
Hujan lagi guman Widya mengeluh kenapa disaat pulang sekolah harus turun hujan kembali.dia menatap layar hpnya ada sebuah pesan masuk dari mamanya,dia berdiri di koridor sekolahan.
Widya maafin mama hari ini tidak bisa jemput.tiba-tiba mama ada meeting ..maafin mama ya sayang...pulangnya naik bus saja ya.
Widya membaca pesan tersebut dengan mendengus kesal."kenapa disaat hujan seperti ini mama tidak bisa jemput?"sambil mendongak keatas sambil tangannya mengulur ke depan merasakan tetesan hujan.
"hmm ...hujannya belum deras masih bisa lari ke halte bus"Widya berkata sambil berlarian kecil menuju halte bus yang tidak jauh dari sekolahan hanya 100m.
"basah deh.."ujarnya sambil memayunkan bibirnya sedikit kesal sambil mengelap badan dengan tisue.didepan halte bus ada lubang dan berisi genangan air dari hujan,tidak lama kemudian hujan lebat turun membuat Widya merasa kedinginan dan sedikit takut di halte bus hanya dia seorang.
Teman-temannya sudah pulang di jemput supir ada juga yang bawa motor sendiri ada juga yang naik taxi.dari kejauhan ada mobil sedan hitam melaju kencang dan CRAAAASSH...air dalam genangan lubang tersebut menyembur.Widya menutup matanya rasanya ingin mengumpat si pengemudi mobil sedan itu,tetapi anehnya baju Widya tidak basah.
Saat dia membuka mata,ternyata Kevin berdiri didepan Widya tangannya memeluk Widya mendekap dalam dada bidangnya.aroma musk tercium dalam indra penciuman Widya.dia mendongak memandang wajah Kevin yang hanya berjarak beberapa cm,membuat jantung Widya berdebaran.perasaan ini...perasaan yang sudah lama tidak dia rasakan.debaran jantung sekaligus senang,Widya tersenyum menatap Kevin.
Lelaki yang dia cintai telah menolongnya.mereka terdiam saling memandang dalam posisi masih berpelukan.Kevin merasa salting dekat dengan Widya,dia memandang wajah cantik Widya membalas senyuman itu.tidak ingin rasanya melepaskan pelukannya sudah lama dia merindukan Widya.merindukan saat-saat bersama setelah putus jarang sekali bisa bertemu dan berbicara.
Widya merasa malu,kemudian dia melepaskan diri dari pelukan Kevin.terjadilah suasana canggung saling diam.
"maaf.."ucap Kevin memulai bicara.Widya menoleh memandang Kevin,menatap mata almonnya."kamu tidak apa-apa kan?"tanyanya membuyarkan lamunan Widya.
"tidak apa-apa. terimah kasih tapi baju kamu basah dan kotor"
"tidak apa-apa".mereka kembali diam,Widya menunduk merasa bersalah.
"aku rindu kamu wid..."guman Kevin pelan tetapi cukup terdengar oleh Widya,membuat Widya mendongak menatap Kevin sambil berkata dalam hati benarkah yang barusan didengar?.
"semenjak putus sama kamu hari-hariku terasa sepi"ujar Kevin,dia berbicara dengan wajah sedihnya.Widya merasa senang dengan kata-kata Kevin yang barusan dia ucap dalam hati dia berkata Kevin masih mencintainya.
"sama.."jawab Widya."hari-hariku juga terasa sepi semenjak putus denganmu"Kevin tersenyum senang mendengar kata yang diucapkan dari bibir mungil Widya.kemudian dia mengajak Widya naik motor menerjang hujan yang sudah mulai redah.
aku bahagia....Widya memeluk pinggang Kevin,Kevinpun tersenyum melihat tangan Widya melingkar memeluknya.Widya berharap hari ini jangan cepat berlalu dia masih ingin bersama Kevin.dia ingin kebahagiaan ini tidak cepat hilang,Widya mendongak menatap langit yang masih hujan.tetes demi tetes membasahi tubuh mereka.
"terima kasih hujan...maaf kalau aku sudah mengeluh kepadamu,menyalahkan kenapa harus hujan?aku benar-benar minta maaf..berkat mu aku bisa pulang bersama Kevin..".dia berjalan membuka pintu balkon menikmati angin malam.karena hujan tidak ada bintang-bintang yang muncul,langit terlihat gelap tanpa cahaya.
"mungkin kalau diibaratkan lagit malam aku seperti itu,gelap tanpa ada kamu disisiku..karena bagiku kamu cahayaku dan inspirasi ku"gumannya.
"Widya jangan lama-lama berdiri diluar.tidak bagus angin malam buat kesehatan."ujar mamanya masuk kekamar Widya sambil membawa segelas susu putih.
"iya ma"
"diminum susunya"suruh mama Widya kemudian pergi berjalan keluar dari kamar Widya.
Widya masuk ke kamar lalu menutup pintu kaca balkon kemudian meminum susu putihnya dan pergi tidur.
"Selamat malam Kevin"
Keesokan harinya Widya masuk sekolah dengan wajah berseri.dan kedua sahabat nya menatap dengan perasaan heran.
" ada angin apa ini kelihatannya kamu lagi bahagia?"tanya Silla sambil merangkul pundak Widya.
"memang kelihatan banget ya ?kalau lagi bahagia."
"iya wajah kamu penuh dengan bunga-bunga"timpal Lily bercanda lalu disambut tawa mereka.tetapi kebahagian Widya tidak berlangsung lama ketika melihat Kevin bersama Maria berangkat bersama,berboncengan.Widya menatap mereka,matanya terus memandang Kevin dan Maria.
Seakan ada awan hitam diatas kepala Widya,wajahnya terlihat sedih.Silla takut melihat Widya kalau hanya berdiam diri disana dengan cepat-cepat Lily dan Silla menarik tangan Widya masuk ke kelas.ke dua sahabatnya tidak mau kalau Widya terluka dan bersedih kembali.
"kamu tidak apa-apa?"tanya Lily memastikan tetapi Widya hanya diam sambil memandang Lily sekilas.
"aku tahu kamu pasti ada apa-apa...Semangat Wid..aku yakin kamu bisa."sambil menepuk pundak nya.dalam hati Widya berkata baru kemarin dia bilang merindukan aku tetapi sekarang dia bersama gadis lain.oh...sakitnya hati ini.