My Butler

My Butler
Gara Gara Sam



Pagi harinya, Galang bersama Sam dan Raka kembali ke Bintan. Kondisi Resort cukup gaduh dan tegang saat ini. Bukan karena meluapnya wisatawan saja. Tapi banyak wartawan majalah bisnis dan beberapa reporter televisi sudah menunggu kehadiran Galang sejak merebaknya isu CLBK dirinya dengan Amelia. Mereka setia menunggu di lobby hotel yang sangat luas dan megah itu untuk mendengar penjelasan Galang. Ditambah lagi kemunculan Kasih di channel youtube musisi Jogja project semalam, semua orang membutuhkan penjelasan dari Galang.


Banyak media bertanya-tanya apakah pernikahan pemilik Luxus Company dengan butlernya bernama Kasih hanya settingan? Apakah hastag CLBK di Instagram itu benar? Atau… apa ini hanya merupakan strategi pemasaran produk make up yang diiklankan Kasih??... Tapi Jika Semua Itu Tidak Benar… Berarti unggahan video tentang Kasih meminta maaf atas berbagai tuduhan dengan berderai air mata diakhiri ucapkan agar Galang dan Amelia bahagia terkesan sangat menyakiti Kasih. Karena saat ini Kasih adalah istri sahnya Galang.


Banyaknya pergunjingan dengan isu yang beredar tidak hanya membuat gempar Luxus Bintan Resort. Tapi cabang Luxus di kota-kota Indonesia dan luar negeri ikut menyoroti isu yang beredar. Para karyawan sangat kecewa dengan bos yang selama ini mereka banggakan. Mereka sangat menyayangkan kalau Galang mempermainkan Kasih.


“Lang, temui mami di teras,” kata madam Lily kepada Galang setelah membaringkan Raka ke tempat tidur. Dikamar Raka itu ada Caca, Kris dan Sam.


“Ca… jaga Raka ya,” kata Galang melirik kearah Caca. Caca tidak mau menatap kakaknya itu. Apapun penjelasan yang sempat Galang sampaikan di telpon masih tidak bisa diterima Caca. Bagi Caca… Kakaknya itu sudah merusak peluncuran produk make up nya. Ditambah lagi Caca tidak menerima penjelasan apapun dari Galang kalau kakaknya itu benar-benar pure menolong Amelia.


Galang segera berjalan keluar dari kamar Raka menuju teras villanya. Galang bisa merasakan betapa kecewanya maminya itu.


“Lang, mami bener-bener gak ada muka lagi sama besan mami. Bu Sarah nelpon mami. Sebenarnya kamu ini waras atau enggak?! Kalau mami jadi Kasih… Detik itu juga setelah melihat video kamu sama Amelia, pasti mami minta cerai! Jungkir balik mami bujuk bu Sarah baik-baikin kamu agar diterima jadi mantunya. Tapi kaya gini sikap mu ke Kasih!” madam Lily sangat kecewa dengan Galang.


“Mam, aku akan bawa Kasih balik lagi kesini, apapun itu caranya,” kata Galang. Madam Lily hanya bisa menatap nanar muka anaknya itu. Sudah tidak tahu lagi bagaimana jalan pikiran Galang. Berkali-kali madam Lily memperingatkan Galang agar menjauhkan Amelia dengan Raka tapi Galang selalu memberi kebebasan Amelia untuk dekat dengan Raka. Dengan alasan kalau ibu dan anak tidak bisa dipisahkan.


“Kamu tahu kenapa Raka sampai kena asma?” tanya madam Lily. “Selama 3 minggu perempuan itu menginap disini… Dia buat party sama Tania dan temen temennya! Sampai banyak puntung rokok di villanya. Setiap malam Raka dijemput dari villa bu Sarah… Anak kecil yang gak tahu apa-apa itu pasti nurut sama mamanya…Tapi mamanya gila gak tahu diri… Gak tahu ngurus anak! Mami cek semua cctv di sudut kamarnya. Kameranya blurrr karena asap rokok. Puas kamu sekarang anakmu sakit?!”


Galang hanya bisa diam mendapat omelan maminya. Ini adalah informasi yang baru Galang dengar. Galang pikir kalau Raka mendapat serangan asma karena melihat Amelia terpeleset jatuh ke kolam, sampai kakinya terkilir dan pingsan waktu melakukan latihan Loncat Indah di Stadium Akrobatik Singapore.


“Mami gak tahu lagi… kamu urus semua ini! Bawa balik Kasih secepatnya.” Madam Lily pergi meninggalkan Galang.


Sam yang ternyata sedari tadi berdiri di belakang pintu masuk teras, mulai menghampiri Galang.


“Pak…” kata Sam penuh hati-hati.


“Apalagi…?! Ini semua gara-gara kamu! Bikin nafas buatan aja gak bisa!” Galang sangat gemas dengan Sam, bila mengingat kejadian dirinya harus memberi nafas buatan untuk Amelia.


Flash Back On


Kondisi Stadium Akrobatik sore itu cukup sepi. Tidak ada banyak orang. Raka yang histeris melihat Amelia tidak muncul-muncul setelah mendarat di dalam air, membuat Galang dan Sam harus terjun ke kolam. Galang menuruti keiinginan Raka agar dirinya segera menolong Amelia. Sam pun ikut terjun membatu Galang. Disaat itulah handphone keduanya terendam air. Handphone Galang dan Sam memang anti air, tapi sempat error karena kedalaman kolam akrobatik.


Bahkan Galang sempat berpikir kalau Amelia hanya akting, tidak mau menoleh ke Amelia. Pura-pura tidak tahu kalau tangan Amelia melambai-lambai minta tolong. Tapi karena Raka terus terusan menjerit memanggil “MAMA!” berkali-kali sampai Raka mengi dan kesulitan bernafas, barulah Galang masuk ke kolam diikuti Sam.


Saat akan memberikan nafas buatan pun masih berdebat dengan Sam. “Kamu!”…”Gak bisa pak”… “Kamu!”… “Gak bisa…!” Begitulah perdebatan Galang dan Sam yang dilihat beberapa orang yang mulai berdatangan mendekati mereka. Raka yang menggoyang goyangkan tangan Galang sambil berkata, “Help Mama… Papa!” memaksa Galang harus memberikan pertolongan pertama dengan CPR. Mengompresi dada Amelia beberapa kali, tapi masih tidak sadar juga. Terpaksa Galang melakukan lewat mulut karena tidak tega melihat anaknya menangis tersengal-senggal.


Saat Amelia sadar dan ingin berdiri, Amelia kehilangan keseimbangan karena pinggang dan kakinya terasa sakit. Disaat itulah Galang secara spontan merangkul tubuh Amelia, sehingga terkesan Galang memeluk Amelia terlebih dahulu.


Flash Back Off


“Ngapain nyari saya?!”  bertanya dengan ketus.


“Pak Joe dan pak Leo direktur IT sudah menunggu pak Galang di ruang kerja,” jawab Sam. Galang mulai berjalan menuju ruang kerjanya.


Untung aja gue ga disuruh training bagi nafas buatan. Bisa kejang mendadak tukang selem disini cowok semua… hm… batin Sam mulai mengekor Galang lagi. Melaksanakan aksi menguping seperti biasa. Karena whatsapp group harus diupdate.


_____


Di ruang kerja Galang, Joe dan Leo sudah mempersiapkan diri. Apapun itu, mereka sudah siap. Merekapun juga bingung, biasanya Galang selalau memakai perantara Kris terlebih dahulu.


“Selamat pagi pak,” Joe dan Leo menyapa Galang. Sudah bisa dipastikan akan ada banyak pertanyaan yang diberikan Galang.


Galang mulai menatap Leo.


“Leo…” satu kata dari mulut Galang sudah membuat Leo semakin tegang. “Saya mau kamu selidiki siapa yang mengungah pertama kali video saya dengan Amelia. Cari tahu siapa orangnya… apa motifnya… Dan… Tuntut dia dengan pencemaran nama baik. Paham?” Suara Galang sudah mulai garang. Tidak mau memberi ampun siapapun itu. Karena video itu sangat melukai Kasih. Membuat Kasih kabur dari sisinya.


“Siap pak,”


“Kamu boleh pergi,” Leo segera meninggalkan ruang kerja Galang.


Tinggalah Joe yang berada di ruangan itu bersama Galang. Sebetulnya Galang ingin memanggil Jun. Tapi Galang tahu kalau suara garangnya itu akan membuat perempuan takut. Jadi Galang meminta Joe mengintrogasi Jun, istrinya. Galang ingin tahu bagaimana detailnya kenapa Kasih tidak bisa dicegah untuk pergi.


Joe mulai memberikan cincin pernikahan Kasih kepada Galang. Rasanya seperti tersayat, sampai cincin pernikahan saja sudah dilepas oleh Kasih. Joe mulai menceritakan apapun yang dia dengar dari Jun tentang ucapan Kasih.


 


****


Siapa sih yang sebar video hastag CLBK itu…


Bersambung…


****