
Siang itu Galang menggendong Kasih sampai di kamar villa mereka. Raka sibuk mondar-mandir memperhatikan mamanya bersama Caca dan madam Lily.
“Mama kenapa oma? Sakit?” tanya Raka kebingungan. Anak itu berjalan mengikuti Galang yang membopong Kasih sampai di kamar. Ikut meloncat ke bed setelah Kasih dibaringkan Galang.
“HUAAAA…! Mama kenapa? MAMA… BANGUN!” Raka berteriak histeris sambil mengguncang lengan Kasih.
Kasih pun mulai membuka mata dan memeluk Raka.
“Raka… Kenapa sayang... Cup cup cup,” Kasih memeluk dan menghujani Raka dengan ciuman. “Udah ya nangisnya…” kata Kasih berusaha menenangkan Raka. “Raka apa kabar? Udah baikan batuknya sayang?” tanya Kasih sambil mengangkat Raka kedalam pangkuannya.
Madam Lily dan Caca yang melihat senyum berseringai di wajah Kasih mulai keluar dari kamar Galang. Memberikan waktu untuk Raka agar bersama Kasih dan Galang.
_____
Sudah seminggu Kasih kembali dengan aktivitasnya bersama keluarga kecilnya di resort. Menemani Raka saat home schooling, berkeliling di area resort dan mulai melakukan konsultasi ke dokter kandungan.
Kali ini Galang sangat over protective terhadap Kasih. Meskipun hanya berkeliling di area resort, Galang menyuruh 2 butler untuk mendampingi kegiatan Kasih sehari-hari.
Para karyawan Luxus Bintan Resort yang melihat keharmonisan keluarga bosnya mulai bergosip lagi. Masih dengan opini mereka masing-masing.
“Cepet betul hamilnya ya? Jangan-jangan memang ada affair sebelum nikah. Udah hamidun aja…” celetuk koki yang sedang memasak di dapur utama.
“Yee… hamil cepat salah… hamil kelamaan salah! Jangan gossip mulu atuh abang!” kata pelayan restoran yang menunggu pesanannya.
“Iye iye… Kamu antar tuh snacknya. Udah banyak tamu datang ke restaurant under water sana,” kata koki tadi.
_____
Hari ini suasana resort masih tetap ramai. Ditambah hari ini merupakan acara ulang tahun Raka dan Grand Opening Restaurant under water. Banyak tamu undangan berdatangan. Termasuk wartawan majalah bisnis dan beberapa reporter stasiun televisi yang masih belum mendapat penjelasan dari Galang tentang isu di media sosial.
Galang yang berdiri di stage, mulai memberi sambutan untuk banyak tamu dari berbagai negara. Para reporter dan wartawan semakin fokus dengan pekerjaannya untuk meliput setiap kata yang diucapkan Galang.
“Good afternoon for everyone. With all due respect… I’ll to speak bahasa first for reporter and journalist,” kata Galang dengan mic pengeras suaranya. Memberi sedikit senyuman kepada semua orang di depannya. (Selamat siang untuk semuanya. Tanpa mengurangi rasa hormat… Saya akan berbicara bahasa Indonesia terlebih dahulu untuk reporter dan jurnalis).
Kasih yang hadir di acara itu ikut memperhatikan dan mendengarkan ucapan suaminya. Termasuk Caca, Madam Lily, ibu Sarah dan Aan yang juga diundang dari Jogja.
“Terimakasih untuk seluruh karyawan Luxus Company yang sampai hari ini bekerja dengan saya. Saya sangat mengapresiasi kinerja kalian untuk mengembangkan bisnis Hotel dan Pariwisata bersama Luxus Company. Hari ini secara resmi saya membuka restaurant underwater yang pertama kalinya di Bintan. Selamat ulang tahun juga untuk anak saya. Happy Birthday Raka…” kata Galang sambil melambaikan tangannya ke arah Raka dan Kasih. Kasih yang memangku Raka masih diam duduk di kursinya. “Kasih... Please come here sweetheart,” kata Galang. Para reporter mulai memutar kamera mereka untuk menangkap keberadaan Kasih. (Kasih… Datanglah kemari sayangku)
Kasih mulai maju ke depan stage, tempat Galang berdiri. Berjalan sambil menggendong Raka. Galang yang melihat Kasih sudah berdiri di sampingnya, sedikit menarik pinggang Kasih agar lebih dekat dengannya.
“Saya sangat mengecam keras dengan banyak isu yang beredar memojokan istri saya... Tidak ada cerita clbk atau butler penggoda di kehidupan saya. Yang ada adalah pernikahan kami yang harmonis. Saya akan sangat berterimakasih kalau kalian menyebarkan berita yang happy ending tentang keluarga saya, thank you,” kata Galang yang kemudian meraih dagu istrinya itu. Mencium dengan lembut bibir Kasih di hadapan banyak media. Raka yang di gendong Kasih, mulai memeluk kedua orang tuanya.
Suara jeritan dan standing applause mulai terdengar. Kasih sangat malu mendapat ciuman kejutan dari Galang. Sudah tidak bisa berkata apapun. Hanya bahagia dan menikmati ciuman dari Galang. Karena kedua tangannya juga harus menopang Raka.
_____
Berita itu beredar dengan cepat. Termasuk kondisi dapur utama Luxus Bintan, pusat tempat berbagai gossip dibahas secara tuntas.
“AlamakkKK… Sweet nya pak Galang… Sisakan satu dibumi ini!” kata pelayan wanita menari di depan kompor yang menyala.
“Nikah sama aku mau? Tapi cicip dulu di pojokan sana?” kata Koki menanggapi ucapan rekan kerjanya itu. Yang di tanya masih heboh berputar-putar menari tanpa henti.
_____
Hanya rasa bahagia yang dirasakan Kasih saat ini. Merasa beruntung memiliki Galang sebagai suaminya. Setelah kehebohan yang terjadi di siang itu, malam harinya Kasih melakukan camping di depan villa. Raka sudah tidur di kamarnya.
“Emang dulu kamu gak pernah camping ya?” tanya Galang sambil menikmati suasana malam dengan deburan ombak.
Kejadian itu ternyata dipantau dari jauh oleh Kris yang berada di lantai dua kamar Caca.
“Lagi ngapain mereka?” bisik Kris sambil memegangi teropongnya. Mengintai setiap pergerakan yang tidak jelas karena suasana di tempat Galang dan Kasih berdiri sudah cukup gelap.
Caca datang membawa camilan dan teh hangat untuk Kris.
“Mas, sini makan! Ngapain liat orang yang lagi mabuk cinta,” kata Caca mulai menata camilan di meja.
Kris menoleh dan melirik ke Caca. “Ca… nikah yuk!” ajak Kris sambil meraih tangan Caca.
“Tapi mas… Em…”
“Aku sudah tahu semuanya dari Kasih... Aku gak peduli apapun masa lalu kamu. Yang aku tahu, aku mau membangun masa depan dengan mu,” Kata Kris yang kemudian mengusap pipi Caca.
Malam yang panjang masih berlanjut untuk Kasih dan Galang.
“Kasih…”
“Hm…?”
“Jangan dilepas lagi ya cincinnya. Jangan ngambek ngambek lagi,” kata Galang sambil mengajak istrinya masuk ke dalam tenda.
“Iya Mas.” Kasih dan Galang mulai berbaring di dalam tenda. “Mas…”
“Apa?”
“Mas Galang ngrasa aneh gak sih sama Sam dan Teo? Mereka seperti suka mata-matai kita,” kata Kasih sambil mengusap pipi Galang. Kasih sangat suka bermain dengan rambut-rambut halus di pipi suaminya.
“Iya… biarkan saja seperti itu. Untuk menjaga stabilitas Luxus Company,” jawab Galang dengan santai.
“Ish… aneh!”
“Daripada ngomongin mereka, mending kita coba posisi baru. Mau…?” Kasih mulai mendelik melihat suaminya kembali jahil.
“Ish… aku lagi hamil anak kamu loh! Kasian ntar dek bayinya. Kena hantam papa nya yang ganas ini.”
“Hahaa!” Galang mulai memeluk erat istrinya.
*****
TAMAT
*****
😁😁😁
Mohon Like, Masukan ke favourite, Hadiah bunga/kopi dan votenya ya...
Terimakasih banyak...🙏🙏🙏
Mohon Maaf masih banyak salah ketik...
Novel selanjutnya masih dalam proses