
Malam yang dingin dengan hujan lebat sudah lewat. Baru saja membuka mata, hal pertama kali yang dicek Kasih adalah handphonenya. Berharap ada pesan masuk dari Galang. Tapi masih sama saja… nihil. Tidak ada kabar apapun dari Galang ataupun Sam. Yang ada justru pesan dari Caca, meminta Kasih untuk segera mempersiapkan diri karena acara launching akan dimulai pagi ini.
Kasih bergegas menuju kamar mandi dan bersiap untuk menuju ballroom tempat seminar launching produk make up akan digelar. Tidak ada hidangan breakfast yang dipesan Kasih pagi ini. Hanya makan roti dan minum susu, kemudian pergi menuju ballroom dengan buggy.
Dari luar sudah banyak tamu undangan yang berseliweran. Tidak hanya tamu saja, ada banyak wartawan majalah yang ikut hadir. Bisa dilihat dari t-shirt yang dipakainya. Kasih yang sempat viral di youtube Jack, trending topik di tripadvisor dan majalah bisnis karena pernikahannya dengan Galang, disambut oleh para wartawan. Wartawan-wartawan itu sangat ramah dengan Kasih.
“Selamat pagi ibu… Sukses terus ya”… “Selamat ya bu terpilih jadi brand ambassador”… Seperti itulah yang didengar Kasih. Perasaannya menjadi lebih baik setelah semalaman menangis karena kepergian Raka dan tudingan negatif dari Galang.
Kasih mulai duduk bersampingan dengan Caca di stage. Dokter Ino selaku rekan kerja Caca sibuk menjelaskan tentang produk make up yang akan diluncurkan. Pembagian make up secara cuma-cuma untuk tamu undangan juga dilakukan Caca. Mereka dengan senang hati menerimanya.
Acara seminar launching itu tampak berjalan dengan lancar di satu jam pertama. Tapi keributan wartawan dari arah belakang sedikit mengganggu jalannya acara. Mereka sibuk berbisik-bisik dengan melihat handphone. Menyodorkan satu handphone ke wartawan lain. Mereka mulai membuka handphone mereka masing-masing menengok berita yang ada.
Beberapa tamu undangan juga ikut mengecek handphone mereka. Mencari tahu apa yang diributkan para wartawan.
Caca mulai tidak suka dengan suasana yang berubah. Jun selaku tim panitia berjalan mendekati Caca dan menyodorkan handphonenya. Memberi tahu berita apa yang diributkan para wartawan.
Muka Caca tampak geram dan kesal. Kasih jadi ikut penasaran. Mulai menggeser tempat duduknya dan ikut menengok apa yang dilihat Caca.
Kasih masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang. Jantungnya memompa sedikit kencang. Memperhatikan wartawan yang matanya mulai menatap dirinya. Kasih mengintip lagi layar handphone Caca.
Memastikan apa benar orang yang dilihatnya itu adalah Galang dan Amelia.
Hatinya sangat terkoyak melihat suaminya itu mencium bibir Amelia berkali-kali. Kasih memberanikan dirinya untuk melihat video berdurasi 2 menit di postingan Instagram. Galang terlihat memberikan nafas buatan untuk Amelia di tepi kolam.
Nafas buatan macam apa ini? Mas Galang kok bego sih ngasih nafas buatan ke Amelia?! Dia kan jago renang! Tukang selam kok tenggelam di kolam! Berita macam apa ini! Menyebalkan! Kasih tidak tahan dengan apa yang dia lihat di instagram. Dengan sekali pencet, Kasih menghapus aplikasi instagramnya. Tidak mau melihat adegan gila dari suaminya.
Kasih segera berlari turun dari stage. Berusaha menghindar dari serangan pertanyaan wartawan di ballroom. Tidak mau menjawab pertanyaan apapun itu. Berusaha menerobos wartawan dengan menundukan kepala. Menyembunyikan air mata yang sudah mengalir dengan rambut panjangnya.
Caca berusaha mengejar Kasih. Tetapi wartawan juga memburu Caca. Kasih berusaha lari secepatnya dibantu oleh Jun. Tangisnya pecah saat berada di buggy bersama Jun.
“Hiks… Hiks… Huaaaa... Mas Galang nih bego atau apa sih! Bisa bisanya dia kasi nafas buatan ke perempuan itu! Pakai peluk-peluk segala lagi! Jadi semalam ga bisa ditelpon itu gara-gara sama DIA! Huaaaa kak Junnn… hiks hiks...,” Jun hanya bisa mengepuk-epuk mengusap bahu Kasih. Jun tidak bisa memeluk Kasih, dia harus fokus mengendari buggy. Menghindar dari wartawan, jangan sampai ada yang bisa mengejarnya.
Kasih berlari menuju kamarnya. Jun segera mengikuti Kasih. Kemarahan Kasih sudah tidak bisa dibendung lagi. Mengingat perlakukan Galang yang semena-mena membentak di depan banyak orang, masih bisa Kasih tahan. Tidak peduli dengan cibiran orang dengan berbagai opini jelek tentangnya. Tapi kali ini… video yang diunggah di Instagram itu membuatnya geram.
“Masih kurang apa aku coba kak… Harus bersabar gimana lagi…? Kakak liat kan hastag di Instagram itu… ‘CLBK CEO LUXUS’! Jadi aku ini apa sekarang kak kalau mereka mau balikan…?” Air mata Kasih terus mengalir dengan emosi yang tidak bisa diredam lagi.
Kasih mengemasi beberapa bajunya sambil menangis tersedu-sedu. Dipikirannya hanya ingin segera pergi.
“Dek… jangan pergi… Mungkin emang Amelia mengalami kecelakaan tenggelam,” Jun berusaha membujuk Kasih agar tidak memasukan pakaian ke koper.
“Kecelakaan macam apa kak...? Hiks... Itu kolam loh… bukan laut…” Kasih tidak mau dibodohi lagi. Tetap dengan pendiriannya untuk pergi.
Kasih teringat dengan inhaler yang dia dapat semalam dari dokter. Kasih memberikan inhaler itu kepada Jun.
“Ini apaan dek? Buat apa?” tanya Jun saat menerima inhaler.
Raka sangat menyayangi mama kandungnya. Apalah aku ini… Mama yang ga bisa bertanggung jawab. Di video itu juga ada mas Sam, kenapa sih ga nyuruh mas Sam aja kalau emang dia tenggelem beneran…? Atau mas Galang… masih ada rasa ke dia? Isak tangis Kasih mulai tersenggal-senggal. Tidak bisa membayangkan kalau Galang masih menyimpan rasa untuk Amelia. Kepalanya terasa berat saat ini.
Dari dulu aku sudah dikasih tahu kak Jun sama Tania kalau mereka sering tarik ulur perasaan… Harusnya aku bisa memprediksi ini bakal terjadi. Tapi kenapa aku begitu bego menerima lamarannya dengan cepat! Ga ada kata cinta… ga ada romantis romantisnya saat lamaran. Hanya nafsu… nafsu dan nafsu yang ku pikir itu cinta! Kasih berusaha untuk tegar menerima kenyataan yang dialami saat ini.
“Hkzz… hkzz… Kak, aku pergi,” Kasih mulai meninggalkan kamar. Berjalan menuju buggy.
Ada buggy Galang yang bersebelahan dengan buggynya. Kasih melihat cincin di jari manisnya. Kali ini Kasih benar-benar menyerah menjadi istri Galang. Tidak bisa menerima perselingkuhan Galang dan Amelia yang jelas nyata beredar di media sosial.
Dengan berat hati, Kasih melepas cincin pernikahannya dan meletakan di kursi buggy Galang. Air matanya mulai mengalir lagi.
“Mungkin disini hanya aku yang mencintaimu, mas hiks… hiks… Baliklah dengannya, kalau emang itu buat kamu dan Raka bahagia,” kata Kasih yang didengar oleh Jun di belakangnya.
Jun sebagai perempuan mengerti bagaimana perasaan Kasih saat ini. Jun tidak bisa melerai keinginan Kasih untuk pergi. Jun juga tidak tahu video itu nyata atau rekayasa. Tidak punya alasan lagi untuk menghentikan keinginan Kasih untuk pergi dari resort.
Berusaha menelpon Galang juga tidak bisa terhubung. Sam… sama saja. Kris, Teo dan suaminya Joe pasti sedang sibuk dengan kegaduhan wartawan di ballroom. Semua manager outlet juga sibuk karena meluapnya tamu diakhir tahun.
Saat ini Kasih sudah ada di LFT dengan kopernya. Para karyawan di pelabuhan itu memperhatikan Kasih yang sudah berurai air mata. Kasih memesan tiket untuk pergi ke Batam.
“Tiket yang paling cepat adanya jam berapa ya?” tanya Kasih dengan suara terbata. Jun masih berusaha dengan ide terakhirnya menahan kepergian Kasih. Memberi kode dengan tangannya agar bagian ticketing tidak memberikan tiket ke Kasih.
“Em… maaf buk, tiketnya habis,” jawab karyawan bagian ticketing. Kasih mengetahui gerakan tangan Jun dari pantulan kaca.
“Kak… aku dah ga bisa lagi disini. Kakak mau menghalangi dengan cara apapun aku akan tetap pergi. Lagian mas Galang juga ga peduli dengan ku,” ucapan Kasih itu membuat Jun tidak tega melihat Kasih. Jun berusaha mencari manager security yang biasanya sibuk di LFT. Ternyata orang yang dicari ikut sibuk mengamankan kegaduhan wartawan. Ada Caca, adik pemilik Luxus itu harus dijaga.
“Duh dek… kok jadi gini ya… Kakak gak tega lihat kamu nangis,” kata Jun mulai merangkul memeluk Kasih.
“Kak, aku titip Raka ya kalau dia udah pulang… Mmm…” kata Kasih sambil menyeka air mata dalam pelukan Jun. “Aku mau pergi menenangkan perasaan dulu. Aku ga bisa disini. Kakak jangan kuatir… Aku bisa jaga diri,”
Dengan berat hati, Jun harus mengizinkan Kasih untuk pergi. Selama menunggu kapal ferry, Jun masih berusaha menelpon siapa saja yang bisa membantunya untuk menghentikan keiinginan Kasih. Tapi semua tidak ada yang merespon. Bahkan madan Lily yang saat ini di Batam juga tidak bisa dihubungi. Akhirnya Jun harus melambaikan tangan melihat Kasih pergi dengan kapal ferry.
*****
Pak Galang… tolong jelaskan kenapa harus ada kecup kecup peluk peluk sama mantan istri… Hm…
Bersambung…
*****