My Butler

My Butler
Kedalaman Laut Karimunjawa



Setelah bermain lempar bola, Raka meminta Kasih untuk mengajari berenang tanpa pelampung.


“Tante… lepas pelampung Raka. Raka mau lumba-lumba lompat,” kata Raka sambil mendayung ke arah Kasih. Galang segera mendekati Raka dan Kasih. Galang dan Kasih melepaskan pelampung di lengan Raka.


Haduh… Bapak ini… kenapa sih harus pakai boxer itu lagi. Favorit dia kah. Huft… Batin Kasih sambil sibuk melepaskan pelampung Raka.


“Oia paa… Raka sampai lupa…” kata Raka sambil menggenggam tangan Kasih dan papanya.


“Lupa apa?” tanya Galang.


“Raka undang Lala, Jojo, Arya, Rena buat main kesini besok pagi,” kata Raka mengingat teman game onlinenya.


“Jam berapa mereka datang?”


“Jam 7. Kita mau main ATV yang besarRR.”


“Apa? ATV besar?” Galang kaget mendengar jawaban Raka. Mengingat permainan ATV cukup berbahaya. “Gak boleh! Main yang lain!” mendengar jawaban Galang, Raka sudah mulai cemberut. Air mata mulai keluar. “Itu bahaya dek… Kalian masih kecil,” kata Galang.


“GAK MAU…! Raka udah janji ke MEREKAAa!” Raka makin kesal. Membuat janji harus ditepati, begitu keinginan Raka.


“Emang mereka datang sama siapa? ATV kita itu besar semua loh. Kalian masih kecil,” Galang berusaha membujuk Raka.


“Mereka sama papa mamanya kok… Nanti Raka sama tante Kasih…” Raka menatap muka Kasih dengan penuh memohon. “Mau kan tante… Nanti Raka kasih permen… Permennya enak dari Jogja. Om Aan yang beliin.” Kasih melirik Galang, takut untuk menjawab pertanyaan Raka.


Kalau mengingat CV dia… ada nama Aan Coffee Shop. Siapa itu Aan? Pacar perempuan ini kah? Batin Galang sambil melempar pelampung yang sudah terlepas dari badan Raka.


“Gimana pak?” tanya Kasih kepada Galang.


“Terserah kamu,” Galang menjawab datar.


“YEEEeee! Makasih ya tante… Besok Raka kasih permennya,” kata Raka sambil merangkul pinggang Kasih di dalam kolam.


“Tante kan belum bilang iya atau enggak...”


“Pokoknya IYA! Papa udah bilang terserah. Berarti iya… Hihiii.” Melihat senyum anak itu membuat Kasih jadi pasrah mengiyakan keinginan Raka. “Nanti tante bobok sama Raka aja ya, biar gak telat bangun.” Mendengar ucapan Raka, Kasih melirik Galang. “Jangan takut sama papa tante… Itu villa punya Raka.”


Anak ini… Siapa yang ajarin dia sombong…? Hmmm. Galang membatin penuh heran sambil mengajak Raka ke tengah kolam.


“Kamu boleh tidur sama Raka malam ini.” Kasih hanya bisa mengangguk dengan senyumnya.


Setelah sesi belajar renang selesai, Raka duduk di ruang tamu bermain game online. Galang sudah sibuk dengan tablet.


“Pak, ada yang bisa saya bantu lagi?” tanya Kasih yang sudah siap memakai tshirtnya. Galang menoleh ke Kasih.


Jangan aneh-aneh… please aku mohon… Badanku masih hancur-hancuran nguras kolam kemarin, Kasih membatin sambil menggit bibir.


“Tante… kata om Aan bilang tante bisa main piano. Bisa ajari Raka?” Raka meletakan gadgetnya, menyilangkan tangan mirip gaya orang dewasa. Kasih tersenyum melihat gaya anak kecil di depannya.


“Oh itu… Boleh. Tapi kan gak ada piano disini.”


“Kita punya di villa tante Aca. Yuk kita kesana!” Raka mulai menggandeng tangan Kasih dengan membawa gadgetnya.


“Bilang izin dulu dong sama papa.” Raka segera mendekati Galang.


“Pa, Raka mau ke villa Tante Aca boleh…?”


“Iya… Jangan ganggu tante Aca ya kalau dia tidur.”


“Iyah...” Raka segera menggandeng tangan Kasih untuk beranjak pergi.


_____


Raka dan Kasih menuju villa Caca yang terletak di sebelah. Villa nomor 0198. Raka yang sudah hafal kalau villa tantenya tidak pernah dikunci langsung masuk kedalam.


“Tante Aca… Tanteee...”


Caca yang mendengar suara keponakannya itu segera keluar dari kamar.


“Hai Raka… Kok gak tidur sih… Gak capek ya dari Jogja?” tanya Caca sambil berjalan di tangga.


“Ah boleh… Yuk sini ke belakang!”


Mereka mulai menuju ketempat piano. Kasih memperhatikan muka Caca yang masih kusut.


Hmmm… Kayanya bukan ide yang bagus ni main piano sekarang. Tapi kalau aku gak nuruti kemauan Raka pasti dia berteriak lagi, Kasih membatin sambil melirik raut muka Caca.


Piano itu terletak di pojok belakang villa. Diselimuti dengan kain tebal yang sudah berdebu. Seperti sudah lama tidak dipakai.


“Agak kotor ya miss…” berkata ragu, takut Caca tersinggung.


Ada ratusan staff housekeeping disini, kenapa gak dibersihin ya? Batin Kasih sambil memperhatikan kondisi kain yang berdebu. Caca hanya bisa tersenyum mendengar ucapan Kasih.


“Raka bisa duduk di sofa dulu sayang? Tante Aca sama tante Kasih mau bersihin pianonya,” kata Caca.


“Ok tan. Jangan lama-lama ya…” Raka mulai berjalan menuju sofa yang ada di ujung.


Grand piano digital yang yang diselimuti kain tebal itu nampak masih baru. Hanya berdebu. Kasih mulai membersihkan piano dengan kain.


“Kenapa bisa kotor sekali miss? Tidak ada housekeeping yang bersihin?” tanya Kasih yang sudah hampir selesai membersihkan.


“Iya sudah lama gak kepakai. Tapi masih bagus kok. Baru sekali dipakai.”


“O…” Kasih melirik kertas chord lagu Naff yang berjudul ‘Kenanglah Aku’.


Ish… huru hara macam apa ni?  Baru sekali dipakai, chord yang ada cuma satu dan berbau bawang. Hmmm. Kasih membatin sambil melihat muka Caca yang masih murung.


“Kamu bisa main lagu ini?” Kasih menatap mata Caca.


“Gak pa pa ni miss…?” bertanya ragu karena mengingat cerita Aan  waktu di telpon. Caca hanya bisa tersenyum lesu.


“Mas Aan pasti udah cerita ya…” Caca mulai duduk di kursi samping piano. “Saya mau dengar lagu ini.”


Kasih mulai duduk di depan piano dan menyentuh tuts dengan jari-jarinya. Caca terdiam mendengarkan lagu itu. Dia bahkan meminta Kasih untuk mengulaninya beberapa kali. Raka yang duduk di sofa mendengar suara piano sudah mulai memejamkan mata dan tertidur.


“Hikss…” Caca mulai meneteskan air matanya. Kasih yang melihat Caca menangis, menghentikan permainannya. “Jangan berhenti… Aku mau mendengarnya lagi,” kata Caca sambil menatap mata Kasih.


“Betapa bodohnya aku, hikss… Aku datang menjumpainya, saat dia punya acara menyelam di Karimunjawa… Aku yang bodoh ini ingin memberi surprise kalau aku hamil anak dia… Hikss… Tapi saat mulai masuk di kedalaman laut, aku malah yang diberi surprise… aku melihat dia dengan Amelia sedang seperti itu… Hikss…Benar benar menjijikan... Amelia mantan istri mas Galang kakakku, merebut laki-laki itu dariku… Hikss… Berminggu-minggu aku menahan ego untuk memikirkan janin di perutku. Mas Galang mengundangnya kemari, menyambutnya dengan berbagai cara agar meninggalkan perempuan itu. Membuat dinner spesial dengan memainkan piano… menawarkan aset perusahan  secara cuma cuma agar dia mau menikahiku… Hikss… Tapi malam itu dia malah membawaku ke Singapore untuk melakukan aborsi.”


Glek!


Mendengar kata aborsi, air mata Kasih tidak bisa dibendung lagi. Dia ikut menangis bersama Caca yang sudah banjir air mata. Kasih beranjak dari tempat duduk dan memeluk Caca. Caca yang diperlakukan seperti itu semakin menjadi tangisannya.


“Sabar… miss… Jangan nangis…” Kasih mengusap air mata Caca. Melihat mata adik bosnya itu dalam-dalam, mengelus punggung Caca agar tenang. “Ada kata-kata bijak mengatakan kalau orang baik akan mendapatkan jodoh yang baik. Anggap saja laki-laki itu tidak baik. Buktinya dia tidak menghargai apa yang seharusnya menjadi tanggung jawab dia,” mendengar ucapan Kasih membuat Caca lebih tenang meski masih sesenggukan menangis.


“Yah… Terimakasih buat hari ini. Aku bisa cerita sama kamu. Mami tidak tahu soal aborsi. Aku tidak mau mami merasa jadi ibu yang gagal. Hanya mas Galang dan laki-laki itu yang tahu. Ini bahkan membuatku merasa tidak pantas untuk Kris,” mendengar ucapan Caca, Kasih mengeratkan pelukannya lagi.


“Tenang miss… saya gak akan cerita kesiapapun.” Entah keberanian darimana, Kasih mencium pipi adik bosnya itu. Caca merasa punya sosok kakak perempuan, meskipun dia tahu Kasih lebih muda 3 tahun darinya.


“Terimakasih ya,” kata Caca mulai bisa tersenyum kembali.


 


*****


Hayo yang lagi patah hati ingat…


Kalau orang baik akan mendapatkan jodoh yang baik…


Kasih dan Caca jangan nangis lagi ya


Nanti pak Galang sedih mikirin kesayangannya nangis…


Bersambung…


*****


Note: baca cerita Caca nya sambil dengerin lagu Naff ‘Kenanglah Aku’, biar makin mewek ceritanya.^^