My Butler

My Butler
Ledakan Bom



Selesai bermain paralayang, mereka berjalan ke parkiran mobil.


“Kamu stay dimana Jack?” tanya Caca sebelum masuk ke mobil.


“Hotel dekat sini. Tapi rencananya malam ini mau packing, terus cabut ke resort kamu,” jawab Jack sambil membaca komentar di channel youtubenya.


Gila… baru 30 menit diupload, udah banyak aja yang nonton hahaa… Keren… keren…  Jack merasa puas dengan hasil videonya.


“Ok deh kalau gitu, nanti kita dinner di villaku ya... Ntar aku kenalin mas Galang. Biar kamu bisa ngevlog bebas disana.” Caca sangat senang untuk menyambut Jack datang ke resortnya.


 Kris hanya membiarkan keinginan Caca. Selama itu membuat Caca senang, Kris akan mendukung. Kris hanya memikirkan, agar video yang diunggah Jack tidak sampai dilihat Galang.


“Ok, see you there Jack,” Kris menepuk bahu Jack sebelum masuk ke mobil. (Ok, sampai jumpa disana Jack)


“Ok… see you there,” Jack merangkul Kris kemudian Caca. Kemudian Jack berjalan mendekati Kasih yang masih sibuk memasukan tas ransel pak Ben dan anaknya. Dia juga merangkul Kasih. “See you there, Kasih. Kita bisa buat vlog lagi disana…” kata Jack.


“Em, tergantung sih mas. Kalau dapat izin saya mau aja. Itu kan bukan resort saya. Mas Jack tanya aja sama pak Kris. Saya besok juga libur…” jawab Kasih membuat Jack merasa senang. Jack merasa semakin banyak peluang.


“Wizz mantap… Malam ini saya cek sama abangnya Caca. Ok, take care ya…” Jack mengelus punggung Kasih. Kris hanya bisa menatap dingin.


Jangan sampai pak Galang melihat adegan macam ini. Dia sangat posesif dengan Kasih, hmmm… batin Kris.


“Ok mas… see you di resort. Kita balik dulu…” kata Kasih yang kemudian masuk ke mobil.


Mereka pun kembali ke resort. Di dalam mobil, mereka mengecek handphone masing masing saat duduk. Yang pastinya mereka lihat saat ini adalah channel youtube nya jack. Video terbaru yang diunggah Jack sudah menembus 1 juta penonton. Kris sudah tidak bisa membayangkan, bagaimana kalau Galang sampai mengetahui hal ini… Kira-kira apa yang akan dilakukan Galang kepada Kasih dan Jack? Pertanyaan itu bermunculan di sepanjang perjalanan pulang ke resort.


Sedangkan Kasih dan Caca yang duduk bersebelahan, malah asyik membaca kolom komentar di channel youtube Jack. Apalagi Caca ikut memberi komentar untuk video yang baru saja diunggah itu.


Setelah sampai resort, Kasih mengantar pak Ben dan anaknya kembali ke villa. Tugas Kasih sudah selesai untuk urusan bersama pak Ben.


Dia berlanjut menuju villa Caca. Caca sempat meminta Kasih untuk membantunya menyiapkan dinner. Caca ingin di meja makannya malam ini terlihat spesial. Karena Caca tahu kalau Jack pasti akan menggunakan moment itu untuk mengambil video dan foto.


Caca sangat paham betul hobby Jack yang tidak pernah lepas dari kamera. Sudah lama mereka tidak berjumpa, jadi apa salahnya memberi hal yang sedikit menyenangkan temannya itu.


Caca dan Kasih memasang lampu lampu kecil di lantai sekitar meja makan. Berharap malam ini tidak turun hujan, karena Caca memilih untuk makan malam di area kolam renang villanya.


“Kasih… kamu ikut gabung dinner aja sama kita. Mau ya…” bujuk Caca sambil menata vas bunga di meja makan.


“Sorry Ca… Lain kali aja ya… Lain kali gak akan nolak. Janji deh…” Kasih balik membujuk Caca.


Sejak dari siang saat di mobil, Caca ingin Kasih ikut bergabung dinner. Melihat isi pesan Jack kalau temannya itu menggebu-gebu ingin Kasih ada di acara nanti malam.


“Ok lah kalau gitu. Tapi jangan nolak ya kalau besok Jack mau ajak bikin vlog. Dia happy banget tuh lihat viewers dia naik cepat. Kata dia tanpa editing… tanpa ngasih make up tebal... Cuma fokus di teriakan sama ekspresi muka mu yang lucu… Udah bikin heboh kolom komentar. Hihii. Bisa jadi youtuber nih…” Caca menggoda Kasih. Kasih hanya bisa tersenyum mengingat isi kolom komentar channel youtube Jack.


Malam itu Caca sudah siap dengan dressnya yang anggun. Kris juga sudah siap sedari tadi di villa Caca. Jack juga sudah hadir di villa Caca. Seperti prediksi Caca… Jack sangat sibuk mengabadikan penataan dinner yang menurutnya sangat perfect dengan kameranya. Sesekali Jack mengambil foto Kris dan Caca. Mereka juga berfoto bertiga. Mereka hanya tinggal menunggu  kedatangan Galang yang masih sibuk di kantor.


Akhirnya Galang datang dengan ditemani Sam sekertarisnya. Sam juga mengenal Jack. Jadi Caca juga ikut mengundang Sam.


“Wah… senangnya… jadi princess malam ini… hihii,” kata Caca saat mereka sudah ada di meja makan semua.


Mereka sangat menikmati makan malam yang dihidangkan. Caca juga menggunakan kesempatan untuk meminta izin ke Galang agar Galang mengizinkan Jack membuat vlog di resort. Caca menggunakan alasan kalau itu bisa lebih membantu mempromosikan perusahaan, Luxus Resort. Galang pun menyetujuinya.


Tiba-tiba saja Jack memekik sambil memandang gadgetnya.


“WAUUU! Superrr!” Jelas saja orang yang di meja makan keheranan dengan sikap Jack yang meledak itu.


“Viewers nya tembus 3 juta. Padahal belum genap sehari aku upload…” Jack menyodorkan tabletnya ke Caca.


Kris hanya bisa menatap Galang yang juga tengah sibuk melihat video itu dari handphone Sam. Muka merah mendidih itu sudah bisa dilihat Kris. Galang menatap Caca dan Jack yang tengah menengok video youtube itu. Dia sangat kesal dengan laki-laki yang ada di depannya itu. Ingin melampiaskan kemarahannya, tapi ada Caca adiknya disamping. Galang begitu marah, melirik menatap Kris. Kris hanya bisa bersikap setenang mungkin.


“Sam, ikut Saya.” Galang berdiri dan memundurkan kursi dengan kasar. Dia berlalu meninggalkan meja menuju villanya di sebelah.


Kris mulai menghirup nafas dalam dalam dan menghembuskannya. “Huuftt…”


Sam sudah mulai bingung dengan kondisi Galang yang berubah tiba-tiba. Menengok… mencuri curi pandang dengan Kris. Kenapa dia…? Begitulah pertanyaan sorot mata Sam ke Kris.


“Kenapa abang mu? Kok dia cabut…?” tanya Jack sambil menatap punggung Galang.


“Ah biarin aja. Mas Galang mah gitu… Suka aneh akhir-akhir ini.” Caca menanggapi dengan santai masih sibuk membaca komentar terbaru dari video tadi siang.


Sesampainya di dalam ruang kerjanya di villa, Galang menggebrak mejanya.


BRAAKKK!


Miniatur kecil-kecil di mejanya sampai melompat jatuh ke lantai. Sam mulai sadar kalau emosi Galang sudah diujung ubun-ubun. Sudah mendidih dengan mukanya yang merah. Berfikir masalah apa yang membuat bosnya itu marah. Atau mungkin dia membuat kesalahan… begitu pikiran Sam mengartikan kondisi Galang yang tidak stabil.


“Berapa hektar hutan yang saya punya disini?” nada suara sangat kasar. Menggema di telinga Sam.


“Masih 700 hektar hutan pak.” Sam menjawab dengan cepat. Tidak mau terlambat, takut Galang makin menjadi marahnya.


“BAKAR SEMUAAA!!”


Jrenggg, suara Galang berdengung di telinga Sam


“Huuftt...” Sam tidak tahu alasan apa yang membuat Galang seperti itu. Dia mencoba menenagkan Galang. “Pak… Itu dekat kawasan penduduk…” kata Sam sambil membenarkan kacamatanya.


“BAKAR SEMUA KAPAL YANG BARU!!”


Sudah gak waras ni si bapak… batin Sam sambil mengambil handphonenya di saku. Sam mengetik pesan di whatsapp groupnya.


 


Sam


(PAK GALANG MAU PASANG BOM DI LAUT)


Ya sudahlah pak… Saya tidak sanggup mengiyakan kegilaan anda, batin Sam sambil menghembuskan nafas dalam dalam setelah mengirim pesan di whatsapp.


 


*****


Hemm...


Sudah gak waras si bapak


Bersambung...


*****