My Brother Is My Husband

My Brother Is My Husband
Kasmaran



***


Belum saat nya untuk Rania tahu semua ini. Jikalau dia bukan anak kandung kami dan bukan adik kandung Rey.


Sekarang saat nya dia menempuh pendidikan di University, jangan di kacau kan dengan hal-hal lain dulu.


Sebagai Papa yang membesar kan nya papa sudah salah memaksa nya untuk masuk ke University dan di bidang yang papa maksud. Pikir papa biar Rania juga ikut serta dalam membangun dan membina bisnis perusahaan papa nya yang sudah puluhan tahun lalu di serahkan kepada papa Rey.


Tapi Rania berkehendak lain, aku tak bisa memaksa keinginan nya tersebut. Biar lah nanti Rey yang akan mengurus perusahaan ini. Rania pun sama, mempercayai penuh agar perusahaan itu biar kakak nya saja yang mengurus, sudah sepatut nya begitu karna Rey anak laki-laki papa satu-satu nya, pikir Rania.


**


4 (Empat) Tahun Kemudian.


Bwana Group.


"Selamat Pagi semua nya.


Terimakasih atas kehadiran pada rapat pagi hari ini. Di agenda rapat pada pagi hari ini kita akan membahas tentang pembukaan produk baru yang akan di launching pada 6 januari 2020 saya ingin mendengarkan laporan dari bagian produksi, saya persilahkan."


Rey membuka meeting seperti biasa dengan tampilan nya yang rapi dan terlihat percaya diri.


"Terimakasih Bapak Direktur, disini saya akan menyampaikan mengenai produk Kita, produk ini bernama White Beauty yang dihasilkan oleh Softcare produk


kita berbentuk sabun kecantikan yang berbeda dari kebanyakan sabun kecantikan lainnya, dan kami disini juga akan menghilangkan asumsi masyarakat yang beranggapan bahwa sabun kecantikan yang dicampur dengan bahan–bahan alami yang tidak mengandung zat–zat kimia yang dapat merusak kulit dan cocok untuk semua jenis kulit serta menjaga kelembaban kulit dan kita membuat sabun kecantikan ini khusus untuk wanita berumur 17 tahun keatas, jadi kita membuat dengan ekstrak buah sehinga membuat kulit mereka sehat alami. Saya membawa sampel produk yang bisa dipasarkan, produk ini sudah diuji oleh dokter kecantikan ternama indonesia bisa dilihat oleh seluruh peserta rapat, terimakasih mungkin itu saja dari bagian produksi." jelas manajemen produksi panjang lebar


"Terimakasih pada bagian produksi, mungkin saya hanya ingin sedikit menambahkan untuk kualitas dan mutu dari produk kita ini, tolong di pertahankan agar tidak menimbulkan efek samping jika digunakan jangka waktu panjang itu saja, selanjutnya saya ingin mendengarkan laporan dari


bagian pemasaran silahkan."


....................….......... ... ............ ...................


Rey melanjutkan meeting nya sambil sesekali dia melihat handphone nya karna sudah sedari tadi banyak notifikasi pesan yang masuk.


**


Eum, ternyata pesan dari papa


"Rey... Jemput Rania jam 5 sore di Bandara, Papa dengan Mama harus menghadiri undangan ****** malam ini"


Ya, ya, Gadis kecil Papa yang sudah balik dari UK.


Yang telah selesai menempuh pendidikan nya di bidang Designer.


Ku lihat jam sudah menunjuk kan pukul


4 kurang 10 menit. Rey langsung menuju ke Bandara menjemput Adik nya Rania, seperti perintah Papa.


Sebenarnya Rey begitu lelah hari ini, tapi demi adik nya yang terkasih dan tersayang dia tetap bersikeras untuk pergi menjemput.


Perlahan Rey sudah bisa membuka kan pintu hati nya untuk Rania, yang dulu pernah tertutup rapat dan sempat membenci Rania tanpa sebab.


**


Di Bandara, terlihat Rania sudah menunggu dari tadi.


"Hey... Gadis kecil" sapa Rey mengaget kan, dan memberikan seikat bunga mawar merah.


"Alaaah kakak lama nya, capek Nia tungguin"


Terlihat wajah polos nan manja yang masih seperti dulu


"Heyyyy, apa ini?hehee." tanya ku lagi melihat bunga mawar yang di berikan Rey.


Aku tersenyum dan merasa bahagia.


Mobil terus berjalan menyusuri lampu-lampu indah di tepian jalan.


Tatapan Rey tak henti nya memandang Rani, Rani yang sedari tadi sudah tertidur pulas. Rey hanya bisa tersenyum kecil melihat nya, dan tak berani menyentuh takut akan terbangun.


Mobil sudah memasuki halaman depan rumah.


Mama dan Papa seperti nya belum balik pulang menghadiri undangan. Mobil nya belum terlihat.


Rania yang masih tertidur pulas, 5 menit Rey menunggu Rania pun tak kunjung bangun juga.


Alhasil, Rey mengangkat tubuh Rania pelan-pelan masuk kerumah dan menyusuri tangga menuju kamar.


Rani, Kakak sangat rindu.


Gumam Rey dalam hati sambil menatap wajah Rania.


Rey membaring kan tubuh Rania perlahan di tempat tidur, tatapan nya tak berpindah-pindah sedari tadi hanya menatap Rania saja, bibir nya yang tipis itu.


Ah, apa yang aku pikir kan, pikir Rey. Kembali rey menarik selimut dan menutup tubuh Rania sampai ke atas dada.


Rey sudah berbalik akan keluar dari kamar, tapi kembali menoleh ke Rania. Rey memberani kan diri mendekat kan bibir nya ke bibir Rania, dan sekali lagi dia mengecup pelan di kening nya.


Terlihat Rania sedikit membuka mata perlahan.


"Kakak..." sahut nya


Rey yang sudah salah tingkah sudah tak tahu harus bagaimana jikalau Rani benar-benar terbangun karna ulah nya itu.


Dan ternyata Rania kembali tertidur, terasa sedikit lega di hati Rey.


Aku tak tahu perasaan seperti apa sekarang yang aku rasakan, mungkin kah karna hati ini sudah terlalu lama kosong. Gumam Rey dalam hati.


BERSAMBUNG...