
Selesai acara breakfast, mereka menuju tempat ATV yang dimiliki Luxus Resort. Semua teman-teman Raka beserta orangtuanya diperlakukan dengan baik. Mereka menuju track ATV menggunakan buggy yang disetir oleh para butler. Raka dan Amelia ada di buggy Galang. Sedangkan Kasih berada di buggy yang sama bersama Kris, Caca dan Teo yang menyetir buggy.
Raka sangat senang melihat teman-temannya. Lala, Jojo, Arya dan Rena bisa datang bersama dengan papa mama mereka. Ditambah dengan kedatangan Amelia disaat acara seperti ini. Merasa semuanya sempurna dan lengkap.
“Mama nanti naik ATV ya sama Raka… Raka mau setir, terus Mama bantu Raka dari belakang… Boleh ya ma…?” Tanya Raka sambil memeluk Amelia yang memangkunya.
“Pasti Raka… Nanti mama bantu Raka,” jawab Amelia sambil mengusap rambut Raka. Galang merasa tidak setuju dengan jawaban Amelia.
“Gak boleh! Kamu sama papa. Mama mu capek.” Jelas saja ucapan Galang itu membuat Raka kesal. Raka merasa ingin terus menempel dengan mamanya. Karena sudah lebih dari 1tahun tidak bertemu mamanya.
“GAK MAU! RAKA SAMA MAMA! PAPA SAMA TANTE KASIH AJA!” Suara sudah beroktaf-oktaf sampai semua penumpang buggy yang ada di depan buggy Galang menoleh mereka. Amelia yang sadar dengan jawaban Raka segera menyambung ucapan Raka.
“Raka… nanti Raka sama papa aja. Betul kata papa… mama capek habis naik ferry dari Singapore” Amelia mencium kepala Raka agar anak itu bisa dibujuk. “Nanti mama naik ATV sendiri ngikutin ATV Raka sama papa ya…” Melirik mata Galang.
Sial! Tahu gitu aku ikutin ide Raka aja biar bisa boncengan sama Kasih. Hmmm. Galang menyesal membuat Raka marah sampai berteriak.
Jangan sampai perempuan itu menggantikan posisiku sebagai mamanya Raka. Gak akan semudah itu kalian bisa bersama. Awas kau Kasih! Batin Amelia sambil mengingat kejadian di LFT saat Galang meraih tangan Kasih.
Akhirnya mereka sampai area gudang ATV diparkirkan. Para karyawan recreation department yang bertanggung jawab untuk ATV segera menyambut kedatangan Galang. Mereka membiarkan teman-teman Raka dan orangtunya untuk memilih ATV kesukaan mereka. Raka sudah sibuk mengecek warna ATV apa yang dia mau pakai. Berlarian menarik tangan Amelia agar mengikutinya.
“Mama ayo ikut Raka…! Yang merah itu!”
“Iya Raka… Pelan pelan sayang,” ucap Amelia sambil mengikuti Raka.
Di luar ruangaan Teo menghampiri Kasih yang berdiri bersama Kris dan Caca.
“Hai Kasih… Bisa main ATV? Mau pakai UTV aja gak sama gue? Biar gue setir…” tanya Teo.
Belum sempat Kasih menjawab, Galang dari belakang Teo menyambar pembicaraan.
“Teo… Bisa kamu pergi ke Batam sekarang? Gantikan saya meeting pagi ini, untuk perencanaan new year di Luxus cabang Batam.” Mendengar perintah Galang mau tidak mau Teo harus menuruti keinginan bosnya. Mengingat dia sudah membuat kekacauan membawa Amelia datang ke resort.
Sial… Baru juga balik dari Singapore. Hancur… hancur badan gue, digoyang kapal ferry 2x pagi-pagi. Batin Teo sambil membungkukan badan ke Galang.
“Siap pak. Saya berangkat sekarang,” jawab Teo yang kemudian berlalu meninggalkan area ATV.
Menjengkelkan sekali! Pagi pagi Amelia udah datang. Gak ada angin gak ada hujan dia main nyosor di depan Kasih. Kenapa dia berakting seperti itu…? Bukannya dia sudah bersama Edo… Kenapa dia harus kembali disaat semua sudah baik-baik saja. Aku hanya tinggal meyakinkan Raka agar menerima Kasih. Dia malah datang buat runyam semua. Ini lagi Teo… sudah kubilang jangan ganggu Kasih. Tetap saja cari perkara. Batin Galang sambil melihat kepergian Teo dari tempat itu.
“Kris... Bisa kamu pakai UTV aja biar aman dengan Caca,” ucap Galang.
“Baik Pak,” jawab Kris.
“Mas Galang ni suka suka lah… Caca mau pakai ATV kaya Raka.” Caca jadi ngambekan mirip Raka. Dia ingin naik ATV, biar bisa boncengan meluk Kris. Begitu pikir Caca.
“Terserah apa mau mu... Kamu atur Kris, jaga Caca. Kasih ikut saya.” Galang berlalu meninggalkan Caca dan Kris.
Kasih mengikuti Galang. Mereka menuju area peralatan keamanan sebelum menaiki ATV. Ada banyak helm, kacamata, sarung tangan dan sepatu bot di ruangan itu. Tanpa permisi meminta izin, Galang langsung menaruh helm ke kepala Kasih. Galang melepas helm lagi karena dirasa ukurannya kurang pas. Menggantinya dengan yang lain sampai berkali-kali.
Kasih mulai tidak nyaman dengan perlakukan Galang. Beberapa orang tua dari teman Raka memperhatikan sikap Galang yang menurutnya berlebihan.
Ini si bapak kenapa menggila lagi sih…? Mereka pasti berfikir aku ganjen. Duh… bisa gak sih tangannya ni dikontrol… Banyak orang disini lohh… Batin Kasih sambil menolak tangan Galang mengusap rambutnya saat memasang helm.
“Em… Pak, kayanya helm yang pertama tadi pas buat ukuran saya,” kata Kasih sambil melangkah mundur dari Galang.
“Ok...” ucap Galang menghentikan aktifitasnya memegangi rambut Kasih.
Wangi sekali rambutnya, halus… Batin Galang sambil tersenyum tipis memandangi punggung Kasih.
Akhirnya mereka semua sudah siap dengan ATV ataupun UTV yang mereka pilih. Seorang pemandu mulai mengendarai ATV. Memimpin untuk menunjukan jalur medan yang boleh dilewati. ATV Raka bersama dengan Galang berada di belakang teman-teman Raka. Barulah Amelia ada dibelakang Galang. Kemudian Kasih berada di belakang Amelia. Kris selaku bawahannya Galang harus mengawasi dan memastikan semua lancar, itu mengapa dia berada di paling belakang bersama Caca.
Pada 5 menit pertama semua tampak lancar. Tiba-tiba Amelia menepikan ATV yang dia pakai. Kasih berlalu begitu saja dengan ATV yang dia naiki.
Perempuan ini… memuakan sekali memakai helm pilihan Galang. Apa sih kelebihannya…?Ish… Lihat ini… Batin Amelia sambil menyalakan ATV dan melaju dengan kencang.
Dilihatnya ada banyak kubangan air disamping Kasih. Dia menghajar kubangan air itu sampai membuat Kasih basah kuyup.
“Hahaa…! Sorry! I don’t mean it!”Teriak Amelia mentertawakan Kasih yang penuh dengan lumpur coklat.
(Hahaa...! Maap! Saya gak bermaksud seperti itu)
“Ish… Awas kamu…” Kasih berbisik sambil mengusap mukanya dengan kasar.
Amelia melaju lagi mengejar Galang dan Raka yang sudah agak jauhan. Tidak mempedulikan muka bad mood Kasih. Kris dan Caca yang melihat Kasih basah kuyup segera menyusul Kasih. Mengurangi kecepatan ATV Ketika di samping Kasih.
“Kasih… Kenapa dia? Udah gila ya?” tanya Caca.
“Hahaa. Mungkin… Pak Kris duluan aja sama Caca nya. Saya mau bersihin muka dulu.” Ucap Kasih sambil mengusap pipinya yang penuh lumpur. “Bentar lagi saya nyusul.”
“Ok Kasih… saya jalan pelan-pelan. Jangan lama-lama,” kata Kris kemudian berlalu dengan kecepatan rendah.
Tak selang lama, Kasih mengejar ATV yang lain. Dia mengejar dengan kecepatan sedang. Sempat tersenyum dan melambaikan tangan ke Caca dan Kris Ketika mendahuli mereka.
Begitu posisi ATVnya cukup dekat dengan Amelia. Dia mendadak menabrak ATV Amelia sampai terjungkal ke kubangan kolam lumpur yang cukup dalam.
“Huaaa Sial!” Teriak Amelia
“Ops! Sorry… Do you need my help…?” kata Kasih sambil menghentikan ATVnya. Senyum kemenangan mulai merekah.
(Ops! maaf... apa kamu butuh bantuanku...?)
Rasakan…! Makanya jangan paling sok educated gitu… Baru juga ditabrak bemper ATV… Hihii. Ini baru pemanasan. Lihat saja nanti… Batin Kasih sambil terkekeh-kekeh melihat Amelia kesusahan keluar dari kolam lumpur.
“Awas kamu ya!” Teriak Amelia sambil memberikan kepalan tangannya.
“Nyonya… Saya duluan ya… Takut pak Galang nyariin saya… Sayonara nyonya… Ada pak Kris di belakang. Jangan emosian gitu… nanti dibantu pak Kris… Hihiii...” Kasih pun berlalu meninggalkan Amelia dengan melambaikan tangannya.
*****
Waduh... jangan main tabrak-tabrakan bemper
Ini ATV hlo… bempernya keras…
Bersambung…
*****