
Galang mulai melaju dengan buggynya kembali ke villa. Suasana sudah cukup sepi di kawasan villa. Setelah sampai di villa, Galang berjalan menuju ruang kerjanya. Ruangan itu sudah kembali rapi seperti semula. Miniatur di meja juga sudah ditata rapi. Disana ada Kris yang berdiri dengan membawa map berisikan surat kontrak kerja.
“Selamat malam pak” Kris menyapa setelah melihat Galang masuk ke ruang kerja.
“Hm… Sudah kamu atur?” Galang mulai duduk di kursi.
“Silakan pak…” Kris memberikan map yang dia bawa. Galang mulai membuka isi map itu dan membaca secara detail. “Jack sudah menandatangani surat kontra kerja untuk pembuatan video di channel youtubenya. Semua poin penting yang bapak inginkan sudah disetujui” Kris menjelaskan secara ringkas isi poin penting itu... “Pak, besok pagi saya akan mengantar Caca ke Batam. Caca ada janji dengan Dokter Ino untuk peluncuran produk make up terbarunya” Galang hanya mengangguk-angguk sambil membaca surat kontrak kerja yang dibuat oleh Kris.
“Perfect” Galang mulai meletakkan map itu di meja. “Ok, kamu boleh pergi ke Batam. Saya akan minta Sam kalau butuh sesuatu. Kamu bisa kembali ke villa mu” kata Galang yang kemudian berdiri dari kursinya.
“Terimakasih pak. Selamat malam” Kris mulai beranjak pergi meninggalkan villa Galang. Berharap semua lancar dan tidak ada kekacauan lagi.
Malam itu semua kembali normal. Galang cukup puas dengan hasil kerja Kris. Membatasi ruang gerak Jack harus dilakukan, agar tidak terjadi hal-hal yang membuatnya menyesal.
Dulu Galang selalu memanjakan Amelia, mengiyakan keinginan mantan istrinya itu. Semua yang perempuan itu inginkan dituruti tanpa terkecuali. Karena dia berfikir itu adalah cara menyenangkan perempuan yang dulu berstatus sebagai istrinya. Padahal sudah sejak lama Amelia berselingkuh dengan Edo, mantan pacar Caca. Kris yang merupkan teman dekat Edo mengetahui hal itu sejak awal. Tapi dia selalu berdiam diri, menganggap itu bukan urusan pribadinya. Tapi setelah mengetahui dan melihat depresi Caca yang cukup berat, membuat dia merasa iba. Dari situlah awal kedekatan Caca dan Kris. Kebaikan Kris membuat Galang memberi pekerjaan kepada Kris dengan jabatan yang tidak main-main. Dilihat dari pendidikan dan pengalaman Kris waktu di luar negeri membuat Galang semakin mantap dan yakin memberi jabatan itu. Terlebih dia bisa mengambil hati adiknya.
Pagi harinya Galang memilih breakfast di restaurant. Dia mengajak Sam untuk menikmati sarapan bersamanya. Galang dan Sam memilih menu cepat saji yang ada. Seperti omlet, sosis, mashed potato (kentang tumbuk), ditambah air mineral dan espresso. Karena mereka ada meeting setiap pagi. Sekilas semua tampak normal pagi itu.
Tiba-tiba semua berubah tak menyenangkan untuk Galang. Dia melihat Jack dan Kasih sedang mengambil video di area luar restaurant. Yang membuat Galang sebal adalah mereka memakai baju couple dengan bentuk hati di depan.
“Ck!”Galang mendengus dengan kesal menatap Jack dari kejauhan. Sam masih tidak paham melihat sikap Galang. Dia memposting setiap pergerakan Galang ke whatsapp. Kris yang melihat postingan itu mulai tidak tenang. Baru saja kapal ferry sampai di pelabuhan Batam, postingan pagi sudah tidak baik.
“Pak, mau kemana?” tanya Sam yang bingung karena melihat Galang berbelok ke kanan. Seharusnya berjalan ke kiri menuju ruang meeting pagi. “Jam meeting pagi sebentar lagi dimulai” Sam memberi informasi untuk mengingatkan Galang. Berfikir kalau Galang lupa.
Galang berusaha meredam emosinya. Dia meninggalkan restaurant dan menuju ruang meeting pagi.
Jack dan Kasih melanjutkan melakukan pengambilan video di area rekreasi tamu. Ada banyak permainan disana. Salah satunya billyard. Kasih tidak tahu bagaimana cara bermain billyard. Jack dengan senang hati megajari Kasih.
“Ini saya gak bisa mas. Belum pernah coba…hihii. Mending main air laut di pantai saya bisa… kaya snorkling…” kata Kasih saat Jack memberinya tongkat billyard. Jack meraih tangan kasih agar mendekat ke meja billyard.
Dari kejauhan, Galang memperhatikan aktivitas Jack dan Kasih. Galang setelah selesai meeting memang selalu pergi ke lokasi rekreasi. Biasanya dia mengecek Raka yang sedang bermain dengan karyawan rekreasi setelah home schooling selesai. Tapi hari itu dia menjumpai guru pribadi Raka di tempat rekreasi untuk memberi tahu kalau Raka masih belum kembali dari liburannya.
Tetapi justru adegan yang dianggap Galang menyebalkan itu terjadi di depan matanya.
“Kamu harus membuat lingkaran di jarimu seperti ini…” Jack memegang jari Kasih. Kemudian Jack mengarahkan jari Kasih agar berada di meja billyard. Kasih menuruti setiap perkataan Jack. Karena menurutnya itu adalah pengetahuan baru. Kasih sangat suka belajar hal-hal baru.
“Ah… gini ya mas…” Kasih menatap Jack kemudian memalingkan pandangnya fokus kembali ke meja billyard.
“Iya… Terus posisi kaki kamu harus kebuka” Jack menggeser kaki Kasih dengan kakinya agar terbuka lebar supaya posisi badan tidak terlalu tinggi dengan meja billyard.
“Ah… ok” kata Kasih menuruti Jack.
“Terus bungkukan badan kamu… condongkan pinggang kamu…”Jack mulai memegang pinggang Kasih dengan kedua tanggannya.
Galang mulai meradang melihat posisi tangan Jack berada di badan Kasih.
Sam
(PAK GALANG MENGELUARKAN SPEAKER TOA NYA PANGGIL JACK)
Tidak ada balasan dari whatsapp itu. Karena Joe dan Teo tidak begitu mengerti. Tapi kepala Kris sudah berdenyut di Batam melihat postingan Sam.
Galang berjalan menuju tempat Jack dan Kasih. Sekertaris Sam mengikuti Galang di belakang. Jack yang melihat ekspresi muka Galang cukup kaget. Sebagai seorang vlogger dan youtuber, ekspresi Galang itu sangat mudah dikenali. Terlebih semalam kontrak kerja yang dia terima terkesan aneh. Terlalu banyak batasan untuk mengeksplor resort bersama Kasih. Berfikir secara logika, kalau yang membuat kontrak kerja itu pasti diantara Kris dan Galang. Secara Kris merupakan resort manager. Tapi kalau menurut ucapan Caca… Kris adalah orang spesial untuk Caca. Jadi sekarang sudah tertebak siapa dalang dari surat kontrak kerja itu…
Jealous sekali dia melihat Kasih dengan ku, batin Jack memandangi Galang. Sedikit gugup menghadapi Galang.
“Ada apa bang?” tanya Jack.
“Mau pergi ke lounge bar? Saya punya koleksi minuman baru” jawab Galang asal, melirik Kasih dan Jack. “Biarkan Kasih istirahat. Nanti kalian bisa lanjut lagi” kata Galang.
“Ok, boleh juga” jawab Jack yang kemudian meletakkan stick billyard di atas meja. “Kasih, nanti aku calling kamu” kata Jack sambil mengelus punggung Kasih. Muka Galang semakin merah. Sorot tidak suka dari Galang itu tertangkap lagi oleh Jack.
Galang dan Sam berjalan terlebih dahulu. Kemudian Jack menyusul. Sedangkan Kasih kembali ke kamarnya.
Di lounge bar, Galang memanggil bartender yang biasa melayaninya.
“Mau minum apa pak?” tanya bartender kepada Galang.
“3 double whisky on the rock” jawab Galang. (3 gelas 2 shot whisky pakai es)
Jack dan Sam saling berpandangan.
Cuma whisky doang. Hotel lain juga banyak. Dikirain apaan. Belum matahari naik ke atas, udah pesan whisky aja. Malam belom datang bro… Tau gitu mending aku ikutin kemauan Kasih buat ambil video di pantai. Gak akan bisa orang cemburuan ini melihat aku dengan Kasih. Menyebalkan. Sial! Buang-buang waktu. Atau aku ajak Kasih pergi snorkling aja biar orang ini gak bisa mengganggu. Kalau udah di dasar lautakan mana bisa dia melihat pergerakan kita dengan mudah… hmmm ide yang bagus… Jack memandangi pantulan wajah Galang dari kaca di bar.
****
Wah wah…
Culik… bungkus sekalian Kasih nya Jack…
Bersambung
*****