My Ex-Boyfriend

My Ex-Boyfriend
16. Baikkan



...^o^ SELAMAT MEMBACA ^o^...


Daniel tiba, dia jalan melangkah menuju kamarnya untuk beristirahat


Ada syuting lanjutan untuk besok dan besoknya lagi karna itu istirahat adalah hal yang dibutukannya saat ini


Langkahnya terhenti sesaat melihat pintu kamar Erina yang berada tidak jauh dari kamarnya


Teringat dia kejadian dilift tadi


"Aku juga gak tau? apa itu benar dan salah meminta kesempatan kepadamu, padahal aku sendiri yang telah memutuskan, sudahlah tujuanku sekarang hanya ingin memperbaiki yang telah terjadi padamu Erina?" ucap Daniel


Dia membuka pintunya, saat melangkah masuk dia kaget melihat Erina yang sudah berdiri tepat didepannya


Mata mereka bertemu dengan perasaan yang berbeda


"Kamu?" ucap Daniel


Erina seketika gugup, dia bingung harus bicara apa, seakan kata kata yang sudah dirangkainya hilang seketika


"Aku tidak mau makan malam dulu, kamu silahkan keluar?" ucap Daniel jalan menuju kamar mandi


Erina menatap Daniel, saat dia ingin keluar dari kamar itu, Daniel tiba tiba bicara


"Untuk kesempatan tadi, aku tidak akan memaksa setiap keputusan yang sudah kamu buat, tujuanku hanya ingin memperbaiki semuanya saja" ucap Daniel


Erina tertekun dengan kata kata yang keluar dari mulut Daniel


dia mengangguk paham


Gadis itu turun dan jalan menuju dapur


"Apa aku benar benar salah selama ini, entah kenapa saat aku menggabungkan cerita Rama dan ucapan Daniel dulu saat berpisah denganku itu sangat masuk akal" Batin Erina


Daniel menatap kearah langit langit kamarnya, dia mengingat sedikit hal yang sudah dia kubur kubur dalam dalam


"Ibu memang tidak pernah sayang denganku, apa benar? aku hanya anak pungut kalian, Selalu saja Daniel yang ibu utamakan, dan untuk ini, aku lebih dulu bu, tapi kenapa harus dia yang bantu kesana kesini untuk cari agensi yang mau menaunginya, kenapa aku tidak?"


Kata kata itu kembali teringat jelas dikepala Daniel, dia langsung memejamkan matanya agar tidak mengingat itu lagi


Pagi telah tiba


Daniel dan para tim tengah rapat bersama membahas tentang Jadwal Daniel yang sangat padat


"Untuk konser selanjutnya akan diadakan 3 hari lagi dan syutingmu akan diadakan Setelahnya, kita akan kembali bertemu Prodoser ditempat syuting selanjutnya" ucap Reza yang diangguki semua orang


Erina hanya menatap kearah Daniel


"Apa aku salah? bagaimana caranya aku meminta maaf untuk itu, aku merasa sangat menyesal tapi ini memalukan sekali, aku marah kepadanya tanpa alasan, hanya karna tersinggung saja, aku yang sebenarnya egois disini" batin Erina


Dia berpikir jika selama ini bukan Daniel yang egois, dialah yang egois


kenapa dia harus marah, padahal hal yang dilakukan Daniel tepat, kenapa dia tidak berpikir dari dulu seperti itu


Andai Rama tidak cerita dan aku memikirkan semuanya gak akan menemukan hal ini, itulah yang ada dipikirkan Erina


Daniel menatap kearahnya, seketika Erina langsung memalingkan wajahnya


"Apa dia tengah memikirkan kembali kejadian diLift kemarin, aku merasa malu jika memikirkannya" batin Daniel


"Untuk Erina, tuan Daniel akan berangkat nanti sore, bantu di membawa pakaian dan keperluan lainnya" ucap Reza


Erina mengangguk paham, rapat pun berakhir


semua jalan mengerjakan pekerjaan masing masing


Bianka datang, menghampiri Reza yang ingin masuk kedalam mobil


"Ada apa?" ucap Reza


Bianka menunjukkan tiket pesawat kearah Reza dan surat dari ayahnya


Reza mengambilnya dan membaca isi nya yang berisi untuk menjaga Bianka yang ikut kekota selanjutnya untuk konser Daniel


"Aku gak terima" ucap Reza


"Ini perintah dari Ayahku, jika dia marah dan membatalkan Film ini, maka Daniel akan marah kepadamu, mau seperti itu" ucap Bianka mengancam Reza


Reza menggelengkan kepalanya, dia tidak mau dipecat, terpaksa dia setuju


"Kamu naik pesawat yang beda ya? Tuan Daniel gak mau keributan, apalagi kamu ada" ucap Reza


Bianka menatap kesal "tidak peduli, aku sudah pesan tiket pesawat yang sama dengan Daniel"


Reza makin kesal, dia mengusir Bianka tapi gadis itu tidak mau sama sekali pergi


Erina memasukkan pakaiannya, dia keluar dari kamarnya dengan menggendong tasnya


"Ayo turun bareng" ucap Rama


Mereka berdua turun bersama


"Aku dengar konser kali ini sangat seru, kita lebih santai dari biasanya, dan akan menginap disana beberapa hari" ucap Rama


Erina terseyum, dia sudah tidak pergi liburan apalagi gratis seperti ini


Daniel sudah ada didalam mobil, dia menatap kearah Erina dan Rama yang jalan bersama dan masuk kedalam mobil yang terpisah dengannya


Perjalanan pun dilalaui, tanpa terasa mereka telah sampai disana


Hotel tempat mereka nginap sangat indah dan hotel itu sudah dibayar khusus untuk Daniel dan para Tim


Erina menekan tombol lift, saat terbuka, dia kaget melihat Daniel yang ada didalam sana


Dengan perasaan yang berbeda, tidak ada lagi dendam, Erina masuk kedalam Lift itu


Gadis itu melirik sedikit kearah Daniel yang hanya fokos dengan Handphonenya


"Aku minta maaf jika selama ini telah begitu egois" ucap Erina memberanikan diri untuk mengatakan hal yang sudah dia lama ingin katakan


Mata Daniel beralih ke Erina, gadis itu hanya menunduk


"Aku sangat egois, dulu aku tidak bisa berpikir dengan caramu, harusnya aku yang memperbaiki ini, Aku merasa malu dengan diriku sendiri" ucap Erina


Daniel terseyum "Aku memang salah pada waktu itu, tidak menceritakan semuanya, aku kira yang kulakukan sudah benar, dan tidak menyangka kamu akan menderita"


Erina menangis "Daniel? aku benar benar bodoh, aku tidak tahu apa yang telah aku lakukan, entah kenapa aku sangat bisa membencimu begitu lama, dan menganggap kamu adalah orang yang sangat jahat" ucap Erna terisak


"Aku selalu mengatakan kamu pembohong dan orang yang hanya bisa mengingkari janji saja, dan aku juga sangat jahat kepadamu, mengangap kamu tidak pantas mendapatkan kasih sayang dari semua orang padahal kamu adalah orang yang sangat pantas untuk itu" ucap Erina panjang lebar


Daniel mengangguk "Harusnya aku tidak memutuskan hubungan denganmu begitu saja? benar katamu dulu, kita bisa berjuang bersama sama dan bisa sukses bersama" ucap Daniel


Erina kembali menangis dia selalu saja menyalahakan dirinya


Daniel rasanya ingin tertawa


"Sudahlah Erina? ini bukan kesalahanmu juga, aku pun terlibat disini"


Erina menghapus air matanya, Daniel terseyum


"Aku minta maaf, aku akan bekerja sampai aku tua demimu pun tidak papa, sebagai penebus kesalahanku" ucap Erina


"Aku juga minta maaf, Makasih sudah mengerti aku" ucap Daniel


Erina makin nangis lagi, Dan Daniel tidak tahu lagi harus apa, Lift terbuka


"Ayo keluar " ucap Daniel


Erina mengangguk, dia kembali menghapus air matanya


"Aku benar benar malu Daniel" ucap Erina lagi


"Sudahlah Kamu tidak perlu malu, berhentilah menangis, anggap semua kejadian yang sudsh terjadi itu tidak pernah ada, anggap aku Daniel yang dulu bukan Versi yang ini, jadi kamu gak terlalu malu banget" ucap Daniel


Erina terseyum, Daniel merasa tenang melihatnya, hal yang sudah lama dia rindukan kini bisa dia lihat lagi


πŸ“–πŸ“–πŸ“–πŸ“–πŸ“–


Hal yang sudah lama aku inginkan bisa terkabul dipart ini


mereka udah baikan nih, ada gak sih yang senang juga kaya aku


Rencana sih mau kasih cast cerita ini dipart selanjutnya


Tapi masih bingung nentui orangnya,


Moga nanti pada suka ya sama Cast aku


kalau gak suka sama Cast nya jangan marahπŸ™‚


Ini kan cuma cerita doang gak kehidupan nyata kok,


Ya udah sampai sini dulu


MAKASIH BAGI YANG SUDAH MAMPIR DAN SETIA DENGAN CERITA INI😘😘


HARAP TINGGALKAN JEJAK YA


BIAR MAKIN RAME


STAY WITH ME