
Jack dan Kasih yang tengah berada di dalam air laut, menikmati pemandangan bawah laut. Banyak biota laut di perairan itu. Sesekali Jack mengambil hewan teripang yang bersembunyi di dekat karang dan menempelkan hewan itu ke tangan Kasih. Kasih memang suka snorkling tapi pengalaman menyentuh hewan laut di alam bebas itu merupakan pertama kali baginya. Bentuknya lonjong menyerupai timun yang kenyal. Membuat Kasih merasa kegelian melihatnya. Tapi tertarik juga untuk menyentuh hewan itu.
Jack memandangi wajah perempuan yang ada di depannya itu. Sepanjang mereka berenang, Jack selalu menggenggam tangan Kasih. Meskipun Kasih menolak tidak mau, tapi Jack ingin melakukannya. Sekarang dia baru menyadari. Mengapa Galang begitu cemburu.
Melihat wajah polos dengan lesung pipi yang selalu mengembang membuat Jack tertarik.
Sesekali Kasih berenang ke atas permukaan karena ada air yang masuk ke snorkelnya. Jack ikut naik ke atas permukaan.
“Huh… Kamu suka snorkling disini?” tanya Jack sambil mengusap hidungnya.
“Wah hahaa. Suka banget… Airnya jernih. Bisa lihat dengan jelas biota lautnya… hahaa” jawab Kasih sambil menggerakkan kakinya untuk menjaga keseimbangan.
“Kita lanjut…” Jack segera membantu Kasih memasang snorkel ke mulut Kasih. Barulah dia memasang miliknya sendiri. Jack mulai menarik tangan Kasih masuk ke dalam air laut.
Kejadian barusan saat Kasih membenarkan snorkel ke mulut, di lihat oleh Galang. Galang yang sudah beberapa menit yang lalu masuk ke permukaan air laut segera berenang mendekati Kasih dan Jack. Jack yang tengah asyik mengambil video dengan kamera gopro menangkap wajah Galang di kamera yang hampir mendekati Kasih dengannya.
Aksi Galang itu membuat Jack kesal. Seperti tidak diberi peluang berdekatan dengan Kasih. Jack mulai menarik tangan Kasih dengan kasar agar mendekat dengan badannya. Tekanan air laut membuat Kasih dengan mudah jatuh ke pelukan Jack. Kasih sampai dibuat keheranan dengan perilaku Jack. Kaget, takut dan marah membuatnya memberontak.
Galang yang melihat kejadian itu semakin memacu pergerakan tanggannya untuk menjauhkan Jack dari Kasih. Itu membuat Jack semakin kesal. Jack menyrobot snorkel dari mulut Kasih dan mencoba untuk mencium bibir Kasih. Kasih meronta ronta memukul Jack. Pukulan tangannya membuat banyak gelembung air dan membutnya sulit bernafas. Kasih mencoba berenang ke permukaan tapi Jack merangkul pinggangnya dengan sigap.
Kejadian ini membuat air mata Galang yang sedari tadi ditahan, keluar bercampur air laut. Merasa gagal tidak bisa menjaga Kasih.
Setelah cukup dekat posisi Jack dan Kasih, Galang mendorong tubuh Jack sekuat tenaga. Tapi tidak sengaja kaki Jack menendang Kasih sampai terpental ke batu karang hingga menghantam punggung Kasih cukup keras. Rasa sakit di punggung dan sudah kehabisan oksigen membuat dia kehilangan kesadaran sampai menghirup air dari hidungnya. Kepala mulai terasa berat dan pening membuat air masuk ke telinga dan mulut.
Jack dan Galang yang tengah beradu kaki mulai sadar kalau Kasih sudah tidak sadarkan diri. Mereka berenang untuk meraih tubuh Kasih. Lagi-lagi Galang menendang Jack agar menjauh. Disaat itu Jack melihat ubur-ubur lewat dari belakang punggung Kasih.
Galang dan Jack berusaha membawa Kasih ke permukaan air laut. Mereka sama-sama panik dengan kejadian itu. Berusaha secepatnya menuju daratan membawa Kasih.
Setelah hampir sampai di bibir pantai, Galang menggendong Kasih. Berlari menuju tempat yang kering agar jauh dari air pantai. Jack meletakkan kameranya dengan asal. Dia melihat Sam tengah tertidur di buggy warna putih, dekat buggy Galang. Galang tidak memperhatikan kodisi di sekitanya. Dia hanya fokus ke Kasih.
Galang membaringkan Kasih di pasir. Melepas snorkel dan kacamata renangnya.
“Kasih…” Galang memukul kecil pipi Kasih agar sadar. Berulang kali Galang lakukan tapi tidak ada respon. “Kasih bangun…!” Perasaan takutnya semakin menjadi. Galang mulai memberi nafas buatan berkali-kali.
Jack yang melihat Kasih tidak sadarkan diri juga merasa panik. Jack berlari ke arah Sam. Orang itu dipanggil berkali-kali tidak ada respon.
“Kasih… bangun...” Galang terus membuat nafas buatan sampai dia menangis. Bukan ciuman seperti ini yang aku harapkan… Bangunlah Kasih… Aku mohon… Bangunlah… Galang sudah berderai air mata di pipinya. Rasa takut kalau Kasih akan pergi meninggalkannya bercampur menjadi satu dengan kepanikan.
“Uhuk… Hikzzz Uhuk… Hikzzz” Kasih mulai sadar dan mengeluarkan air dari mulutnya.0
“Hikzzz” Kasih menghirup oksigen dalam dalam. Badannya masih lemas. Galang merasa lega stelah melihat Kasih sadar kembali. Dia mengusapa rambut Kasih yang masih basah dengan lembut. Kasih mengernyitkan dahi karena terik panas matahari. Galang menutupi wajah Kasih dengan badannya, supaya Kasih merasa nyaman. Senyum penuh kelegaan mulai terpancar di wajah Galang.
“Pak…” Kasih mulai sadar melihat Galang di depannya.
“Iya… Ada yang sakit?” tanya Galang dengan lembut. Dia mengusap pipi Kasih.
Kasih berusaha untuk duduk. Tapi…
“Auu… Auu…” Kasih memekik dan memgangi pinggangnya.
Jack dan Sam yang baru saja sampai, segera turun dari buggy dan menghampiri Kasih. Jack mendekat ke Kasih dan Galang yang duduk di pasir pantai. Dia melihat ekspresi Kasih yang kesakitan saat duduk, membutnya teringat dengan ubur-ubur yang melintas di dekat batu karang.
“Jangan kamu sentuh Kasih!” Galang mendorong Jack sampai tersungkur.
Dari adegan inilah sekertaris Sam baru paham kalau bosnya tergila-gila dengan Kasih. Sampai dia melepaskan kacamata dan mengucek matanya. Memastikan kalau kacanya tidak blur.
Jack pun menjauh, karena Kasih juga menolak dipegang oleh Jack. Kejadian di laut itu membuat Kasih kesal dengan Jack. Jack bisa memahami itu.
Kasih yang merasa pinggangnya panas dan gatal merasa takut kalau sengatan ubur-ubur itu berbahaya. Karena belum pernah mengalami kejadian ini sebelumnya.
“Ini gimana… au… sakittt…” Kasih berusaha menengok pinggang belakannya. Tapi sulit untuk dia lihat. Galang dengan sigap membopong Kasih menuju buggynya.
Menyuruh Sam untuk menyetir buggynya.
Galang meminta Sam menghubungi dokter agar segera ke villanya. Sepanjang perjalan menuju villa, Galang memegangi kening Kasih. Badannya mulai demam, bibirnya juga pucat. Kasih sampai pingsan setelah sampai di villa Galang.
Galang membopong Kasih menuju kamar tamu yang ada di villanya. Disana sudah ada 2 orang dokter wanita yang siap mengobati luka Kasih.
Selagi Kasih diperiksa dokter, Galang mengganti bajunya yang basah. Setelah selesai, dia kembali duduk di depan kamar tamu menunggu dokter masih memeriksa Kasih.
Kris yang sempat memberikan repson lambat di whatsapp, dia sudah berada di resort dengan Caca. Caca tidak menyangka hal ini akan terjadi menimpa Kasih. Cerita detailnya Caca belum mengetahui. Hanya tahu kalau Kasih terluka karena sengatan ubur ubur.
“Mas Galang… Gimana Kasih? Kok bisa? Disengat sebelah mana? Parah ga?” Caca yang baru datang membrondong Galang dengan pertanyaan
“Masih di cek sama dokter didalam” jawab Galang.
Caca dan Kris mulai ikut menunggu dokter memeriksa Kasih. Setelah beberapa saat, 2 dokter tadi keluar.
“Gimana Dok?” tanya Galang
“Kami sudah memeriksanya pak… mari kita tunggu perkembangannya. Badannya masih demam. Kami sudah memasang infus juga. Nanti malam akan kami cek lagi” jawab salah satu dokter yang lebih senior.
“Ow gitu dok… Saya boleh lihat Kasih?” tanya Caca.
“Boleh… Kami permisi dulu pak, mbak”
Dokter pergi diantar oleh Sam dan Kris. Kris mengantar dokter dengan maksud mencari tahu lebih detail tentang kondisi Kasih.
*****
Cepat sembuh ya Kasih…
Biar bisa main kucing-kucingan lagi sama pak Galang
Atau… Mau main-main di villa pak bos aja?
Bersambung...
*****