My Brother Is My Husband

My Brother Is My Husband
Cheese Stick Coklat



***


Rania termenung dengan tangan memegang handphone milik nya. Tiba-tiba terdengar ketukan pintu kamar dan aku membuka nya. Terlihat Bik Sum membawa kan aku Sup Ayam.


"Kenapa repot-repot Bik." sahut ku


"Tuan Muda Rey yang menyuruh bibik mengantarkan untuk Non Nia" jawab Bik Sum seada nya.


"Kakak sudah pulang Bik?" tanya ku ingin tahu sambil menerima sajian Sup ayam yang di antarkan Bik sum itu.


"Sudah, tapi sudah keluar lagi ada hal kata nya bertemu kawan." jawab Bik sum dan berlalu pergi.


Kawan, pikir ku dalam hati.


"Bik, Bibik tahu kawan lelaki atau perempuan?" tanya ku lagi ingin tahu


Biasa nya kalau menanyakan sesuatu hal kepada Bik Sum, jawaban nya pas dan akurat.


"Kata nya sih perempuan Non, kawan lama nya." jawab Bik sum lagi dan terus pergi.


Kawan perempuan? siapa? kawan lama?? eeuummh siapa??? pikir ku terus dan merasa kesal sendiri.


Jam menunjuk kan pukul 10 malam lewat. Seperti nya Rey belum juga pulang. Rania terus melihat ke halaman depan dari atas kamar nya. Mobil Rey belum ada. Apa mungkin Rey tidak pulang malam ini, pikir ku lagi-lagi dengan perasaan yang tidak enak. Siapa perempuan yang dia temui, pikir ku lagi-lagi.


Ah, kenapa aku terus memikirkan nya sih. Tidak mungkin aku cemburu. Lagi pun dia kakak ku. tidak sepatut nya aku menaruh perasaan terhadap nya. Tapi aku selalu teringat kejadian yang dilakukan Rey di rumah Nenek minggu lalu, dia ingin menikahi ku. Tidak mungkin, dan ku yakin Rey hanya bercanda dan menganggap ku sebagai adik nya saja.


Aku terus melamun memikir kan hal-hal aneh.


Tiba-tiba terdengar klakson mobil, mungkin kah itu Rey sudah pulang.


Aku melihat dari sudut jendela. Iya, Kak Rey sudah pulang.


Aku kembali menutup gorden, dan lanjut memikirkan hal-hal aneh. Pasti Rey senang karna sudah berjumpa dengan perempuan itu tadi.


Kembali lagi aku terkaget dari lamunan ku, terdengar ketukan pintu kamar. Siapa lagi pikir ku, kenapa lagi Bik Sum sekarang.


Aku langsung beranjak dan membuka pintu kamar.


Deg.


Mata ku melotot melihat sosok yang di depan pintu kamar ku sekarang.


"Kakak belikan cheese stick coklat ini tadi pas kakak lewat di depan City Ball, bukan nya Rani suka?"


kakak memberikan ku sekotak cheese stick coklat yang di belikan nya itu, aku hanya mengambil tak menjawab apa-apa.


Sudah puas bertemu perempuan diluar, sekarang manis-manis disini memberikan sekotak cheese stick coklat untuk ku. Gumam ku dalam hati.


"Kenapa Rani belum tidur?" tanya Rey lagi.


Bagaimana aku bisa tiduuur. Kamu keluar kota selama 2 hari tidak bilang. Sekarang keluar bertemu dengan seorang perempuan pun tidak bilang-bilang. Begitu penting kah perempuan itu. Bagaimana aku bisa tidur yang terus-menerus memikirkan dirimu. Gumam ku lagi dalam hati yang semakin kesal dan terlihat dahi dan kening ku mengernyit keras.


"Raniii???" panggil kakak lagi.


"Iiii... Iyaaa kak, Kenapa kak?" jawab ku kaget.


"Rani Okey?" tanya Rey khawatir.


"Iyah, Rani Oke kak" jawab ku sambil menghembuskan nafas panjang.


"Rani belum ngantuk kan?, Boleh kakak masuk?" tanya Rey lagi


"Iya kak, masuk lah." jawab ku seadanya.


Kakak duduk di tempat tidur ku, dan melihat sekeliling ruangan kamar ku. Iya sih berantakan sekali, semenjak beberapa hari aku tidak keluar-keluar kamar. Biasa nya kamar ku yang selalu rapi setiap hari, entah kenapa berubah seperti kapal pecah seperti ini, ikut suasana hati kali ya. Hee.


"Sejak kapan adik kakak jorok seperti ini?" tanya Rey yang terlihat kaget melihat seisi kamar ku.


Entah, setelah aku makan cheese stick coklat yang di berikan Rey suasana hati ku terlihat membaik sedikit yang tadi nya begitu kesal. Apakah ada di taburi cinta plus-plus di dalam nya. Hehee...


"Di UK Rani seperti ini?, atau semenjak pulang dari UK Rani ceroboh seperti ini meletakkan barang asal-asal bukan pada tempat nya."


Rey mengoceh lagi yang seperti ingin muntah melihat nya. Hee.


Aku tak menjawab, hanya tertawa terus saja sambil makan cheese stick itu dan duduk di atas tempat tidur lalu menghidup kan televisi untuk menonton.


Terlihat Kak Rey bangun dan merapikan kamar ku, meletak kan kembali buku-buku yang berserakan di meja. Belum lagi kulit kuaci yang ku makan tadi siang berserakan jatuh di lantai. Aku hanya tersenyum melihat Kak Rey. Ini balasan karna pergi berkencan tanpa memberi tahu ku tadi, gumam ku dalam hati.


"Kak, di pojok sana itu kain nya, masukin tempat baju kotor saja, biar di ambil Bik Sum besok" Suruh ku yang melihat kakak sudah mau duduk.


Rey mengambil dan melakukan apa yang disuruh Rani.


"Kak, ambilkan Rani minum, plisss." pinta ku lagi memelas.


Kenapa aku begitu puas mengerjai kakak ya, pikir ku dalam hati sambil senyum-senyum sendiri.


"Apakah ada lagi Tuan Putri?" tanya Rey sambil memberikan ku segelas minum.


"Eeeummm... Nanti Rani pikir-pikir dulu ya kak, kalau ada Rani kasih tahu entar. Gak apa-apa kan kak. hehee" jawab ku dan terus minum air yang di berikan Kak Rey.


"Sekarang puas kan mengerjai kakak??" tanya Rey dengan mata menyipit. Seakan tahu aku sedari tadi menertawakan dan mengerjai nya.


"Eh tidak, mana ada Rani kerjain kakak. Inisiatif Kakak sendiri yang mau melakukan nya. Kakak mengada-ada ah." jawab ku yang terus mengunyah cheese stick itu.


Rey merebahkan tubuh nya di tempat tidur pas di depan Rani duduk. Dan perlahan tidur dengan menyandarkan kepala di atas paha Rani yang sedang duduk.


"Kakak juga mau cheese stick nya" pinta Kakak Rey kepada ku.


Aku tak menjawab terus menyodorkan saja cheese stick itu ke arah Rey yang pandangan ku masih menuju ke arah televisi sedang menonton.


"Plissss, suapkan" pinta Rey lagi.


Tatapan ku beralih ke Kak Rey sebentar dan kembali lagi menatap televisi, aku tak melakukan yang di suruh nya itu.


Kak Rey mah mengada-ada pikir ku.


"Baik lah kalau tidak mau, kakak pergi tidur dulu ya ke kamar sendiri" sahut Rey lagi dan sudah bangun dari tidur nya.


Rani tetap saja tak peduli dan tak menjawab ucapan kakak nya dan tatapan nya terus saja menonton sedari tadi.


Baik lah, Oke, pikir Rey dalam hati yang sudah sangat kesal dengan sikap Rani sedari tadi mengerjai nya. Kita lihat siapa yang akan menang, pikir Rey. Khak... Khak...


"Seperti nya itu kecoa, sudah naik ke atas tempat tidur dan masuk selimut" ucap Rey dan terus keluar kamar.


**BERSAMBUNG...


Terimakasih buat semua pembaca, salam rindu selalu untuk kalian 😊😘


Terimakasih sudah sejauh ini membaca Novel saya yang berjudul "My Brother Is My Husband"


Apalah aku yang tanpa kalian guys 😁💚


Kalian lah penyemangat aku dalam menulis Novel-Novel ini guys 😘😘


Jangan lupa intip Novel saya yang lain nya juga ya...


"Jangan Berhenti Mencintaiku"


"Sang Penggoda"


Mohon Like & Comen nya. Di tunggu ya guys**...