
Sore itu setelah dari ruang kerja Galang, Kasih segera beranjak menuju lounge bar untuk mengambil pesanan minuman anggur yang diminta Amelia. Sedangkan Galang masih duduk di ruang kerjanya, tersenyum memandangi photo profile whatsapp Kasih.
Galang Point Of View
Ingin sekali aku berdansa dengannya sampai malam. Matanya lucu sekali saat berkedip… Setiap aku turunkan jari-jariku meraba bagian itu… dia selalu berkedip Hihii. Terasa masih padat... Huft… Aku benar-benar tidak bisa mengendalikan adik si Raka ini. Ingin selalu menempel gak mau pisah hmmm… Kuat juga dia berdiri 3 jam dansa dengan gerakan dan posisi yang sama… Malah aku yang gak kuat, semua menyembur banjir disana. Dia sampai kaget saat aku tersenggal-senggal mengeluarkan semuanya Huhh. Aku harap bisa menyuruh Amelia segera pergi besok.
Author Point Of View
Di lounge bar Kasih mengambil red wine pesanan Amelia. Minuman itu sudah dimasukan ke jar decanter dan dicampur dengan black pepper (lada halus), sesuai keinginan Amelia. Kasih hanya tinggal mengambil dan membawanya ke villa Galang.
Suasana malam ini cukup bagus. Banyak bintang bertaburan, itu pertanda tidak akan turun hujan. Jadi drama makan malam di kolam akan berjalan lancar, begitu pikir Kasih.
Di area kolam renang Galang, Kris bersama beberapa karyawan room service sibuk menyiapkan acara dinner. Kasih yang baru samapi di tempat itu dibuat senang, karena merasa dibantu kerjanya.
“Good evening… Pak Kris,” Kasih berjalan mendekati Kris.
“Good evening Kasih…”
“Pak Kris sejak jam berapa disini? Bukannya ini tugas saya ya...?” Kasih merasa kuatir kalau dirinya dianggap lupa melakukan pekerjaannya.
“Tadi pak Galang meminta saya untuk menyiapkannya. Jangan kuatir… nanti kamu tinggal duduk saja dengan Raka. Jadi saya siapkan 2 meja,” jawab Kris dengan penuh ramah.
“O… terimakasih pak,” ucap Kasih.
“Kita pergi dulu ya… Semua sudah siap. See you tomorrow,” Kris menepuk bahu Kasih dan berlalu bersama 2 staff room service.
Tinggalah Kasih di tempat itu.
Semoga hari ini cepat berakhir. Capek kali rasanya… Dari pagi gak berhenti aktifitas. Huft…
Kasih berdiri menatap deburan ombak yang terlihat dari tempat dia berdiri. Sore tadi pas belajar dansa, pak Galang terlihat aneh. Kalau hari ini dia memiliki acara spesial dengan Amelia… Kenapa coba tadi belajar dansa dengan ku tapi terkesan peluk-peluk doang?! Udah gitu brewok dia nempel semua ke leherku. Hmmm. Dia pikir aku gak kegelian apa… Sampai aku ijin kebelet pipis aja ga dikasih pergi. Dasar aneh. Alhasil aku ngerasa becek semua didalam. Mana belum sempat ganti … Udah harus stand by disini, Batin Kasih.
Akhirnya Amelia dan Raka muncul keluar dari villa.
“Hai tante Kasih…” sapa Raka sambil digandeng Amelia.
“Hai Raka… Wah... keren banget bajunya. Ganteng banget malam ni,” ucap Kasih sambil melirik Amelia. Terasa ada kejanggalan karena Amelia terus terusan pasang senyum.
Ini mengerikan… Punya rencana apa dia? Kasih menatap Amelia dengan memberi senyumannya juga.
“Raka sayang… Malam ini Raka duduk sama tante Kasih ya… Mama mau ajak obrol papa… Boleh kan?” tanya Amelia sambil mengantar Raka ke tempat duduknya.
“Boleh ma… Mama mau obrol apa sama papa?” Raka mulai duduk di kursi.
“Mama mau bujuk papa supaya kita bisa tinggal bersama… Raka suka gak…?” Kasih yang mendengar obrolan itu berusaha setenang mungkin mengontrol emosinya.
“Ye Ye Ye… Raka suka… Kita bisa main terus… sama mama... tante Aca… tante kasih… oma juga…” Kasih masih dengan mode senyumnya saat Amelia menatapnya.
Tak selang lama, Galang datang dengan buggy. Raka dan Amelia menyambut kedatangan Galang. Kasih hanya bisa menyaksikan keharmonisan yang ada di depan matanya. Bersikap tenang dan menjaga jarak aman. Tidak mau dekat dekat karena tidak ingin mendengar pembicaraan yang bisa membuat perasaannya drop.
“Pa…”
“Hmm ya Raka…?”
“Mama mau tinggal sama kita loh...” ucap Raka sambil menggandeng Galang menuju meja makan. Galang hanya diam dan menatap Kasih yang berdiri di dekat meja.
“Raka… Raka makan dulu ya sama tante Kasih,” ucap Galang sambil membantu Raka duduk di kursinya.
“Raka… sudah selesai makannya?” tanya Amelia.
“Udah ma… kapan kita joget? Raka mau joget kaya waktu itu… sama tante Kasih.” Anak kecil itu sedikit cemberut. Tetapi sebenarnya dia terlihat sudah mengantuk.
“Kan mama gak bilang joget… kita mau dansa…” Amelia mulai menengok muka Kasih. “Bisa kamu hidupkan musik? Tinggal pencet aja.”
“Baik nyonya,” Kasih segera beranjak menuju sound sytem yang memang sudah disiapkan di luar.
Kapan sih drama ini berakhir…? Raka juga butuh tidur… Aku pun butuh tidur… Batin Kasih.
Kasih berjalan munuju mejanya bersama Raka. Raka yang sibuk dengan gadjetnya sesekali memejamkan mata. Tapi berusaha untuk tetap terjaga.
“Tante… yuk kita dansa kaya papa sama mama…” Ajak Raka sambil berdiri di kursi. Dari tempat Galang berdansa dengan Amelia, dia selalu memperhatikan Raka dan Kasih. Segala ucapan yang di lontarkan Amelia untuk mengajak rujuk hanya dianggap angin lalu.
“Raka, tante gendong Raka aja ya… takutnya Raka jatuh. Kan besok Raka ada jadwal home schooling…” bujuk Kasih.
“Oia… ok lah tante,” Raka mengadahkan tangannya agar Kasih menggendong.
“Raka… Kalau Raka ngantuk boleh bobok… Nanti tante antar Raka ke kamar…”
“Hm…” Raka sudah mulai terlelap.
Kasih menggunakan kesempatan itu untuk menuju kamar Raka.
Lebih baik menemani Raka tidur daripada melihat Galang dan Amelia berdansa. Begitu pikir Kasih
“Pak Galang… Saya antar Raka ke kamar ya…” ucap Kasih.
“Mau saya bantu?” tanya Galang berusaha lepas dari tangan Amelia.
“Mas… aku lagi bicara serius sama kamu…”
Timpal Amelia yang kemudian melirik ke Kasih.
“Cepat kemari. Jangan lama-lama antar Raka nya,” kata Galang.
Kasih hanya menganguk dan berlalu bersama Raka.
Kalau mau dansa ya dansa aja… gak usah pamer pamer gitu… Baru juga gerakan kaya gitu. Apa jadinya kalau dia tahu tadi aku habis dansa dengan pak Galang 3 jam… Posisi badan nempel dari dari atas sampai bawah. Sampai sesak gak bisa napas. Batin Kasih sambil berjalan dan mengingat sorot mata Amelia yang terlihat tidak suka dengannya.
****
Jangan pamer pamer nyonyaahh…
Kasih udah dapat lebih dari cukup
Bersambung…
****
Visual
Kasih dengan seragam kesukaan pak Galang