My Butler

My Butler
Mengecek Properti



Kasih membuka laci, memilih menghidangkan green tea untuk Galang. Biasanya banyak variasi rasa di lacinya. Tapi hari ini habis karena belum di stok ulang oleh housekeeping. Kasih membawa 2 cup ke meja Galang.


“Ini pak tehnya… Ada nya cuma green tea. Biasanya ada teh celup yang lain. Tapi sudah habis…” kata Kasih sambil meletakkan cangkir teh ke meja. Kasih melihat ada luka di punggung tangan Galang, luka karena menghantam tembok sebelum masuk ke kamar Kasih. Tapi Kasih tidak tahu kejadian itu.


“Mmm, saya suka baunya…” ucap Galang sambil menciumi teh dari cangkir. Mulai meminum sedikit, karena masih panas.


“Tangannya kenapa pak?” Kasih mulai duduk di sofa yang berhadapan dengan Galang.


“Oh, ini... tadi sore sedikit exercise boxing (latihan tinju)” Galang mencari alasan yang masuk akal.


Exercise boxing apaan coba… bukannya seharusnya lagi dinner...? Apa ada adu jotos disana… hmm… batin Kasih sambil membuka laci disebelahnya. Dia mengambil salep yang pernah dia dapat dari klinik di resort.


“Sini pak tangannya, dikasih salep dulu. Biar cepat kering…” kata Kasih sambil meraih tangan Galang. Kasih mengolesi setiap goresan di tangan bosnya.


Galang hanya menurut saja dengan perlakuan Kasih. Dia memperhatikan Kasih mengolesi lukanya. Pikirannya melayang sambil memperhatikan Kasih.


Bagaimana cara mengambil hati perempuan ini? Melihat video dan membaca komentar-komentar di youtube tadi saja masih membuatku marah kalau mengingatnya. Tapi kenapa saat dia memegang tanganku seperti ini… rasanya membuatku tenang, hmm… batin Galang sambil menikmati teh yang dibuat oleh Kasih.


“Pak, udah selesai” kasih menutup botol obat lukanya dan memasukan ke laci lagi. “Pak Galang bisa balik villa sekarang” Kasih memberi senyumannya.


“Saya masih minum teh” mencari alasan agar lebih lama di kamar Kasih.


“Nah tu kan udah mau habis…” Kasih melirik cangkir yang ada di depan Galang.


“Buatkan lagi. Saya mau lagi”


Hmmm apalah pak Galang ini… Teh di dapur villa dia aja banyak bertumpuk-tumuk. Mau pilih rasa apa aja ada… Ini malah mau ngeteh disini. Apa kata staff lain kalau ada yang tahu dia di kamarku… Katanya gak boleh berkunjung ke akomodasi karyawan lain… mau cewek atau cowok itu dilarang. Ini malah mau berlama-lamaan minum teh disini. Ish… Awas aja kalau samapi aku kena gosip! Aku piting ya… (mencubit/menjepit) Kasih membatin sambil memanaskan air untuk membuat green tea lagi.


Galang mendekati Kasih yang tengah berdiri menunggu air mendidih.


“Kasih… kamu gak takut tidur sendiri?” tanya Galang sambil menatap mata perempuan di depannya itu.


Bulu kuduk mulai berdiri saat pembahasan menjurus topik ‘tidur sendiri’. Kasih menjauhkan dirinya dari Galang.


“Maksud bapak apa?” bertanya dengan nada curiga.


“Jangan mikir mesum… tadi waktu saya datang kamu kaya orang ketakutan setengah mati mengira saya hantu. Kalau kamu mau… kamu bisa tinggal di kamar tamu villa saya” jawab Galang.


Ish… menyebalkan sekali. Nanti yang ada aku malah suka bermimpi erotis tiap malam. 3 kali tidur di tempat dia aja… mimpiku aneh aneh… Apalagi di suruh tidur di bed kamar tamu dia terus, hmm… Itu kan tempat dia bukain baju perempuan itu. Menyebalkan sekali kalau mengingatnya. Pasti mereka sudah seperti itu lagi. Jangan sampai aku tidur di Kasur itu! Gak akan pernah mau! Kasih merasa kesal membayangkan kejadian Galang memberi bedak ke tubuh Amelia.


“Gak mau. Saya lebih suka disini” jawab Kasih sambil menuangkan air panas ke cup.


“Ya udah…” Galang mulai mengambil teh yang di buat kasih dan membawanya ke sofa lagi. Dia menaruh cup tehnya di meja. Kasih mulai duduk kembali ke sofa.


Galang mengajak ngobrol Kasih tentang pekerjaan. Dia juga bertanya tentang keluarga Kasih. Dari situlah pembicaraan mulai mengarah tentang status Kasih.


“Kasih, kamu sudah punya pacar?”


“Saya gak punya…” jawab Kasih. Galang merasa lega mendengarnya.


Kasih mulai tersenyum mengingat isi komentar youtube Jack. Dia sampai tidak bisa menahan bibirnya untuk tersenyum lebar.


“Enggak… hehee cuma ingat aja isi komentar youtube mas Jack…” Kasih mulai mengingat isi komentar yang dia baca. “Komentarnya banyak yang mau ngelamar langsung pak… gak usah pakai pacar-pacaran. Bahasanya… tancap gas jemput calon istri di rumah…” kata Kasih makin tersenyum lebar menggelengkan kepalanya. “Jagain bini aku Jack jangan sampai jatoh… hihii… ada lagi… yang parah komennya… jangan digrepe-grepe Jack itu ibu anak aku.. hihii. Emang saya barang apa digrepe-grepe” Kasih menjelaskan dengan santai.


Sedangkan orang yang di depannya sudah kembali meradang. Galang berdiri dari kursinya dan menghabiskan teh yang masih panas itu. Kasih dibuat kebingungan dengan sikap Galang yang berubah aneh lagi.


“Saya balik villa” kata Galang yang kemudian berlalu meninggalkan kamar Kasih.


Kasih terdiam duduk di sofanya. Bingung merasa tidak membuat kesalahan.


“Ada yang salah ya… Ngeselin banget sih sikapnya itu. Bagus deh udah pergi. Lagian aku juga gak nyuruh dia kesini...hmmm bapak itu selalu susah ditebak” Kasih mulai merapikan bekas cangkir teh yang ada di meja. Dia mulai mencuci di wastafel kamar mandi.


Galang yang baru saja menutup pintu kamar Kasih di kejutkan dengan 2 orang staff housekeeping yang membawa trolly peralatan kebersihan. Mereka sama-sama kaget. 2 orang staff kaget dengan kemunculan bosnya yang merupakan pemilik hotel. Sedang apa dia di kamar karyawan butler malam-malam? Begitu pertanyaan yang ada di kepala 2 staff itu. Galang sudah hafal betul jalan pikiran staffnya.


“Selamat malam pak” staff housekeeping itu menyapa bersamaan.


“Malam…” sapa Galang balik. Galang menatap kedua mata staffnya itu. “Saya habis mengecek kondisi properti setiap kamar. Hanya untuk memastikan kerjaan kalian baik atau tidak” mendengar ucapan Galang, 2 staff itu jadi buyar dengan pikirannya tadi. Mereka takut kalau telah membuat kesalahan.


“Kami akan mengecek ulang pak” salah satu dari staff itu memberanikan diri menjawab, untuk memperbaiki kalau mereka sampai membuat kesalahan.


“Bagus. Tolong beri stok yang banyak tea bag (teh celup) di kamar ini, 016” kata Galang. Staff tadi dengan sigap mencatat nomor kamar Kasih dan tea bag yang harus di stok lebih.


“Baik pak, ada lagi pak?”


“Tidak. Selamat malam” kata Galang.


“Selamat malam, pak…” 2 staff itu menyapa balik.


Galang mulai berjalan dengan santai meninggalkan kamar Kasih. 2 staff itu mulai saling berpandangan, masih berdegup jantungnya menghadapi bosnya.


“Pak Galang ternyata baik ya… bilang selamat malam ke kita… hihii Ini baru pertama kalinya loh dapat ucapan selamat malam dari owner…” kata salah satu dari staff housekeeping itu.


Galang yang tidak sengaja mendengar ucapan 2 staffnya mulai tersenyum lega. Berharap Kasih tidak akan terkena gossip.


Hmm... memang dia properti saya, batin Galang sambil berlalu menuju parkiran buggy.


 


*****


Pengecekan dilakukan pada malam hari…


Tidak kenal lelah


Bos yang hebat


Bersambung….


*****