
Selesai kerja, Kasih bersiap untuk pergi ke villa pak Kris. Dia sangat bingung memilih baju yang bagus untuk dipakai ke villa resort manager itu.
“Hihii... yang mana ya bagusnya…? Yang ini pendek banget… Kalau yang ini kaya mau jalan ke kondangan… Hihii... Em… atau yang ini aja ya...”
Mulai dari short asimetris dress, sabrina dress, v neck dress sampai model dress duyung pendek…
Membuatnya tidak puas karena ada yang mengganjal. Dia mengingat kejadian di LFT saat pak Kris mencium kening adik bosnya itu.
“Sudah gila ya aku mau pakai dress kaya gini. Huft…” mendengus melempar baju yang baru saja dicoba ke bed.
“Apalah aku ini. Cuma asisten miss Caca. Masa ya mau berebut pak Kris dengannya? Ya jelas kalah lah aku. Humm rasanya kaya biji kopi dimasukin mesin penggilingan. Breuh… breuhhh… hancur sampai halus jadi bubuk. Hihii. Mikir apa sih aku… Kerja Kasih… disini aku datang buat kerja, bukan ganjen ke pak Kris. Sadar… sadar…” kata Kasih yang melihat dirinya di depan cermin kamar mandi.
Akhirnya Kasih hanya memakai celana jeans panjang dan kaos putih polos. Segera beranjak dari kamar dan berjalan menuju villa pak Kris.
Villa yang menghadap danau itu tidak sebesar villa Galang. Tapi juga tidak kalah mewahnya.
Wah… mereka bikin barbeque di rooftop. Bos mah bebas kalau bikin satu resort bau seafood... Komplain tamu lewattt… Hempaskan... Hihii, batin Kasih.
“Hai dek… naik sini cepat...!” kak Jun melambaikan tangannya memberi perintah kepada Kasih agar segera menuju rooftop.
Di rooftop itu hanya ada Kris, Joe, Teo dan Jun. Jun segera menghampiri Kasih yang baru saja sampai di rooftop. Sedangkan para pria sibuk memanggang aneka macam seafood.
“Kamu kok jalan sih?” tanya Jun mulai merangkul lengan Kasih.
“Emang mau pakai apa kak? Ini kan resort ga ada bus umum…” jawab Kasih asal.
“Hahaa.. Jadi ingat kejadian VIP trip kamu itu,” Jun mulai tertawa.
Kok dia tahu soal itu? Udah jadi gossip kah di resort? Batin Kasih mulai mengerucutkan bibirnya.
“Ishh kakak ni… Jadi malu aku hehee."
“Sebetulnya kamu boleh memakai buggy madam Lily hloo… Dia punya 2 di villanya. Pakai aja satu.”
“Ow… baru tahu aku.”
Kasih dan Jun mulai duduk di kursi balon yang empuk. Mereka asyik ngobrol berdua menikmati soft drink yang ada.
“By the way... kayanya Pak Galang dah ga ngambek lagi sama aku. Udah lupa dia sama kasus bus VIP trip,” kata kasih yang kemudian mensruput minuman dengan sedotan.
“Kok bisa? Kamu apakan dia?”
“Kemarin aku buatin ice cinnamon ginger tea. Es teh campur kayu manis pakai jahe kak… Habis 5 gelas dia minta terus. Dia bilang 5 botol wine harus dimusnahkan dengan 5 gelas cinnamon ginger tea. Dan dia tahu kalau aku yang bikin. Keren kan aku kak… Hihii,” kata kasih dengan bangga mengingat kejadian kemarin.
“Wah… manjur resep kamu ya dek…” kak Jun mulai tertawa lagi dengan Kasih.
Kasih memperhatikan Teo yang tengah sibuk mengipasi tempat panggangan. Sejak awal dia datang, hanya Joe dan Kris yang melempar senyuman dari jauh karena sibuk memanggang seafood.
“Kak, kenapa tu… adik kakak yang satu itu. Dari tadi pagi gak mau nyapa aku. Melirik ke aku pun enggak. Padahal pertama kali aku datang… matanya berkedip bisa puluhab kali melihatku.”
“Hihii. Maklum lah dek... lagi patah hati. Berantem sama saingannya.” Mendengar jawaban kak Jun, Kasih semakin penasaran.
“Ow… Kasihan juga ya.. Makanya bad mood.. Tapi gak harus diemin aku juga kann.”
“Iya… nanti juga baikan lagi mood dia. Tenang aja…”
Malam itu mereka menikmati banyak jenis seafood. Ada udang, kepiting, lobster, cumi, ikan-ikan dan kerang.
Mereka menikmati suasana malam itu. Khususnya si Theo. Dia banyak makan dan minum alkohol. Ntah antara menikmati suasana atau depresi karena masalah asmaranya. Bahasa inggrisnya sangat fasih kalau lagi mabuk kaya aer. Membahas masalah pekerjaan tapi terkesan memojokan Galang sebagai bosnya.
Kris juga sedikit mabuk saat itu. Tersenyum sendiri seperti banyak tekanan pekerjaan. Joe yang masih bisa mengontrol emosinya berusaha mengendalikan suasana agar tetap kondusif. Bisa jadi karena ada istrinya. Mau tidak mau harus jaga image.
“Group kita ga lengkap malam ini. Emmm Sam… Kemana dia… Hm. Hm. Hm,” Teo meneguk whisky dari botolnya langsung.
“Gila… Cowok-cowok kalau lagi patah hati semua bisa sama ya… gak mas Aan… mas Teo juga,” Kata Kasih yang saat ini duduk disamping Kris.
“Aan?” Tanya Kris
“Kakak saya pak.”
“Oh… I thought (Oh… saya pikir..)” Kata Kris mulai meminum beer * nya lagi. Kasih memandang wajah Kris yang sudah setengah sadar itu.
“Pak… Bapak ada hubungan spesial sama miss Caca?” Tanya Kasih mulai menjauhkan botol beer dari tangan Kris.
“Em… Harus saya jawab ya…? Hehee. By the way saya baca cv kamu sebelumnya. Sempat training di Thailand ya?” Kris mengalihkan pembicaraan.
“Oh itu… Iya pak. Saya di Thailand jadi intern sambil jalan-jalan juga sama temen-temen dari Jogja…”
Kasih mulai bercerita tentang pengalamanya di negeri gajah putih...
Kasih Point Of View
Aku dari kamar udah semangat 45 buat have fun (Senang-senang). Gak tahu nya yang mengundang malah pada depresi kaya gini. Ngefly... Mabok semua! Huft… Mas Teo mulutnya jahat banget jelek-jelekin pak Galang. Ish… kok jadi hilang respect gini ya ke dia. Ngatain pak Galang gak bisa move on lah, sok ikut campur urusan orang lah. Sebenernya rival dia itu siapa sih? Suka kali jelek-jelekin pak Galang.
Kenapa aku jadi sebel gini ya? Hmmm.
Aku jadi kaya nyamuk disini ga punya teman ngobrol.
Kalau pak Joe udah kelimpungan jawab pertanyan mas Teo. Tuh lihat… Dia udah garuk kepala berkali-kali. Mereka berdua udah kaya perangko.
Aku gak tahu bahan obrolan apa yang bagus kalau ngajak pak Kris ngomong. Dia kaya banyak tekanan pekerjaan gitu.
Mau tanya tentang hubungannya dengan miss Caca, kaya mengalihkan pembicaraan... Ya udah deh aku cerita tentang pelatihan ku di Thailand…
Tahu gitu kan aku bobok cantik aja di kamar, batin kasih.
Kak Jun Point Of View
Si Teo hari ini parah banget mulutnya. Gak bisa kontrol depan Kasih. Bisa ill feel si Kasih ke dia. Hmmm.
DRRTTT DRTTT DRTTT (Handphone Joe, Kris dan Teo berbunyi)
Eh, pesan whatsapp group yang mana tuh? Gonggong Luxus…? Pasti dari Sam… Sam kan ga ada disini. Nama grup kok Gonggong (Makanan khas tempat itu). Mentang-mentang khasiatnya bisa meningkatkan pertumbuhan hormon dan libido… ditambah mereka berempat doyan makannya… Jadi lah Gonggong Luxus nama grup whatsapp. Hihii.
Suami ku... suami ku… Kamu ini kok paling lucu sih. Selalu bisa ngemong orang-orang di grup mu ini. Buka ah…
“Bang Joe, aku liat handphone mu ya…” Suamiku ini mengangguk aja kalau udah minum 3 botol beer. Hihii. Cek dulu ah…
...Gonggong Luxus (Joe, Teo, pak Kris, Sam…)...
...(X November XXXX)...
Sam
(baru sampai Jerman si bapak udah minta teh)
Sam
(Red wine favorit dia gue minum sampai habis.
Dia maunya es teh🥃)
Sam
(Gue liat postingan di IG dia
Caption: Ice cinnamon ginger tea pakai ❤) (lope lope)
Sam
(Habis 2 hari lalu mabok gila.
Hari ini buat gue gila bolak balik
pesan cinnamon ginner tea udah 20x.
Maunya sama rasa kaya yang dia minum di villa)
Sam
(Siapa pelakunya ini? Siapa yang buat es itu?🤔)
Sam
(Teoooo dimana loe? Balas whatsapp gue)
Sam
(Jangan party sendiri di rooftop pak Kris🙄!)
Author Point Of View
Setelah melihat pesan whatsapp group dari Gonggong Luxus, Jun langsung memandang Kasih. Kasih yang tengah sibuk bercerita tentang pengalamannya di Thailand hanya fokus melihat Kris.
Butler baru ituhh… (👀) Harus aku laporin ke madam Lily, batin Jun.
*****
Wizz berat… Mau main lapor aja kak Jun
Kira kira lapor apa ya?
Bersambung
*****