My Butler

My Butler
Hot Gosip Di Resort



Hari ini kondisi Luxus Resort Bintan tidak terkendali. Unggahan komentar pedas dengan nama akun ‘Miss Bee’ disebarluaskan dari mulut ke mulut. Penambahan foto Kasih dan Galang di unggahan itu semakin menjadi bahan perbincangan.


“Ternyata cewek itu gatal ya sama pak Galang…” begitulah salah satu tanggapan tukang bersih-bersih. Dia sedang mengepel lantai dapur utama resort.


“Iya… cantik cantik kebelet wik wik sama duda” timpal karyawan koki sambil memotong dada ayam.


“Pak Galang kan ganteng… hot daddy… hot duda, gitu julukan dia di departemenku” salah satu karyawan perempuan restaurant datang ikut nimbrung pembicaraan.


“Wah… gawat ni, bonus bulanan bisa turun. Kalau sampai banyak tamu gak jadi menginap gara-gara cewek butler itu!” timpal karyawan lain.


“Padahal aku dah incar dia waktu lihat di kantin… baru berdiri aja, body nya beehh weleh weleh... mantap! Bemper depan belakang jos banget. Apa daya aku yang cuma koki bisa, kalau dia lirikannya sekelas pak Galang… hm…” karyawan koki membayangkan Kasih dengan masih sibuk memotong dada ayam.


Begitulah obrolan tanpa filter di dapur utama. Semua karyawan membicarakan Kasih. Grup grup whatsapp di resort tidak henti-hentinya mengeluarkan suara notifikasi. Yang sudah pasti isinya membahas tentang Kasih. Kecuali departemen dimana Kasih bekerja. Tidak ada pembicaraan seperti itu. Hening… tidak semangat bekerja, karena butler yang lain menjadi kena imbasnya. Terutama para butler perempuan yang disorot karyawan departemen lain. Mereka dicap ‘Penggoda’ seperti Kasih.


Jun yang sedang menemani Kasih di villa Galang, sudah mengetahui kekacauan itu. Joe, suaminya memberi informasi melalui panggilan handphone.


“Heboh betul ya dampak komentar miss Bee…” kata Jun mendengarkan ucapan suaminya lewat telpon. “Ya udah ya bang… nanti kita sambung lagi… bye…” Jun menutup telponnya.


Kasih sudah penasaran ingin mengetahui informasi yang disampaikan Joe. Pikirannya lebih tertarik, tentang kondisi resort akibat komentar miring dirinya dengan Galang di tripadvisor. Dia tidak mau berlarut memikirkan mimpi jorok dengan Galang.


“Gimana kak…? Pak Joe bilang apa?” Kasih memaksakan dirinya untuk duduk dan bersender di bagian kepala Kasur. Kasih sudah menggebu-gebu ingin mengetahui kondisi tempat kerja.


Jun mulai kasihan melihat Kasih mendapat komentar yang tidak benar. Berfikir harus bagaimana menjelaskan kepada Kasih tentang tanggapan miring para karyawan. Kalaupun mau menutupi, Kasih juga akan mengetahui hal ini setelah kembali bekerja nanti.


“Hm… udah jangan dipikirin. Berharap aja pak Galang segera balik sini buat menyelesaikan masalah ini” jawab Jun sembari tersenyum. Menenangkan perasaan Kasih.


Jun mulai penasaran, sebenarnya apa yang terjadi malam itu sampai Kasih dipanggil Galang tengah malam. Karena hal seperti itu belum pernah terjadi. Menurut pemikiran Jun selama bekerja di Luxus, dia tidak pernah mendengar pak Galang memberi pekerjaan tengah malam untuk butler perempuan.


“Dek…” Jun mulai naik ke kasur dan duduk disamping Kasih. “Kakak mau tanya…” Kasih menoleh ke Jun yang ada di sampingnya.


“Apa kak…?”


“Sebenarnya malam itu kamu disuruh pak Galang ngapain datang tengah malam? Kakak sampai kebangun dari tidur. Bang Joe kaya panik nelpon kamu tapi gak diangkat-angkat…” tanya Jun penasaran tentang kejadian malam dimana Kasih pergi ke villa Galang.


Kasih masih ingat betul kejadian tengah malam itu. Malam itu adalah pertama kalinya Galang membuatnya menangis. Galang menuduh Kasih sebagai perempuan jalang, berdasarkan foto Teo dan dirinya. Lagi-lagi Kasih befikir tidak mau menceritakan masalah foto itu, karena akan memperkeruh suasana. Satu foto dengan Galang yang ditambahi gimik tidak jelas saja sudah membuat gosip heboh, apalagi kalau mau menceritakan foto yang lain.


“Em… pak Galang minta dibuatkan ice cinnamon ginger tea sama dipijit kakinya kak” jawab Kasih dengan polos. Mendengar itu mata Jun mulai terbelalak.


Ini adalah kejadian yang langka, hanya demi es teh dan mau pijitan dari Kasih sampai membuat gaduh tengah malam… begitu pikir Jun.


Dia mulai membuka layar handphonenya dan mengirim pesan ke madam Lily tentang permintaan ice cinnamon ginger tea dan pijitan kaki yang diminta Galang waktu tengah malam. Dalam hitungan 3 detik madam Lily merespon dengan emotikon senyuman saja.


Apa nih maksudnya? Kok malah emotikon senyuman? Apa madam Lily sudah tahu kalau tingkah pak Galang itu terlihat menyukai Kasih… Jun semakin penasaran tentang hubungan bosnya itu dengan Kasih.


“Dek… kamu pacaran ya sama pak Galang?”


Glek! Dug dug… dug dug…


Jantung Kasih memompa lebih cepat mendengar pertanyaan Jun. Kasih pun menjadi salah tingkah. Kenapa Jun bisa menanyakan pertanyaan itu.


“Oo… jadi kamu suka pak Kris… hihiii. Nanti kubilang ya… siapa tahu pak Kris mau… hehee” Jun  menggoda Kasih. Yang digoda ikut tersenyum malu sampai memukul bantal ke Jun.


“Jangan lah kak…! Kena hajar nanti aku sama Caca! Hahaa. Awas loh nanti ku cubit…” mulai mencubit kecil lengan Jun.


“Iya… Takut juga ada perang disini. Caca dan Kasih berebut pak Kris… huahahaa” Jun masih menggoda Kasih.


Mengungkapkan rasa kagum ke Kris hanyalah cara Kasih menutupi perasaannya kepada Galang.


Mana mungkin aku suka pak Kris. Hampir tiap hari bermimpi erotis sama pak Galang. Semalam lagi… mimpinya panjang banget… kaya ada jari yang bermain disana. Huft… apa betul aku udah menyukai pak Galang…? Ingin rasanya mengelak dari perasaan ini. Takut berharap lebih. Saingannya sekelas Amelia yang cantik dan terkenal. Apalagi ada Raka yang sayang mamanya. Gak mau aku jadi duri diantara mereka, batin Kasih sambil tertawa dengan Jun.


Hari itu mereka berlanjut membaca komentar di tripadvisor. Menunggu tanggapan dari Galang atau Kris yang berwenang membalas isi komentar di tripadvisor.


Siang harinya komentar itu dibalas oleh Galang. Jun dan Kasih mulai membaca bersama.


 


Dear Miss Bee


Salam hangat dari Luxus Resort Bintan. Kami sangat senang kalau anda pernah menginap di resort kami. Saya selaku pemilik Resort ingin menegaskan kalau semua karyawan yang bekerja di resort saya baik di Bintan ataupun resort cabang lain tidak pernah melakukan tindakan negatif seperti yang anda bicarakan. Foto yang anda unggah adalah foto saya saat meminta VIP Butler saya ke villa karena tugas penting. Karyawan butler saya bekerja dengan profesional. Terimakasih.


Owner Luxus Company


(Pemilik Perusahaan Luxus)


Robert Galang Wicaksono


 


 


Setelah membaca balasan komentar dari Galang untuk miss Bee...


“HUAHAHAA…!” Jun tertawa terbahak-bahak. “Tugas penting apa itu…? Hahaaa! Bikin es teh sama mijit dia tengah malam…? Hahaa!” Kasih tersenyum malu mendengar ucapan Jun. Kesal telah menceritakan kejadian itu pada Jun.


Ishh… ngeselin… kenapa juga sih harus bilang tugas penting…! Bikin malu aja… Kasih mulai mengerucutkan bibirnya. Tapi tidak bisa menahan rasa ingin ikut tertawa karena balasan Galang memang aneh pada kata ‘Tugas Penting’.


 


*****


Semangat Kasih melaksanakan tugas penting lainnya


Bersambung…


*****