
Joe mulai keluar dari ruang kerja Galang. Galang mulai memandangi cincin pernikahan yang seharusnya ada di jari Kasih. Masih tidak percaya yang dia lihat hanya cincinnya saja. Merutuki setiap perbuatannya. Bahkan sebelum Joe keluar dari ruang kerjanya, Joe memberikan inhaler. Inhaler yang dipesan Kasih untuk Raka.
Maafkan aku Kasih, sudah membentakmu… Menuduhmu tidak bertanggung jawab… Galang memejamkan matanya. Tidak percaya yang dia pegang saat ini hanyalah cincin. Bukan jari Kasih, bukan istrinya yang selalu menuruti kemauannya.
Galang mulai menelpon Sam
Tut… Tut… Tut…
“Morning Pak,” Sam mengangkat telonnya.
“Ke ruang kerja saya.”
Sam yang masih berada di sekitar villa Galang, segera menuju ke ruang kerja bosnya. Merapikan kerah dan kemeja long sleeve… Sam mulai membuka pintu kerja Galang.
“Ada yang bisa saya bantu, pak?” tanya Sam.
“Siapkan flight ke Jogja sekarang,” perintah Galang sambil memandangi cincin milik Kasih.
“Akan saya siapkan pak, kurang lebih 2 jam lagi. Pilot pribadi bapak lagi liburan ke Batam,” jawab Sam mulai merogoh ponselnya.
Kenapa semua seakan menjauhkan ku dengan mu Kasih. Bagaimana aku bisa tenang menunggu 2 jam ini. Ingin rasanya aku segera memelukmu. Memakaikan cincin ke jari manismu lagi, Galang hanya bisa meredam emosinya. Menggenggam dan meremas cincin Kasih dengan kedua tanggannya. Menunggu kedatangan pilot 2 jam lagi ditambah lama penerbangan ke Jogja membuat Galang tidak sabar. Yang Galang pikirkan saat ini hanya ingin memeluk Kasih. Menjelaskan semua kekacauan yang sedang dibicarakan publik. Meluruskan semua kesalahpahaman.
“Apa ada penerbangan tercepat? Kelas apapun itu,” ucapan Galang itu membuat Sam shock. Baru pertama kali Sam mendengar Galang ingin menaiki pesawat biasa.
“Saya cek dulu, pak,” Sam mulai mengecek tiket keberangkatan ke Jogja. Pak pak… makanya punya istri jangan dibentak bentak… ‘Minggir Kamu!’ Ya pasti langsung minggir sejauh-jauhnya... Sekarang kalau gini gue juga yang repot, Sam sesekali memperhatikan Galang yang sedang melihat video Kasih bernyanyi di youtube. “Em… pak ini sebenarnya ada tiket kelas ekonomi. Tapi saya rasa gak akan terkejar, karena jarak penyebrangan Bintan dan Batam memakan waktu juga. Sebaiknya kita tunggu saja pilot pribadi bapak,” Sam menyarankan opsi terbaiknya.
Terpaksa Galang harus meredam keinginannya. Galang menyuruh Sam keluar dari ruang kerjanya.
Video yang diunggah di channel musisi Jogja project itu sudah Galang putar berkali-kali sejak semalam mendapat informasi dari Kris. Galang mendengarkan setiap kata yang diucapkan istrinya itu. Galang tidak menyangka kalau Kasih akan melakukan permohonan maaf di depan umum.
Ini bukan kesalahanmu. Kamu seharusnya tidak mempermalukan dirimu didepan umum seperti ini, Batin Galang sambil mencari kontak nomor direktur IT dan menelponnya.
Tut… Tut… Tut…
“Hallo, Leo! Bisa kamu cari tahu siapa sebenarnya miss Bee? Tuntut perempuan lebah itu kalau dia sengaja mencemarkan nama baik Kasih.” (bee: lebah)
“Siap pak,” jawab Leo.
Galang menutup telponnya dan kembali melihat wajah Kasih yang berkaca-kaca saat menyanyi. Hal yang paling membuat dirinya bergetar adalah saat Kasih mengatakan kalau kepercayaan istrinya itu telah runtuh. Setiap Galang memutar video dan mendengar kata-kata itu, membuat kepalanya berat. Seperti dihantam berkali-kali.
Menunggu kedatang pilot 2 jam lagi bukanlah hal yang mudah bagi Galang. Galang mulai menuju kamar Raka. Disana ada Jun yang ternyata menunggu Raka. Anaknya itu masih tertidur karena terkena serangan asma waktu di Stadium Akrobatik Singapore.
“Selamat pagi pak Galang,” Jun berdiri dari sofa menyapa Galang.
“Pagi, duduk saja. No worries,” kata Galang. Tapi Jun merasa tidak nyaman kalau duduk di depan bosnya itu. Jun berjalan mendekat ke bed Raka. Mengecek keadaan Raka apakah pernafasan anak itu tetap stabil atau tidak.
“Kasian Raka ya, pak. Biasanya dia ceria dan aktif bermain.”
“Hm, ya... Jun, bisa siapkan koper saya untuk ke Jogja?”
“Baik pak. Saya permisi,” kata Jun yang kemudian keluar dari kamar Raka.
Galang menggunakan waktu 2 jam untuk menemani Raka. Galang tidak habis pikir kalau anak kesayangannya itu terkena asma karena ulah ibu kandungnya sendiri. Karena Galang dan Amelia tidak memiliki Riwayat asma. Yang kebanyakan pada dasarnya asma adalah penyakit turunan. Publik tidak tahu kalau setelah adegan nafas buatan yang berhasil membuat Amelia sadar ada kejadian heboh lainnya. Raka sempat kejang setelah itu. Galang dan Sam berlari menuju ke rumah sakit terdekat. Meninggalkan Amelia yang kakinya pincang.
Jadi Galang sangat geram dengan video berdurasi 2 menit di Instagram. Seolah video itu hanya memamerkan perhatian dan kemesraan dirinya kepada Amelia. Padahal Galang melakukannya semata hanya untuk menenangkan Raka.
Nasi sudah menjadi bubur. Percuma juga menjelaskan ke publik untuk menampik semua tuduhan kalau dirinya melakukan CLBK. Yang Galang butuhkan saat ini adalah kepercayaan istrinya, Kasih yang sudah goyah. Galang tidak peduli apa opini publik tentangnya. Yang Galang mau hanya Kasih kembali di sisinya.
“Pak, private jet sama pilotnya sudah siap,” kata Sam.
Galang mencium kening Raka dan menitipkan Raka kepada Jun. Mami dan adiknya saat ini sedang sibuk menjawab pertanyaan dari banyak wartawan dan beberapa reporter televisi.
“Take care Raka ya,” kata Galang kepada Jun. (Jaga Raka ya)
“Pasti, pak. Salam buat keluarga bu Sarah,” kata Jun.
Galang mulai berjalan keluar dari villa ditemani Sam. Mereka menuju lapangan pesawat pribadi Galang yang terletak masih di kawasan resort Galang. Pilot itu sudah berdiri bersama beberapa kru pesawat. Mereka siap menyambut kedatangan Galang.
“Good afternoon pak! Welcome to Luxus private jet,” para kru menyapa Galang. Galang hanya mengangguk. Dan mulai menaiki tangga masuk pesawat.
Tapi dari belakang terdengar suara Leo yang bersama dengan Kris.
“Pak Galang! Pak Galang!” kata Leo memanggil Galang dari kejauhan. Galang menghentikan langkahnya untuk masuk kedalam pesawat.
“Kenapa?” tanya Galang.
“Saya sudah menemukan siapa itu sebenarnya miss Bee. Kami berhasil melacaknya barusan,” jawab Leo.
“Miss Bee itu Tania, pak. Sekarang Teo lagi menegur keras tindakan Tania di ruang kerjanya,” timpal Kris.
Mau ku apakan anak itu! Sudah gak ada otak rupanya! Batin Galang penuh geram. Galang segera menuju ruang kerja Teo untuk memberi pelajaran kepada Tania.
Di luar ruang kerja Teo sudah gaduh, banyak karyawan yang menguping setiap makian Teo kepada Tania. Ini membuat Teo sebagai atasan Tania sangat malu terhadap karyawan bawahannya itu.
JDUARRR! (Galang membuka pintu ruang kerja Teo)
Galang mulai berjalan dengan emosi yang mendidih.
BRAKKK! (Menggebrak meja tepat di depan Tania)
Gebrakan meja itu jelas membuat Tania kaget.
SSstttt! Galang meraih leher Tania untuk mencekik perempuan yang sudah membuat Kasih menangis. Tapi tindakan Galang itu dilerai oleh Teo yang menarik Tania mundur dan Sam yang menarik Galang menjauh dari Tania. Suasana sudah menegang. Kris segera menutup pintu ruangan itu. Berharapp tidak ada karyawan yang melihat adegan itu.
Tania sangat ketakutan dengan sikap Galang barusan. Badannya sudah panas dingin sejak Teo memarahinya. Ditambah aksi Galang yang tidak pernah dia lihat sebelumnya.
“Mmm… maaf pak… Sa…saya cuma disuruh mbak Amelia… Juga… video clbk itu saya disuruh mbak Amelia. Sorry pak… itu saya benar-benar gak sengaja pengambilan videonya. Waktu itu saya pergi ke toilet. Saya biarkan kameranya menyala.”
Nyut… Nyut… Nyut… Galang sangat pusing mendengar nama Amelia lagi. Perempuan macam apa yang pernah ku nikahi itu, Kenapa begitu rendahnya kamu sampai melakukan ini, batin Galang.
“Jadi apa motif mu menuruti kemauan dia?” Galang mulai mengintrogasi. Pertanyaan inilah yang tidak bisa dijawab Tania. Tindakan buruknya sudah diketahui Galang dan banyak orang saja sudah membuatnya malu. Tidak mungkin kan kalau menyatakan cintanya kepada Galang. Untuk melihat Galang saja saat ini sudah tidak ada muka, apalagi berkata cinta.
Sikap Tania yang diam saja itu membuat Galang geram. Galang mengartikan Tania memiliki dendam tersendiri kepada Kasih.
“Ambil pengacara untuk mengusut tuntas kasus ini,” kata Galang kepada Kris.
Galang segera berlalu meninggalkan ruang kerja Teo. Tidak bisa berlama-lamaan dengan orang yang sudah membuat istrinya menangis. Ada sedikit kelegaan telah mengetahui dalang dari rentetan masalah dalam rumah tangganya. Kini yang Galang pikirkan adalah berangkat ke Jogja dan membawa Kasih kembali ke sisinya.
*****
Cinta itu emang buta… versi Tania…
Bersambung…
*****