia yang menggoreng ternyata tetap saja laki laki itu mendekatinya.
Dia pura pura berteriak seakan kena cipratan dari minyak.
Erina panik dia langsung menghampiri Daniel.
"Ini sakit" ucap Daniel
Tidak terlihat ada jejak luka bakar atau apapun tangannya terlihat sangat baik baik saja.
"Kamu menipuku" ucap Erina
"Panik ya panikalah masa engga" sahut Daniel.
Erina menggelengkan kepalanya melihat tingkah orang yang ada didepannya ini.
Tiba tiba Bel berbunyi
Reva membukankan pintu dan terlihat ibunya Daniel didepan pintu.
Daniel langsung menghampiri dan memeluknya dengan sangat erat bahkan terharu dalam pelukan itu.
"Ibu baik baik saja" ucapnya
"Iya sayang ibu sudah sangat sehat" ucap Ibunya
"Ayo masuk" ucap Daniel
"Sebentar. Sayang aku kesini" panggil ibu
Seorang gadis muncul dia sangat cantik
Daniel dan semua penghuni menatap kearahnya tidak terkecuali Erina yang merasa asing dengan gadis itu.
Dia terseyum kearah Daniel.
Daniel tidak mengenal sama sekali dengan gadis itu.
"Masa kamu lupa. Dia adalah orang yang sempat ibu jodohkan denganmu. ibu membawanya kesini untuk kalian bisa saling mengenal lagi" ucap ibu
Erina tidak bisa lagi bicara saat dia mendengar orang yang akan dijodohkan dengan Daniel.
Dia menahan air matanya yang akan keluar.
Ibu menatap kearahnya dia langsung menyuruh Erina membawakan barang barangnya karna dia mengira Erina adalah pelayan.
Daniel menatap kearanya. Erina mengambil koper itu dan membawanya masuk kedalam kamar.
"Ayo makan siang bersama" ucap Ibu
Erina keluar dari kamar dan kembali menuju dapur dia kembali disuruh untuk menghidangkan makanan.
Erina tidak membantah sedikit pun dan dia melakukannya dengan senang hati.
Pandangan Daniel hanya menatapnya hingga makan siang selesai.
"Ibu sangat bahagia bisa membawa Gita kesini apalagi bertemu dengan jodohnya" ucap Ibu.
"Apa kamu mengingatku" tanya Gita kearah Daniel.
Laki laki itu menggeleng dia sama sekali tidak ingat.
"Kita pernah bertemu saat kamu kerumah sakit dan waktu itu kamu menabrakku tanpa sengaja" ucap Gita berusaha untuk Daniel mengingat kembali.
"Lebih baik kalian istirahat saja" ucap Daniel.
"Baiklah. Gita kamu istirahat ya" ucap Ibu
Erina mengambil tas nya dia ingin pergi.
"Bosku benar benar sudah menunggu. aku hanya diberi waktu sedikit saja" ucapnya kearah Rama.
"Jika begitu jalan belakang saja takut menganggu mereka" ucap Rama
Rama mengantarkan Erin keluar. Gadia itu melambaikan tangannya dan pergi dari apartemen itu.
Dia berusaha untuk tetap berpikir positif tentang semua yang dia lihat dan dengar tadi.
Daniel menghampiri Rama dia mencari Erina.
Rama menjelaskan bahwa dia sudah hampir setengah jam lalu pergi.
Daniel ingin pergi menemuinya namun ditahan ibunya karna dia ingin minta antar menemui Reza.
Tiba tiba hujan turun. Erina berteduh sebentar dihalte sambil menunggu Raisya membawa payung ketempatnya karna Halte dan Cafe lumayan dekat tapi hujan sangat deras karna itulah Erina lebih baik menunggu Raisya dulu.
Sebuah mobil melewatinya dia melihat kearahnya terlihat sangar jelas ada Daniel tengah bersama gadis itu dan juga ibunya.
Tanpa sengaja matanya dan Daniel bertemu
"Erina" batin Daniel
Dia hanya melewati Erina yang melihatnya.
"Memang kasta kami sangat berbeda" batin Erina.
Raisya datang membawakan payung.
"Lagi liatin siapa?" tanyanya.
"Aku hanya melihat orang orang yang lewat saja" ucap Erina.
"Itulah hidup Erina takdir kita memang sangat menyakitkan saat semua orang berada sangat tenang dirumah mewah mereka dan akan teduh berpergian kemana mana sangat berbeda dengan kita" ucap Raisya.
Mereka berdua jalan menuju Cafe.
Daniel dan ibunya sampai dirumah sakit.
Reza sudah mulai membaik dan dia sangat bahagia melihat ibu tuannya sangat baik sekarang.
pikiran Daniel hanya terarah ke Erina
Handphone Daniel berdering
"Ibu Daniel harus kelokasi syuting" ucapnya
"Baiklah"
"Apa aku boleh ikut" ucap Gita
"Besok saja ya" sahut Daniel langsung pergi.
Dia mengendarai mobilnya menuju kafe Erina tempat bekerja.
Erina sekarang tengah melayani pelanggan.
sebuah pesan masuk dan dia memeriksa.
"Daniel disini" ucap Erina pelan.
Matanya mencari cari. dia akhirnya melihatnya tengah berdiri didepan Cafe.
Erina langsung menghampiri laki laki.
"Kamu disini. bagaimana jika ada yang menganalimu" ucap Erina.
"Aku khawatir" sahutnya.
Gadis itu mengajak Daniel masuk kedalam lebih tepatnya digudang karna hanya disini yang sunyi tidak ada orang.
"Aku bisa menjelaskan semuanya"
"Jelaskanlah" ucap Erina
See you