
Rencana pernikahan Galang dan Kasih membuat gempar satu resort. Mereka harus bekerja ekstra menyiapkan pesta pernikahan yang terkesan buru-buru. Meskipun Galang dan Kasih sepakat mengundang keluarga dan kerabat dekat saja, madam Lily ingin pestanya dibuat semeriah mungkin.
Transportasi untuk menjemput keluarga Kasih yang lain akan diurus oleh Teo. Pemesanan tiket pesawat dari Jogja ke Bintan sedang dilakukan.
“Pak bos emang gesit! Gue yang mepet, dia yang dapet. Kagak adil banget!” Celetuk Teo di ruang kerjanya. Teo dibantu oleh Sam untuk memesan tiket pesawat. Sekertaris Sam hanya bisa tersenyum mendengar celotehan Teo.
“Tenang sob… ntar kita cari butler butler yang lain…” timpal Sam memberi semangat Teo. Untung Loe gak lihat gimana pak bos gesekk tu cewek di gazebo Kelong. Bisa makin emosi kalau loe liat ck ck ck, batin Sam.
_____
Hal serupa juga terjadi di dapur utama resort. Para koki menggerutu karena bertambahnya pekerjaan di saat tamu sedang ramai.
“Kaya ga ada tanggal lain aja! Mereka yang nikah 2 hari lagi, kita yang repot! Tangan ku ini cuma 2. Capek motong dada paha ayam teros… bilangnya keluarga kerabat dekat aja... Ini 2000 orang mau nyerbu resort! Mending kawinn aja dulu, nikahnya ntar kalau pas low season (sepi tamu),” gerutu seorang koki di dapur.
“Ya mungkin dah kena jiggyy jiggyy… jadi mau nikah cepet bro,” timpal koki lain.
“Aku juga kesel! Kenapa sih harus pake menu donat! Tanganku cuma 2, harus bikin 2000 donat! Enak Pak Galang… wedding selesai malemnya pegang 2 donat. Aku juga mau!” Gerutu koki bagian pastry.
_____
Banyak pro dan kontra mewarnai pernikahan Galang dan Kasih. Karyawan laki-laki jelas kontra tidak suka dengan Galang. Menganggap bosnya itu terlalu beruntung mendapat daun muda. Berbanding terbalik dengan karyawan perempuan. Mereka tidak suka dengan Kasih.
“Baru kemarin jadi trending topik… Sekarang dah minta dinikahin ama hot daddy ku. Enak kali tu cewek. Aku yang kerja 5 tahun di sini, dilirik pun belom. Dia belom ada sebulan dah mau kena coblos,” kata pelayan restaurant saat di kantin.
“Jangan jangan pakai susuk dia tu! Awas aja kalau iya. Ku jambak jambak pas di salon,” timpal karyawan salon ikut nimbrung.
“Jangan pada panik… Besok Tania datang. Berharaplah dia bisa menggagalkan ini semua,” kata barista perempuan ikut nimbrung.
Meskipun menggerutu, mereka tetap melaksanakan tugasnya masing-masing. Harus bersikap profesional agar bisa bekerja terus di Luxus Resort Company.
_____
Hal yang membuat Kasih cemas adalah gaun pengantin yang akan dipakainya. Ibu Sarah mau ada prosesi siraman. Jelas ini sangat ditakutkan Kasih kalau harus memakai kemben yang mengekspose bagian dada dan leher.
“Mas Galang harus bilang ke mama! Kita pakai cara yang simpel simpel aja. Aku ga mau mama sampai tahu. Mas Galang harus tanggung jawab!” Kasih selalu menggerutu menyalahkan Galang, setelah mengetahui tanggal pernikahannya.
Galang hanya mengiyakan, tapi menyuruh Caca mengatur pemilihan gaun. Dulu waktu bersama Edo, Caca sempat fitting baju pernikahan. Tapi hanya fitting saja, karena akhirnya Caca tahu Edo tidak mau menikahinya.
_____
Caca yang ada di Batam, mendapat kabar kalau Galang dan Kasih akan menikah 2 hari lagi, sangat tidak percaya. Caca semangat memilih baju pengantin yang diinginkan Galang dan Kasih. Pergi mengecek dari satu butik ke butik yang lain bersama Kris.
“Ca, selesai wedding mereka... Kita nikah yuk!” ucap Kris dengan santai saat di butik.
Kalimat itu sudah sering Caca dengar. Sebetulnya Caca sangat ingin mengiyakan ajakan Kris. Tapi Caca selalu takut kalau harus menceritakan tentang dirinya yang pernah hamil bersama Edo. Apa aku harus kasih tahu Kris? Gimana kalau dia akan menjauhi ku? Atau aku cukup menutup rapat masa laluku? Gimana kalau dia sampai tahu akhirnya nanti? Pertanyaan-pertanyaan itu selalu muncul di kepala Caca.
“Nanti ya mas… Kita urus dulu wedding mas Galang sama Kasih,” jawab Caca. Belum siap mengambil keputusan.
“Nanti nanti terus… emang kamu ga mau gituan? Ck!” Kris mulai kesal kalau mendengar jawaban ‘nanti’ dari Caca.
_____
Madam Lily juga sibuk dengan rencananya membuat jera Amelia agar berhenti menerornya. Sangat risih mendapat telpon dan pesan setiap hari kalau Amelia ingin rujuk dengan Galang. Sore itu madam Lily menelpon Amelia.
Tut… Tut…
“Hallo mi! gimana jadinya? Mami mau dukung Amel?” Amelia langsung menyambar setelah menerima telpon dari madan Lily.
“Mami mau kasih kamu surprise…” Madam Lily meringis menahan tawanya.
“Datang aja 2 hari lagi ke Bintan,” jawab Madam Lily yang kemudian memutuskan panggilan.
Rasanya sangat menyenangkan mengerjai mantan menantunya itu. Madam Lily berlanjut melakukan aktifitasnya bersama ibu Sarah di spa resort. Memanjakan diri dengan pijat Balinese massage.
_____
Sore itu, Kasih bersama Raka dan kakaknya di salah satu villa tempat ibu Sarah dan Aan menginap. Raka sibuk bermain game online.
“Kasih, Sejak kapan kamu suka ama bos mu itu?” tanya Aan.
“Mana ku tahu mas. Aku aja bingung sejak kapan,” jawab Kasih asal. Masa aku bagi tahu kamu sih mas kalau aku suka mas Galang sejak dapat mimpi erotis berkali-kali… Kan ga mungkin, batin Kasih mengingat setiap mimpi-mimpinya.
“Kamu tu emang aneh! Masa perasaan sendiri ga tahu… Dasar kebo!” ejek Aan mencubit pipi Kasih.
“Ish… mas Aan jangan bilang aku kebo lah! Malu tahu kalau mas Galang tahu,” kata Kasih menjauhkan tangan Aan dari pipinya.
“Hm… Ho oh! Eh… Gimana waktu bosmu nyatain cinta ke kamu? Gimana dia bilangnya?” tanya Aan penasaran.
Kasih terdiam sejenak. Sejauh ini sampai Galang melamarnya, belum pernah Galang mengatkan cinta. Galang hanya bilang suka… menyukai… bukan kata cinta. Yang ada malah pergulatan ranjang yang penuh nafsu.
“Gak ada sih mas… Dia langsung ajak nikah aja,” Kasih berkata seadanya.
“Salah strategi kamu! Harusnya nunggu dia bilang cinta dulu…” kata Aan. Hati Kasih sedikit berdesir mendengar ucapan kakaknya itu. Ada rasa takut kalau dirinya telah salah mengambil keputusan. “Tapi jangan kuatir… Biasanya ada tipe kaya gitu juga. Ngrasa cocok terus nikah.” Kasih hanya mengangguk-angguk mendengar ucapan Aan.
Tiba-tiba Galang mucul dengan buggynya. Dia mulai masuk ke villa Aan. Berjalan menuju teras lantai 2 tempat Raka, Kasih dan Aan duduk
“Mas,” Aan menyapa dengan mengajak berjabat tangan.
“Panggil Galang aja. Biar lebih akrab,” Galang meraih tangan Aan.
Loh? Pie toh iki (Gimana sih ini)? Jarak kita itu 5 tahun loh. Minta muda terus pengen dipanggil nama, batin Aan. Masih merasa canggung dengan adik iparnyanya yang lebih tua.
“Ok lah Galang… Nyari Kasih ya?” tanya Aan sambil mencubit Kasih. “Kalian ngobrol-ngobrol aja. Saya ajak Raka berenang ke swimming pool.”
Tentu saja ajakan berenang tidak akan ditolak Raka. Selalu bersemangat kalau berurusan dengan air. Aan mulai mengajak Raka berenang di swimming pool villanya.
“Mas Galang nyari aku?” tanya Kasih saat Aan dan Raka sudah pergi ke bawah. Galang mulai meraih tangan Kasih. Untuk duduk ke sofa. Dari posisi itu Aan tidak akan bisa melihat dari bawah.
“Iya…” Galang mulai mengusap bibir Kasih dengan jarinya.
“Mas, mau apa?”
“Pengen cium kamu,” Galang mulai mendaratkan bibirnya. Mencium bibir Kasih dengan lembut.
Kenapa ya aku jadi takut kalau ini cuma nafsu dia doang, batin Kasih. Dirasakannya ciuman itu tidak penuh nafsu. Tapi intensitas Galang untuk berciuman sangat tinggi. Hari ini saja sudah 10x Galang bolak balik minta cium, dimanapun Kasih berada. Ditambah jurus tentakel gurita yang menjalar ke seluruh tubuh, menyengat aliran darah membuatnya berdenyut denyut.
*****
Hayo mas Aan…
Jangan mengacaukan perasaan adek ya…
Bersambung…
*****